25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

”Eat, Play, Love” – Sebuah Legacy Toya Devasya di Tepian Batur  

Kadek Sonia Piscayanti by Kadek Sonia Piscayanti
July 21, 2024
in Khas
”Eat, Play, Love” – Sebuah Legacy Toya Devasya di Tepian Batur  

Diskusi bersama Ni Luh Djelantik, Dewi Lestari dan Andre Syahreza di Toya Devasya, Batur, Bangli

BUKU berjudul ”Eat, Play, Love”  ditulis oleh Andre Syahreza. Buku ini diluncurkan sekaligus diulas bersamaan dengan diskusi tentang narasi wisata dan storynomics di Toya Devasya Geopark Resort & Villas, tepi Danau Batur, Kintamani, Bangli, Jumat, 19 Juli 2024—sebagai bentuk perayaan 22 tahun Toya Devasya.

Buku “Eat, Play, Love”

Diskusi itu menghadirkan pembicara Dewi Lestari, seorang penulis novel dan penyanyi dan Ni Luh Djelantik, dikenal sebagai tokoh perempuan kelahiran Batur yang terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) periode 2024-2029. Satu pembicara lagi adalah penulis buku ”Eat, Play, Love”,  Andre Syahreza.

Buku yang Berkisah

Buku ”Eat, Play, Love” berkisah tentang alam, sejarah, dan manusia Batur yang diberkahi oleh Tuhan dengan keunikan geografis dan alamnya yang menakjubkan. Buku ini bukan soal Batur semata, namun juga soal manusia Bangli yang mendiaminya dan terlebih soal spiritualisme yang mengagumkan.

Diskusi tentang wisata narasi dan strorynomics tourism di Toya Devasya | Foto: Ole

Gunung Batur adalah sebuah anugerah alam yang memberikan kehidupan bagi Bali. Budaya yang lahir dari Batur, lahir dari pemujaan dan pemuliaan terhadap alam semesta.

Spiritualisme yang mendalam adalah bentuk penghormatan kepada spirit yang menjaga semesta, sehingga melahirkan kebudayaan yang sangat bernilai. Pura-pura yang ada di sekitar Gunung Batur adalah wujud bagaimana pemujaan itu dihayati dan diresapi sebagai nilai kesatuan dalam hidup manusia Bangli dan Bali.

Narasi yang membentuknya tak kalah menawan. Pura Dalem Balingkang salah satu contoh Pura dengan narasi soal Raja Jaya Pangus dan Putri Kang Ching Wie yang memikat hati. Dari kisah cinta itu lahir kebudayaan yang berakar pada pluralisme  budaya China dan Bali.

Di tengah-tengah kemegahan alam dan spiritualisme itulah lahir sebuah legacy, bernama Toya Devasya, yang dikenal sebagai tempat wisata alam di tepian Batur.  

Toya bermakna air dan Devasya bermakna Tuhan. Secara harfiah dapat dimaknai Toya Devasya adalah air dari Tuhan. Bukan sebuah kebetulan bahwa Toya Devasya diberi nama demikian. Air adalah simbol kehidupan. Dimana ada air disana ada kehidupan manusia dan kebudayaan. Di filosofi ini, air mengaliri hidup manusia dan menemani manusia hingga akhir hayatnya.

Dewi Lestari dalam diskusi di Toya Devasya | Foto: Ole

Toya Devasya menggunakan air sebagai sarana utama dalam membangun wisata alam. Air yang bersumber dari api panas bumi itu menjadi daya tarik Toya Devasya.

Di bawah kepemimpinan dan kepemilikan I Ketut Mardjana dari tahun 2002, Toya Devasya menjadi destinasi alam yang paling menjanjikan pengalaman yang indah di Bangli, dari pemandangan danau, air hangat yang bersumber dari panas bumi, dan udara yang sejuk, membuat kita rileks dan damai secara bersamaan.

Toya Devasya bukan semata menjadi tempat wisata, namun sebagai pusat belajar bagi wisata berkelanjutan yang menghargai alam dan memuja alam sebagai pedoman utama. Oleh sebab itu, Toya Devasya menjadi tempat refleksi, berhenti sejenak dari hiruk pikuk dunia, menikmati alam dengan damai, dalam sunyi.  Filosofi gajah yang dimiliki Toya Devasya juga memiliki makna yang mendalam.

