3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Membaca, Menulis, dan Kesadaran: Modal Menjadi Pemimpin Pembelajaran

Komang Sujana by Komang Sujana
November 28, 2024
in Esai
Membaca, Menulis, dan Kesadaran: Modal Menjadi Pemimpin Pembelajaran

Komang Sujana

HASIL PISA 2022 menunjukkan adanya peningkatan peringkat dibanding tahun 2018. Mendikbud Nadiem Anwar Makarim mengatakan posisi untuk literasi membaca naik 5 posisi dibanding sebelumnya, literasi matematika naik 5 posisi, sedangkan literasi sains naik enam posisi (Kemendikbud, 2023). Namun, peringkat Indonesia dibandingkan dengan negara-negara peserta PISA 2022 masih jauh di bawah. Indonesia menempati peringkat 68 dari 81 negara. Jika dicermati lagi ternyata hanya 18% siswa-siswi usia 15 tahun Indonesia yang memiliki kemahiran matematika minimal level 2 (Mediaindonesia.com, 2023).

Kondisi yang tentu sangat mengkhawatirkan. Anak-anak Indonesia belum mampu berpikir kritis, berpikir untuk pemecahan masalah yang dihadapinya—salah satu keterampilan abad-21 selain kolaborasi, komunikasi, dan teknologi informasi. Globalisasi dan perubahan zaman menuntut anak-anak Indonesia menguasai 4 keterampilan abad-21 dan karakter sebagaimana tercermin dalam Profil Pelajar Pancasila. Mereka tidak akan mampu bersaing di tengah tantangan global jika tidak menguasai kompetensi ini. Anak-anak akan kehilangan jati diri pun dengan bangsa dan negara ini. Kelak mereka akan jadi penonton di rumah sendiri. Suatu kondisi yang tentu tidak kita inginkan terjadi di kemudian hari.

Kondisi ini menjadi cerminan jika upaya transformasi pendidikan di Indonesia harus terus dilakukan secara masif jika menginginkan peningkatan kualitas pendidikan. Upaya Nadiem Anwar Makarim—Mendikbudristek periode 2019-2024, melalui Merdeka Belajar yang kemudian diikuti dengan kebijakan-kebijakan turunannya, seperti, Kurikulum Merdeka, guru penggerak, asesmen nasional berbasis komputer (ANBK), penyaluran dana bos langsung ke rekening sekolah dan penggunaan yang lebih fleksibel, guru penggerak,  revitalisasi bahasa daerah, dan masih banyak lagi patut diapresiasi.

Sekarang yang sedang hangat-hangatnya diperbincangkan adalah pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) seperti yang diungkapkan oleh Mendikdasmen teranyar, Abdul Mu’ti. Menurutnya guru abad-21 harus mampu menghadirkan tiga pilar pembelajaran mendalam itu di ruang kelas, yaitu pembelajaran penuh kesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menyenangkan (joyful).

Akan tetapi, semua itu belum cukup jika satuan pendidikan belum sepenuhnya menyadari pentingnya perubahan. Iklim belajar mengajar yang tidak kondusif, sekolah belum menjadi rumah yang sehat secara fisik dan psikologis bagi peserta didik, sarana dan prasarana yang belum memadai, pemanfaatan dana BOS yang belum tepat guna akan menjadi batu sandungan pencapaian tujuan pendidikan nasional. Apalagi guru sebagai ujung tombak implementasi kurikulum masih tetap memimpin kelas dengan gaya lama—pembelajaran berpusat pada guru, menganggap semua siswa sama, materi yang tidak relevan dengan tuntutan zaman.

Lalu apa yang harus dilakukan guru agar mampu menjadi pemimpin pembelajaran yang sejalan dengan kodrat alam dan zaman anak-anak? Mengapa guru harus membaca dan menulis? Apa hubungan antara membaca, menulis, dan kesadaran dalam mewujudkan pembelajaran yang mendalam itu?

