27 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Hari Bahasa Isyarat Internasional: Wadah Inklusif Masyarakat Tuli dan Dengar

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
October 1, 2024
in Khas
Hari Bahasa Isyarat Internasional: Wadah Inklusif Masyarakat Tuli dan Dengar

SORE itu suasana begitu ramai namun senyap, semua masyarakat tuli dan dengar berkomunikasi dengan bahasa isyarat. Meskipun saya tidak bisa bahasa isyarat, tak lantas membuat saya merasa asing, justru saya merasa senang bisa berada di tengah-tengah mereka, membaur bersama, dan sedikit belajar bahasa isyarat—walaupun yang saya ingat hanya terima kasih, sama-sama, dan kamu ganteng.

Kala itu saya berkesempatan menghadiri peringatan Hari Bahasa Isyarat Internasional (HBII). Peringatan HBII tahun ini mengambil tajuk “Tunjukkan Isyaratmu! Dukung Hak Bahasa Isyarat”. Berbagai rangkaian kegiatan disiapkan untuk memeriahkan acara. Selain itu, dalam kegiatan ini juga terdapat stan UMKM Tuli yang terletak di depan pintu masuk.

Hari Bahasa Isyarat Internasional (HBII) merupakan peringatan yang dilaksanakan setiap tahun pada tanggal 23 September, dan telah disahkan oleh PBB. Namun pelaksanaan HBII Bali kali ini dilaksanakan pada 29 September 2024, bertempat di Guwang Barong and Keris Dance, Gianyar.

Untungnya ada penerjemah bahasa isyarat yang senantiasa sigap mengartikan apa yang hendak disampaikan oleh teman-teman tuna rungu dan wicara di atas panggung. Jadi, bagi penonton yang berasal dari kalangan masyarakat umum tetap bisa menikmati acara tersebut.

Penampilan Fragmentari “Sekatubi” oleh Komunitas Larajiva | Foto: tatkala.co/Dede

Peringatan HBII Bali juga turut dihadiri oleh Sang Made Mahendra Jaya (Pj. Gubernur Bali), I Nyoman Parta (anggota DPR RI), I Dewa Tagel Wirasa (Pj. Bupati Gianyar), Putu Diah Pradnya Maharani (anggota DPRD Bali), dan Kepala Desa Guwang beserta Perangkat Desa Guwang.

Setelah semua undangan pejabat tiba, acara pun dimulai tepat pukul 16.30 Wita. Pembukaan acara dilalui secara formal. Mulai dari doa bersama, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, laporan panitia pelaksana, hingga berbagai sambutan dilalui dengan khidmat.

Seusai pembukaan formal yang lumayan panjang, semua peserta dan undangan dipersilakan untuk istirahat makan terlebih dahulu. Sembari makan bersama, panitia memutarkan film pendek yang berjudul “Senandung Senyap”. Semua menikmati makanan yang telah dibagikan sambil menonton film yang diputarkan, memang betul-betul senyap, mereka hanya fokus pada makanan dan film pendek itu.

Beberapa saat berlalu, makan bersama pun usai, namun film pendek masih berlanjut sekian menit. Setelah film pendek selesai diputarkan, acara kembali dilanjutkan dengan pentas tuli yang menampilkan fragmentari dengan judul “Sekatubi” yang disajikan oleh komunitas Larajiva Bali (komunitas seni koreografi tuli).

“Saya Wahyu, saya dari komunitas Larajiva. Hari ini saya akan menunjukkan fragmentari, dimana sayalah yang mengajarkan fragmen ini kepada teman-teman tuli. Terima kasih saya ucapkan kepada semua yang sudah hadir, selamat menyaksikan,” begitulah Putu Wahyu Putra Sudianta, S.Sn, selaku owner Larajiva membuka pertunjukkan dengan bahasa isyarat.

I Nyoman Parta, S.H. (anggota DPR RI) saat memberikan sambutan | Foto: Dok. HBII Bali

Wahyu pun bergegas menuju tempat operator soundsystem untuk menyiapkan musik fragmentari. Lantunan musik mendayu-dayu pun disetel olehnya, kemudian ia memberikan kode kepada teman-teman tuli untuk memasuki panggung dan mulai tampil.

Para penari datang tak hanya dari belakang panggung, tetapi dari berbagai penjuru. Ada yang dari depan panggung, ada yang dari sisi kanan dan kiri, ada pula dari sudut bawah panggung. Mereka begitu ekspresif dan aktraktif. Para penari menunjukkan kepiawaiannya dalam menari dan beradu aksi menunjukkan mimik muka yang dramatis.

Meski tampil tanpa mengucapkan kata-kata, pesan dalam cerita yang ditampilkan, tampaknya mampu dipahami oleh semua penonton, ada yang menonton sampai tertawa, ada yang terheran-heran, bahkan beberapa masyarakat umum ada yang terlihat terharu. Decak kagum dan ragam sorak sorai mengiringi penampilan mereka sampai berakhir.

Setelah menyaksikan fragmentari dari komunitas Larajiva, acara dilanjutkan dengan pengundian doorprize, nomor undian tersebut dibagikan pada saat peserta menukarkan kupon registrasi diawal kegiatan.

Ketua Panitia Peringatan HBII Provinsi Bali, Ni Wayan Siliana Juliantari, menyampaikan dalam laporannya, “pelaksanaan HBII kali ini diikuti oleh 375 orang peserta dan undangan sebanyak 27 orang. Kegiatan ini diinisiasi oleh Pusbisindo (Pusat Bahasa Isyarat Indonesia) Bali bekerja sama dengan Gerkatin (Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia) Provinsi Bali dan BDC (Bali Deaf Community),” jelasnya.

