25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Candu Media Sosial dan Kesehatan Mental

Petrus Imam Prawoto Jati by Petrus Imam Prawoto Jati
July 29, 2024
in Esai
Candu Media Sosial dan Kesehatan Mental

Ilustrasi tatkala.co | Diolah dari Canva

MENARIK untuk digagas, saat WHO merilis laporan mengenai konten daring tentang kesehatan mental pada 6 Februari 2024 silam. Berbeda dari era sebelumnya, kini media social (medsos) telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat di Indonesia.

Mata dan tangan tak pernah lepas dari handphone. Dari bangun tidur hingga menjelang tidur, aktivitas kita selalu tidak lepas dari handphone dan media sosial.  Kita sadari, banyak orang bahkan kita sendiri, sampai pada masa di mana merasa perlu untuk sering-sering memperbarui status di media sosial, memposting selfie di lokasi yang kita anggap keren, bahkan tidak jarang mencari lokasi membahayakan keselamatan, dan secara tak sadar lalu terjebak dalam perilaku FOMO (Fear of Missing Out) atau dalam bahasa umum berarti takut ketinggalan momen penting (Weinstein E , 2020).

Aktivitas seperti flexing atau memamerkan kekayaan dan gosip yang dikenal sebagai spill the tea juga menjadi ritual harian yang hampir dianggap wajib (Anderson & Jiang, 2018). Hal ini menunjukkan bagaimana media sosial tidak hanya digunakan sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai platform untuk mengekspresikan diri dan mencari validasi sosial (Situmorang W., 2023).

Nah, di sini kita tahu, disadari atau tidak, bahwa media sosial juga merupakan suatu panggung pertempuran sosial yang baru. Jika tidak melakukan akivitas-aktiitas di media sosial, rasanya ada yang kurang, mulai timbul adanya semacam kecanduan, kena candu media sosial.

 Kecanduan media sosial dapat diuraikan melalui beberapa faktor psikologis dan sosial. Setiap like,komentar, atau share dapat memicu rasa penghargaan dan kepuasan diri, mirip dengan mekanisme yang ditemukan dalam kecanduan lainnya seperti perjudian atau konsumsi narkoba (Kuss & Griffiths, 2017).

Media Sosial dan Kesehatan Mental

Jika kita lihat dari sisi positifnya, sesungguhnya media sosial bisa menjadi alat yang kuat untuk berkomunikasi, mencari informasi, dan membangun jaringan (Ellison, Vitak, Gray, & Lampe, 2014). Platform ini memungkinkan orang bisa tetap terhubung dengan keluarga dan teman meski jarak jauh, serta menemukan komunitas-komunitas yang memiliki minat yang sama atau serupa (Hampton & Wellman, 2018).

Tidak sekadar dalam hubungan sosial dan antar pribadi, media sosial juga bisa digunakan sebagai platform untuk membangun bisnis, meningkatkan karier, atau mempromosikan tujuan sosial dan kemanusiaan (Kaplan & Haenlein, 2010).

Seperti teknologi lainnya, media sosial tentu bagaikan pedang bermata dua, selain dampak positif, dampak negatifnya terhadap kesehatan mental tidak bisa kita diabaikan. Studi menunjukkan bahwa penggunaan media sosial yang berlebihan dapat menyebabkan perasaan cemas, depresi, dan rendahnya harga diri (Twenge J.M., 2019).

Perbandingan sosial yang terus-menerus dengan orang lain, yang sering kali kita juga tahu dan sama-sama paham, hanya menampilkan versi ideal dan terbaik dari kehidupan mereka, dapat membuat seseorang merasa tidak cukup atau tidak puas dengan hidupnya sendiri (Chou & Edge, 2012). Selain itu, perilaku FOMO dapat memicu kecemasan yang lebih besar dan mengurangi kualitas tidur, yang pada gilirannya berdampak negatif pada kesehatan mental (Przybylski, Murayama, DeHaan, & Gladwell, 2013).

Ada beberapa kasus yang menggambarkan bagaimana media sosial dapat mempengaruhi kesehatan mental. Pada kalangan remaja misalnya, kasus bunuh diri remaja yang terkait dengan bullying di media sosial telah meningkat, menunjukkan betapa berbahayanya interaksi negatif di platform ini (Hinduja & Patchin, 2010).

Selain itu, laporan menunjukkan bahwa banyak orang muda merasa tertekan oleh harapan yang tidak realistis yang ditampilkan di media sosial, yang dapat menyebabkan gangguan makan, depresi, dan bahkan pikiran untuk bunuh diri (Royal Society for Public Health, 2017).

