11 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pemberdayaan Masyarakat dalam Pariwisata

Chusmeru by Chusmeru
July 7, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

KEBERHASILAN suatu negara maupun daerah dalam pengembangan pariwisata tidak terlepas dari peran serta masyarakatnya. Betapapun indah pemandangan satu destinasi tidak akan banyak memuaskan wisatawan, jika pengelolaannya tidak melibatkan masyarakat setempat.

Begitu pula dengan destinasi yang banyak dikunjungi wisatawan tidak akan membawa manfaat selama masyarakat terabaikan. Selayaknyalah destinasi wisata dan masyarakat menjadi bagian yang tak terpisahkan. Saling melengkap dan saling memberi manfaat.

Meski demikian, ada kalanya masyarakat tidak dapat berperan serta dalam pengelolaan pariwisata karena keterbatasannya. Hal itu terjadi oleh sebab secara individual memang memiliki keterbatasan pengetahuan dan kemampuan untuk masuk dalam industri pariwisata.

Lembaga sosial yang ada di daerah pun tidak memiliki kemampuan mengakses sektor pariwisata. Oleh sebab itu diperlukan program pemberdayaan masyarakat di sektor pariwisata. Tujuannya, agar masyarakat mempunyai kapasitas dan kapabilitas dalam berperan serta dalam pariwisata.

Tujuan lain pemberdayaan adalah agar masyarakat dapat menjadi aktor utama dalam pengelolaan pariwisata di daerah. Masyarakat diharapkan dapat berperan melakukan monitoring pengembangan pariwisata. Melalui pemberdayaan pariwisata akan diperoleh ketahanan masyarakat di segala bidang.

Pijakan

 Pemberdayaan masyarakat di sektor pariwisata sesungguhnya bukan hal baru. Sejak lama beberapa negara juga melakukan pemberdayaan masyarakat untuk mendukung pariwisata. Jepang misalnya, telah melakukan pemberdayaan masyarakat dengan mengoptimalkan lingkungan hidup, kuliner, dan keterbukaan masyarakat. Pemberdayaan masyarakat di sektor pariwisata Jepang di daerah-daerah melibatkan media cetak, penyiaran, dan internet.

Pijakan untuk program pemberdayaan masyarakat di sektor pariwisata biasanya berdasarkan konsep community base tourism. Hal ini dilakukan dari hulu sampai hilir; dari mulai proses penyusunan kebijakan pariwisata hingga operasionalisasinya.

Sesuai hasil Global Tourism Forum dan Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Bali, 15-16 November 2022, pemulihan ekonomi pasca pandemi perlu didukung oleh pengembangan pariwisata yang berbasis masayarakat setempat, budaya, dan kearifan lokal. Dengan demikian, program pemberdayaan masyarakat menjadi bagian penting dalam pengembangan pariwisata.

Titik pusat pemberdayaan masyarakat adalah penguatan sumber daya manusia (SDM) pariwisata, kelembagaan, dan termasuk pemberdayaan perempuan di sektor pariwisata. Pemberdayaan mencakup bidang sosial, budaya, politik, dan ekonomi.

Pemberdayaan dalam bidang sosial menyasar organisasi pendukung pariwisata. Banyak organisasi sosial yang semestinya terlibat dalam pengelolaan pariwisata di daerah. Akan tetapi peran mereka kurang optimal karena kemampuan mengorganisasi diri masih lemah.

Pengembangan dan pelestarian budaya lokal menjadi perhatian dalam pemberdayaan bidang budaya, agar dalam setiap perencanaan pembangunan pariwisata tidak tercerabut dari akar budaya lokal. Pemberdayaan budaya patut mempertimbangkan kearifan lokal. Meskipun dalam beberapa kasus kadangkala isu-isu  budaya lokal dapat menimbulkan kontroversi dalam pariwisata.

Penetapan tanggal 29 Januari sebagai Hari arak Bali misalnya, ternyata menimbulkan pro dan kontra. Gagasan Gubernur Bali dalam penetapan Hari Arak tersebut boleh jadi bermaksud mengangkat produk dan kearifan lokal. Akan tetapi gagasan tersebut dinilai dapat berdampak pada citra buruk Bali sebagai destinasi wisata dunia.

Sebaliknya, Arab Saudi yang mewacanakan membuka kasino di Pulau Tiran dan Sanafir di kawasan Laut Merah mendapat respons yang  justru bertolak belakang dengan kearifan lokal, utamanya nilai-nilai Islam masyarakat Arab Saudi. Begitu pula dengan kelonggaran wisatawan menggunakan bikini di pantai Pure Beach, Arab Saudi; seolah mendobrak konservatisme negara tersebut.

Pemberdayaan masayarakat di bidang politik bertujuan agar masyarakat di sekitar destinasi wisata memiliki kemampuan serta dilibatkan dalam pengambilan keputusan dan perumusan kebijakan pariwisata. Gejolak dan penolakan masyarakat terhadap objek wisata di suatu daerah dapat disebabkan terabaikannya peran serta dalam pengelolaan pariwisata.

