22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Benarkah “bertujuan untuk” itu Lewah?

I Made Sudiana by I Made Sudiana
November 26, 2024
in Bahasa
Benarkah “bertujuan untuk” itu Lewah?

Ilustrasi tatkala.co

SETELAH sekilan lama tidak berkomunikasi karena kesibukan kami masing-masing, tiba-tiba saja seorang teman mengirim pesan via WhatApp (WA). Dalam pesannya dia mengatakan bahwa dia ingin berdiskusi. Kami memang kerap berdiskusi tentang bahasa dan penggunannya. Salah satu diskusi kami via WA kali ini berkaitan dengan kalimat sebuah abstrak artikel penelitian.

Kalimat yang kami diskusikan sebagai berikut.

(1) Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan …..

Kalimat (1) di atas dikatakan lewah, mubazir. Disebutkan bahwa bertujuan untuk itu lewah. Menurut dia, kalimat (1) berdasarkan yang pernah dia baca dari sebuah tulisan orang, cukup bertujuan, tidak perlu untuk.

Kalimat yang lebih tepat menurut dia sebagai berikut.

(2) Penelitian ini bertujuan membuktikan …..

Kalimat tersebut, menurut dia, bisa juga dibuat sebagai berikut.

(3) Penelitian ini untuk membuktikan …..

Sejenak saya merenung dibuatnya.

Saya berpikir kalimat (1) sudah tepat sesuai dengan pola kalimat bahasa Indonesia. Kalimat (2) juga boleh. Kalimat (3) dari sisi pola kalimat bahasa Indonesia tidak bermasalah. Akan tetapi, kalimat (3) berkesan tidak formal. Untuk itu, umumnya dihindari penggunaannya dalam karya tulis ilmiah (KTI).

Mari kita cermati struktur kalimat dalam bahasa Indonesia. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia (TBBBI) Edisi Keempat (2017) memuat enam tipe pola kalimat dasar bahasa Indonesia, yakni S-P, S-P-O, S-P-Pel, S-P-Ket, S-P-O-Pel, dan S-P-O-Ket.

Kalau kita perhatikan, kalimat (1) bertipe S-P-Ket. Subjek (S) kalimat (1) adalah penelitian ini; predikat (P) kalimat (1) adalah bertujuan; dan keterangan (Ket) kalimat (1) adalah untuk membuktikan ….. Kehadiran keterangan dalam kalimat (1) bersifat wajib. Keterangan pada kalimat (1) merupakan keterangan tujuan yang ditandai dengan kata untuk.

Kita beralih ke kalimat (2). Kalimat (2) bertipe S-P-Pel. Subjek (S) kalimat (2) adalah penelitian ini; predikat (P) kalimat (2) adalah bertujuan; dan pelengkap (Pel) kalimat (2) adalah membuktikan ….. Kehadiran pelengkap dalam kalimat (2) juga bersifat wajib. Permasalahan yang sering terjadi dalam kalimat, seperti kalimat (2) ini adalah adanya dua verba, yaitu bertujuan dan membuktikan yang kerap membingungkan pembaca atau pendengar. Kerap kali bertujuan membuktikan dianggapsebagai predikat.Kalau hal ini terjadi, akan terjadi kerancuan antara kalimat transitif dan kalimat intransitif. Celakanya kalau kalimat (2) dianggap transitif (kalimat yang verbanya membutuhkan objek), bagian … setelah membuktikan dianggap sebagai objek. Di sinilah saya menganggap kehadiran untuk menjadi penting untuk menghindari kesalahan pola kalimat.

Selanjutnya, kalimat (3). Kalimat (3) bertipe S-P. Subjek kalimat (3) adalah penelitian ini; predikat kalimat (3) adalah untuk membuktikan ….. Kalimat (3) jika dilihat dari sisi predikatnya, disebut dengan kalimat nonverbal. Kalimat nonverbal adalah kalimat yang predikatnya bukan verba (kata kerja). Kalimat nonverbal dalam bahasa Indonesia predikatnya bisa berupa frasa nominal, frasa adjektival, frasa numeral, bisa juga frasa presposisional. Pada kalimat (3) predikat kalimatnya merupakan frasa preposisional. Dengan demikian, kalimat (3) juga gramatikal. Akan tetapi, dalam karya tulis ilmiah penggunaan kalimat (3) sedapat mungkin dihindari. Untuk menghindari penggunaan kalimat (3), kita bisa memunculkan predikat, misalnya dilaksanakan. Kalimatnya menjadi sebagai berikut.

(3a) Penelitian ini dilaksanakan untuk membuktikan ….

Pola kalimat (3a) menjadi S-P-K. Kalimat (3a) terkesan lebih formal dan tidak menimbulkan penafsiran kalimat yang tidak berpredikat.

Dalam Tesaurus Tematis Bahasa Indonesia (TTBI) Daring, Badan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, verba bertujuan bersinonim dengan beritikat, bermaksud, dan berniat. Verba bertujuan merupakan kata turunan dari tujuan (nomina) ‘itikat, maksud, niat’  yang mendapat prefiks/awalan ber-.

Dalam TBBBI, subkelompok verba berprefiks (berawalan) ber- yang terbesar mempunyai pangkal nomina yang di antaranya berarti ‘mempunyai, memiliki’ yang disebut oleh nomina itu, misalnya berdebu, berguna, bernama, berhasil, bermaksud, berumur, berduri, bersenjata, beristri, berisi.

Bertujuan berarti ‘mempunyai/memiliki tujuan, bermaksud berarti ‘mempunyai/memiliki maksud’. Bertujuan dan bermaksud bersinonim dengan ingin. Dari segi kelas kata, bertujuan dan bermaksud berkelas kata verba, sedangkan ingin berkelas kata adverbia.

