23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengurai Ekosistem Wayang Wong Tejakula dan Usaha Menjaga Eksistensinya

Jaswanto by Jaswanto
October 2, 2024
in Khas
Mengurai Ekosistem Wayang Wong Tejakula dan Usaha Menjaga Eksistensinya

Kegiatan sosialisasi Analisis Ekosistem Wayang Wong Tejakula | Foto: tatkala.co/Hizkia

BALAI Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XV Bali-NTB bekerjasama dengan Mulawali Institute menggelar sosialisasi hasil kegiatan Analisis Ekosistem Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Dramatari Wayang Wong Tejakula di Hotel The Grand Vilandra Resort, Singaraja, Senin (30/9/2024) pagi hingga sore hari.

Pelaksanaan kegiatan Analisis Ekosistem WBTB ini terdiri dari beberapa tahapan, yaitu penyusunan rancangan riset, survei dan pemetaan pelaku budaya, pengolahan data, sampai sosialisasi hasil. Dari tahap awal sampai akhir tim peneliti membutuhkan waktu sekira enam bulan lamanya.

Acara presentasi hasil riset tersebut mengundang pelaku kesenian Wayang Wong Tejakula, Camat Tejakula, instansi pendidikan—sekolah dan perguruan tinggi—di Kota Singaraja, dan dinas-dinas terkait di lingkungan Pemerintah Buleleng, termasuk Dinas Kebudayaan, yang dinilai berhubungan dengan ekosistem kesenian wayang wong.

Analisis Ekosistem Wayang Wong ini berfokus pada riset mengenai tata interaksi yang saling menunjang antara pelaku, lingkungan sekitar, alam, dan objek-objek pemajuan kebudayaan dalam suatu kawasan tertentu yang membentuk rangkaian rantai-aksi (culture cycle) yang menopang berjalannya keseluruhan ekosistem budaya.

Kadek Anggara (kiri), Putu Ardiyasa (tengah), dan Wayan Sumahardika (kanan) saat mempresentasikan hasil Analisis Ekosistem Wayang Wong Tejakula | Foto: tatkala.co/Hizkia

Selain itu, jika ditilik lebih detail, kegiatan ini juga bertujuan untuk memetakan, menganalisis, mengurai, ekosistem kesenian Wayang Wong Tejakula dari segi kreasi, manajemen dan produksi, distribusi, konsumsi, sampai apresiasinya. Penelitian ini juga diharapkan dapat menyusun rencana tindak lanjut atas ditetapkannya Wayang Wong Tejakula sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB).

“Laporan penelitian ini dikerjakan berdasarkan kajian pustaka, observasi, dan wawancara dengan para pelaku Wayang Wong Tejakula, Kecamatan Tejakula, Kabuapten Buleleng,” ujar Putu Ardiyasa, peneliti dari STAHN Mpu Kuturan yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Menurut Wayan Sumahardika, Direktur Mulawali Institute, setidaknya ada tiga hal penting yang perlu diketahui terkait pelaksanaan kegiatan Analisis Ekosistem WBTB ini. Pertama, pemetaan ekosistem OPK dan sebuah pembacaan kebudayaan secara makro, bukan mikro—atau yang hanya sebatas persoalan sejarah dan nilai-nilai yang terkandung di dalam kesenian tersebut yang narasinya terus diulang-ulang.

Kedua, sebagai rekomendasi rencana-aksi Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD). Hal ini sebenarnya sangat memudahkan dinas-dinas terkait dalam membuat program kerja yang berkaitan dengan Wayang Wong Tejakula. Ketiga, penyelarasan OPD di Buleleng.

“Analisis Ekosistem ini sesuai dengan Pasal 43 dan 44 UU No.5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Bahwa pemerintah pusat dan daerah bertugas dan berwenang melaksanakan pemajuan kebudayaan, mengelola informasi di bidang kebudayaan, menyediakan sarana dan prasarana kebudayaan,  menyediakan sumber pendanaan untuk pemajuan kebudayaan, mendorong peran aktif dan inisiatif masyarakat dalam pemajuan kebudayaan, dan seterusnya,” terang Abi Kusno, Kepala BPK Wilayah XV.

Rekomendasi Rencana-Aksi

Mengacu pada Laporan Penelitian Ekosistem  Wayang Wong Tejakula (2024), rekomendasi rencana-aksi, atau rekomendasi program, dibagi menjadi tiga rentang waktu, yakni jangka pendek, menengah, dan panjang. Program-program tersebut kemudian dituangkan berdasarkan konteks perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan—sebagaimana amanat UU Pemajuan Kebudayaan.

