2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bintang Jatuh di Kayu Buntil — In Memoriam M. Arif, Petugas Hansip yang Gugur di Sekitar Hari Pilkada

Son Lomri by Son Lomri
November 29, 2024
in Khas
Bintang Jatuh di Kayu Buntil — In Memoriam M. Arif, Petugas Hansip yang Gugur di Sekitar Hari Pilkada

M Arif (Arifin), difoto saat bertugas di TPS pada hari pencoblosan PIlkada 2024 di Kampung Bugis, Singaraja

PESTA demokrasi—Pilkada 2024, tak hanya meninggalkan menang dan kalah di antara para calon pemimpin di Bali, atau tepuk jidat itu bagi para pendukungnya yang kalah, atau hore untuk yang menang, tetapi juga kematian bagi salah satu petugas di TPS yang kelelahan, atau memang sudah takdirnya itu. Atau…

Beberapa orang telah tumbang lelah, gugur kandungan seorang perempuan, dan tak terduga—kematian menimpa seorang yang lain, bernama Muhammad Arif (atau Arifin)—seorang satlinmas dengan umur 64 (pada tulisan sebelumnya disebut 74) dari Kampung Bugis itu, terbujur lemas di rumahnya sehari setelah berjibakku di TPS 04 tempatnya bertugas, di Kelurahan Kampung Bugis pada Kamis, 28 November 2024.

Pagi. Tak ada nafas dan degup jantung berdetak lagi pada lelaki paruh baya itu di rumah. Diduga karena kelelahan bertugas, kulitnya yang berserat dan liat oleh usia—menjadikan ia pucat pasi. Dingin. Barangkali menghitung suara dan mempersiapkan tempat, benar-benar kerja sesungguhnya dari pesta demokrasi—yang tak party.

M. Arif saat bertugas di TPS 04 Kampung Bugis, Singaraja, sehari sebelum ia meninggal | Foto: tatkala.co/Son

Saya, pewarta dari tatkala.co, barangkali orang paling kaget mendengar berita meninggalnya M Arif, petugas linmas itu. Padahal, sehari sebelumnya, pada hari pencoblosan di hari Rabu itu, kami sempat asik mengobrol banyak hal (baca: Cerita Pilkada dari Sebuah TPS di Kampung Bugis: Ibu yang Terburu dan Dua Hansip Tanpa Bintang .  Santap goreng pisang dan bersulang kopi itu di warung Bu Sumiyati (53) sekitar jam 9, kami saling tersenyum sambil bercerita. Bersantai. Tak ada yang menyangka, malaikat maut ternyata telah mengintai lelaki itu di atap-atap rumah. Atau bersembunyi mereka di tubuh seekor burung dara, barangkali di sebuah gang. Tak ada yang tahu. Kematian memang misteri.

Saya mendengar dari seorang teman sesama pewarta, lelaki itu disemayamkan di pemakaman Kayu Buntil, Kamis sore. Dan saya bergegas ke pemakaman Kayu buntil, Singaraja. Hujan masih turun. Lebat. Tak ada kilat dan bunyi guntur sore itu. Sepulang dari Lacosta, sebuah raya tancap gass ke sana membelah hujan.

Jendral tanpa bintang itu dikubur di bawah pohon jepun yang rindang bunganya. Lelaki itu sudah di pangkuan ibu bumi. Maaf, saya terlambat datang, Jendral. Terlihat sanak keluarganya sedang menaburkan bunga dan air di dalam botol. Suci. Doa dihaturkan dengan baik. Di kejauhan, saya melihat dari kejauhan.

O, satu pejuang telah gugur dan bintang itu jatuh di Kayu Buntil. Lalaki itu mendapat bintang, dari langit, bersemayam bersama di pekuburan. Bunga terjatuh dari pohonnya. Hujan reda dan tanah menjadi basah. Tuhan memberkati lelaki tua itu.

M Arif, Harsono dan saya (pewarta tatkala.co) berfoto bersama di hari pencoblosan | Foto: tatkala.co

Sebagai seorang hansip alias satlinmas, mendiang M. Arif bertugas menjaga keamanan, kenyamanan, juga angkat kursi, juga pungut sampah saat acara pemungutan suara sudah selesai dua hari yang lalu. Beres-beres. Ia bersama temannya—Harsono (74), setia menemaninya membersihkan tempat bersama panitia yang lain. Tugas bisa menghampirinya kapan saja. Begitulah dunia hansip, kira-kira. Jasanya besar. Upahnya?

