4 November 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengenal Daneswara Satya Swandaru, Dalang Cilik Berprestasi dari Gunungkidul

Jaswanto by Jaswanto
October 8, 2024
in Persona
Mengenal Daneswara Satya Swandaru, Dalang Cilik Berprestasi dari Gunungkidul

Daneswara Satya Swandaru | Foto: Dok. Pribadi

LAKON “Wiratha Parwa” jelas bukan lakon yang ringan dalam pertunjukan wayang kulit, semua pecinta wayang purwa tahu itu. Lakon ini bercerita tentang persoalan Negara Wiratha dan seputar agenda (licik) Kurawa dalam mengalahkan kedigdayaan kerabat mereka sendiri, Pandawa—yang seumur hidup mereka anggap sebagai musuh itu. Muatan politik dan perebutan kekuasaan, pengaruh, sangat kental dalam cerita ini.

Tetapi, dengan mengejutkan, anak kecil yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar itu, meski belum bisa dikatakan sempurna, berani membawakannya di depan umum dalam sebuah pertunjukan wayang ana-anak. Anak kecil itu bahkan suluk sebelum cerita dimulai. Dan betapa ia juga berusaha, dengan lugu, untuk bersuara berat dan besar saat memainkan Werkudara (Bima versi Jawa)—walaupun suaranya terdengar sangat menggemaskan.

Sebagai penikmat pertunjukan wayang, menurut saya, penampilan Daneswara Satya Swandaru di Festival Dalang Cilik ke-10 di Universitas Negeri Yogyakarta tahun 2021 itu jelas tidak bisa dianggap remeh. Dalang cilik dari Gunungkidul, Yogyakarta, itu sangat baik—meski bukan yang terbaik—dalam memainkan cerita Wiratha Parwa. Bahkan, dalam festival tersebut, ia meraih juara ketiga.

Daneswara Satya Swandaru saat menerima Anugerah Kebudayaan Indonesia 2024 | Foto: Dok. Pribadi

Pada September kemarin, di Jakarta, remaja yang akrab dipanggil Daneswara itu duduk diam bersama Zakia Minang Ayu (pegiat seni dan sastra cilik dari Bangka) dan Nurul Khaerul Nisa (penyanyi dan penari cilik dari Cianjur). Ia dan kedua seniman cilik itu sama-sama mendapat Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) 2024 kategori anak.

Sebagaimana telah disinggung di atas, Daneswara merupakan seorang dalang cilik yang lahir dan besar di Dusun Nogosari, Kalurahan Bandung Kapanewon, Gunungkidul, DIY. Menurut Yoseph Harjanto, ayah Daneswara, anak sematawayangnya ini memang memiliki komitmen dan semangat yang kuat dalam menjaga dan melestarikan seni budaya Jawa, khususnya pedalangan wayang kulit.

“Daneswara sudah menggeluti seni pedalangan sejak berusia 5 tahun. Kegemarannya bermain wayang sebenarnya sudah tampak sejak balita,” kata Yoseph, Jumat (20/09/2024) bulan lalu. Lebih lanjut, Yoseph juga mengungkapkan, selain pandai mendalang wayang kulit dan golek Menak, Daneswara juga pintar soal karawitan.

Di tangan bocah yang saat ini duduk di bangku kelas I SMPN 2 Wonosari itu, wayang bisa tampak hidup. Gerakannya luwes, lentur, dan artikulasinya jelas. Bahasa Jawanya ngelothok. Dan penguasaan ceritanya tak perlu diragukan lagi. Walaupun saat melakukan adegan peperangan ia masih tampak ragu-ragu. Ia belum begitu tegen saat melakukan sabetan yang satu ini. Dan dalam seni olah suara, tampaknya ia harus belajar lebih giat lagi.

Teknik sabetan dalam pertunjukan wayang bukan hanya sekadar perkara teknis. Ia, sabetan, merupakan seni gerak yang harus dilatih terus menerus hingga dalang seolah menyatu dengan wayang yang dimainkan—hingga wayang seperti bergerak sendiri, berbicara, hidup, sampai penonton seperti tak melihat sosok dalang di baliknya.

