13 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Lokalisme dalam Revitalisasi Cerita Rakyat Pedawa

I Wayan Artika by I Wayan Artika
July 2, 2026
in Esai
Lokalisme dalam Revitalisasi Cerita Rakyat Pedawa

Komik I Jaum

PERJALANAN nasib hidup dan mati cerita rakyat ditentukan oleh sikap pemiliknya. Cerita rakyat pun dengan beberapa alasan dikubur. Hal ini dialami oleh banyak sekali cerita rakyat yang lisan yang harus mati. Pemiliknya tidak lagi menuturkannya. Dokumen nyaris tak ada. Belum sempat ditulis.

Cerita rakyat hidup dalam lokalitas yang ekslusif dan menjadi pilihan pertama dan mungkin satu-satunya. Dalam kondisi tidak adanya pilihan lain sebagai media hiburan dan pendidikan moral, memberi peluang cerita tersebut bertahan lama. Saat lokalitas itu bocor sehingga terhubung dengan dunia luar maka pilihan baru tersedia yang biasanya menggoda karena baru. Sekolah-sekolah dan media baru adalah pemicu kebocoran lokalitas.

Sekolah-sekolah dasar Inpres yang dibangun di hampir seluruh desa di Indonesia pada masa awal Orde Baru membawa kurikulum nasional. Berbagai mata pelajaran mengenalkan wacana baru bagi anak-anak. Tradisi cerita rakyat mulai bergeser dari forum nenek bercerita ke guru mengajar. Narasi-narasi kurikulum sekolah lebih beragam dan kaya. Materi kurikulum disatukan secara nasional yang artinya tidak bersumber dalam dunia lokal. Cerita rakyat yang hidup di dalam dunia lokal praktis diabaikan. Lambat laun dilupakan.

Faktor lain yang turut serta membunuh cerita rakyat dan forum-forum bercerita adalah buku cetak, media massa, dan media elektronik (radio dan televisi). Media ini benar-benar telah menghancurkan lokalitas lewat penyebaran teks dan siaran-siarannya. Ini berlangsung sangat lama dan semakin menyempurnakan kematian cerita rakyat.

Kematian cerita rakyat memang diratapi. Kondisi ini buruk bagi masyarakat karena menegaskan kehilangan jati diri. Pemerintah pun memulai konservasi dengan berbagai program. Dalam dunia pendidikan dikenal muatan lokal. Kaum akademisi mulai melakukan kajian cerita rakyat. Industri buku tergerak hati untuk menerbitkannya. Ada juga animasi-animasi cerita rakyat untuk siaran televisi. Demikian pun festival dan perlombaan forum cerita rakyat seperti lomba mendongeng atau di Bali misalnya dikenal dengan mesatua. Pelestraian cerita rakyat juga dikaitkan dengan revitalisas bahasa ibu karena media cerita rakyat tentunya bahasa daerah setempat. Program-program tersebut tidak menunjukkan hasil. Rasanya seperti musiman. Semarak sesaat dan hilang. Hal ini terjadi karena niat pelestarian, revitalisasi, atau apapun istilahnya, datangnya dari atas (pemerintah) atau dari luar masyarakat lokal. Perkara lokalitas dilupakan dalam pelestarian cerita rakyat. Lokalitas adalah jaminan bagi hidup matinya cerita rakyat. Kelemahan dan kegagalan pelestarian cerita rakyat yang datangnya dari atas dan dari luar lokalitas, merupakan faktor kunci. Maka dibutuhkan model lain pelestraian cerita rakyat. Model ini ditemukan di Desa Pedawa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng.

            Cerita bergambar I Kilap

Pedawa adalah desa Bali aga. Bali aga sendiri merupakan lokalistas ekslusif di Bali. Mereka bertahan pada identitas asli dan menolak pengaruh luar dan penyebaran agama Hindu di Bali pada masa lalu. Mereka tetap bertahan pada lokalitas. Lambat laun masifnya pembangunan Bali kletika lokalitas hanya bermakna tempat dan bukan kultur, pertahanan Bali aga runtuh dari dalam. Perubahan terjadi. Lokalitas kultural semakin lemah.

