14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menciptakan Generasi Asik, Petani Muda Penangkap Lindung, di Jatiluwih

Son Lomri by Son Lomri
November 11, 2024
in Khas
Menciptakan Generasi Asik, Petani Muda Penangkap Lindung, di Jatiluwih

Lomba menangkap belut serangkaian Subak Spirit Festival 2024 | Foto: tatkala.co

TANGAN Reza Ananda masih terus berjibaku dengan lumpur. Tangannya masuk—menusuk dan matanya tajam-tajam menatap tanah.  Lindung (belut) didapatkannya kemudian.

Ia segera berlari menyimpan hasil buruannya itu cepat-cepat. Sambil tersenyum tentunya.

Reza Ananda, nama lengkapnya I Putu Reza Ananda Putra (15). Ia remaja asal Banjar Kesambahan di Desa Jatiluwih, Penebel, Tabanan. Ia remaja yang ceria, apalagi ketika bermain lumpur sembari menangkap belut.

Reza Ananda bersama sekitar 20 remaja dan pemuda lainnya sedang mengikuti lomba menangkap belut serangkaian acara Subak Spirit Festival (SSF) 2024 di areal perswahan di Jatiluwih, Minggu 10 November 2024.  

Menangkap Belut, Bermain Lumpur

Perlombaan ini menjadi perlombaan tak biasa sehingga unik. Karena biasanya, perlombaan menangkap belut—alias lindung itu, pada umumnya ditempatkan di ember—dan pesertanya ngambil satu persatu sambil lari kocar-kacir. Mekanisme demikian terkesan mudah dan tanpa tantangan yang berarti.

Para remaja dalam lomba menangkap belut di tengah sawah di Jatiluwih, Tabanan | Foto: tatkala.co/Son

Tapi di sini, perlombaan tidak menggunakan alat apapun. Karena belut langsung ditabur ke sawah berlumpur. Belut benar-benar dibiarkan liar dan mudik ke habitatnya hehe.. Sehingga tak jarang belut masuk dalam-dalam ke tanah berlumpur itu. Itulah menjadi bagian tantangan yang sulit bagi para peserta. Ngaduk-ngaduk tanah, juga terjungkal ke tanah.

Pula para peserta harus bergelut dengan lintah kalau tak sengaja bertemu dengan lintah. Serem tapi asik. Gokss, semetooooon…

Sementara mekanisme pada perlombaan ini adalah siapa yang paling mendapatkan belut terbanyak, itulah yang akan menjadi juaranya; pertama, kedua, atau ke tiga. Belut itu dikumpulkan di dalam ember sebagai muara akhir ketika belut sudah mabuk setelah diperebutkan.

Puluhan ekor belut dilemparkan oleh panitia, para peserta rebutan saling senggol. Aduh. Sesekali belut ditangkap di udara dengan cara rebutan oleh peserta, dan belut yang di tangan Reza Ananda itu terlepas karena terdorong peserta lain.

Belut kembali dilempar kemudian, ditebar—oleh panitia lebih banyak dan mencar ke mana-mana. Para peserta kembali berdemplok, saling adu body, saling menggagalkan satu sama lain—dengan humor, dan belut yang licin setelah tertangkap itu oleh masing-masing peserta, kerap gagal dari tangan mereka. Licin.

Seperti Reza Ananda, misalnya. Berkali-kali lindung melorot dari tangannya, dan berkali-kali juga terjatuh badannya karena tesenggol. Lumpur ada di wajahnya. Ada di mana-mana di tubuhnya. Ia jadi manusia lumpur.

Sekalian terjatuh itu, sekalian tangannya kembali dicelupkan ke tanah dalam-dalam, kakinya menahan tubuhnya membungkuk.

Diragapnya belut yang bersembunyi di tanah, dan tampaknya kesulitan menimpanya bertubi-tubi di tengah para peserta yang lain sudah mulai berlari menyelamatkan hasil buruannya ke ember milik pribadi, agar tak disenggol.

Reza (baju biru) mencoba memegang bel;ut yang sudah ditangkapnya biar tidak lepas | Foto: tatkala.co/Son

Panitia—kembali lagi melemparkan beberapa belut ke udara, dan yang ini agak banyak—karena waktu sebentar lagi selesai. Dari kejauhan terlihat, Reza Ananda begitu segeranya mengangkat tangannya dari celupan lumpur.

Belut di udara ditangkapnya satu, dan nyaris tertangkap. Tersenggol tubuhnya lagi dan lagi oleh pesaingnya, belut yang licin terlepas selalu. Kembali lagi ia alihkan pandangan ke lumpur, merunduk, tangan kembali menyusuri lumpur yang becek, dan tanah didapatkannya kemudian. Aduh

Tapi tidak lama itu, satu berhasil ia tangkap dari temannya yang tersenggol—dan menjatuhkan belut itu, segera ia berlari mengambil. Kocar-kacir.

“Saya sudah lelah, Bli, haha..” kata Reza Ananda saat bercerita dirinya terseok-seok membawa satu belut. “Saya cuman dapat enam. Lumayanlah, walaupun gak dapet juara, saya dapet uang lima puluh ribu haha..”

Generasi Penangkap Lindung

Dulu, anak-anak dan remaja menagkap lindung (belut) di sawah adalah pemandangan biasa. Tak ada istimewanya.