Lelaki Itu Berpulang dengan Hormat, Walaupun Tanpa Bintang

Tak ada upah yang layak bagi seorang hansip berkulit serat umur dan pengabdian itu sejak puluhan tahun mengabdi—penuh ikhlas apalagi. Selain tanda bintang jasa kehormatan, apa yang lebih layak? Tetapi mana mungkin bagi seorang hansip akan memiliki itu.

Kecuali lencana keridoan—lisan dengan sematan kata, “Pahlawan Demokrasi”—lalu santunan diberikan secukupnya dan evaluasi kerja digelar seperti biasa untuk pesta demokrasi berikutnya.

“Sepertinya kelelahan. Almarhum sempat meminta membeli obat maag, karena almarhum punya sakit asam lambung. Kami sudah memberikan santunan kepada korban serta keluarganya. Selain itu, kami akan mengevaluasi mekanisme kerja agar kejadian serupa tidak terulang,” kata Komang Dudhi, ketua KPU Buleleng di tempat duka.

Sehari sebelum kematian, saya dan Pak Arif, juga teman karibnya Pak Harsono, berbincang cukup lama.

“Mau coba rokok kretek, Pak?” kata saya menawarkan ke Pak Arif sebatang rokok, pada Rabu di hari pencoblosan itu.

“Masih ada, Mas. Terima Kasih,” ucapnya lembut—dengan wajah lelah menunjukkan sepotong rokok sudah padam itu.

“Dia rokokknya Surya, Mas,” sela Harsono, teman karibnya sambil tersenyum.

“Iya. Tapi eceran,” jawab Pak Arif dengan humor. Kami pun tertawa.

Suasana penguburan almarhum M Arif di komplek pemakaman Kayu Buntil, Singaraja | Foto: tatkala.co/Son

Saya (pewarta tatkala.co) berdoa di makam M. Arif | Foto: tatkala.co

Muhammad Arif—lahir di Buleleng pada 31 Desember 1960. Semasa hidupnya selain menjadi seorang anggota satlinmas, ia bekerja sebagai buruh lepas. Dari pungut sampah, hingga gali kuburan—dan lainnya yang ia bisa, atau tetangganya meminta tolong ketika perlu. Lelaki tua itu mengerjakannya dengan penuh mulia.

Ia juga dikenal baik dan ulet, bahkan, selalu bangun pagi, kata Sudarmo (57). Hanya saja kemarin ia tak bangun pagi, ia pergi ke langit ketika merebah badannya terakhir itu lelah. Tugasnya selesai sebagai seorang hansip yang jujur.

Setelah prosesi penguburan selesai, orang-orang kemudian pergi-pulang, dan dari kejauhan saya mendekat, dan berdoa untuk pejuang tanpa bintang itu—membungkuk tubuh seraya, menaruh hormat. Alfatihah.

“Bella Ciao, Bella Ciao, Bella Ciao…” Batin saya bernyanyi sepanjang jalan pulang usai berdoa. [T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

Cerita Pilkada dari Sebuah TPS di Kampung Bugis: Ibu yang Terburu dan Dua Hansip Tanpa Bintang  
Bahasa Isyarat yang Humanis dan Bahasa Ekspresif yang Di-off-kan dalam Debat Final Paslon Pilkada Buleleng
Dirah dan Pilkada dalam Mozaik Asik,  Sebuah Pameran Kebebasan Seniman Muda Undiksha
Seni-Budaya Sebatas Penarik Massa, Tak Pernah Jadi Program Serius dalam Kampanye Pilkada
Tags: bulelengKampung Bugis SingarajaPilkada 2024Pilkada Bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Membaca, Menulis, dan Kesadaran: Modal Menjadi Pemimpin Pembelajaran

Next Post

Pelabuhan Yacht, Strategi Pariwisata Premium Untuk Bali Utara

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Pelabuhan Yacht, Strategi Pariwisata Premium Untuk Bali Utara

Pelabuhan Yacht, Strategi Pariwisata Premium Untuk Bali Utara

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co