27 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“When Cening Meets Kawa, the Magical Forest” Tayang Perdana di JAFF ke-19: Angkat Budaya Bali dan Fantasi Anak-anak

tatkala by tatkala
December 7, 2024
in Budaya
“When Cening Meets Kawa, the Magical Forest” Tayang Perdana di JAFF ke-19: Angkat Budaya Bali dan Fantasi Anak-anak

Tim produksi dan pemain film When Cening Meets Kawa, the Magical Forest" di JAFF ke-19

FILM pendek “When Cening Meets Kawa, the Magical Forest” berhasil mencuri perhatian publik setelah resmi menjadi Official Selection pada Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) ke-19 dalam program Layar Anak Indonesiana kategori fiksi.

Festival film Jogja-NETPAC Asian Film Festival yang berlangsung dari 30 November hingga 7 Desember 2024 mengangkat tema besar “Metanoia”.

Selain pemutaran film, festival ini juga menghadirkan acara film market di JEC yang menjadi wadah penting bagi pelaku industri untuk berjejaring dan memperkuat ekosistem perfilman Indonesia.

Film ini “When Cening Meets Kawa, the Magical Forest”  ini ditayangkan perdana di Empire XXI Yogyakarta pada 1 Desember 2024 pukul 14.15 WIB dan mendapat perhatian besar dari pengunjung karena film dari Bali ini mengangkat budaya Bali, juga fantasi anak-anak.

Film yang berdurasi 13 menit ini merupakan karya sutradara perempuan asal Yogyakarta, Epriliana Fitri Ayu Pamungkas, atau yang akrab disapa Ayu Pamungkas, yang kini menetap di Bali.

Tim produksi dan pemain film When Cening Meets Kawa, the Magical Forest” di JAFF ke-19

Ayu berkolaborasi dengan I Made Denny Chrisna Putra selaku produser sekaligus sinematografer film ini untuk menciptakan sebuah cerita yang memadukan fantasi dan nilai budaya Bali.

Diproduksi oleh DENFILM Bali di bawah naungan PT. Sinemedia Kreatif Bali, film ini mendapatkan dukungan dari program open call Layar Anak Indonesiana yang digagas oleh Indonesiana.tv.

Cerita dan Motivasi di Balik Layar

“When Cening Meets Kawa, the Magical Forest” bercerita tentang perjalanan seorang anak perempuan bernama Cening yang bertemu dengan makhluk ajaib bernama Kawa di sebuah hutan magis.

Ayu Pamungkas menjelaskan, menjadi seorang ibu dari anak perempuan telah memberinya  tantangan tersendiri dalam memahami dunia anak.

“Motivasi saya menciptakan cerita ini adalah untuk memberikan nasihat melalui media yang menyenangkan bagi anak-anak, sambil mengeksplorasi tema lingkungan yang erat dengan budaya tradisional Bali,” kata Ayu,

Proses penciptaan karakter Kawa, yang menjadi daya tarik utama film ini, membutuhkan eksplorasi mendalam.

“Kami ingin menciptakan karakter yang bersahabat, bukan menyeramkan, sehingga anak-anak merasa nyaman dan terhubung dengan cerita,” tambah Ayu.

Dengan prosthetic makeup dan kostum memukau, Kawa menjadi ikon unik yang memikat anak-anak tanpa kehilangan unsur budaya.

Selain itu, film ini juga menyisipkan elemen tari tradisional yang ditampilkan oleh penari-penari muda, menambah nuansa budaya yang kuat.

“Menggunakan fantasi dengan latar budaya Bali memungkinkan anak-anak untuk memahami nilai tradisi dengan cara yang menyenangkan,” ujar Ayu.

Produksi yang Serius dengan Sentuhan Profesional

Sebagai produser, Denny Chrisna Putra yang juga dosen Film di ISI Denpasar, menekankan bahwa film ini dikerjakan dengan sangat serius. Dengan dukungan teknologi visual yang canggih, production value-nya terlihat menonjol dibandingkan karya lain di kategori yang sama.

“Visual dan narasi yang kami bangun dibuat ringan dan mudah diterima oleh anak-anak, namun tetap memiliki kedalaman untuk penonton dewasa,” jelas Denny.

