4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Refleksi Semangat Juang Bung Tomo dan Kepemimpinan Masa Kini

Petrus Imam Prawoto Jati by Petrus Imam Prawoto Jati
November 10, 2024
in Esai
Refleksi Semangat Juang Bung Tomo dan Kepemimpinan Masa Kini

Petrus Imam Prawoto Jati

PADA 10 November 1945, peristiwa bersejarah di Surabaya tercatat sebagai momentum penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, ditandai dengan pengorbanan dan keberanian luar biasa dari rakyat Surabaya yang bersatu melawan penjajah. Di tengah gempuran pasukan Belanda yang dipersenjatai secara lengkap, tampil seorang tokoh revolusioner, Bung Tomo, sebagai pemimpin karismatik yang menyatu dengan rakyatnya.

Kepemimpinan Bung Tomo tidak hanya terlihat dari pidatonya yang membangkitkan semangat, tetapi dari keberaniannya turun langsung ke garis depan, berdiri sejajar dengan rakyat, serta merasakan kerasnya medan tempur demi mempertahankan martabat bangsa. Ia bukan sekadar orator ulung, ia adalah simbol keberanian, pemimpin yang tidak hanya piawai menyampaikan kata-kata, melainkan menghadirkan makna mendalam dalam tindakan.

Bung Tomo menginspirasi setiap individu untuk berjuang tanpa takut, mengedepankan kepemimpinan berbasis keberanian dan pengorbanan. Di bawah komando beliau, rakyat Surabaya tidak hanya mendengarkan pidato yang penuh semangat namun mereka merasakannya dalam tiap langkah dan tetesan darah di medan pertempuran.

Kepemimpinan Bung Tomo menampilkan esensi sejati kepemimpinan yaitu bertindak dengan ketulusan, bukan sekadar berbicara dalam konsep. Di sana, ia berada di garis depan bersama rakyat, melawan penjajah, membuktikan bahwa pemimpin sejati lahir dari keberanian yang tak tergoyahkan. Semangat kepemimpinan seperti ini terasa makin jarang terlihat di era kita sekarang.

Banyak pemimpin saat ini terjebak dalam kepentingan politik kekuasaan yang semu. Alih-alih menempatkan kesejahteraan rakyat sebagai tujuan utama, sebagian besar pemimpin justru lebih fokus untuk mempertahankan kedudukan mereka. Sibuk memperpanjang masa jabatan dan membangun citra diri, sementara permasalahan nyata seperti kemiskinan, pendidikan, dan kesehatan cenderung terabaikan.

Media sosial yang sejatinya bisa menjadi wadah komunikasi langsung antara pemimpin dan rakyat kini beralih fungsi menjadi alat manipulasi. Banyak pemimpin memanfaatkannya untuk membangun “brand” diri yang tampak sempurna, menyebarkan narasi yang mendistorsi kenyataan demi dukungan publik. Hoaks dan propaganda menjadi senjata digital dalam politik modern, mengalihkan perhatian rakyat dari masalah yang mendasar.

 Di dunia maya, popularitas palsu diraih dengan “likes” dan “followers,” bukan dengan prestasi nyata. Tindakan seperti ini merupakan pengkhianatan terhadap semangat Bung Tomo dan rakyat yang mendambakan kepemimpinan berani, jujur, dan tulus. Di era saat ini, kita sangat membutuhkan pemimpin yang sungguh-sungguh mengabdi kepada rakyat, bukan sekadar memperjuangkan kepentingan pribadinya.

Membangkitkan  Semangat Juang Kepemimpinan Era Sekarang

Sudah saatnya kita membuka mata dan melihat dengan jernih, tidak lagi terbuai oleh pencitraan semu yang diciptakan oleh sebagian pemimpin melalui layar kaca dan media sosial. Kita hidup dalam era di mana citra di media sosial dapat dengan mudah mengalihkkan kenyataan, menciptakan ilusi tentang kepemimpinan yang hanya berlandaskan janji kosong dan retorika tanpa makna. Di balik senyum manis dan pidato penuh harapan, kenyataan pahit justru malah melanda rakyat yang semakin dibebani oleh ketimpangan sosial, kemiskinan, dan keadilan yang terasa semakin jauh panggang dari api.

Seorang pemimpin yang sejati bukanlah mereka yang hanya mampu berbicara namun tanpa bertindak, atau yang duduk nyaman di kursi kekuasaan sambil menatap angka di layar komputer. Pemimpin sejati adalah mereka yang berani menyatu dengan rakyat, yang tidak gentar menghadapi realitas di lapangan dan siap terjun langsung melihat kesulitan rakyat.

Bung Tomo adalah teladan semangat ini. Dia tidak hanya berkobar di atas podium, namun berdiri di garis depan bersama rakyat untuk memperjuangkan kemerdekaan bangsa. Kita seharusnya bertanya, di manakah pemimpin seperti itu sekarang?  Mengapa kita masih dipimpin oleh mereka yang lebih sibuk membangun citra daripada memperjuangkan kesejahteraan rakyat?

