23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Candu Media Sosial dan Kesehatan Mental

Petrus Imam Prawoto Jati by Petrus Imam Prawoto Jati
July 29, 2024
in Esai
Candu Media Sosial dan Kesehatan Mental

Ilustrasi tatkala.co | Diolah dari Canva

MENARIK untuk digagas, saat WHO merilis laporan mengenai konten daring tentang kesehatan mental pada 6 Februari 2024 silam. Berbeda dari era sebelumnya, kini media social (medsos) telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat di Indonesia.

Mata dan tangan tak pernah lepas dari handphone. Dari bangun tidur hingga menjelang tidur, aktivitas kita selalu tidak lepas dari handphone dan media sosial.  Kita sadari, banyak orang bahkan kita sendiri, sampai pada masa di mana merasa perlu untuk sering-sering memperbarui status di media sosial, memposting selfie di lokasi yang kita anggap keren, bahkan tidak jarang mencari lokasi membahayakan keselamatan, dan secara tak sadar lalu terjebak dalam perilaku FOMO (Fear of Missing Out) atau dalam bahasa umum berarti takut ketinggalan momen penting (Weinstein E , 2020).

Aktivitas seperti flexing atau memamerkan kekayaan dan gosip yang dikenal sebagai spill the tea juga menjadi ritual harian yang hampir dianggap wajib (Anderson & Jiang, 2018). Hal ini menunjukkan bagaimana media sosial tidak hanya digunakan sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai platform untuk mengekspresikan diri dan mencari validasi sosial (Situmorang W., 2023).

Nah, di sini kita tahu, disadari atau tidak, bahwa media sosial juga merupakan suatu panggung pertempuran sosial yang baru. Jika tidak melakukan akivitas-aktiitas di media sosial, rasanya ada yang kurang, mulai timbul adanya semacam kecanduan, kena candu media sosial.

 Kecanduan media sosial dapat diuraikan melalui beberapa faktor psikologis dan sosial. Setiap like,komentar, atau share dapat memicu rasa penghargaan dan kepuasan diri, mirip dengan mekanisme yang ditemukan dalam kecanduan lainnya seperti perjudian atau konsumsi narkoba (Kuss & Griffiths, 2017).

Media Sosial dan Kesehatan Mental

Jika kita lihat dari sisi positifnya, sesungguhnya media sosial bisa menjadi alat yang kuat untuk berkomunikasi, mencari informasi, dan membangun jaringan (Ellison, Vitak, Gray, & Lampe, 2014). Platform ini memungkinkan orang bisa tetap terhubung dengan keluarga dan teman meski jarak jauh, serta menemukan komunitas-komunitas yang memiliki minat yang sama atau serupa (Hampton & Wellman, 2018).

Tidak sekadar dalam hubungan sosial dan antar pribadi, media sosial juga bisa digunakan sebagai platform untuk membangun bisnis, meningkatkan karier, atau mempromosikan tujuan sosial dan kemanusiaan (Kaplan & Haenlein, 2010).

Seperti teknologi lainnya, media sosial tentu bagaikan pedang bermata dua, selain dampak positif, dampak negatifnya terhadap kesehatan mental tidak bisa kita diabaikan. Studi menunjukkan bahwa penggunaan media sosial yang berlebihan dapat menyebabkan perasaan cemas, depresi, dan rendahnya harga diri (Twenge J.M., 2019).

Perbandingan sosial yang terus-menerus dengan orang lain, yang sering kali kita juga tahu dan sama-sama paham, hanya menampilkan versi ideal dan terbaik dari kehidupan mereka, dapat membuat seseorang merasa tidak cukup atau tidak puas dengan hidupnya sendiri (Chou & Edge, 2012). Selain itu, perilaku FOMO dapat memicu kecemasan yang lebih besar dan mengurangi kualitas tidur, yang pada gilirannya berdampak negatif pada kesehatan mental (Przybylski, Murayama, DeHaan, & Gladwell, 2013).

Ada beberapa kasus yang menggambarkan bagaimana media sosial dapat mempengaruhi kesehatan mental. Pada kalangan remaja misalnya, kasus bunuh diri remaja yang terkait dengan bullying di media sosial telah meningkat, menunjukkan betapa berbahayanya interaksi negatif di platform ini (Hinduja & Patchin, 2010).

Selain itu, laporan menunjukkan bahwa banyak orang muda merasa tertekan oleh harapan yang tidak realistis yang ditampilkan di media sosial, yang dapat menyebabkan gangguan makan, depresi, dan bahkan pikiran untuk bunuh diri (Royal Society for Public Health, 2017).

Jangankan remaja, media sosial juga menjadi tantangan bagi kesehatan mental orang dewasa. Studi menunjukkan bahwa penggunaan media sosial yang berlebihan pada orang dewasa dapat menyebabkan peningkatan stres, kecemasan, dan perasaan rendah diri (Twenge J.M., 2019). Orang dewasa sering kali terjebak dalam siklus perbandingan sosial, di mana mereka merasa perlu untuk menunjukkan versi ideal dari hidup mereka.

Ini dapat menyebabkan ketidakpuasan dan perasaan tidak cukup, terutama ketika mereka melihat pencapaian orang lain yang tampak lebih sukses atau bahagia (Chou & Edge, 2012). Selain itu, fenomena Fear of Missing Out (FOMO) tidak hanya memengaruhi remaja tetapi juga orang dewasa, yang bisa menyebabkan kecemasan tambahan dan mengurangi kualitas tidur, berujung pada penurunan kesehatan mental secara keseluruhan (Przybylski, Murayama, DeHaan, & Gladwell, 2013).

