7 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bintang Jatuh di Kayu Buntil — In Memoriam M. Arif, Petugas Hansip yang Gugur di Sekitar Hari Pilkada

Son Lomri by Son Lomri
November 29, 2024
in Khas
Bintang Jatuh di Kayu Buntil — In Memoriam M. Arif, Petugas Hansip yang Gugur di Sekitar Hari Pilkada

M Arif (Arifin), difoto saat bertugas di TPS pada hari pencoblosan PIlkada 2024 di Kampung Bugis, Singaraja

PESTA demokrasi—Pilkada 2024, tak hanya meninggalkan menang dan kalah di antara para calon pemimpin di Bali, atau tepuk jidat itu bagi para pendukungnya yang kalah, atau hore untuk yang menang, tetapi juga kematian bagi salah satu petugas di TPS yang kelelahan, atau memang sudah takdirnya itu. Atau…

Beberapa orang telah tumbang lelah, gugur kandungan seorang perempuan, dan tak terduga—kematian menimpa seorang yang lain, bernama Muhammad Arif (atau Arifin)—seorang satlinmas dengan umur 64 (pada tulisan sebelumnya disebut 74) dari Kampung Bugis itu, terbujur lemas di rumahnya sehari setelah berjibakku di TPS 04 tempatnya bertugas, di Kelurahan Kampung Bugis pada Kamis, 28 November 2024.

Pagi. Tak ada nafas dan degup jantung berdetak lagi pada lelaki paruh baya itu di rumah. Diduga karena kelelahan bertugas, kulitnya yang berserat dan liat oleh usia—menjadikan ia pucat pasi. Dingin. Barangkali menghitung suara dan mempersiapkan tempat, benar-benar kerja sesungguhnya dari pesta demokrasi—yang tak party.

M. Arif saat bertugas di TPS 04 Kampung Bugis, Singaraja, sehari sebelum ia meninggal | Foto: tatkala.co/Son

Saya, pewarta dari tatkala.co, barangkali orang paling kaget mendengar berita meninggalnya M Arif, petugas linmas itu. Padahal, sehari sebelumnya, pada hari pencoblosan di hari Rabu itu, kami sempat asik mengobrol banyak hal (baca: Cerita Pilkada dari Sebuah TPS di Kampung Bugis: Ibu yang Terburu dan Dua Hansip Tanpa Bintang .  Santap goreng pisang dan bersulang kopi itu di warung Bu Sumiyati (53) sekitar jam 9, kami saling tersenyum sambil bercerita. Bersantai. Tak ada yang menyangka, malaikat maut ternyata telah mengintai lelaki itu di atap-atap rumah. Atau bersembunyi mereka di tubuh seekor burung dara, barangkali di sebuah gang. Tak ada yang tahu. Kematian memang misteri.

Saya mendengar dari seorang teman sesama pewarta, lelaki itu disemayamkan di pemakaman Kayu Buntil, Kamis sore. Dan saya bergegas ke pemakaman Kayu buntil, Singaraja. Hujan masih turun. Lebat. Tak ada kilat dan bunyi guntur sore itu. Sepulang dari Lacosta, sebuah raya tancap gass ke sana membelah hujan.

Jendral tanpa bintang itu dikubur di bawah pohon jepun yang rindang bunganya. Lelaki itu sudah di pangkuan ibu bumi. Maaf, saya terlambat datang, Jendral. Terlihat sanak keluarganya sedang menaburkan bunga dan air di dalam botol. Suci. Doa dihaturkan dengan baik. Di kejauhan, saya melihat dari kejauhan.

O, satu pejuang telah gugur dan bintang itu jatuh di Kayu Buntil. Lalaki itu mendapat bintang, dari langit, bersemayam bersama di pekuburan. Bunga terjatuh dari pohonnya. Hujan reda dan tanah menjadi basah. Tuhan memberkati lelaki tua itu.

M Arif, Harsono dan saya (pewarta tatkala.co) berfoto bersama di hari pencoblosan | Foto: tatkala.co

Sebagai seorang hansip alias satlinmas, mendiang M. Arif bertugas menjaga keamanan, kenyamanan, juga angkat kursi, juga pungut sampah saat acara pemungutan suara sudah selesai dua hari yang lalu. Beres-beres. Ia bersama temannya—Harsono (74), setia menemaninya membersihkan tempat bersama panitia yang lain. Tugas bisa menghampirinya kapan saja. Begitulah dunia hansip, kira-kira. Jasanya besar. Upahnya?

Lelaki Itu Berpulang dengan Hormat, Walaupun Tanpa Bintang

Tak ada upah yang layak bagi seorang hansip berkulit serat umur dan pengabdian itu sejak puluhan tahun mengabdi—penuh ikhlas apalagi. Selain tanda bintang jasa kehormatan, apa yang lebih layak? Tetapi mana mungkin bagi seorang hansip akan memiliki itu.

Kecuali lencana keridoan—lisan dengan sematan kata, “Pahlawan Demokrasi”—lalu santunan diberikan secukupnya dan evaluasi kerja digelar seperti biasa untuk pesta demokrasi berikutnya.