Denny juga menyoroti pentingnya pengembangan konten anak-anak di Indonesia. “Kita membutuhkan lebih banyak konten menarik untuk anak-anak, agar mereka bisa mengalihkan kebiasaan bermain gadget ke tontonan yang edukatif. Program seperti Layar Anak ini penting untuk dilanjutkan setiap tahunnya,” tegasnya.

Program Open Call dan Masa Depan Konten Anak

Keberhasilan film ini sebagai bagian dari Layar Anak Indonesiana membuktikan bahwa program open call seperti ini adalah langkah strategis dalam mendukung sineas lokal.

Ayu menambahkan, ia sangat membutuhkan program seperti ini. “Selain memberikan ruang bagi sineas untuk berkarya, ini juga menjadi cara untuk menghadirkan lebih banyak konten berkualitas bagi anak-anak Indonesia,” katanya.

Denny juga berharap pemerintah terus memperkuat dukungan terhadap sektor perfilman melalui program-program serupa. “Dengan dukungan seperti ini, kita bisa menciptakan generasi yang lebih baik melalui media film yang mendidik dan menyenangkan,” katanya.

Screening Perdana di JAFF ke-19

Film ini ditayangkan di program Layar Anak Indonesiana bersama empat karya lainnya. Namun, “When Cening Meets Kawa, the Magical Forest” menawarkan pendekatan unik dengan visual magis dan cerita yang mengangkat hubungan ibu dan anak, tanggung jawab pada alam, dan penghormatan terhadap budaya.

Salah satu daya tarik utama film ini adalah keterlibatan kru dan pemain berbakat yang mampu menghadirkan karya dengan kualitas produksi atau production value yang sangat baik.

Beberapa rekan kru dan talent juga ikut meramaikan penayangan perdana film ini di JAFF seperti Gus Adi (camera assistant), Ega (camera best boy), Pradnya (HMU), dan Wira yang berperan sebagai Kawa. Para kru menyampaikan rasa bangga mereka dapat berpartisipasi dalam festival bergengsi seperti JAFF.

Rencana Distribusi dan Masa Depan Film

Setelah pemutaran perdana di JAFF, Denny dan tim merencanakan untuk mengirimkan film ini ke berbagai festival nasional dan internasional.

Ayu juga mengungkapkan keinginan untuk mengadakan private screening di Bali, tentunya setelah mendapatkan izin dari Indonesiana.tv sebagai pemegang hak siar. [T][Ado/*]

Parade Puisi Brutal dari Tierra del Fuego
Suitcase (2023) dan Suku Kurdi yang Masih Terdiskriminasi
Europe by Bidon (2022): Nasib Baik Tak Ada yang Tahu
Utopia di Padang Beton dalam Fantasy Is a Concrete Jungle
In the Shadow of the Cypress (2023) dan Post-Traumatic Stress Disorder
Film “2 Kumbang (Bugs)”: Menguak Sisi Gelap Media Sosial, Mulai dari Cara Mudah Mendapatkan Uang, hingga Dampak Buruknya bagi Anak
Black Rain in My Eyes (2023): “Kebohongan” Seorang Penyair kepada Putrinya yang Buta
In the Forest One Thing Can Look Like Another (2023): Yang Tampak dan yang Tak Tampak
Tags: filmfilm pendek
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

TikTok, Generasi Muda, dan Identitas Digital yang Terkonstruksi

Next Post

Membumikan Ekosistem Ekonomi Kreatif Melalui Perda, Menjaga Pelaku Kreatif dengan Hukum

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
0
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

Read moreDetails

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

by tatkala
September 23, 2026
0
Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

DENPASAR | TATKALA.CO -- Gastronomi Prancis dan Indonesia akan bertemu di Bali melalui rangkaian kegiatan Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week...

Read moreDetails

Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali

by Rusdy Ulu
September 20, 2026
0
Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali

Perhelatan festival film pendek internasional Minikino Film Week 12 (MFW12) yang diselenggarakan oleh Yayasan Kino Media sukses digelar pada 11–18 September 2026 di Bali....

Read moreDetails

Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3

by tatkala
September 20, 2026
0
Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3

JAKARTA – TATKALA.CO –  Pasangan dari Provinsi DKI Jakarta, Adventhius Immanuel Karo Karo dan Dania Zahra Ayusti, resmi dinobatkan sebagai...