Dalam konteks kepercayaan Hindu, Ganesha adalah Dewa lambang pengetahuan. Filosofi gajah menjadi penting karena semua yang melekat pada dewa Ganesha adalah simbol hidup yang bermakna. Tubuh yang besar bermakna sebagai pembuka jalan bagi kehidupan baru.

Belalai yang panjang adalah simbol kesabaran dan ketahanan menghadapi tantangan. Telinga yang lebar adalah simbol untuk  cara mendengar yang lebih baik.

Dewi Lestari Ni Luh Djelantik dan Andre Syahreza | Foto: Ole

Esensi Toya Devasya dalam mengemban misi sebagai simbol pelayan bagi masyarakat tercermin dalam setiap lini pengembangan Toya Devasya sebagai sebuah tujuan wisata. Komitmen tertinggi Toya Devasya adalah mengembangkan pariwisata berkelanjutan dengan prioritas menjaga alam dan energi spiritual Batur, yang sejak awal telah menjadi visi utamanya.

Narasi Wisata

Diskusi tentang narasi wisata dan storynomic tourism dihadiri oleh jurnalis, penulis, dan publik umum. Dalam diskusi itu tercermin bahwa Toya Devasya punya komitmen menjadi tujuan wisata yang berbeda, yang mengangkat narasi alam, kisah sejarah, dan budaya unik yang tiada duanya di Batur.

Dewi Lestari mengungkap dalam konteks wisata narasi ada tiga level penting yang perlu diingat dalam menulis.

Pertama, deskriptif, dimana penulis hanya mendeskripsikan sesuatu berdasarkan data. Dalam konteks ini menulis hanya menyampaikan informasi. Level kedua, menggabungkan deskriptif dan sedikit naratif. Level ketiga, melibatkan pengalaman dan rasa. Di level inilah, menulis menjadi menggugah dan menjadi inspirasi.

Buku Eat, Play, Love sebagai dedikasi dari Toya Devasya ini telah menunjukkan bahwa level ketiga yang dimaksud Dewi Lestari ini menjadi nyata. Di dalamnya ada pengalaman dan rasa, terutama dari foundernya.

Dari kiri ke kanan: Dewi Lestari, Sonia (saya, penulis), Ni Luh Djelantik, dan CEO Toya Devasya Ayu Saraswati | Foto: Ole

Pada akhirnya, sebuah pencapaian tertinggi dari manusia adalah legacy yang ditinggalkannya. Pada titik ini Toya Devasya adalah salah sebuah legacy yang ditinggalkan foundernya, I Ketut Mardjana yang membuat hati siapapun tersentuh untuk melestarikan alam, menjaga dan memeliharanya.

Sore itu kami diterpa udara sejuk dari tiupan angin danau. Terasa senja mulai turun. Hanya damai dan sunyi di hati yang membuat tunduk. Betapa alam telah memberikan cinta kepada manusia dan hanya dengan cintalah kita mampu memeliharanya. [T]

BACA artikel lain tentang BATUR atau artikel lain dari penulis KADEK SONIA PISCAYANTI

Sinarata, Fragmentari Babad Batur, dan Cerita di Baliknya
Gunung Batur yang Kesekian Kalinya
Yang Tersisa dari Karya Agung Danu Kerthi di Danau Batur (7): Indikator Menilai Alam, Uyung dan Yuyu Telah Hilang?
Tags: BangliBaturDanau BaturKintamaniToya Devasyawisata alam
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

The Strength of Women – Inspiring Encounters in Indonesia

Next Post

Ayu Laksmi dan Nyanyian-nyanyian Pemuja Semesta

Kadek Sonia Piscayanti

Kadek Sonia Piscayanti

Penulis adalah dosen di Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja

Related Posts

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails
Next Post
Ayu Laksmi dan Nyanyian-nyanyian Pemuja Semesta

Ayu Laksmi dan Nyanyian-nyanyian Pemuja Semesta

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co