24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tulisan Ilmiah dan Esai

I Wayan Artika by I Wayan Artika
June 25, 2024
in Esai
Tulisan Ilmiah dan Esai

KARYA tulis ilmiah dan esai adalah dua bentuk karya tulis yang didasari oleh keterampilan menulis. Keterampilan menulis adalah berbahasa dengan bantuan alat-alat menulis, seperti pena, tinta, layar, papan tulis, prassati, lontar, dan kertas. Walaupun menulis dikenal sebagai bahasa kedua setelah ditemukannya bahasa lisan namun bahasa tulis memiliki ciri khas dan berbeda dengan bahasa lisan.

Karya tulis dalam perkembangannya yang sangat panjang memang terdiri atas berbagai genre. Yang paling umum dalam karya tulis adalah genre fiksi dan nonfiksi walaupun kemudian kedua genre ini kabur. Fiksi secara sederhana adalah karya tulis yang sumber tulisannya bukan pada fakta. Karya tulis sastra dipandang selalu identik dengan fiksi. Lawan fiksi adalah nonfiksi.  Karya tulis yang sumber tulisannya atau materi yang ditulis oleh penulisnya adalah fakta atau informasi yang ada dalam kehidupan, seperti fosil manusia purba di Sangiran atau fosil-fosil di Galapagos.

Di luar fakta dan fiksi kemudian muncul berbagai genre tulisan sesuai dengan karakter-karakter yang lebih spesifik seperti dongeng, karya ilmiah, makalah, puisi pidato, surat, buku harian, dan lain-lain.

Berbicara karya tulis ilmiah tentu berbicara karya tulis genre nonfiksi.  Karya tulis ilmiah memiliki aturan tersendiri dimana aturan ini berkaitan dengan cara atau metode pengkajian masalah dan cara penyajian tulisan atau laporan penelitian, percobaan atau pengkajian masalahnya.

Karya tulis ilmiah adalah karya tulis yang umum dikenal di lembaga-lembaga pendidikan, kantor lembaga penelitian, jurnal ilmiah, dan disajikan dalam forum-forum ilmiah seperti seminar nasional, konferensi internasional, atau forum-forum yang dipayungi oleh lembaga ilmu pengetahuan.

Karena itu, karya tulis ilmiah memiliki formula-formula yang sudah baku seperti judul, abstrak, nama penulis, dan biasanya wajib hadir adalah latar belakang, teori, metodelogi penelitian, hasil dan pembahasan, simpulan dan daftar pustaka. Dengan dasar itu para penulis karya tulis ilmiah tidak umum menyandang gelar penulis karena mereke biasanya ilmuwan atau peneliti atau dosen.

Karya tulis ilmiah bukan terletak pada menulisnya tetapi terletak pada bagaimana aktivitas pengkajian persoalan. Karya tulis ilmiah adalah tulisan yang melaporkan prosedur atau langkah-langkah serta latar belakang atau konteks permasalahan/persoalan yang dianalisis.

Bagi seorang peneliti atau ilmuwan menulis bukanlah tujuan yang pertama tetapi menulis adalah sebuah tuntutan dari profesi tersebut. Seorang ilmuwan atau peneliti harus mendokumentasi kerja ilmunya dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan atau ditelusuri oleh ilmuwan lain. Serta karena itu tugas terpenting dari ilmuwan adalah menyebarkan hasil pengkajiannya. Di sinilah ia perlu kemampuan untuk menulis laporan penelitiannya.

Dan karena menulis bukan hal pertama dalam profesi peneliti maka semua karya tulis ilmiah telah dilakukan aturannya sehingga mudah diikuti oleh siapapun yang menekuni profesi sebagai peneliti. Karena itu karya tulis ilmiah lebih mengutamakan kemampuan meneliti yang berbasis pada pengkajian persoalan dengan menggunakan metodelogi tertentu serta di atas satu atau beberapa teori.

Karya tulis ilmiah dimulai dari sebuah persoalan dan persoalan nyata. Ini dilihat urgensinya atau signifikansinya bagi manusia, lingkungan, flora dan fauna, peninggalan kebudayaan, hewan peliharaan, infrastruktur air, dan lain-lain. Pada awal tulisan dijelaskan persoalan apa yang dibahas. Di mana persoalan itu muncul. Pertanyaan-pertanyaan awal mengapa persoalan itu muncul. Prediksi-prediksi mengapa hal itu terjadi serta melihat fenomena-fenomena yang sama di tempat lain atau pada waktu sebelumnya. Ini semua dijadikan justifikasi untuk menjelaskan bahwa masalah ini penting dikaji. Masalah itu kemudian dirumuskan menjadi judul yang mencerminkan isi dari karya tulis yang akan dihasilkan.