Daneswara Satya Swandaru saat tampil di Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya Universitas Negeri Yogyakarta pada tahun 2023 | Foto: Dok. Pribadi

Sabetan wayang seperti cepengan (teknik memegang wayang), tancepan (teknik menancapkan wayang pada batang pisang), solah ( teknis menggerakkan wayang), dedholan (teknik dalam sabetan wayang), entas-entasan (teknik mencabut dan gerak wayang keluar dari layar), dan seterusnya, adalah proses belajar terus-menerus selama dalang masih memantaskan wayang.

Tapi umurnya baru 13 tahun. Mana adil membandingkannya dengan sosok Ki Seno Nugroho atau Ki Enthus Susmono, misalnya. Apalagi dengan dalang kondang Ki Anom Suroto atau Ki Nartosabdo. Jelas, itu hanya akan sia-sia. Sebab, dalam khazanah pewayangan Jawa, nama Daneswara adalah masa depan. Perjalanannya masih panjang. Kesempatan belajarnya masih banyak. Pengalamannya, tentu saja, akan terus bertambah.

“Dia [Daneswara] berlatih seni pedalangan dan karawitan di Sanggar Pengalasan di Wiladeg Kapanewon, Karangmojo, pimpinan Pak Slamet Haryadi,” terang Yoseph.

Kepiawaiannya dalam seni pedalangan mampu menorehkan prestasi dalam berbagai ajang festival dalang cilik, baik di tingkat kabupaten, provinsi, maupun nasional. Daneswara tercatat dua kali menyabet juara di festival dalang cilik tingkat nasional yang diselenggarakan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada tahun 2021 dan 2023 yang diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Dia juga meraih Apresiasi Prestasi Seni dan Budaya Anak dari Gubernur DIY (2023) dan Anugerah Bupati Gunungkidul kategori anak berprestasi bidang kebudayaan pada 2022—dan tentu saja masih banyak prestasi lomba yang tak dapat disebutkan satu per satu. Dan lihatlah, akhir Juli 2024 kemarin, dengan percaya diri, Daneswara mementaskan wayang golek dengan lakon “Iman Suwangsa Ngawu Sudarma” di Bangsal Srimanganti Keraton Yogyakarta. Ini sebuah pencapaian yang tak semua orang bisa meraihnya.

Kekonsistenan dan semangatnya ini telah menjadikannya sosok yang menginspirasi anak-anak lain untuk mencintai seni dan budaya, khususnya wayang. Kegemarannya sebagai dalang mencerminkan upaya generasi muda dalam melestarikan dan menjaga keberlangsungan budaya wayang di tengah masyarakat modern yang lebih banyak menganggap wayang hanya sekadar kelangenan masa lalu.

Daneswara Satya Swandaru saat menerima Anugerah Kebudayaan Indonesia 2024 | Foto: Dok. Pribadi

Selain itu, dalam beberapa tahun terakhir, anak dari pasangan Yoseph Harjanto-Ratna Wijayanti ini juga tercatat aktif mengikuti berbagai kegiatan pelestarian budaya yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul dan Provinsi DIY.

“Sering sebagai pengrawit pada festival-festival, seperti langen carita, langen sekar, karawitan anak, dan remaja, sendratari, teater, dan festival upacara adat serta uyon-uyon,” ujar Yoseph.

Kini Daneswara merupakan seniman cilik peraih Anugerah Kebudayaan Indonesia—penghargaan prestisius dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI bagi pelaku seni dan budaya.

Dan dari penghargaan tersebut ia berharap dapat menginspirasi generasi muda Indonesia agar semakin mencintai dan melestarikan seni budaya warisan leluhur—agar keberadaanya bisa tetap eksis dan berkembang di masa mendatang.