“Sepertinya kelelahan. Almarhum sempat meminta membeli obat maag, karena almarhum punya sakit asam lambung. Kami sudah memberikan santunan kepada korban serta keluarganya. Selain itu, kami akan mengevaluasi mekanisme kerja agar kejadian serupa tidak terulang,” kata Komang Dudhi, ketua KPU Buleleng di tempat duka.

Sehari sebelum kematian, saya dan Pak Arif, juga teman karibnya Pak Harsono, berbincang cukup lama.

“Mau coba rokok kretek, Pak?” kata saya menawarkan ke Pak Arif sebatang rokok, pada Rabu di hari pencoblosan itu.

“Masih ada, Mas. Terima Kasih,” ucapnya lembut—dengan wajah lelah menunjukkan sepotong rokok sudah padam itu.

“Dia rokokknya Surya, Mas,” sela Harsono, teman karibnya sambil tersenyum.

“Iya. Tapi eceran,” jawab Pak Arif dengan humor. Kami pun tertawa.

Suasana penguburan almarhum M Arif di komplek pemakaman Kayu Buntil, Singaraja | Foto: tatkala.co/Son

Saya (pewarta tatkala.co) berdoa di makam M. Arif | Foto: tatkala.co

Muhammad Arif—lahir di Buleleng pada 31 Desember 1960. Semasa hidupnya selain menjadi seorang anggota satlinmas, ia bekerja sebagai buruh lepas. Dari pungut sampah, hingga gali kuburan—dan lainnya yang ia bisa, atau tetangganya meminta tolong ketika perlu. Lelaki tua itu mengerjakannya dengan penuh mulia.

Ia juga dikenal baik dan ulet, bahkan, selalu bangun pagi, kata Sudarmo (57). Hanya saja kemarin ia tak bangun pagi, ia pergi ke langit ketika merebah badannya terakhir itu lelah. Tugasnya selesai sebagai seorang hansip yang jujur.

Setelah prosesi penguburan selesai, orang-orang kemudian pergi-pulang, dan dari kejauhan saya mendekat, dan berdoa untuk pejuang tanpa bintang itu—membungkuk tubuh seraya, menaruh hormat. Alfatihah.

“Bella Ciao, Bella Ciao, Bella Ciao…” Batin saya bernyanyi sepanjang jalan pulang usai berdoa. [T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

Cerita Pilkada dari Sebuah TPS di Kampung Bugis: Ibu yang Terburu dan Dua Hansip Tanpa Bintang  
Bahasa Isyarat yang Humanis dan Bahasa Ekspresif yang Di-off-kan dalam Debat Final Paslon Pilkada Buleleng
Dirah dan Pilkada dalam Mozaik Asik,  Sebuah Pameran Kebebasan Seniman Muda Undiksha
Seni-Budaya Sebatas Penarik Massa, Tak Pernah Jadi Program Serius dalam Kampanye Pilkada
Tags: bulelengKampung Bugis SingarajaPilkada 2024Pilkada Bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Membaca, Menulis, dan Kesadaran: Modal Menjadi Pemimpin Pembelajaran

Next Post

Pelabuhan Yacht, Strategi Pariwisata Premium Untuk Bali Utara

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 6, 2026
0
Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

KABUPATEN Tabanan saat ini tengah memasuki fase penting dalam pembangunan daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Dr. I Komang Gede Sanjaya,...

Read moreDetails

Cerita Rakyat Sebagai Identitas

by I Wayan Artika
June 6, 2026
0
Cerita Rakyat Sebagai Identitas

Setelah direvitalisasi, kini sejumlah cerita rakyat Bali aga Desa Pedawa hidup kembali. I Jaum misalnya telah dijadikan cerita pertunjukan. Kini...

Read moreDetails

Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

by I Wayan Yudana
June 5, 2026
0
Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

ADA sebuah ungkapan lama yang mengatakan bahwa sekolah adalah jendela masa depan. Masalahnya, kalau jendelanya sudah kusam, atapnya bocor, laboratoriumnya...

Read moreDetails

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
0
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

Read moreDetails

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
0
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

Read moreDetails

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
0
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

Read moreDetails

Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

by Emi Suy
June 1, 2026
0
Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

Catatan tentang AI, media sosial, dan manusia yang semakin sulit mendengar suara hatinya sendiri. KADANG-KADANG saya merasa bahwa perubahan terbesar...

Read moreDetails

Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

by I Nyoman Tingkat
May 28, 2026
0
Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)menggelar acara pelepasan Angkatan V pada Selasa Pon Waregadian, 26 Mei 2026, di Aula Jove...

Read moreDetails

Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

by I Wayan Artika
May 27, 2026
0
Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

DESA Pedawa di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, terkenal dengan gula Pedawa. Gula ini sejatinya adalah gula merah atau gula...

Read moreDetails

Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

by Dede Putra Wiguna
May 27, 2026
0
Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

BAGI sebagian siswa SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja, hari itu menjadi pengalaman pertama mengenal Canva. Ada yang masih bingung...

