26 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bolehkah Menggunakan Bunga Palsu Untuk Membuat Banten? – Pertanyaan Mahasiswa Masa Kini

Ketut Citra Kurniawan by Ketut Citra Kurniawan
July 17, 2024
in Esai
Bolehkah Menggunakan Bunga Palsu Untuk Membuat Banten? – Pertanyaan Mahasiswa Masa Kini

Foto ilustrasi: Citra Kurniawan

BEBERAPA hari yang lalu, teman seperjuangan saya sebut saja Desak yang sedang berkuliah di salah satu perguruan tinggi di Makassar mengirimi saya pesan via WhatsApp. Bak orang yang mencari kejelasan atas pertanyaan yang menyibukkan kepalanya, ia bertanya kepada saya.

“Aku ingin bertanya terkait penggunaan bunga saat membuat banten (yadnya), apakah dalam agama Hindu diperbolehkan menggunakan bunga palsu, bunga buatan dan sejenisnya, karena saya melihat sebuah konten yang sedang viral di sebuah aplikasi video pendek (shorts) yang memperlihatkan seseorang yang membuat banten tidak menggunakan bunga asli yang didapat dari alam, melainkan menggunakan bunga replika (palsu)?” tanyanya.

Diri ini terdiam sejenak membiarkan citta menganalisis saripati dari pertanyaannya, dalam hati saya berpikir bahwa ini adalah sebuah pertanyaan yang kritis sebagai seorang mahasiswa melihat fenomena yang terjadi di lapangan. Saya berasumsi bahwa Desak sedang mengimplementasikan filsafat dalam dirinya melalui sebuah pertanyaan mendalam terhadap suatu hal yang ditanyakan kepada saya.

Sebagai seorang mahasiswa yang sedang menempuh jurusan Pendidikan Agama Hindu di sebuah Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri di Bali, tentu saja batin saya menuntut agar bergegas mencari jawaban atas pertanyaan Desak. Berdasarkan rujukan beberapa literatur, dalam agama Hindu bunga bukan sekadar sebagai hiasan (estetisitas) melainkan merupakan salah satu sarana penting dalam pelaksanaan yadnya yang digunakan untuk persembahan kepada Tuhan sehingga dalam pelaksanaannya tidak menggunakan bunga yang sembarangan.

Dalam lontar Yadnya Prakerti dijelaskan bahwa bunga sesungguhnya sebagai lambang dari ketulusikhlasan pikiran yang suci. Persembahan yadnya sangat perlu memerhatikan beberapa aspek dalam memilih bunga yaitu, kesucian, kelengkapan dan keharuman. Demikian juga, hendaknya tidak menggunakan bunga yang belum mekar, layu ataupun yang dihinggapi semut atau ulat serta bunga yang tumbuh di kuburan (mempengaruhi kesucian), sehingga bunga yang patut digunakan sebagai sarana yadnya adalah bunga yang bersih, mekar dan harum (I Nyoman Sudanta, Bali Express)

Penggunaan sarana bunga juga terdapat dalam sebuah kutipan kitab suci Bhagavad-gita adhyaya IX sloka 26. Disebutkan: Pattram puspam phalam toyam, Yo me bhaktya prayacchati, Tad aham bhaktyupahrtam, Asnami prayatatmanah. Terjemahan: Siapapun yang dengan kesucian hati mempersembahkan pada Ku sehelai daun, sekuntum bunga, buah-buahan atau seteguk air, persembahan yang didasari oleh cinta dan sujud bhakti dari lubuk hati yang suci aku terima.

Dari kutipan sloka di atas, diperoleh hipotesis bahwa dalam agama Hindu daun, bunga, buah-buahan, dan air yang merupakan hasil alam digunakan untuk persembahan sebagai wujud bhakti kepada Tuhan. Di Bali khususnya, kombinasi sarana tersebut menghasilkan bentuk sarana seperti canang, kwangen, tirta dan bija. Setiap sarana tersebut memiliki makna dan nilai spiritual yang tinggi sebagai implementasi Sradha (keyakinan) umat Hindu.

Meskipun agama Hindu memiliki konsep fleksibilitas, akan tetapi penggunaan sarana tersebut dalam pembuatan banten bukanlah kesenian bersifat dekoratif yang dapat dibuat atau digunakan sesuka hati, melainkan harus sesuai dengan anggah-ungguh yang pasti sesuai tuntunan sastra karena mengandung simbol etika dan makna yang sakral (Dr. Ni Nengah Rustini, M.Ag., Kemenag Kabupaten Gianyar)

The last but not least, sebagai generasi penerus Hindu yang memiliki nalar untuk berwiweka (memilah-milah) atau filterisasi mana yang patut dilakukan dan tidak patut dilakukan. Memberdayakan kemampuan dengan tidak hanyut dan terbuai atas kemudahan dan kemajuan teknologi yang menyebabkan degradasi moral yaitu keadaan dimana manusia melakukan segala hal tanpa mengindahkan petunjuk sastra yang ada (semaunya). 