Jangankan remaja, media sosial juga menjadi tantangan bagi kesehatan mental orang dewasa. Studi menunjukkan bahwa penggunaan media sosial yang berlebihan pada orang dewasa dapat menyebabkan peningkatan stres, kecemasan, dan perasaan rendah diri (Twenge J.M., 2019). Orang dewasa sering kali terjebak dalam siklus perbandingan sosial, di mana mereka merasa perlu untuk menunjukkan versi ideal dari hidup mereka.

Ini dapat menyebabkan ketidakpuasan dan perasaan tidak cukup, terutama ketika mereka melihat pencapaian orang lain yang tampak lebih sukses atau bahagia (Chou & Edge, 2012). Selain itu, fenomena Fear of Missing Out (FOMO) tidak hanya memengaruhi remaja tetapi juga orang dewasa, yang bisa menyebabkan kecemasan tambahan dan mengurangi kualitas tidur, berujung pada penurunan kesehatan mental secara keseluruhan (Przybylski, Murayama, DeHaan, & Gladwell, 2013).

Kasus-kasus nyata, seperti meningkatnya laporan stress dan burnout alias kelelahan secara emosional, fisik dan mental. Kondisi ini disebabkan oleh stres yang berlebihan dan berkepanjangan di kalangan profesional yang terkait dengan tekanan untuk selalu ‘terhubung’ dan ‘update’ di media sosial, menunjukkan dampak nyata dari platform ini pada kesehatan mental orang dewasa (Hinduja & Patchin, 2010; Royal Society for Public Health, 2017).

Mencari Solusi

Tentu perlu dipikirkan bagaimana mengatasi hal ini. Untuk itu, beberapa solusi dapat dipertimbangkan. Solusi normatif termasuk meningkatkan literasi digital, di mana pengguna disarankan untuk menggunakan media sosial secara sehat dan bijak (Livingstone, 2008). Ini bisa berupa pendidikan tentang risiko perbandingan sosial, alias membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain, dan pentingnya waktu istirahat dari layar atau konsumsi medsos.

Bagi kalangan remaja dan pelajar, di sini tentu diperlukan adanya kolaborasi yang kuat antara orang tua dan pendidik, agar bisa berperan dalam membimbing anak-anak dan remaja dalam penggunaan media sosial mereka (O’Keeffe & Clarke-Pearson, 2011). Dengan kolaborasi ini, orangtua dan dan para pendidik tidak hanya membimbing anak dan remaja, namun juga bahkan secara tak langsung para orang tua dan para pendidik ini sekaligus diingatkan dan mendidik diri mereka sendiri. Seperti kata peribahasa, sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui.

Solusi yang lebih ekstrem, bisa mencakup regulasi yang lebih ketat terhadap platform media sosial untuk melindungi pengguna dari konten yang merugikan atau manipulatif (Zuboff, 2019). Hal Ini bisa melibatkan pembatasan algoritma yang mempromosikan konten adiktif atau sensasional, serta kebijakan yang lebih ketat terhadap konten bullying dan pelecehan online. Tetapi tentu saja hal ini membutuhkan keberanian dari pihak berwenang dalam hal ini pemerintah melalui regulasi.

 Jika memang dirasa kecanduan media sosial ini telah jadi racun, perlu juga adanya kampanye kesadaran yang mendorong masyarakat untuk melakukan “detoks digital” atau mengurangi penggunaan media sosial di kalangan masyarakat. Meski agak susah dan berbau utopia, karena yang namanya kecanduan biasanya treatamentnya harus dari luar, dan dipaksa, langkah ini bisa menjadi langkah yang efektif untuk meningkatkan kesehatan mental masayarakat (Orben & Przybylski, 2019).

Media sosial bukanlah musuh kita, justru medsos dapat menjadi alat yang bermanfaat jika digunakan dengan bijaksana. Namun, potensi adanya bahaya terhadap kesehatan mental, harus diakui dan juga diatasi. Dengan pendekatan yang seimbang dan kebijakan yang tepat, kita bisa memastikan bahwa media sosial menjadi bagian yang sehat dan positif dari kehidupan kita. Selamat berjuang! [T]

BACA artikel lain dari penulis PETRUS IMAM PRAWOTO JATI

Media Sosial dan Judi Online: Kombinasi Mematikan bagi Ketahanan Negara
Media Sosial untuk Revolusi Kesadaran Lingkungan
Kontroversial X: Tantangan Nilai bagi Masyarakat Indonesia
Tags: kesehatan jiwakesehatan mentalmedia sosial
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Hotel Tua di Bedugul Berhenti Beroperasi, Kini Jadi Tempat Piknik Warga

Next Post

Debat Panas Bedah Buku Saka Rosanta dan Angga Wijaya di JKP Denpasar

Petrus Imam Prawoto Jati

Petrus Imam Prawoto Jati

Dosen Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Debat Panas Bedah Buku Saka Rosanta dan Angga Wijaya di JKP Denpasar

Debat Panas Bedah Buku Saka Rosanta dan Angga Wijaya di JKP Denpasar

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co