Read moreDetails
Next Post
Pelabuhan Yacht, Strategi Pariwisata Premium Untuk Bali Utara

Pelabuhan Yacht, Strategi Pariwisata Premium Untuk Bali Utara

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Di Dada Penjaga, Aku Pernah Dicintai | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Di Dada Penjaga, Aku Pernah Dicintai | Cerpen Ahmad Sihabudin

KABUT turun seperti tirai sutra yang disobek dari langit. Pagi itu, udara di kaki Gunung Cikurai tidak sekadar dingin; ia...

by Ahmad Sihabudin
June 6, 2026
Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga
Puisi

Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

DOA UNTUK TETANGGA Di beranda kos, aku kerap duduk sendiri. Dalam hatimengucap doa. Aku berdoa, semoga semua tetanggadiberi rezeki yang...

by Angga Wijaya
June 6, 2026
Belajar Tentang Laut Bersama Para Ahli di Peninsula Island, Bali
Lingkungan

Belajar Tentang Laut Bersama Para Ahli di Peninsula Island, Bali

KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan bersama WWF-Indonesia, Konservasi Indonesia, GIZ Indonesia, CTI-CFF, Coral Triangle Center, Yayasan Pesisir Lestari, dan Coca-Cola Europacific...

by Nyoman Budarsana
June 6, 2026
Arsitektur Bali Bukan Sekadar Pilihan Desain —Mengapa Begitu?
Esai

Arsitektur Bali Bukan Sekadar Pilihan Desain —Mengapa Begitu?

JIKA seseorang ditanya mengapa datang ke Bali, jarang sekali jawabannya karena ingin melihat gedung tinggi, kawasan bisnis modern, atau deretan...

by I Gede Janitra Rad Winatha
June 6, 2026
Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA
Khas

Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

KABUPATEN Tabanan saat ini tengah memasuki fase penting dalam pembangunan daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Dr. I Komang Gede Sanjaya,...

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 6, 2026
Pameran Tabula Rasa Vol 3, Ruang Tumbuh yang Menjaga Nyala Kreativitas Mahasiswa Pendidikan Seni Rupa UPMI Bali
Pameran

Pameran Tabula Rasa Vol 3, Ruang Tumbuh yang Menjaga Nyala Kreativitas Mahasiswa Pendidikan Seni Rupa UPMI Bali

DI salah satu sudut ruang pamer lantai dasar gedung Fakultas Bahasa dan Seni UPMI Bali, sebuah lukisan terpajang dalam bingkai...

by Dede Putra Wiguna
June 6, 2026
Talkshow Virtual YLAI dan Penerbit Pelangi: Literasi Lingkungan Anak, Peduli Bumi Sejak Dini
Pendidikan

Talkshow Virtual YLAI dan Penerbit Pelangi: Literasi Lingkungan Anak, Peduli Bumi Sejak Dini

PERINGATAN Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini menjadi momentum penting bagi dunia pendidikan anak di Indonesia. Melalui kolaborasi antara Yayasan...

by tatkala
June 6, 2026
Chairil Anwar Menjaga Bung Karno 
Esai

Chairil Anwar Menjaga Bung Karno 

ANTARA Bung Karnodan Chairil Anwar adalah Bung Sjahrir. Chairil Anwar sebagai pengarang berhasil mengintip dan menguntit Bung Sjahrir untuk mengorek...

by I Nyoman Tingkat
June 6, 2026
‘Temurun Warsa’, Tradisi Mendak Hujan di Desa Adat Pecatu yang Menjelma dalam Tabuh Kreasi Baleganjur
Panggung

‘Temurun Warsa’, Tradisi Mendak Hujan di Desa Adat Pecatu yang Menjelma dalam Tabuh Kreasi Baleganjur

DI Desa Adat Pecatu, hujan tidak hanya dimaknai sebagai peristiwa alam. Ia adalah harapan, doa, sekaligus sumber kehidupan yang dinantikan...

by Dede Putra Wiguna
June 6, 2026
Cerita Rakyat Sebagai Identitas
Khas

Cerita Rakyat Sebagai Identitas

Setelah direvitalisasi, kini sejumlah cerita rakyat Bali aga Desa Pedawa hidup kembali. I Jaum misalnya telah dijadikan cerita pertunjukan. Kini...

by I Wayan Artika
June 6, 2026
Niels Bohr, Spiritualitas, dan Pancakosha: Ketika Fisika Kuantum Bertemu Kebijaksanaan Timur
Esai

Niels Bohr, Spiritualitas, dan Pancakosha: Ketika Fisika Kuantum Bertemu Kebijaksanaan Timur

Niels Bohr dan Kerendahan Hati di Hadapan Misteri DALAM sejarah sains modern, nama Niels Bohr sering dikaitkan dengan lahirnya mekanika...

by Agung Sudarsa
June 6, 2026
Dunia Tidak Berutang Bentuk pada Harapanmu | Cerpen Wayan Gde Yudane
Cerpen

Dunia Tidak Berutang Bentuk pada Harapanmu | Cerpen Wayan Gde Yudane

JANU datang ke Bali dengan koper besar, tiga buku filsafat yang belum selesai dibaca, dan keyakinan yang jauh lebih besar...

by Wayan Gde Yudane
June 6, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co