“Penghargaan yang istimewa ini, saya dedikasikan untuk seluruh generasi muda pegiat seni dan pelestari budaya, agar terus berkarya dan memberikan yang terbaik untuk bangsa ini,” ujar Daneswara, malu-malu.[T]

Reporter/Penulis: Jaswanto
Editor: Adnyana Ole

Cak Kartolo, Legenda Hidup Ludruk Jawa Timur
Temu Misti: “Saya Ingin Menari Sampai Akhir Hayat”
Dua Jam Bersama Luh Menek
Tags: Dalang CilikDaneswara Satya SwandaruGunungkidulseni wayang kulitYogyakarta
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Odon dan Medali Emas Pertama untuk Tenis Meja Bali

Next Post

Bali Utara Sebagai Titik Simpul Perdagangan dan Jalur Rempah Nusantara Abad XIX

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Dari Wayang Wong Tejakula, Hoga Wiratmaja Ciptakan Logo Porprov Bali 2027, dan Ia Juara

by Made Adnyana Ole
October 17, 2026
0
Dari Wayang Wong Tejakula, Hoga Wiratmaja Ciptakan Logo Porprov Bali 2027, dan Ia Juara

APA hubungan wayang wong Tejakula dengan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali tahun 2027 yang akan digelar di Buleleng? Secara langsung,...

Read moreDetails

Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

by Wayan Jengki Sunarta
October 9, 2026
0
Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

APA yang terjadi ketika tradisi dipakai sebagai ruang dialog dan ruang untuk bertanya secara kritis? Pertanyaan semacam itu terasa penting...

Read moreDetails

Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

by Yohana Purnama Fajar
September 2, 2026
0
Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

“Saya adalah seorang anak yang tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah,” kata Maria Margarheta Indrawati dengan wajah sendu ketika mengenang...

Read moreDetails

Rumah Kata di Jalan Nangka

by Angga Wijaya
July 9, 2026
0
Rumah Kata di Jalan Nangka

SIANG itu, rolling door Pustaka Bali Seni di Jalan Nangka No. 103,  Denpasar, Bali, terbuka lebar. Dari luar, tempat itu...

Read moreDetails

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

by Jaswanto
June 24, 2026
0
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

Read moreDetails

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

Read moreDetails

Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

Read moreDetails

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

by I Gede Made Surya Darma
May 22, 2026
0
Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

Read moreDetails

Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
0
Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

Read moreDetails

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails
Next Post
Bali Utara Sebagai Titik Simpul Perdagangan dan Jalur Rempah Nusantara Abad XIX

Bali Utara Sebagai Titik Simpul Perdagangan dan Jalur Rempah Nusantara Abad XIX

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

COCA Ubud, Merajut Musik, Film, Kuliner, dan Seni dalam Satu Rumah Kreatif
Pariwisata

COCA Ubud, Merajut Musik, Film, Kuliner, dan Seni dalam Satu Rumah Kreatif

DI Ubud, pengalaman menikmati musik, menonton film, menyantap hidangan, dan mengapresiasi seni kini memiliki satu ruang pertemuan. Namanya COCA Ubud....

by tatkala
November 3, 2026
Peringati Bulan Bahasa dan Sumpah Pemuda, Prima Mandiri School Asah Kreativitas dan Keberanian Siswa Lewat Berbagai Lomba
Pendidikan

Peringati Bulan Bahasa dan Sumpah Pemuda, Prima Mandiri School Asah Kreativitas dan Keberanian Siswa Lewat Berbagai Lomba

TIGA bendera kecil terangkat hampir bersamaan. Pertanyaan demi pertanyaan menguji ketangkasan para peserta. Ada yang sigap menjawab, ada pula yang...

by Dede Putra Wiguna
November 3, 2026
Mematan Yuyu: Ketika Buah Kopi Dibaca Melalui Mata Ketam
Esai

Mematan Yuyu: Ketika Buah Kopi Dibaca Melalui Mata Ketam

BAHASA masyarakat tradisional menyimpan cara pandang yang khas dalam memahami dunia. Alam tidak hanya menjadi ruang tempat manusia hidup dan...

by I Ketut Suar Adnyana
November 3, 2026
Road to Bali Digifest 2026, UPMI Bali Dorong Mahasiswa Berani Berinovasi
Pendidikan