Fenomena munculnya seni instalasi bertuliskan Not for Sale di persawahan Tegalalang, Gianyar Bali beberapa waktu yang lalu juga menggambarkan gejolak masyarakat di satu destinasi. Problem mendasarnya adalah kue pariwisata yang tidak dinikmati secara adil, utamanya oleh pemilik sawah yang jadi objek tontonan wisatawan.

Oleh sebab itulah, pemberdayaan di bidang ekonomi menjadi penting untuk dilakukan. Pariwisata bukan hanya milik pengambil kebijakan. Pariwisata juga bukan sekadar menguntungkan investor. Masyarakat setempat punya hak atas peningkatan ekonomi dan kesejahteraan dari pengembangan pariwisata di daerahnya.

Profesionalisme

Sasaran penting lain dari pemberdayaan masyarakat adalah peningkatan profesionalisme lembaga-lembaga yang terlibat dalam pengembangan pariwisata. Lembaga pengelola pariwisata yang profesional akan membuat destinasi wisata berkembang dengan perencanaan, pengelolaan, dan pelayanan yang baik.

Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa (BumDes) merupakan lembaga perekonomian yang memegang peran penting dalam pengembangan pariwisata di daerah. Roda ekonomi di desa akan menggelinding lancar jika UMKM dikelola secara profesional. Sedangkan BumDes berperan sebagai penggerak investasi di daerah.

Kedua lembaga itu perlu diberdayakan agar dapat menjunjung tinggi transparansi dan akuntabilitas. Bukan sebatas itu, pemberdayaan UMKM dan BumDes juga bertujuan agar memiliki kekuatan dan daya tawar pengelolaan pariwisata di daerah. Sebab, banyak kasus di mana kedua lembaga itu secara ekonomi tak berdaya ketika investor dari luar daerah justru mengendalikan roda ekonomi sektor pariwisata.

Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sebagai ujung tombak pariwisata di daerah juga perlu diberdayakan. Proses kelahiran Pokdarwis ikut menentukan sejauh mana peran sertanya dalam pengelolaan pariwisata di suatu daerah.

Tidak sedikit Pokdarwis yang dibentuk atas dasar intervensi kekuasaan di daerah, bukan atas inisiatif masyarakat. Pokdarwis semacam ini akan kehilangan sense of belonging atas potensi wisata yang ada di daerah. Karenanya perlu pemberdayaan Pokdarwis agar lebih profesional dalam mengelola pariwisata di daerah.

Pemberdayaan masyarakat bukan bermaksud menolak segala yang datang dari luar daerah. Pemberdayaan semata bertujuan menegaskan, bahwa masyarakat adalah pemilik autentik pariwisata di daerah. Maka menjadi sah, jika masyarakat ikut merancang dan mengelola kue pariwisata itu.[T]

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

Wisata Petualangan: Manfaat Ekonomi dan Konservasi
Bule Berulah, Pariwisata Kena Getah
Wisata Museum: Menghapus Stigma Menyeramkan
Tags: Pariwisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Teruntuk Sekaa Gong Kebyar Dewasa dari Paguyuban Seniman Muda Jembrana: “Warna Outfit-mu, Keren Banget, Wi!”

Next Post

Mimesis dan Konstruksi Ekspresif | Pengantar Antologi Puisi ”Pejuang Waktu” Karya I Wayan Jatiyasa

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin

by Raka Prama Putra
October 10, 2026
0
Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin

KEPEMIMPINAN sejati bukan sekadar kemampuan memerintah, melainkan kesanggupan mengendalikan diri. Sebab, tantangan terbesar seorang pemimpin sering kali bukan datang dari...

Read moreDetails

“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara

by Angga Wijaya
October 10, 2026
0
“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara

"De Liunan Lala-Lele!" Kalimat itu sering saya dengar sebagai orang Bali, terutama ketika maksud lawan bicara dianggap kurang jelas, berputar-putar,...

Read moreDetails

China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga

by Agung Sudarsa
October 10, 2026
0
China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga

China yang Membuat Dunia Terpesona China hari ini sulit untuk tidak dikagumi. Dalam beberapa dekade, negeri itu berubah menjadi salah...

Read moreDetails

“In Money We Trust”, Kembalikan Baliku Padaku

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 9, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, akhir-akhir ini ramai dibicarakan orang, menyoal lontaran Arya Wedakarna (AWK). Di tengah polemik tentang pengalaman sejumlah...

Read moreDetails

Kita Semua Sehat, Sampai Tubuh Menuntut Tagihannya

by Tri Nugroho Adi
October 8, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

KAPAN terakhir kali kita bertanya, "Gimana kabar mental gue hari ini?" Kita hafal jadwal servis motor. Kita ingat tanggal bayar...