Desa ini menyadarinya dan dipahami sebagai ancaman. Maka lokalitas harus diselamatkan. Karena ia adalah identitas. Memang bukan semata identitas dan simbol tetapi pragmatisme fungsional. Kehidupan lokal mengembangkan nilai-nilai luhur. Ini alasan mengapa penting bagi Desa Pedawa mempertahankan dan kembali ke lokalitas jati diri sejati Bali aga.

Di antara berbagai perkara lokalitas ini, seperti penghormatan air, tata kepercayaan (agama), arsitektur, agrikultur, kesenian, hutan, dll., adalah cerita rakyat. Nasib cerita rakyat ini sama buruknya dengan nasib cerita rakyat dunia yang ditinggalkan dan dikubur oleh media baru sebagai akibat robeknya lokalitas kultural. Sebenarnya satu model pelestraian atau revitalisasi cerita rakyat tengah dimulai di desa ini. Kesadaran yang berkembang di tingkat lokal dan bukan titpan dari atas atau dari luar (pemerintah) bahwa cerita rakyat sangat penting, senyampang warga desa tidak sepakat dengan pandangan pemerintar. Model itu bermula pada kesadaran lokal Desa Pedawa bahwa revitalisasi cerita rakyat sangat penting.

Yang bergerak pun bukan orang luar tetapi warga masyarakat setempat. Beberapa tokohnya misalnya menghubungi Balai bahasa Provinsi Bali dan meminta tolong untuk melakukan program revitalisasi cerita rakyat. Gayung bersambut! Selama proyek revitalisasi ini, masyarakat Desa Pedawa dilibatkan. Revitalisasi ini berhasil menemukan kembali sejumlah cerita rakyat penting di Desa Pedawa, seperti I jaum, I Kilap, I Klenting Sari, dan Pan Srunang. Proyek revitalisasi cerita rakyat Bali aga yang digagas oleh pemiliknya bekerja sama dengan lembaga Balai bahasa Provinsi Bali pun sukses menghidupkan kembali cerita-cerita yang telah hilang puluhan tahun. Selain faktor lokalitas, sukses proyek ini ditentukan oleh masih tersisanya para penutur atau pewaris yang pada umumnya generasi tua Desa Pedawa (usia 80-90 tahun). Mereka diminta bercerita dan direkam. Mereka mengkonstruksi cerita dari sisa-siswa ingatannya. Tim proyek medokumentasi dengan cermat. Lalu dihasilkan suatu prototipe baru cerita berupa teks tertulis dalam bahasa Bali dialek Bali aga serta terjemahannya dalam bahasa Indonesia.

Komik I Jaum

Setelah proyek revitalisasi cerita rakyat Bali aga ini berlangsung, cerita-cerita lokal yang sudah pernah mati itu, memulai babak baru dalam perjalananya menuju masa depan di era digital saat ini. Cara menikmati cerita di dalam forum-forum tradisi juga dimanfaatkan di dalam proyek revitalisasi dengan memilih cerita I Jaum sebagai lakon. Dari prototipe cerita yang ada tim merancang pertunjukan cerita yang pada dipertunjukkan di balai desa setempat. Ini adalah apresiasi yang menjadi darah dan napas bagi hidupnya sebuah cerita rakyat. Demikianlah kisahnya perjalan hidup kembali cerita rakyat di desa Bali aga, Pedawa. Cerita ini kembali karena niat dari dalam lokalitas Bali aga Pedawa. Ini adalah sebuah model konservasi cerita rakyat dengan mengutamakan peran lokalitas.