Mari kita perhatikan kalimat berikut.

(4) Peneliti ingin membuktikan ….

Kalau kita cermati, kalimat (4) berpola S-P-O.  Subjek kalimat (4) adalah peneliti; predikat kalimat (4) adalah ingin membuktikan. Objek kalimat (4) adalah …. Kalimat (4) merupakan kalimat transitif, yaitu kalimat yang predikatnya membutuhkan objek. Kalimat (4) bisa saja ditambahkan keterangan. Dalam hal ini keterangannya bersifat manasuka.

Benarkah “bertujuan untuk” itu lewah? [T]

BACA artikel lain tentang BAHASA atau artikel lain dari penulis MADE SUDIANA

Ketika WNA Pemelajar BIPA Beradu Pantun Berbahasa Indonesia
Mengenal Bahasa Isyarat “Kata Kolok” dalam Lingkup Kesehatan Individu dan Pengobatan di Desa Bengkala
Bahasa | Papan Tik Aksara Bali
Bineka dan “Bhinneka”
“Ketika Memberi”, Bagaimana Memadankannya ke Bahasa Bali?
Sesuatu yang Setengah
Transfer Lisan Bahasa Tutur
Tags: Bahasabahasa ilmiah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Panggung Pentas Seni Bersama Disabilitas di Kuta: Ini Tempat Anak-anak Disabilitas Ekspresikan Diri

Next Post

Cerita Pilkada dari Sebuah TPS di Kampung Bugis: Ibu yang Terburu dan Dua Hansip Tanpa Bintang  

I Made Sudiana

I Made Sudiana

Lahir di Tabanan tahun 1974. Sekarang sebagai peneliti bahasa di Pusat Riset Preservasi Bahasa dan Sastra, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Sebelumnya bekerja di Balai Bahasa Provinsi Bali.

Related Posts

“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran

by I Made Sudiana
October 19, 2026
0
“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran

DUNIA kuliner di Bali saat ini sedang ramai-ramainya dengan berbagai pilihan olahan. Dari tradisi babi guling yang legendaris hingga tren...

Read moreDetails

Dari “Panic Buying” hingga “Maborbor”: Cerita Bahasa di Balik Antrean BBM Bali

by I Made Sudiana
October 16, 2026
0
Dari “Panic Buying” hingga “Maborbor”: Cerita Bahasa di Balik Antrean BBM Bali

SECARA pribadi, saya sebisa mungkin menghindari antrean BBM di Bali saat ini. Saya pernah berada di posisi itu dahulu, dan...

Read moreDetails

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

by I Made Sudiana
October 4, 2026
0
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

Read moreDetails

Labirin Bahasa di Sekitar Kita

by I Made Sudiana
September 4, 2026
0
Labirin Bahasa di Sekitar Kita

PERNAHKAH Anda memperhatikan bagaimana sebuah kata bekerja di media sosial atau di obrolan sehari-hari? Kita sering mengira bahasa itu seperti...

Read moreDetails

Gol versus Gul

by I Made Sudiana
September 3, 2026
0
Gol versus Gul

KITA teriak “gol” manakala tim sepak bola yang kita dukung memasukkan bola ke gawang lawan. Ketika bola mengenai tiang gawang,...

Read moreDetails

Perkara Anarkis dan Anarkistis

by I Made Sudiana
August 30, 2026
0
Perkara Anarkis dan Anarkistis

Pernahkah Anda berpikir bahwa kata anarkis dan anarkistis itu sama saja? Walaupun kedua kata anarkis dan anarkistis sudah banyak ditulis,...

Read moreDetails

Calistung: Membaca, Menulis, dan Berhitung

by I Made Sudiana
August 18, 2026
0
Calistung: Membaca, Menulis, dan Berhitung

PERNAHKAH Anda berhenti sejenak di depan papan nama sebuah lembaga pendidikan atau kursus dan memperhatikan semboyan mereka: "Membaca, Menulis, dan...

Read moreDetails

Trilogi Cinta Puspadiana: Refleksi Kebahasaan tentang Nama dan Harapan

by I Made Sudiana
August 15, 2026
0
Trilogi Cinta Puspadiana: Refleksi Kebahasaan tentang Nama dan Harapan

 “Kenapa nama anakmu keindia-indiaan banget? Agak aneh rasanya.” Pertanyaan dan pernyataan itu terlontar dari seorang teman yang penasaran saat mendengar...

Read moreDetails

Sekali Lagi tentang Dirgahayu

by I Made Sudiana
August 13, 2026
0
Sekali Lagi tentang Dirgahayu

SETIAP menjelang bulan Agustus, ruang publik kita dipenuhi oleh baliho, spanduk, dan ucapan digital dengan berbagai variasi kalimat selamat hari...

Read moreDetails

Amuk, Briuk Siu, dan Bayang-Bayang Solidaritas Kolektif di Bali

by I Made Sudiana
August 11, 2026
0
Amuk, Briuk Siu, dan Bayang-Bayang Solidaritas Kolektif di Bali

Peristiwa tragis yang baru-baru ini terjadi di Tabanan—saat seorang terduga pencuri tewas diamuk massa dan meninggalkan duka mendalam bagi anaknya—kembali...

Read moreDetails
Next Post
Cerita Pilkada dari Sebuah TPS di Kampung Bugis: Ibu yang Terburu dan Dua Hansip Tanpa Bintang  

Cerita Pilkada dari Sebuah TPS di Kampung Bugis: Ibu yang Terburu dan Dua Hansip Tanpa Bintang  

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co