Read moreDetails

Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca

by I Kadek Adhi Dwipayana
October 8, 2026
0
Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca

MEMBACA selama ini kerap diposisikan sebagai keterampilan reseptif dalam pembelajaran bahasa. Bersama menyimak, membaca dipahami sebagai keterampilan untuk menerima bahasa,...

Read moreDetails

Independensi Ceng-Ceng dalam Lomba Ceng-Ceng Kreasi Kelurahan Kapal

by Wayan Diana Putra
October 8, 2026
0
Independensi Ceng-Ceng dalam Lomba Ceng-Ceng Kreasi Kelurahan Kapal

LOMBA ceng-ceng kreasi diselenggarakan oleh Kelurahan Kapal sebagai bagian dari rangkaian Porseni dan Jong Fest 2026. Sebagai salah satu tangkai...

Read moreDetails

Gen Alpha sebagai Penentu Destinasi Wisata

by Chusmeru
October 7, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MEMBINCANG pariwisata, nyaris tak pernah dibahas keberadaan generasi Alpha atau Gen Alpha. Padahal secara statistik Gen Alpha di Indonesia memiliki...

Read moreDetails

Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi

by I Gede Yuni Eka Primawata
October 6, 2026
0
Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi

PERNIKAHAN dalam kosmologi Hindu bukan sekadar sebuah legitimasi hukum sipil atau konsensus sosial sekuler antara dua individu. Lebih jauh, pernikahan...

Read moreDetails

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

by Putu Eka Guna Yasa
October 5, 2026
0
Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

malih kawruhakna uṅgwanira saṅ hyaṅ sūrya śaśaṅka, mwaṅ haranya, yan riṅ bhuwana aguṅ saṅ hyaṅ wulan riṅ lwaṅiṅ bukit batūr,...

Read moreDetails
Next Post
Mimesis dan Konstruksi Ekspresif | Pengantar Antologi Puisi ”Pejuang Waktu” Karya I Wayan Jatiyasa

Mimesis dan Konstruksi Ekspresif | Pengantar Antologi Puisi ”Pejuang Waktu” Karya I Wayan Jatiyasa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin
Esai

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin

KEPEMIMPINAN sejati bukan sekadar kemampuan memerintah, melainkan kesanggupan mengendalikan diri. Sebab, tantangan terbesar seorang pemimpin sering kali bukan datang dari...

by Raka Prama Putra
October 10, 2026
Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?
Ulas Rupa

Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?

KITA yang terlampau serius atau memang ongkos sebuah industri adalah kekakuan kreatifitas. Barangkali unek-unek semacam ini yang berputar-putar di kepalaku...

by Made Chandra
October 10, 2026
“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara
Esai

“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara

"De Liunan Lala-Lele!" Kalimat itu sering saya dengar sebagai orang Bali, terutama ketika maksud lawan bicara dianggap kurang jelas, berputar-putar,...

by Angga Wijaya
October 10, 2026
China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga
Esai

China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga

China yang Membuat Dunia Terpesona China hari ini sulit untuk tidak dikagumi. Dalam beberapa dekade, negeri itu berubah menjadi salah...

by Agung Sudarsa
October 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

“In Money We Trust”, Kembalikan Baliku Padaku

SIDANG pembaca yang budiman, akhir-akhir ini ramai dibicarakan orang, menyoal lontaran Arya Wedakarna (AWK). Di tengah polemik tentang pengalaman sejumlah...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 9, 2026
Sandyakalaning Demokrasi — Sekumpulan Esai Sosial dan Politik
Buku Tatkala

Sandyakalaning Demokrasi — Sekumpulan Esai Sosial dan Politik

Judul: Sandyakalaning Demokrasi - Sekumpulan Esai Sosial dan Politik Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Teddy Chrisprimanata Putra ISBN: Masih...

by Buku Tatkala
October 9, 2026
 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki
Ulas Film

 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki

SUDAH bertahun-tahun semenjak film ini lahir, saya tak pernah sekalipun menonton film-film Ghibli. Karena terhalang kendala biaya, juga karena saya...

by Wisnu Oktaditya
October 9, 2026
Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University
Persona

Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

APA yang terjadi ketika tradisi dipakai sebagai ruang dialog dan ruang untuk bertanya secara kritis? Pertanyaan semacam itu terasa penting...

by Wayan Jengki Sunarta
October 9, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya
Panggung

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Kita Semua Sehat, Sampai Tubuh Menuntut Tagihannya

KAPAN terakhir kali kita bertanya, "Gimana kabar mental gue hari ini?" Kita hafal jadwal servis motor. Kita ingat tanggal bayar...

by Tri Nugroho Adi
October 8, 2026
Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca
Esai

Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca

MEMBACA selama ini kerap diposisikan sebagai keterampilan reseptif dalam pembelajaran bahasa. Bersama menyimak, membaca dipahami sebagai keterampilan untuk menerima bahasa,...

by I Kadek Adhi Dwipayana
October 8, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co