Jawaban inilah yang ingin saya coba uraikan pada bagian isi artikel ini. Sekelumit pengalaman selama berkarya—menulis fiksi dan nonfiksi hingga pada beberapa kesempatan beruntung bisa terpilih sebagai pemenang sayembara atau lomba, saya harap dapat memberikan sumbangan pengetahuan atau informasi kecil kepada pembaca khususnya rekan-rekan guru hebat semua.

Membaca sebagai Vitamin Jiwa

Membaca dapat menambah pengetahuan dan informasi tentang sesuatu. Setidaknya inilah yang paling umum terlintas dipikiran kita ketika ditanya tentang manfaat membaca. Metode membaca memang sebagai salah satu cara bagi manusia untuk mengetahui dan memahami gejala atau fenomena.

Membaca—sebagai aktivitas memproses bahasa tulis, manfaatnya tidak semata-mata untuk memperoleh informasi. Lebih dari itu, membaca dapat meningkatkan kinerja otak, membuat otak menjadi bekerja lebih keras. Maryanne Wolf, EdD, direktur UCLA Center for Dyslexia, Diverse Learners, and Social Justice, sebagaimana dikutip oleh (Kompas.com, 2021), mengatakan membaca memberikan kita lebih banyak waktu untuk berpikir karena menurutnya membaca memberikan kita tombol jeda yang unik untuk pemahaman dan wawasan. Berbeda hal dengan bahasa lisan atau saat menonton film dan mendengarkan kaset.

Jangan lupa membaca juga memiliki fungsi sebagai sarana rekreatif. Membaca buku atau tulisan fiksi, seperti puisi, cerpen, novel, pun nonfiksi, seperti artikel ilmiah, esai populer, dan sejenisnya dapat membuat kita memperoleh kesenangan, bisa membuat kita tertawa. Ahli mengatakan membaca dapat mengurangi stres. Artinya, membaca sebagai vitamin jiwa. Jiwa kita akan tercerahkan. Seperti yang dikatakan oleh Buya Hamka “Membaca buku-buku yang baik berarti memberi makanan rohani yang baik”.

Membicarakan tentang kesehatan jiwa sangat relevan dengan paradigma gerakan sekolah sehat (GSS). Program ini menekankan 5 sehat di satuan pendidikan (sehat gizi, sehat fisik, sehat imunisasi, sehat jiwa, dan sehat lingkungan). Khusus untuk menciptakan lingkungan yang sehat jiwa—meningkatkan perkembangan peserta didik, baik secara fisik, mental, spiritual, dan sosial sehingga mampu menyadari kemampuan sendiri dan dapat mengatasi tekanan (https://uks.kemdikbud.go.id/sekolah-sehat), kebiasaan membaca dapat sekali menjadi metode untuk membebaskan anak dari tekanan, menyegarkan sekaligus mengasah pemikiran. J.S. Khairen penulis peraih penghargaan ‘Best Writer of the Year 2024″ dari IKAPI, seperti dikutip dari akun X-nya mengatakan jika bacaan nonfiksi dapat mengasah nalar dan pemikiran. Maka bacaan fiksi dapat mengasah empati dan komunikasi.

Sebagai rekomendasi beberapa bacaan nonfiksi yang dapat dibaca, seperti buku Diferensiasi: Memahami Pelajar untuk Belajar Bermakna dan Menyenangkan (Literarti, 2016)karya Najelaa Shihab dan Komunitas Guru Belajar, Menghidupkan Literasi di Ruang Kelas (Kanisius, 2017) karya Sofie Dewayani, Teach Like Finland Mengajar Seperti Finlandia: 33 Strategi Sederhana untuk Kelas yang Menyenangkan (Grasindo, 2017) karya Timothy D. Walker, dan Sastra dan Pendidikan karya Sapardi Djoko Damono, esai-esai populer di website seperti di tatkala.co, serta artikel ilmiah hasil praktik baik pembelajaran di google scholar. Untuk bacaan fiksi, seperti seperti puisi-puisi Jokpin, buku  puisi Aku Ini Binatang Jalang edisi 100 tahun (Gramedia Pustaka Utama, 2022) karya Chairil Anwar buku puisi Bali modern Kidung Republik karya Made Sanggra, puisi dan cerpen berbahasa Bali di Majalah Suara Saking Bali, puisi berbahasa Indonesia di tatkala.co dan/atau media daring lainnya.