Menulis karya tulis ilmiah, dengan demikian, harus dimulai dari pengkajian atau penelitian. Setelah penelitian itu selesai barulah ditulis laporan. Laporan inilah yang disebut dengan karya tulis ilmiah. Laporan ini memuat alasan mengangkat suatu topik, merumuskan masalah, merumuskan apa tujuan memecahkan masalah itu, lalu teori apa yang dapat digunakan untuk memahami masalah itu,  lalu metodologi kerja yang digunakan dalam mengkaji masalah itu. Serta laporan hasil yang didapat dari pengkajian tersebut. Hasil penelitian atau temuan saja belum cukup karena seorang peneliti atau seorang ilmuwan harus menyebarkan hasil penelitiannya.   

Hasil atau temuan penelitian seorang peneliti atau ilmuwan harus dibahas sendiri oleh penelitinya. Dalam hal ini ia harus berjarak dengan temuannya. Dengan demikian objektivitas tetap terjaga. Diskusi yang dilakukan adalah dengan cara membahas temuan-temuannya berdasarkan hasil-hasil penelitian sebelumnya atau berdasarkan literatur-literatur yang sudah ada.

Pembahasan hasil penelitian bisa menguatkan temuan-temuan yang sebelumnya. Bisa pula memberikan suatu informasi yang baru atau disebut dengan novelty. Pembahasan hasil penelitian atau temuan riset bisa juga membantah temuan-temuan yang sudah ada sebelumnya. Setelah temuan dibahas maka seorang peneliti atau ilmuwan harus dapat menarik simpulan dan menyampaikan beberapa rekomendasi.

Dari semua langkah tersebut maka masih ada langkah atau tanggung jawab seorang ilmuwan yaitu melakukan desiminasi atau penyebaran hasil penelitiannya. Di sinilah letak pentingnya seorang ilmuwan bisa menyusun sebuah karya tulis ilmiah.

Karya tulis ilmiah ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah dan juga bisa disajikan secara lisan di dalam forum seperti konferensi, seminar, lokakarya, kongres dan lain sebagainya. Tujuan dari diseminasi atau penyebaran hasil penelitian dalam bentuk karya tulis ilmiah tiada lain adalah untuk memperkaya khazanah ilmu pengetahuan di seluruh dunia dan yang paling penting adalah agar masyarakat ilmiah pada bidang terkait dapat memberikan masukan atau pengujian-pengujian terhadap temuan yang baru.

Secara format, karya ilmiah bisa dikatakan karya tulis yang seragam di seluruh muka bumi. Hal ini tampak dari unsur-unsurnya dan juga bahasa bahkan diatur pula jumlah halaman. Karena itu menulis karya tulis ilmiah tidak perlu memikirkan gaya tulis yang khas tetapi harus kuat pada persoalan yang dikaji, metodologi,  hasil dan pembahasan.

Esai adalah karya tulis yang bisa dikatakan berseberangan dengan karya tulis ilmiah. Esai adalah karya tulis pribadi dan personal, baik dari segi gaya bahasa, struktur karangan, pilihan kata, sudut pandang. Esai adalah karya tulis yang lebih mengutamakan gaya bahasa informal walaupun tetap menjunjung tinggi tata bahasa baku. Esai secara format tidak diatur. 

Esai ditulis bukan dari riset tetapi esai ditulis dari interpretasi penulis, kegelisahan penulis terhadap suatu persoalan,  pandangan penulis terhadap suatu persoalan yang harus dikritisi, renungan penulis terhadap suatu kondisi, refleksi penulis terhadap sebuah keadaan, ide atau gagasan penulis ketika menyikapi suatu fenomena sosial yang sedang terjadi dan lain sebagainya.

Esai adalah karya tulis yang sangat pribadi atau personal dan karenanya membutuhkan keberanian penulisnya untuk berpendapat atau mengekspresikan pikiran-pikirannya. Persoalan apapun bisa ditulis untuk dijadikan esai. Ini sangat bergantung kepada perhatian penulisnya. Namun demikian, biasanya para penulis esai sangat dikenal karena fokus pada bidang tertentu seperti kemanusiaan, lingkungan, pendidikan, diplomasi, keuangan, dunia anak, politik, bahasa, dan lain-lain.