Babak selanjutnya perjalanan dan hidup baru cerita rakyat Bali aga Pedawa muncul ketika Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Pendidikan Ganesha melakukan program Desa Binaan (2026) di desa ini. Lewat beberapa tim kini perjalanan cerita rakyatnya semakin bervariasi. Cerita-cerita tersebut diresepsi secara kreatif dan diwujudkan dalam sejumlah alih wahana. Dari prototipe cerita yang autentik dalam bahasa Bali dengan dialek Bali aga serta tersedia terjemahan dalam bahasa Indonesia dan kenangan serta ingatan ketika cerita I Jaum dipertunjukkan di Balai Desa; kini ada sejumlah media baru sebagai apresiasi dan kelangsungan hidup beberapa cerita (I Jaum dan I Kilap).

Mengunjungi Balai Desa Pedawa, berjumpa dengan mural berukuran besar (12 x 4 m). Di sini dua cerita (I Jaum dan I Kilap) digambar oleh tim desa binaan dari Prodi Seni Rupa yang dipimpin langsung oleh dosen seniman pelukis I Wayan Sudiarta. Ketika cerita rakyat hidup dalam imajinasi sosial maka lewat karya mural ini I Jaum dan I Kilap hadir secara visual. Tiga ekor anjing milik I Jaum yang bertarung melawan babi-babi Dadong Raksasa hidup dalam visualisasi masyarakat. Demikian pula usaha petani Pedawa membangun bendungan untuk mengairi sawah mereka bergerak dan menunjukkan masa lalu desa ini ketika sawah masih berjaya sebelum dirombak oleh vegetasi cengkeh.

Resepsi artisitik yang lain, yang juga masih berupa alih wahana, dilakukan oleh tim desa binaan yang diketuai oleh dosen seni rupa, Langen Broto Sutrisno, dalam bentuk media baru yakni cerita bergambar I Kilap  dan komik I Jaum. Alih wahana cerita Bali aga Desa Pedawa ini sangat kaya dan media baru yang lebih masuk akal akan menjadi jaminan kehidupan cerita-cerita tersebut. [T]

Tags: bulelengcerita rakyatDesa Pedawa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tiga Buku untuk Sebuah Kelulusan —Dari Ujian Tugas Akhir Nonskripsi Proyek Inovatif UPMI Bali

Next Post

Kisah Anak Kucing Penakut dan Lukisan di Atas Batu dari Festival Cerita Rasa 0.4

I Wayan Artika

I Wayan Artika

Dr. I Wayan Artika, S.Pd., M.Hum. | Doktor pengajar di Fakultas Bahasa dan Seni, Undiksha Singaraja. Penulis novel, cerpen dan esai. Tulisannya dimuat di berbagai media dan jurnal

Related Posts

Nak Badung, Nak Desa, Nak Dimel   

by I Nyoman Tingkat
August 12, 2026
0
Nak Badung, Nak Desa, Nak Dimel   

PEMERINTAH Kabupaten Badung resmi meluncurkan beasiswa motivasi Nak Badung mulai Tahun 2026. Beasiswa ini diniatkan untuk meringankan biaya bagi siswa...

Read moreDetails

International Youth Day, Menemukan Potensi dan Menjadi Orisinal

by Agung Sudarsa
August 12, 2026
0
International Youth Day, Menemukan Potensi dan Menjadi Orisinal

Dari Gagasan Perdamaian Menuju International Youth Day Setiap 12 Agustus dunia memperingati International Youth Day. Hari ini mungkin tampak seperti...

Read moreDetails

Dari Bahasa Bali ke Personal Branding: Fungsi Bahasa Bali dalam Konstruksi Identitas Konten Kreator Bali Di Ruang Digital

by I Ketut Suar Adnyana
August 12, 2026
0
Dari Bahasa Bali ke Personal Branding: Fungsi Bahasa Bali dalam Konstruksi Identitas Konten Kreator Bali Di Ruang Digital

PERKEMBANGAN media sosial telah mengubah cara bahasa digunakan, diproduksi, dan diberi makna dalam kehidupan sosial. Bahasa tidak lagi hanya digunakan...