Tapi kini, jika melihat anak-anak menangkap belut di sawah, berbecek-becek dengan lumpur pekat, kita seperti menyaksikan tontonan unik, langka dan istimewa. Kita memerlukan generasi penangkap lindung. Hehe  

Ketika penangkap belut jadi langka, maka lomba di balik spot foto “I Love Jatiluwih”—dengan view yang instagramable di Desa Jatiluwih, itu menjadi tontonan yang menarik.

Itu pemandangan asik, terutama bagi orang kota dan bule-bule. Tubuh para bajang peserta lomba itu tampak kumel dilumuri lumpur. Orang-orang menonton. Ada satu bule mengajak anaknya yang masih kecil, juga menonton.

Peserta lomba memangkap belut itu memang para remaja sebagai perwakilan dari setiap sekaa teruna di banjar-banjar di Desa Jatiluwih.

Memasukkan belut ke dalam emebr | Foto: tatkala.co/Son

Setiap sekaa teruna memang telah diwajibkan mengirim peserta minimal 7 orang dan maskimal 8 orang untuk mengikuti lomba menangkap belut itu. Dan tidak ada gladi untuk kategori lomba itu. Langsung tancap gass…

“Karena ini tema besarnya adalah pertanian, jadi, ini [lomba tangkap belut] adalah aktivitas para petani ketika musim membajak atau masa mulai menanam jadi menagkap belut ini. Nah ketika untuk mnangkap belut ini, biasanya dilakukan malam-malam saat musim membajak atau masa-masa menanam,” kata I Gede Made Alitloyo Winaya, penanggung jawab lomba menangkap belut.

Ia juga menjelaskan, biasanya masyarakat di Desa Jatiluwih itu memang sudah biasa menangkap belut—terutama malam hari, ketika sudah musim membajak atau musim menanam padi. Pula biasanya, mereka menggunakan lampu dan menggunakan alat capitan untuk menangkap.

Dari aktivitas seperti itulah kemudian, melatarbelakangi lomba menangkap belut di acara SSF tahun ini. Apalagi, lanjut Made Alitloyo, para petani di Jatiluwih nyaris pensiun karena umurnya di atas rata-rata 40 tahun ke atas. Sehingga perlombaan ini digelar, untuk mendekatkan kembali generasi muda kepada sawah dan subak kepada budaya pertanian.

Sehingga ia—bersama tim SSF 2024 dan Kementrian Kebudayaan—ingin mengajak generasi muda ini mengenali dunia pertanian, mengingat ujung tombak di Jatiluwih ini adalah pertanian, “Kita ingin mengenalkan untuk generasi penerus di bidang pertanian,” lanjut Made Alitloyo.

Nah, Reza Ananda barangkali salah satu generasi muda yang di masa depan menjadi petani sekaligus penangkap belut yang andal.

Bule menonton lomba menangkap belut dari kejauahn | Foto: tatkala.co/Son

Reza mengaku, bersama temannya ia menantikan perlombaan sejak pagi. Ia perwakilan dari sekaa teruna dari Kesambahan, dan di sawah, ia mengaku sudah biasa bertempur dengan lumpur membantu orang tua ketika pulang sekolah, ke sawah.

“Kalau bisa, Bli. Perlombaan ini harus digelar tingkat nasional, dan saya siap mewakili Bali haha..” kata Reza Ananda Putra melempar humor usai perlombaan.

“Kalo jadi petani?” tanya saya.

“Tentu siaaap…,” katanya sambil tersenyum “Tapi saya mandi dulu, Bli, hehe!” [T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Jaswanto

Subak Spirit Festival 2024, Pesta Rakyat, dan Usaha Pemuliaan Air
Subak Spirit Festival 2024: Merayakan Subak, Menjaga Entitas dan Identitas Masyarakat Bali
Ada Lelakut di Subak Spirit Festival 2024
Tags: jatiluwihpetanisubakSubak Spirit Festival
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pertukaran Budaya Indonesia-Korea: Menyatukan Cita Rasa dan Tradisi

Next Post

Merasakan Keaslian Bali di Dira Family Guest House, Desa Aan-Klungkung

Son Lomri

Son Lomri

Kontributor tatkala.co

Related Posts

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

by Emi Suy
May 11, 2026
0
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

Read moreDetails

Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
0
Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

LAMPU-lampu ruangan mendadak padam. Suasana di ballroom yang sedari awal riuh perlahan berubah sunyi. Ratusan pasang mata menoleh ke belakang...

Read moreDetails

Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

by Gading Ganesha
May 2, 2026
0
Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

JUMAT sore, bertepatan dengan Hari Buruh, 1 Mei, saya mampir ke Bichito sebuah kafe baru di Jalan Gajah Mada, Singaraja,...

Read moreDetails

Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

by I Nyoman Darma Putra
May 1, 2026
0
Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

PERINGATAN 100 tahun kelahiran sastrawan Bali modern I Made Sanggra diselenggarakan secara khidmat di kediamannya di Sukawati, bertepatan dengan hari...

Read moreDetails

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

by Dede Putra Wiguna
April 28, 2026
0
Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

SUASANA di Main Atrium, Living World Denpasar tak seperti biasanya. Kala itu, nuansa nostalgia terasa begitu kuat saat Record Store...

Read moreDetails

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
0
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

Read moreDetails

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails
Next Post
Merasakan Keaslian Bali di Dira Family Guest House, Desa Aan-Klungkung

Merasakan Keaslian Bali di Dira Family Guest House, Desa Aan-Klungkung

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co