Read moreDetails

Pengurus KPBU Dikukuhkan —Bupati Buleleng Dukung Perempuan Bali Utara yang Berdaya, Bergerak dan Berdampak

by Rusdy Ulu
September 19, 2026
0
Pengurus KPBU Dikukuhkan —Bupati Buleleng Dukung Perempuan Bali Utara yang Berdaya, Bergerak dan Berdampak

BULELENG | TATKALA.CO -- Barisan perempuan duduk berderet dengan gaung berwarna krem dan riasan diri yang lengkap. Perempuan-perempuan itu tampak...

Read moreDetails

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
0
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda

UTSAWA Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 kembali digelar. Itu artinya, lantunan sloka, palawakya, kakawin, kidung, hingga gaguritan kembali...

Read moreDetails

Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

by tatkala
August 23, 2026
0
Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

Semarak Buleleng Festival 2026 terus memuncak. Pada malam kelima, suasana Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja dipenuhi canda, musik, dan...

Read moreDetails

Syal Endek Tunjung Ungu untuk Bupati Nyoman Sutjidra di Panggung Bulfest 2026: Dekranasda Buleleng Dorong Wastra Lokal Mendunia

by tatkala
August 19, 2026
0
Syal Endek Tunjung Ungu untuk Bupati Nyoman Sutjidra di Panggung Bulfest 2026: Dekranasda Buleleng Dorong Wastra Lokal Mendunia

BULELENG | TATKALA – Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra tampak tersenyum bahagia ketika Ny. Wardhany Sutjidra—yang tak lain adalah istrinya—mengalungkan syal...

Read moreDetails

MTN Presentasi Buruan.co 2026: “Merawat Regenerasi Penulis Sastra Muda”

by tatkala
August 10, 2026
0
MTN Presentasi Buruan.co 2026: “Merawat Regenerasi Penulis Sastra Muda”

KEMENTERIAN Kebudayaan RI melalui program Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya berkolaborasi dengan Buruan.co menggelar program bertajuk “MTN Presentasi: Buruan.co...

Read moreDetails
Next Post
Membumikan Ekosistem Ekonomi Kreatif Melalui Perda, Menjaga Pelaku Kreatif dengan Hukum

Membumikan Ekosistem Ekonomi Kreatif Melalui Perda, Menjaga Pelaku Kreatif dengan Hukum

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Ditutup, Samarasā Dirayakan lewat Tari, Puisi, dan Musik
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Ditutup, Samarasā Dirayakan lewat Tari, Puisi, dan Musik

HUJAN mengguyur Ubud ketika malam penutupan Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) hendak dimulai. Namun, hujan perlahan mereda seiring berlangsungnya...

by Dede Putra Wiguna
October 27, 2026
Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital
Liputan Khusus

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital

TELEPON belum lama ditutup ketika Luh Sukerti kembali sibuk di depan tungku. Puluhan tusuk sate dibolak-balik di atas bara, dilumuri...

by Jaswanto
October 26, 2026
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan
Esai

Ketakutan terhadap Seniman Eksperimental dan Tekanan Perubahan Zaman

KETAKUTAN terhadap perubahan dalam dunia seni tidak hanya muncul dari kekhawatiran meninggalkan tradisi, tetapi juga dari kehadiran bentuk-bentuk seni eksperimental...

by Ahmad Prasetya Hady
October 26, 2026
Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”
Bahasa

Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”

ADA seorang guru sekaligus penulis senior asal Bali yang bernama Nyoman Tingkat. Suatu ketika, dengan permainan kata yang cerdas dan menggelitik, melalui unggahan...

by I Made Sudiana
October 26, 2026
Belajar dari Senat, Menyapa Semeru
Tualang

Belajar dari Senat, Menyapa Semeru

ADA perjalanan yang kita tempuh karena tugas. Ada perjalanan yang kita jalani karena kewajiban. Namun, sering kali justru di balik...

by Ahmad Sihabudin
October 26, 2026
Mungkinkah Korut Serang AS?
Esai

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026
Olahraga

Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026

SUASANA siang di kawasan dekat Pantai Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, mendadak bergemuruh pada Minggu 25 Oktober 2026....

by Nyoman Budarsana
October 26, 2026
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan
Esai

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026
Khas

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co