Ketimpangan sosial, ekonomi, dan politik yang semakin melebar tak bisa dibiarkan berlanjut. Rakyat semakin terpinggirkan, pendidikan maupun layanan kesehatan semakin tak terjangkau. Namun, sebagian pemimpin lebih memilih sibuk berpolitik identitas, menciptakan perpecahan yang semakin memperburuk keadaan, dan memberikan peluang bagi segelintir elit untuk menguasai ekonomi bangsa ini.

Sudah saatnya kita menuntut pemimpin yang berani bertindak berdasarkan hati nurani, yang siap mengutamakan kepentingan rakyat di atas segalanya. Pemimpin seperti Bung Tomo, pemimpin yang memahami bahwa kekuasaan adalah amanah, bukan hak yang harus dipertahankan demi ambisi pribadi. Hanya dengan sosok yang rela berkorban dan turun langsung mendampingi rakyat, kita bisa mewujudkan bangsa yang adil dan sejahtera.

Menegaskan  Bung Tomo Figur Pemimpin Sejati

Saat ini, mari kita merenung sejenak, apakah semangat perjuangan Bung Tomo masih hidup di antara kita? Apakah kita memiliki pemimpin yang benar-benar siap berjuang bersama rakyat, yang turun langsung ke lapangan, rela berkorban, dan merasakan penderitaan rakyat seperti Bung Tomo? Atau, apakah kita terjebak dalam permainan kekuasaan yang hanya memberi keuntungan bagi segelintir elit?

Peringatan 10 November bukan hanya untuk mengenang sejarah. Sesungguhnya ini adalah momen untuk menyadarkan kita bahwa perjuangan Bung Tomo tak berhenti di tahun 1945. Semangat juangnya harus tetap membara dan tetap kita pelihara. Kita harus menjadikan semangat ini bagian dari setiap langkah dan keputusan kita, termasuk dalam memilih pemimpin.

Jangan biarkan sejarah hanya menjadi narasi masa lalu. Peringatan ini harus menjadi titik tolak bagi kita untuk menuntut kepemimpinan yang berpihak kepada rakyat.  Kepemimpinan yang bukan sekadar wacana, tetapi yang berani mengambil langkah nyata menuju perubahan. Kepemimpinan yang tidak hanya berbicara soal visi besar, tetapi yang gigih berjuang demi kesejahteraan, keadilan, dan kemerdekaan seluruh rakyat. Semangat Bung Tomo adalah energi yang harus terus menggelora, menuntun kita untuk menuntut hadirnya pemimpin sejati, yaitu pemimpin yang berjuang untuk rakyat, bukan untuk ambisi pribadi atau kelompok.

Sebagai rakyat, kita bukan sekadar penonton dalam panggung politik. Kita harus aktif,  harus mengawasi, mengkritisi, dan menuntut pemimpin yang berani bertindak demi kepentingan bersama, bukan demi mempertahankan status quo yang hanya menguntungkan segelintir pihak.  Saatnya kita berani bertanya, berani menuntut, dan berani berdiri untuk apa yang benar, tanpa terpengaruh arus manipulasi di media sosial.

Sebagai warga negara, kita harus menuntut pemimpin yang siap melakukan perubahan nyata. Pemimpin yang tak sekadar pandai berbicara di depan kamera, tetapi yang berani mengambil langkah konkret demi perbaikan nasib rakyat. Pemimpin yang tahu bahwa kekuasaan adalah amanah, bukan hak yang harus dipertahankan dengan segala cara.

 Jika kita mendambakan Indonesia yang lebih baik, jika kita menginginkan kemerdekaan yang sejati, maka kita harus memilih pemimpin yang siap mengorbankan segalanya demi rakyat. Seperti Bung Tomo, pemimpin sejati adalah yang tak gentar berjuang bersama rakyat, yang tak takut melawan ketidakadilan, yang paham bahwa kemerdekaan kita belum sepenuhnya terwujud.

Peringatan 10 November harus menjadi momentum bagi kita untuk merenungkan dan bertanya, apakah pemimpin kita benar-benar mengabdi pada rakyat atau hanya memperjuangkan kekuasaan semata? Jangan biarkan kita terus terjebak dalam permainan manipulasi politik yang hanya menguntungkan segelintir  elit, sementara rakyat semakin terpinggirkan. Selamat Hari Pahlawan. Merdeka!! [T]

Sudut Pandang Pahlawan: Adakah Hal yang Tidak Biasa?
Pahlawan Hari ini: Menjadi Relawan untuk Kedaulatan Bangsa
Transformasi Radio: Menolak Mati dalam Gelombang Digitalisasi
Tags: Bung TomoHari Pahlawanpahlawan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

 “Spektrum of Hope”, Harapan akan Munculnya Kolaborasi Lintas Institusi

Next Post

Belajar Vokasi ke Universitas Indonesia : Mewujudkan Cita-Cita Pahlawan

Petrus Imam Prawoto Jati

Petrus Imam Prawoto Jati

Dosen Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah

Related Posts

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails
Next Post
Belajar Vokasi ke Universitas Indonesia : Mewujudkan Cita-Cita Pahlawan

Belajar Vokasi ke Universitas Indonesia : Mewujudkan Cita-Cita Pahlawan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co