Salah satu program jangka pendek (2025-2027) dalam hal perlindungan, misalnya, tim peneliti Mulawali Institute merekomendasikan program inventarisasi pengetahuan Wayang Wong Tejakula, seperti lakon cerita, tokoh dan karakter, tabuh, tembang, pelaku, dan pura atau situs penyelenggaraan Wayang Wong Tejakula.

Program di atas didasarkan atas persoalan pengetahuan Wayang Wong Tejakula yang belum tertata dengan baik dan sistematis. Tapi jika inventarisasi dapat dilakukan dengan baik dan benar, maka pencatatan dan pengarsipan pengetahuan Wayang Wong Tejakula dapat membuka ruang fasilitasi bagi masyarakat untuk dapat mempelajari pengetahuan, seluk-beluk, kesenian tersebut.

Beberapa seniman Wayang Wong Tejakula menghadiri kegiatan sosialisasi Analisis Ekosistem Wayang Wong Tejakula | Foto: tatkala.co/Hizkia

Dan untuk program perlindungan jangka menengah, salah satu hal yang direkomendasikan peneliti adalah dokumentasi pertunjukan, tokoh-tokoh yang ada dalam cerita Wayang Wong Tejakula, pakaian, tapel, termasuk figur seniman yang berperan aktif dalam pelestarian wayang wong di seluruh Bali melalui publikasi tulisan di media website, audio-visual di media sosial, medium film-tari, dan film dokumenter.

Hal tersebut menjadi penting dilakukan sebab selama ini masih minimnya informasi yang terpadu dan aksesibilitas terkait OPK Wayang Wong Tejakula, sehingga masyarakat, khususnya generasi muda, kesulitan mendapatkan akses informasi yang menarik.

Namun, dalam proses diskusi rencana-aksi ini, setidaknya ada dua program yang menurut pelaku kesenian Wayang Wong Tejakula penting untuk dikawal sampai terealisasi. Program pertama tertuang dalam rencana perlindungan jangka pendek, yaitu program terkait sarana dan prasarana Wayang Wong Tejakula. Menurut laporan penelitian, sarana-prasarana tersebut belum lengkap dan beberapa perlu untuk diperbarui.

Suasana kegiatan sosialisasi Analisis Ekosistem Wayang Wong Tejakula | Foto: tatkala.co/Hizkia

“Bantuan tapel [topeng] dan gelungan [hiasan kepala] ini sangat kami butuhkan, karena usianya sudah tua dan sudah rusak. Pelatihan untuk pelaku seni Wayang Tejakula juga penting,” ujar Ketut Sweta Swatara, seniman Wayang Wong Tejakula.

Selain bantuan sarana dan prasarana, dalam program perlindungan jangka panjang, memberikan jaminan sosial berdasarkan proses pendataan pelaku wayang wong melalui optimalisasi BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, dan bantuan sosial lainnya juga menarik pelaku kesenian tersebut untuk menanggapinya.

“Langkah apa saja yang harus tyang siapkan untuk mendapatkan bantuan BPJS?” tanya Ketut Widiastra dari Sekaa Wayang Wong Tejakula.

Sampai di sini, apa yang dilakukan BPK Wilayah XV dan Mulawali Institute adalah usaha mendukung eksistensi Wayang Wong Tejakula, kini, dan di masa yang akan datang dengan berdasar pada riset kondisi realitasnya di lapangan. Sehingga, program-program yang direkomendasikannya pun sesuai dengan kebutuhan pelaku kesenian dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademis.[T]

Reporter/Penulis: Jaswanto
Editor: Adnyana Ole

Menyaksikan Lakon Wayang Wong “Ripati Patih Sputa Daksa lan Pratapa Naksir” di Pura Ratu Gede Sambangan Tejakula
Penari-penari Muda dalam Wayang Wong Tejakula
Wayang Wong yang Kikuk di Panggung “Buleleng Festival”
Tags: BPK Wilayah XV Bali-NTBMulawali InstituteWayang Wong Tejakula
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Temu Misti: “Saya Ingin Menari Sampai Akhir Hayat”

Next Post

“Beach Club”: Wisata Elit bagi yang Berduit

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

“Beach Club”: Wisata Elit bagi yang Berduit

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co