Jadi, membaca memberikan banyak manfaat positif bagi kita sebagai guru. Membaca menyehatkan pikiran. Pikiran yang sehat dapat membantu kita lebih fokus dalam melaksanakan tugas-tugas mengajar juga belajar. Menjadi lebih siap karena dapat menguasai konten materi ajar lebih dalam. Ini sangat mendukung terciptanya pembelajaran yang aktif dan efektif.  Lantas apa hubungan antara membaca dan menulis?

Menulis: Karya dan Jejaring

Kemampuan menulis yang baik tidak akan pernah diperoleh tanpa dibarengi dengan kemampuan membaca yang baik. Dengan kata lain menulis dan membaca adalah dua hal yang sangat berkelindan. Menulis entah tulisan apapun itu (fiksi dan/atau nonfiksi) membutuhkan data dan fakta. Inilah kemudian diolah sehingga menjadi satu-kesatuan tulisan yang dapat dipahami oleh pembaca. Tantangannya adalah pemerolehan data dan fakta itu tidak mudah. Perlu membaca referensi dari berbagai sumber. Bahkan tak cukup hanya itu, penulis membutuhkan metode observasi dan wawancara untuk memperdalam data dan fakta yang diperoleh dari sumber bacaan.

Dalam beberapa tulisan saya—fiksi dan nonfiksi, selain dikuatkan oleh data dan fakta yang diperoleh dari hasil membaca beberapa referensi, juga wawancara, dan tentunya observasi. Artikel praktik baik pembelajaran, artikel populer di tatkala.co dan golagongkreatif.com, puisi Bali modern dan bahasa Indonesia, semua tercipta melalui proses membaca, wawancara, dan/atau observasi.

Selain membaca buku dan artikel di media daring, saya juga melakukan pembacaan tentang fenomena alam, sosial, agama, budaya, politik, untuk memperoleh ide atau menguatkan tulisan. Untuk penulisan fiksi, pembacaan ini melibatkan rasa dan imajinasi. Hal inilah yang sedikit berbeda dengan menulis artikel yang lebih bersifat ilmiah. Pada sebuah esai yang ditulis oleh I Wayan Artika—akademisi Undiksha dan pegiat literasi akar rumput Komunitas Desa Belajar Bali, dinyatakan bahwa dalam dunia sastra semesta itu adalah ayah, penulis adalah ibu. Agar seorang ibu bisa melahirkan maka harus dekat dengan ayah. Oleh sebab itulah saya terus berusaha mendekatkan diri dengan semesta melalui pembacaan, pencermatan, dan pemahaman fenomena yang terjadi di sekitar agar mampu melahirkan karya.

Sebuah tulisan yang baik tidak bisa diselesaikan dalam kurun waktu yang singkat. Setelah selesai menulis beberapa bait, saya mencoba untuk membacanya kembali, merevisi, menata ulang kalimat-kalimat yang telah disusun. Pembacaan ulang dan revisi ini bertujuan agar kalimat mengandung unsur kohesi dan koherensi. Selain itu, penyuntingan bertujuan untuk menghindari typo atau kesalahan ketik. Seperti, kapan di harus ditulis dipisah dan digabung. Banyak penulis yang karyanya menjadi kurang baik karena tidak melakukan penyuntingan. Maka dari itulah penyuntingan menjadi salah satu bagian penting dari proses publikasi tulisan (https://penerbitdeepublish.com/teknik-menulis-penerbit-buku-g019/).