Kasus-kasus nyata, seperti meningkatnya laporan stress dan burnout alias kelelahan secara emosional, fisik dan mental. Kondisi ini disebabkan oleh stres yang berlebihan dan berkepanjangan di kalangan profesional yang terkait dengan tekanan untuk selalu ‘terhubung’ dan ‘update’ di media sosial, menunjukkan dampak nyata dari platform ini pada kesehatan mental orang dewasa (Hinduja & Patchin, 2010; Royal Society for Public Health, 2017).

Mencari Solusi

Tentu perlu dipikirkan bagaimana mengatasi hal ini. Untuk itu, beberapa solusi dapat dipertimbangkan. Solusi normatif termasuk meningkatkan literasi digital, di mana pengguna disarankan untuk menggunakan media sosial secara sehat dan bijak (Livingstone, 2008). Ini bisa berupa pendidikan tentang risiko perbandingan sosial, alias membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain, dan pentingnya waktu istirahat dari layar atau konsumsi medsos.

Bagi kalangan remaja dan pelajar, di sini tentu diperlukan adanya kolaborasi yang kuat antara orang tua dan pendidik, agar bisa berperan dalam membimbing anak-anak dan remaja dalam penggunaan media sosial mereka (O’Keeffe & Clarke-Pearson, 2011). Dengan kolaborasi ini, orangtua dan dan para pendidik tidak hanya membimbing anak dan remaja, namun juga bahkan secara tak langsung para orang tua dan para pendidik ini sekaligus diingatkan dan mendidik diri mereka sendiri. Seperti kata peribahasa, sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui.

Solusi yang lebih ekstrem, bisa mencakup regulasi yang lebih ketat terhadap platform media sosial untuk melindungi pengguna dari konten yang merugikan atau manipulatif (Zuboff, 2019). Hal Ini bisa melibatkan pembatasan algoritma yang mempromosikan konten adiktif atau sensasional, serta kebijakan yang lebih ketat terhadap konten bullying dan pelecehan online. Tetapi tentu saja hal ini membutuhkan keberanian dari pihak berwenang dalam hal ini pemerintah melalui regulasi.

 Jika memang dirasa kecanduan media sosial ini telah jadi racun, perlu juga adanya kampanye kesadaran yang mendorong masyarakat untuk melakukan “detoks digital” atau mengurangi penggunaan media sosial di kalangan masyarakat. Meski agak susah dan berbau utopia, karena yang namanya kecanduan biasanya treatamentnya harus dari luar, dan dipaksa, langkah ini bisa menjadi langkah yang efektif untuk meningkatkan kesehatan mental masayarakat (Orben & Przybylski, 2019).

Media sosial bukanlah musuh kita, justru medsos dapat menjadi alat yang bermanfaat jika digunakan dengan bijaksana. Namun, potensi adanya bahaya terhadap kesehatan mental, harus diakui dan juga diatasi. Dengan pendekatan yang seimbang dan kebijakan yang tepat, kita bisa memastikan bahwa media sosial menjadi bagian yang sehat dan positif dari kehidupan kita. Selamat berjuang! [T]

BACA artikel lain dari penulis PETRUS IMAM PRAWOTO JATI

Media Sosial dan Judi Online: Kombinasi Mematikan bagi Ketahanan Negara
Media Sosial untuk Revolusi Kesadaran Lingkungan
Kontroversial X: Tantangan Nilai bagi Masyarakat Indonesia
Tags: kesehatan jiwakesehatan mentalmedia sosial
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Hotel Tua di Bedugul Berhenti Beroperasi, Kini Jadi Tempat Piknik Warga

Next Post

Debat Panas Bedah Buku Saka Rosanta dan Angga Wijaya di JKP Denpasar

Petrus Imam Prawoto Jati

Petrus Imam Prawoto Jati

Dosen Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah

Related Posts

Wajah Indonesia Bopeng

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

Read moreDetails

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails

Lampu Merah dan Mental Menerabas

by Angga Wijaya
August 20, 2026
0
Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

Read moreDetails

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

Read moreDetails

Merawat Warisan Budaya Kolonial…

by Pande Susan
August 19, 2026
0
Merawat Warisan Budaya Kolonial…

“Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

Read moreDetails
Next Post
Debat Panas Bedah Buku Saka Rosanta dan Angga Wijaya di JKP Denpasar

Debat Panas Bedah Buku Saka Rosanta dan Angga Wijaya di JKP Denpasar

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers
Pendidikan

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers

SEBANYAK 102 anggota dan calon anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali mengikuti Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) di Gedung PWI...

by Dede Putra Wiguna
August 23, 2026
Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   
Opini

Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

IRONI yang sulit diterima ketika seseorang yang berdiri di puncak lembaga pendidikan justru berhadapan dengan hukum karena dugaan praktik yang...

by I Ketut Suar Adnyana
August 23, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Wajah Indonesia Bopeng

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas
Kritik Sastra

Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas

ADA satu kesalahpahaman yang terlalu lama mengiringi cara kita memandang Tuli: seolah-olah Tuli hanya dapat dibicarakan dari apa yang tidak...

by Bagja Wiranandhika Prawira
August 23, 2026
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud
Panggung

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co