Read moreDetails

Generasi 81: Merdeka dari Apa?

by Chusmeru
August 12, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

TAHUN ini Indonesia merayakan 81 tahun kemerdekaan. Bukan hanya yang lanjut usia, kaum milenial, Gen Z, dan Alpha yang juga...

Read moreDetails

Perang versus Kemanusiaan: Sebuah Ironi

by Ni Made Ratminingsih
August 11, 2026
0
Merah Putih: Simbol Identitas dan Realitas

DALAM ajaran Hindu, abad ini termasuk zaman Kali Yuga, yakni zaman yang dipenuhi kegelapan, kemerosotan moral, dan konflik. Zaman kegelapan...

Read moreDetails

Kemerdekaan yang Belum Selesai ——Refleksi Menyambut 81 Tahun Indonesia Merdeka

by Agung Sudarsa
August 11, 2026
0
Kemerdekaan yang Belum Selesai ——Refleksi Menyambut 81 Tahun Indonesia Merdeka

"Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai...

Read moreDetails

Manusia Bukan Unggahan Terakhirnya

by Angga Wijaya
August 11, 2026
0
Telenovela

SETIAP kali saya mengunggah tulisan yang agak muram di media sosial, ada saja saudara atau kerabat yang kemudian mengirim pesan...

Read moreDetails

Rumah Dikontrakkan Bernama Indonesia [Renungan Hari Veteran Nasional]

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

ADA pepatah yang mulai usang, "hujan emas di negeri orang, hujan batu di negeri sendiri, baik jua di negeri sendiri". ...

Read moreDetails

Menafsir Makna Bahasa di Ruang Digital

by I Ketut Suar Adnyana
August 9, 2026
0
Menafsir Makna Bahasa di Ruang Digital

TRANSFORMASI digital telah membawa perubahan mendasar dalam pola interaksi manusia. Perkembangan media sosial, aplikasi percakapan, platform berbagi video, forum daring,...

Read moreDetails

Sastra Terjemahan sebagai Diplomasi Budaya: Mengenang Peran Vern Cork sebagai Penerjemah Sastra Indonesia dari Australia

by I Nyoman Darma Putra
August 8, 2026
0
Sastra Terjemahan sebagai Diplomasi Budaya: Mengenang Peran Vern Cork sebagai Penerjemah Sastra Indonesia dari Australia

SASTRA terjemahan telah lama menjadi salah satu media diplomasi budaya Indonesia. Namun, keberadaannya sebagai bagian dari kegiatan diplomasi budaya yang...

Read moreDetails
Next Post
Kisah Anak Kucing Penakut dan Lukisan di Atas Batu dari Festival Cerita Rasa 0.4

Kisah Anak Kucing Penakut dan Lukisan di Atas Batu dari Festival Cerita Rasa 0.4

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nak Badung, Nak Desa, Nak Dimel   
Esai

Nak Badung, Nak Desa, Nak Dimel   

PEMERINTAH Kabupaten Badung resmi meluncurkan beasiswa motivasi Nak Badung mulai Tahun 2026. Beasiswa ini diniatkan untuk meringankan biaya bagi siswa...

by I Nyoman Tingkat
August 12, 2026
International Youth Day, Menemukan Potensi dan Menjadi Orisinal
Esai

International Youth Day, Menemukan Potensi dan Menjadi Orisinal

Dari Gagasan Perdamaian Menuju International Youth Day Setiap 12 Agustus dunia memperingati International Youth Day. Hari ini mungkin tampak seperti...

by Agung Sudarsa
August 12, 2026
“Janda Metaksu”: Menyoal Tubuh Janda dalam Mitos “Perempuan Penggoda”
Opini

“Janda Metaksu”: Menyoal Tubuh Janda dalam Mitos “Perempuan Penggoda”

ADA hasil percakapan yang masih mengusik ingatan penulis sampai saat ini, ketika 5 tahun yang lalu bercakap dalam suatu wawancara...