Keterampilan menulis bagi guru tidak hanya berguna untuk menulis karya fiksi dan nonfiksi, perencanaan pembelajaran, dan artikel praktik baik pembelajaran. Guru dapat memanfaatkan keterampilan menulis untuk pemberitaan kegiatan sekolah di laman media sosial sekolah (facebook, instagram, atau website) serta menyusun jurnal pembelajaran dan aksi nyata di PMM sebagai tagihan PPG. Keterampilan menulis meminimalisasi plagiasi. Selain itu, tulisan menjadi lebih terstruktur sebab sejatinya menulis adalah melatih pikiran untuk berpikir secara sistematis.

Aktivitas membaca dan menulis yang selama ini saya lakukan telah mengantarkan saya melahirkan beberapa karya, seperti gaguritan Pamarisudha Gering Agung sebagai salah satu karya terpilih buku dalam buku Saraswati Sewana Pamarisuda Gering Agung Karya-karya Terpilih (Yayasan Puri Kauhan Ubud, 2021) buku kumpulan puisi Bali modern: Cangkit Dén Bukit (Mahima Institute Indonesia, 2023), Renganis (Pustaka Ekspresi, 2024), dan esai yang dimuat di buku Aku & Duta Baca (Perpusnas Press, 2024). Bahkan ada beberapa karya yang beruntung memenangi sayembara, seperti kompetisi menulis praktik baik pembelajaran, puisi, dan esai.

Namun, manfaat membaca dan menulis yang tak kalah penting adalah dapat menghubungkan saya dengan para pegiat literasi, sastrawan, dan akademisi. Gara-gara menulis puisi Bali modern saya akhirnya bisa menyimak lebih dekat obrolan-obrolan tentang sastra dan kebudayaan di Komunitas Mahima—komunitas yang menginisiasi festival sastra terbesar di Bali Utara, yaitu Singaraja Literary Festival (SLF). Di komunitas yang didirikan oleh Kadek Sonia Piscayanti—akademisi sekaligus aktivis literasi ini saya memperoleh banyak hal yang berhubungan dengan dunia tulis menulis. Kadang hal-hal yang kecil, sederhana, unik, yang tak terpikirkan oleh orang kebanyakan justru saya temui di komunitas ini. Pergumulan di komunitas yang tepat dapat menjadikan kita sebagai guru yang lebih peka terhadap lingkungan sekitar.

Menjadi Pribadi yang Lebih Sadar

Muara akhir dari membaca dan menulis adalah literasi. Kadek Sonia Piscayanti saat menjadi narasumber kegiatan Bincang-Bincang Bersama Duta Baca Indonesia Kamis, 24 April 2024, di Hotel Banyualit, mengatakan literasi tak sekadar kemampuan baca tulis. Tetapi kemampuan untuk mengelola pikiran, perasaan, emosi, dan perilaku sehingga tercapai kesadaran penuh dalam diri atau mindfullness. Pribadi yang mindfull adaptif terhadap perubahan bahkan mampu menciptakan kebaruan.

Bukankah kemampuan adaptasi yang tercipta karena kesadaran penuh (mindfull) adalah salah satu kompetensi yang harus dimiliki guru masa kini? Ya, perubahan adalah keniscayaan. Maka guru yang adaptif akan melahirkan pembelajaran yang aktif, kreatif, inovatif, produktif, dan menyenangkan. Selain itu, kita akan menjadi pendidik yang lebih peduli dengan lingkungan belajar peserta didik. Kepedulian yang akan menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan aman bagi anak-anak, lingkungan yang memberikan kemerdekaan belajar anak secara fisik dan psikis.

Sejak diangkat menjadi guru pada Desember 2020 sampai sekarang, melalui aktivitas membaca dan menulis saya terus mencoba belajar menyesuaikan aktivitas belajar (modifikasi proses) dan memfasilitasi peserta didik menunjukkan kemampuannya dalam berbagai bentuk (modifikasi produk). Selama itu hasil belajar bahasa Bali siswa beragam sejalan dengan keberagaman minat, kesiapan, dan profil belajarnya. Seperti, membuat poster cetak dan digital, menulis puisi Bali modern yang terhimpun dalam buku Nyurat Rasa Ngupapira Basa (Pustaka Ekspresi, 2023), menulis cerita bergambar, dialog singkat baik tulis dan lisan, wawangsalan dan paparikan (pantun).