Road to Bali Digifest 2026, UPMI Bali Dorong Mahasiswa Berani Berinovasi

KECERDASAN buatan atau artificial intelligence (AI) semakin dekat dengan kehidupan mahasiswa. Teknologi ini menawarkan kemudahan dalam belajar dan berkarya. Namun,...

by Dede Putra Wiguna
November 3, 2026
Tak Sekadar Memburu Juara, Jurnalis Muda Bali Belajar Memaknai Fakta di Pekan Jurnalistik UPMI Bali 2026
Pendidikan

Tak Sekadar Memburu Juara, Jurnalis Muda Bali Belajar Memaknai Fakta di Pekan Jurnalistik UPMI Bali 2026

FAKTA bisa menjadi cerita yang menggugah ketika berada di tangan yang tepat. Semangat itulah yang mengemuka dalam Pekan Jurnalistik Universitas...

by Dede Putra Wiguna
November 3, 2026
Yang Suci Dijaga, Yang Indah Dicipta — Tentang Pagerwesi, Spiritualitas, dan Festival Seni Budaya Kabupaten Badung 2026
Esai

Yang Suci Dijaga, Yang Indah Dicipta — Tentang Pagerwesi, Spiritualitas, dan Festival Seni Budaya Kabupaten Badung 2026

PADA hari ketika manusia diajak menegakkan pagar, sebuah panggung kebudayaan justru dibuka selebar-lebarnya. Rabu, 4 November 2026, menjadi sebuah momentum...

by I Gusti Made Darma Putra
November 2, 2026
Poem by Sugi Lanus | Yamuna
Poetry

Poem by Sugi Lanus | Yamuna

My Yamuna, I bow down to your love,which has kept me awake while drowning in your flow for thousands of...

by Sugi Lanus
November 2, 2026
Bentrok Tafsir: Ketika Teks Membelah Persepsi — Membicarakan Cerpen “Ketika Kentongan Dipukul di Balai Banjar” karya I Nyoman Rasta Sindhu
Kritik Sastra

Bentrok Tafsir: Ketika Teks Membelah Persepsi — Membicarakan Cerpen “Ketika Kentongan Dipukul di Balai Banjar” karya I Nyoman Rasta Sindhu

SATU cerpen mampu menghasilkan dua tafsir yang saling bertolak belakang. Fenomena ini muncul dan menarik perhatian saya ketika melakukan penilaian...

by I Kadek Adhi Dwipayana
November 2, 2026
Hal-Hal Tak Biasa dari Lontar “Kidung Bhuwana Wināśa” sebagai “Memory of the World”
Kritik Sastra

Hal-Hal Tak Biasa dari Lontar “Kidung Bhuwana Wināśa” sebagai “Memory of the World”

Sejarah Ditulis oleh Korban yang Kalah Karya sastra Kidung Bhuwana Wināśa ‘Nyanyian Kehancuran Dunia’ yang ditulis oleh Ida Pedanda Ngurah...

by Putu Eka Guna Yasa
November 2, 2026
Musik, Agama dan Politik
Esai

Musik, Agama dan Politik

ADA sebuah pertanyaan sederhana yang menggelitik di tengah polemik konser Andrea Bocelli di Indonesia: apakah musik itu punya identitas agama...

by Agung Sudarsa
November 2, 2026
Ketika Sampah Menemukan Kehidupan Baru dalam Pameran Seni “Re_Make” di ARTOTEL Sanur
Pameran

Ketika Sampah Menemukan Kehidupan Baru dalam Pameran Seni “Re_Make” di ARTOTEL Sanur

SUASANA ARTOTEL Sanur Bali tampak ramai pada Jumat (30/10/2026). Sejumlah pengunjung, baik masyarakat lokal maupun wisatawan mancanegara, terlihat mengamati berbagai...

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional
Khas

“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional

CAHAYA lilin menerangi meja-meja yang dihiasi bunga. Para staf menyambut tamu yang berdatangan, sementara aroma hidangan perlahan mengisi ruang makan...

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co