Tapi ada juga penulis esai yang bisa menulis apa saja namun menjadi sangat khas karena gayanya. Dalam dunia karya tulis ilmiah tidak ada gaya personal. Tetapi dalam esai justru hal tersebut yang dikenal dan mendapatkan pembaca karena gaya personalnya. Karena itu esai sering dikategorikan pula genre sastra.

Penulis esai harus bisa memandang persoalan dengan cara pandang yang baru, lokal atau mendasar atau disederhanakan atau dibandingkan dengan kondisi tertentu.

Intinya esai itu tidak boleh mengulang pandangan-pandangan normatif. Esai itu tidak boleh mengambil persoalan yang terlalu besar dan umum. Esai itu cukup mengambil persoalan yang spesifik. Esai itu cukup mengambil persoalan lokal. Esai itu harus mengambil persoalan yang terbatas atau sempit. Esai harus menggunakan gaya yang menarik misalnya dimulai dari suatu ilustrasi atau kutipan.

Esai lebih dilihat dari dampak emosionalnya kepada pembaca sedangkan karya tulis ilmiah lebih kepada kebenaran ilmiah yang disajikan dalam karya tulis tersebut. Kalau karya tulis ilmiah dipublikasikan di jurnal maka esai dipublikasikan di surat kabar majalah umum. Karena itu, panjang antara 1000 sampai 1500 kata.

Dulu ketika koran masih berjaya, esai bisa sampai 3000 atau 5000 kata tapi sekarang karena koran semakin sempit maka esai pun semakin pendek. Ini menjadi tantangan baru bagi penulis agar siap menyampaikan gagasannya dalam maksimal 1000 kata.[T]

[][][]

BACA esai-esai lain dari penulis I WAYAN ARTIKA

Gagal Menulis Esai
Dari Iwan Fals  Hingga A.A. Raka Sidan:  Catatan Kegagalan Pendidikan Tinggi
Masa Lalu yang Bercerita dan Struktur Naratif Ingatan
Tags: Bahasaesaikarya tuliskarya tulis ilmiahPendidikan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Wisata Museum: Menghapus Stigma Menyeramkan

Next Post

Sukses Kuatkan Kompetensi UMKM, Sukses Entaskan Kemiskinan Ekstrem di Buleleng

I Wayan Artika

I Wayan Artika

Dr. I Wayan Artika, S.Pd., M.Hum. | Doktor pengajar di Fakultas Bahasa dan Seni, Undiksha Singaraja. Penulis novel, cerpen dan esai. Tulisannya dimuat di berbagai media dan jurnal

Related Posts

‘Janji-janji Jepang’

by Angga Wijaya
April 23, 2026
0
‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

Read moreDetails

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

by Chusmeru
April 23, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

Read moreDetails

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
0
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

Read moreDetails

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
0
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

Read moreDetails

Kartini Hari Ini, Pertanyaan yang Belum Selesai

by Petrus Imam Prawoto Jati
April 21, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BULAN April, kita kembali secara khidmat mengingat nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Tentu saja karena jasa beliau yang...

Read moreDetails

NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

by Dede Putra Wiguna
April 20, 2026
0
NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

PERNAHKAH Anda menjumpai situasi di mana sebuah persoalan dibicarakan berulang-ulang, diperdebatkan panjang lebar, bahkan diposting di berbagai platform, namun tidak...

Read moreDetails

Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

by Agung Sudarsa
April 20, 2026
0
Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

SETIAP peringatan Raden Ajeng Kartini sering kali berhenti pada simbol: kebaya, kutipan surat, dan narasi emansipasi yang diulang. Namun jika...

Read moreDetails

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

by Asep Kurnia
April 20, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

KITA dan siapa pun, akan begitu tercengang dengan berbagai perubahan fisik (lingkungan geografis) yang begitu cepat serta sporadis termasuk perubahan...

Read moreDetails

Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

by Jro Gde Sudibya
April 20, 2026
0
Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

Paradigma Baru Industri Pariwisata Pasca Pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan perekonomian Bali, Industri Pariwisata Bali "mati suri", tumbuh negatif 9,3 persen...

Read moreDetails

Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

by Cindy May Siagian
April 19, 2026
0
Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

MENURUT Suarta dan Dwipaya (2022:10), karya sastra adalah wadah untuk menuangkan gagasan dan kreativitas dari seseorang untuk mengajak pembaca mendiskusikan...

Read moreDetails
Next Post
Sukses Kuatkan Kompetensi UMKM, Sukses Entaskan Kemiskinan Ekstrem di Buleleng

Sukses Kuatkan Kompetensi UMKM, Sukses Entaskan Kemiskinan Ekstrem di Buleleng

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co