Namun, terlalu dini bagi saya untuk mengatakan semua ini sebagai pencapaian yang besar. Ini baru seberapa. Saya merasa seperti baru memulai. Apalagi tantangan untuk menciptakan pembelajaran yang penuh kesadaran, bermakna, dan menyenangkan itu terus mengalir sebagaimana perubahan itu.  

Maka dari itulah, guru yang belajar menulis akan membentuk guru sebagai pembelajar sepanjang hayat. Seperti kata AS Laksana—sastrawan dan kritikus sastra, belajar menulis menyebabkan kita harus belajar terus-menerus sebab pengetahuan tidak ada habisnya. Dengan terus belajar maka niscaya akan menjadi pribadi yang memiliki kesadaran penuh untuk terus beradaptasi terhadap perubahan. Hanya guru adaptif yang mampu menjadi pemimpin pembelajaran.

Kepada pembaca khususnya rekan-rekan guru hebat se-Kabupaten Buleleng saya menaruh hormat karena bapak/ibulah sejatinya inspirasi saya untuk terus mengabdikan diri menjadi guru. Bahkan pengalaman bapak/ibu guru hebat semua jauh lebih kaya daripada saya. Namun, hemat saya, perlu kiranya pengalaman itu dituliskan untuk diabadikan sebab pikiran tentu terbatas mengingat kejadian.

Maka dari itu, mari mulailah dengan membaca kemudian jangan takut untuk mencoba menulis kata demi kata. Jika dilakukan dengan tekad yang kuat niscaya menulis akan membudaya dalam diri. Nil Volentibus Arduum, tidak ada yang tidak mungkin bagi yang memiliki kemauan.

Ayo, membaca dan menulis. Seperti kata Gol A Gong—Duta Baca Indonesia tahun 2021-2025, “Membaca Itu Sehat, Menulis Itu Hebat”.

Selamat Hari Guru Nasional tahun 2024
Selamat HUT ke-79 PGRI
Guru Hebat, Indonesia Kuat

Catatan: artikel ini (dengan sedikit penyesuaian) disusun sebagai syarat mengikuti Lomba GTK dan Penganugerahan Saraswati Awards (LPSA) Disdikpora Kabupaten Buleleng Tahun 2024 bidang insan pendidikan produktif kategori guru.

Penulis: Komang Sujana
Editor: Adnyana Ole

Refleksi Hari Guru | Profesi Mulia Memajukan Bangsa
Tanamkan Kedisiplinan Siswa, Guru dalam  Bayang-Bayang Hukum
Refleksi Hari Guru Nasional 2024: Antara Prestasi dan Perubahan Nasib
Tags: Hari GuruHari Guru NasionalPendidikan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dari Surga ke “No List Fodor”: “Overtourism” Bali dan Tantangan Diplomasi Indonesia

Next Post

Bintang Jatuh di Kayu Buntil — In Memoriam M. Arif, Petugas Hansip yang Gugur di Sekitar Hari Pilkada

Komang Sujana

Komang Sujana

Guru SMP Negeri 2 Sawan. Suka menulis puisi Bali. Biasa jadi komentar dalam turnamen bola voli

Related Posts

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails

Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

by IGP Weda Adi Wangsa
May 30, 2026
0
Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

CANDI Pustaka merupakan istilah yang sering dipakai oleh seorang rakawi (penyair sastra Jawa Kuno) untuk menyebut karya sastranya sebagai medium...

Read moreDetails
Next Post
Bintang Jatuh di Kayu Buntil — In Memoriam M. Arif, Petugas Hansip yang Gugur di Sekitar Hari Pilkada

Bintang Jatuh di Kayu Buntil -- In Memoriam M. Arif, Petugas Hansip yang Gugur di Sekitar Hari Pilkada

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co