by Luh Putu Sendratari
August 12, 2026
Penguatan Kesadaran Kesehatan Mental Berbasis Digital bagi Pendukung Sebaya Orang Dengan HIV (ODHIV) di Kota Denpasar
Kesehatan

Penguatan Kesadaran Kesehatan Mental Berbasis Digital bagi Pendukung Sebaya Orang Dengan HIV (ODHIV) di Kota Denpasar

Saat Pendukung Sebaya Juga Butuh Didukung DI sebuah ruangan sederhana di Kota Denpasar, lima belas orang duduk melingkar. Mereka bukan...

by tatkala
August 12, 2026
Dari Rarud Batur Menuju Rena: Merawat Ingatan, Merayakan Kebangkitan
Panggung

Dari Rarud Batur Menuju Rena: Merawat Ingatan, Merayakan Kebangkitan

"Seratus tahun setelah Rarud Batur, sebuah karya intermedium membawa kembali ingatan tentang kehidupan, bencana, pengungsian, dan kebangkitan masyarakat Batur ke...

by AA Ayu Mayun Artati
August 12, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Larangan Alih Fungsi Sawah: Tegas di Atas Kertas, Longgar di Lapangan?

PEMERINTAH sedang berada di persimpangan yang tidak sederhana. Pembangunan tanpa merusak alam. Di satu sisi, negara harus menjaga lahan sawah...

by I Made Pria Dharsana
August 12, 2026
Dari Bahasa Bali ke Personal Branding: Fungsi Bahasa Bali dalam Konstruksi Identitas Konten Kreator Bali Di Ruang Digital
Esai

Dari Bahasa Bali ke Personal Branding: Fungsi Bahasa Bali dalam Konstruksi Identitas Konten Kreator Bali Di Ruang Digital

PERKEMBANGAN media sosial telah mengubah cara bahasa digunakan, diproduksi, dan diberi makna dalam kehidupan sosial. Bahasa tidak lagi hanya digunakan...

by I Ketut Suar Adnyana
August 12, 2026
Jazz Kontemporer dari Watchdog, Bagian Akhir Rangkaian Tur Indonesia di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026
Panggung

Jazz Kontemporer dari Watchdog, Bagian Akhir Rangkaian Tur Indonesia di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

SETELAH tiga pekan berkeliling dan tampil di sejumlah panggung jazz di Indonesia, perjalanan Watchdog akhirnya berujung di Ubud. Duo asal...

by Dede Putra Wiguna
August 12, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Generasi 81: Merdeka dari Apa?

TAHUN ini Indonesia merayakan 81 tahun kemerdekaan. Bukan hanya yang lanjut usia, kaum milenial, Gen Z, dan Alpha yang juga...

by Chusmeru
August 12, 2026
Premadewi Resort, Menemukan “Beauty of Ubud” dalam Kehangatan Alam dan Keramahtamahan Bali
Pariwisata

Premadewi Resort, Menemukan “Beauty of Ubud” dalam Kehangatan Alam dan Keramahtamahan Bali

EMBUSAN angin menggoyangkan dedaunan. Dari balik pepohonan besar, embun pagi masih menyisakan kesejukan. Suara gemericik sungai terdengar di antara hijaunya...

by Nyoman Budarsana
August 12, 2026
Amuk, Briuk Siu, dan Bayang-Bayang Solidaritas Kolektif di Bali
Bahasa

Amuk, Briuk Siu, dan Bayang-Bayang Solidaritas Kolektif di Bali

Peristiwa tragis yang baru-baru ini terjadi di Tabanan—saat seorang terduga pencuri tewas diamuk massa dan meninggalkan duka mendalam bagi anaknya—kembali...

by I Made Sudiana
August 11, 2026
Merah Putih: Simbol Identitas dan Realitas
Esai

Perang versus Kemanusiaan: Sebuah Ironi

DALAM ajaran Hindu, abad ini termasuk zaman Kali Yuga, yakni zaman yang dipenuhi kegelapan, kemerosotan moral, dan konflik. Zaman kegelapan...

by Ni Made Ratminingsih
August 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co