23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bintang Jatuh di Kayu Buntil — In Memoriam M. Arif, Petugas Hansip yang Gugur di Sekitar Hari Pilkada

Son Lomri by Son Lomri
November 29, 2024
in Khas
Bintang Jatuh di Kayu Buntil — In Memoriam M. Arif, Petugas Hansip yang Gugur di Sekitar Hari Pilkada

M Arif (Arifin), difoto saat bertugas di TPS pada hari pencoblosan PIlkada 2024 di Kampung Bugis, Singaraja

PESTA demokrasi—Pilkada 2024, tak hanya meninggalkan menang dan kalah di antara para calon pemimpin di Bali, atau tepuk jidat itu bagi para pendukungnya yang kalah, atau hore untuk yang menang, tetapi juga kematian bagi salah satu petugas di TPS yang kelelahan, atau memang sudah takdirnya itu. Atau…

Beberapa orang telah tumbang lelah, gugur kandungan seorang perempuan, dan tak terduga—kematian menimpa seorang yang lain, bernama Muhammad Arif (atau Arifin)—seorang satlinmas dengan umur 64 (pada tulisan sebelumnya disebut 74) dari Kampung Bugis itu, terbujur lemas di rumahnya sehari setelah berjibakku di TPS 04 tempatnya bertugas, di Kelurahan Kampung Bugis pada Kamis, 28 November 2024.

Pagi. Tak ada nafas dan degup jantung berdetak lagi pada lelaki paruh baya itu di rumah. Diduga karena kelelahan bertugas, kulitnya yang berserat dan liat oleh usia—menjadikan ia pucat pasi. Dingin. Barangkali menghitung suara dan mempersiapkan tempat, benar-benar kerja sesungguhnya dari pesta demokrasi—yang tak party.

M. Arif saat bertugas di TPS 04 Kampung Bugis, Singaraja, sehari sebelum ia meninggal | Foto: tatkala.co/Son

Saya, pewarta dari tatkala.co, barangkali orang paling kaget mendengar berita meninggalnya M Arif, petugas linmas itu. Padahal, sehari sebelumnya, pada hari pencoblosan di hari Rabu itu, kami sempat asik mengobrol banyak hal (baca: Cerita Pilkada dari Sebuah TPS di Kampung Bugis: Ibu yang Terburu dan Dua Hansip Tanpa Bintang .  Santap goreng pisang dan bersulang kopi itu di warung Bu Sumiyati (53) sekitar jam 9, kami saling tersenyum sambil bercerita. Bersantai. Tak ada yang menyangka, malaikat maut ternyata telah mengintai lelaki itu di atap-atap rumah. Atau bersembunyi mereka di tubuh seekor burung dara, barangkali di sebuah gang. Tak ada yang tahu. Kematian memang misteri.

Saya mendengar dari seorang teman sesama pewarta, lelaki itu disemayamkan di pemakaman Kayu Buntil, Kamis sore. Dan saya bergegas ke pemakaman Kayu buntil, Singaraja. Hujan masih turun. Lebat. Tak ada kilat dan bunyi guntur sore itu. Sepulang dari Lacosta, sebuah raya tancap gass ke sana membelah hujan.

Jendral tanpa bintang itu dikubur di bawah pohon jepun yang rindang bunganya. Lelaki itu sudah di pangkuan ibu bumi. Maaf, saya terlambat datang, Jendral. Terlihat sanak keluarganya sedang menaburkan bunga dan air di dalam botol. Suci. Doa dihaturkan dengan baik. Di kejauhan, saya melihat dari kejauhan.

O, satu pejuang telah gugur dan bintang itu jatuh di Kayu Buntil. Lalaki itu mendapat bintang, dari langit, bersemayam bersama di pekuburan. Bunga terjatuh dari pohonnya. Hujan reda dan tanah menjadi basah. Tuhan memberkati lelaki tua itu.

M Arif, Harsono dan saya (pewarta tatkala.co) berfoto bersama di hari pencoblosan | Foto: tatkala.co

Sebagai seorang hansip alias satlinmas, mendiang M. Arif bertugas menjaga keamanan, kenyamanan, juga angkat kursi, juga pungut sampah saat acara pemungutan suara sudah selesai dua hari yang lalu. Beres-beres. Ia bersama temannya—Harsono (74), setia menemaninya membersihkan tempat bersama panitia yang lain. Tugas bisa menghampirinya kapan saja. Begitulah dunia hansip, kira-kira. Jasanya besar. Upahnya?