Jadi, kesimpulannya dalam pelaksanaan yadnya yang melibatkan sarana-sarana yang telah disebutkan salah satunya yaitu bunga, hendaknya kita menggunakan bunga yang berasal dari alam dengan kriteria-kriteria yang telah dipaparkan di atas. Karena bunga merupakan wujud kesucian hati kepada Tuhan dan sebagai wujud syukur dan terima kasih atas hasil alam yang dilimpahkan oleh Tuhan kepada umat manusia.

Daftar Pustaka:

  • baliexpress.jawapos.com/balinese/amp/672927688/ini-arti-dan-fungsi-bunga-untuk-sarana-persembahyangan-umat-hindu-di-bali
  • bali.kemenag.go.id/gianyar/berita/5006/kesucian-umat-hindu-melalui-pembinaan-serati-banten-kab-gianyar
  • bali.tribunnews.com/2022/04/22/bunga-hingga-kelapa-sebagai-sarana-upakara-dan-maknanya-dalam-hindu
  • jembranaexpress.jawapos.com/taksu/2234147488/tradisi-persembahan-bunga-dalam-agama-hindu-bali-filosofi-dan-pantangan-yang-ditekankan?
  • kemenag.go.id/hindu/makna-filosofis-upakara-dalam-upacara-yadnyanbsp-jvj8p0
𝗖𝗘𝗖𝗘𝗞 𝗝𝗔𝗝𝗔 𝗦𝗔𝗠𝗨𝗔𝗡 𝗕𝗔𝗡𝗧𝗘𝗡 𝗦𝗔𝗥𝗔𝗦𝗪𝗔𝗧𝗜
Dari Ujung Lidah sampai Ujung Pangrupak: Membaca Saraswati sebagai Momentum Literasi
Siapa ‘Sang Dewi’ di Balik Hari Raya Saraswati?
Meninggalkan “Ngayah”, Melupakan Identitas
SEBARIS DOA | Catatan Harian Sugi Lanus
Air dalam Peradaban Bali
Pancaka Tirta: Melihat Unsur Api dalam Air sebagai Peleburan Melalui Adi Parwa dan Japatuan
Tags: bantenbungahindu
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Angkatan Baru, Polemik Makna Berpendidikan

Next Post

Hujan, Panggung Basah, Kain Penari dan Penabuh pun “Belus” Hingga ke “Bagian Dalam” – Cerita PKB 2024 dari Duta Tabanan

Ketut Citra Kurniawan

Ketut Citra Kurniawan

Lahir di Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Tinggal di Denpasar. Hobinya membaca, menulis dan mendengarkan musik.

Related Posts

Ketakutan terhadap Seniman Eksperimental dan Tekanan Perubahan Zaman

by Ahmad Prasetya Hady
October 26, 2026
0
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan

KETAKUTAN terhadap perubahan dalam dunia seni tidak hanya muncul dari kekhawatiran meninggalkan tradisi, tetapi juga dari kehadiran bentuk-bentuk seni eksperimental...

Read moreDetails

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

Read moreDetails

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
0
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

Read moreDetails

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails
Next Post
Hujan, Panggung Basah, Kain Penari dan Penabuh pun “Belus” Hingga ke “Bagian Dalam” – Cerita PKB 2024 dari Duta Tabanan

Hujan, Panggung Basah, Kain Penari dan Penabuh pun “Belus” Hingga ke “Bagian Dalam” – Cerita PKB 2024 dari Duta Tabanan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital
Liputan Khusus

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital

TELEPON belum lama ditutup ketika Luh Sukerti kembali sibuk di depan tungku. Puluhan tusuk sate dibolak-balik di atas bara, dilumuri...

by Jaswanto
October 26, 2026
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan
Esai

Ketakutan terhadap Seniman Eksperimental dan Tekanan Perubahan Zaman

KETAKUTAN terhadap perubahan dalam dunia seni tidak hanya muncul dari kekhawatiran meninggalkan tradisi, tetapi juga dari kehadiran bentuk-bentuk seni eksperimental...

by Ahmad Prasetya Hady
October 26, 2026
Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”
Bahasa

Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”

ADA seorang guru sekaligus penulis senior asal Bali yang bernama Nyoman Tingkat. Suatu ketika, dengan permainan kata yang cerdas dan menggelitik, melalui unggahan...

by I Made Sudiana
October 26, 2026
Belajar dari Senat, Menyapa Semeru
Tualang

Belajar dari Senat, Menyapa Semeru

ADA perjalanan yang kita tempuh karena tugas. Ada perjalanan yang kita jalani karena kewajiban. Namun, sering kali justru di balik...

by Ahmad Sihabudin
October 26, 2026
Mungkinkah Korut Serang AS?
Esai

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026
Olahraga

Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026

SUASANA siang di kawasan dekat Pantai Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, mendadak bergemuruh pada Minggu 25 Oktober 2026....

by Nyoman Budarsana
October 26, 2026
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan
Esai

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026
Khas

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co