Nyoman Parta, Pj. Gubernur Bali, dan Pj. Bupati Gianyar saat menerima piagam penghargaan | Foto: Dok. HBII Bali

“Saya berharap kepada pemerintah dan semua sektor untuk menyadari eksistensi kami masyarakat tuli, bahwa kami juga berkemampuan untuk bekerja di instansi maupun di perusahaan, dan kami siap diterima untuk bekerja. Dan harap kami bisa diberikan akses yang sama dan setara dalam pelayanan publik,” ujarnya menggunakan bahasa isyarat.

Menurut Mahendra Jaya (Pj. Gubernur Bali), kegiatan ini adalah bukti eksistensi keberadaan penyandang tuna rungu dan wicara di Provinsi Bali. Dia menegaskan bahwa Pemprov Bali akan berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang ramah bagi seluruh penyandang disabilitas.

Ia juga menyampaikan rasa bahagia karena bisa hadir di tengah para penyandang tuna rungu dan wicara untuk pertama kalinya. Mahendra Jaya mengaku baru mengetahui ada peringatan HBII di Bali.

“Terima kasih karena telah rutin memprakarsai peringatan Hari Bahasa Isyarat Internasional di Provinsi Bali,” ucap Mahendra Jaya dengan senyum sumringah.

I Nyoman Parta (anggota DPR RI) dalam sambutannya mengungkapkan “di awal tadi kita diberikan pelajaran oleh anak-anak kita ini, mereka memberikan arahan kemana harus berkumpul dan kemana harus keluar apabila tiba-tiba terjadi masalah. Kita yang awas atau normal, sering mengabaikan hal-hal semacam itu,” ungkapnya.  

Foto bersama saat peringatan hari bahasa isyarat internasional di Bali | Foto: Dok. HBII bali

Dalam sambutan singkatnya itu, Nyoman Parta juga mengatakan bahwa kehadirannya pada pelaksanaan HBII tahun ini adalah pemenuhan janjinya pada tahun sebelumnya.

“Ini adalah pemenuhan janji saya tahun lalu. Saat itu, saya hadir dan tak ada pejabat yang datang. Jadi, waktu itu saya diminta untuk menghadirkan pejabat pada peringatan tahun berikutnya,” kata Nyoman Parta setelah mengucapkan terima kasih atas kehadiran Pj. Gubernur Bali dan undangan pejabat lainnya.

Kemeriahan peringatan HBII hari itu diakhiri dengan penampilan penyanyi. Sang penyanyi didampingi oleh salah satu penerjemah bahasa isyarat, agar semua peserta bisa mengerti. Semua peserta bernyanyi bersama-sama. Masyarakat tuli dan dengar bernyanyi menggunakan bahasa isyarat. Dan masyarakat umum juga ikut bernyanyi dengan suara tipis-tipis. Sungguh pemandangan yang begitu unik, dan mengharukan.

Komunitas mereka berhasil menciptakan ruang untuk menunjukkan eksistensi dan potensi yang dimiliki. Mereka juga membuktikan bahwa semua kalangan bisa membaur dan beriringan bersama. Meskipun tak berucap, tetapi mereka yakin bahwa bahasa isyarat juga punya hak yang sama di dunia.[T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Jaswanto

Senandung Senyap (2022): Kisah Perjuangan Mufi dan Bagaimana Seharusnya Kita Memperlakukan Teman Tuli
Beberapa Menit Bersama Ketut Ariyani: Membicarakan Hak Pemilih Disabilitas di Bali
Mahasiswi Undiksha Ajak Disabilitas Lantunkan Gamelan Mulut dan Menari Pendet
Ika Agustina, Keterbatasan Bukan Alasan untuk Tidak Berkarya
“Alia Tahu Semua Dosa Laki-Laki” Karya Yuni Lestari akan Dibedah di Jatijagat Kehidupan Puisi
Tags: disabilitasHBII
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Ambara Wisata, Anglayang Anglanglang Liang”: 530 Layang-Layang Terbang di Langit Carik Gegadon, Mengwi, Badung

Next Post

Arsitek Perempuan, ke Mana Perginya?

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
0
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

Read moreDetails

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
0
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

Read moreDetails

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails
Next Post
Arsitek Perempuan, ke Mana Perginya?

Arsitek Perempuan, ke Mana Perginya?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital
Liputan Khusus

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital

TELEPON belum lama ditutup ketika Luh Sukerti kembali sibuk di depan tungku. Puluhan tusuk sate dibolak-balik di atas bara, dilumuri...

by Jaswanto
October 26, 2026
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan
Esai

Ketakutan terhadap Seniman Eksperimental dan Tekanan Perubahan Zaman

KETAKUTAN terhadap perubahan dalam dunia seni tidak hanya muncul dari kekhawatiran meninggalkan tradisi, tetapi juga dari kehadiran bentuk-bentuk seni eksperimental...

by Ahmad Prasetya Hady
October 26, 2026
Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”
Bahasa

Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”

ADA seorang guru sekaligus penulis senior asal Bali yang bernama Nyoman Tingkat. Suatu ketika, dengan permainan kata yang cerdas dan menggelitik, melalui unggahan...

by I Made Sudiana
October 26, 2026
Belajar dari Senat, Menyapa Semeru
Tualang

Belajar dari Senat, Menyapa Semeru

ADA perjalanan yang kita tempuh karena tugas. Ada perjalanan yang kita jalani karena kewajiban. Namun, sering kali justru di balik...

by Ahmad Sihabudin
October 26, 2026
Mungkinkah Korut Serang AS?
Esai

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026
Olahraga

Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026

SUASANA siang di kawasan dekat Pantai Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, mendadak bergemuruh pada Minggu 25 Oktober 2026....

by Nyoman Budarsana
October 26, 2026
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan
Esai

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026
Khas

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co