Lelaki Itu Berpulang dengan Hormat, Walaupun Tanpa Bintang

Tak ada upah yang layak bagi seorang hansip berkulit serat umur dan pengabdian itu sejak puluhan tahun mengabdi—penuh ikhlas apalagi. Selain tanda bintang jasa kehormatan, apa yang lebih layak? Tetapi mana mungkin bagi seorang hansip akan memiliki itu.

Kecuali lencana keridoan—lisan dengan sematan kata, “Pahlawan Demokrasi”—lalu santunan diberikan secukupnya dan evaluasi kerja digelar seperti biasa untuk pesta demokrasi berikutnya.

“Sepertinya kelelahan. Almarhum sempat meminta membeli obat maag, karena almarhum punya sakit asam lambung. Kami sudah memberikan santunan kepada korban serta keluarganya. Selain itu, kami akan mengevaluasi mekanisme kerja agar kejadian serupa tidak terulang,” kata Komang Dudhi, ketua KPU Buleleng di tempat duka.

Sehari sebelum kematian, saya dan Pak Arif, juga teman karibnya Pak Harsono, berbincang cukup lama.

“Mau coba rokok kretek, Pak?” kata saya menawarkan ke Pak Arif sebatang rokok, pada Rabu di hari pencoblosan itu.

“Masih ada, Mas. Terima Kasih,” ucapnya lembut—dengan wajah lelah menunjukkan sepotong rokok sudah padam itu.

“Dia rokokknya Surya, Mas,” sela Harsono, teman karibnya sambil tersenyum.

“Iya. Tapi eceran,” jawab Pak Arif dengan humor. Kami pun tertawa.

Suasana penguburan almarhum M Arif di komplek pemakaman Kayu Buntil, Singaraja | Foto: tatkala.co/Son

Saya (pewarta tatkala.co) berdoa di makam M. Arif | Foto: tatkala.co

Muhammad Arif—lahir di Buleleng pada 31 Desember 1960. Semasa hidupnya selain menjadi seorang anggota satlinmas, ia bekerja sebagai buruh lepas. Dari pungut sampah, hingga gali kuburan—dan lainnya yang ia bisa, atau tetangganya meminta tolong ketika perlu. Lelaki tua itu mengerjakannya dengan penuh mulia.

Ia juga dikenal baik dan ulet, bahkan, selalu bangun pagi, kata Sudarmo (57). Hanya saja kemarin ia tak bangun pagi, ia pergi ke langit ketika merebah badannya terakhir itu lelah. Tugasnya selesai sebagai seorang hansip yang jujur.

Setelah prosesi penguburan selesai, orang-orang kemudian pergi-pulang, dan dari kejauhan saya mendekat, dan berdoa untuk pejuang tanpa bintang itu—membungkuk tubuh seraya, menaruh hormat. Alfatihah.

“Bella Ciao, Bella Ciao, Bella Ciao…” Batin saya bernyanyi sepanjang jalan pulang usai berdoa. [T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

Cerita Pilkada dari Sebuah TPS di Kampung Bugis: Ibu yang Terburu dan Dua Hansip Tanpa Bintang  
Bahasa Isyarat yang Humanis dan Bahasa Ekspresif yang Di-off-kan dalam Debat Final Paslon Pilkada Buleleng
Dirah dan Pilkada dalam Mozaik Asik,  Sebuah Pameran Kebebasan Seniman Muda Undiksha
Seni-Budaya Sebatas Penarik Massa, Tak Pernah Jadi Program Serius dalam Kampanye Pilkada
Tags: bulelengKampung Bugis SingarajaPilkada 2024Pilkada Bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Membaca, Menulis, dan Kesadaran: Modal Menjadi Pemimpin Pembelajaran

Next Post

Pelabuhan Yacht, Strategi Pariwisata Premium Untuk Bali Utara

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
Pelabuhan Yacht, Strategi Pariwisata Premium Untuk Bali Utara

Pelabuhan Yacht, Strategi Pariwisata Premium Untuk Bali Utara

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co