23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Edi Juliana, Pemuda Pelopor Wakil Bali, Pemuda Tamblingan yang Tak Bosan Urus Pertanian

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
May 29, 2024
in Persona
Edi Juliana, Pemuda Pelopor Wakil Bali, Pemuda Tamblingan yang Tak Bosan Urus Pertanian

Edi Juliana

ADA seorang pemuda, usianya 25 tahun, sejak kecil hingga kini tak bosan-bosan mengurus pertanian. Ia bisa disebut petani muda yang serius. Ia tinggal di wilayah Tamblingan, Desa Munduk, Kecamatan Banjar, Buleleng, Bali.

Namanya I Komang Edi Juliana. Pernah dengar? Jika belum pernah, bisa cari nama akunnya di facebook, dan di situ akan tampak postingan gambar-gambar yang tak jauh-jauh dari dunia pertanian. Kadang ia mengirim pupuk, meninjau tanaman cabai, wortel, atau sayur-mayur, di sejumlah wilayah perkebunan di Bali.

Ia memang kerap berkeliling ke sejumlah desa di Bali, untuk bertemu petani, ngobrol, atau bekerjasama dengan petani untuk mendapatkan hasil pertanian yang bagus.

Beberapa hari ini namanya muncul di media sosial, bahwa ia terpilih sebagai Pemuda Pelopor Bidang Pangan dari Provinsi Bali yang akan mempresentasikan perjuangan dan upaya-upaya yang dilakukannya untuk meningkatkan produksi pertanian di Bali, secara kualitas maupun secara kuantitas, ke tingkat nasional.

Apa itu Pemuda Pelopor?

Pemuda Pelopor, semacam lomba atau kompetisi, yang diikuti pemuda yang kreatif untuk mewujudkan gagasan menjadi sebuah karya atau kerja nyata. Gerakan kreatif itu dilakukan secara konsisten sehingga mampu memberi nilai dan manfaat bagi sendi kehidupan masyarakat.

Pemuda Pelopor diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga, di mana pada tiap-tiap daerah diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, di tingkat provinsi dan kabupaten.

Edi Juliana lolos sebagai Pemuda Pelopor Bidang Pangan di tingkat Kabupaten Buleleng, lalu lolos lagi di tingkat Provinsi Bali sehingga dalam waktu dekat akan ikut secara nasional, dan bersaing dengan Pemuda Pelopor dari masing-masing provinsi di Bali.

Bersama mengolah pupuk kompos

Ada 5 bidang yang dilombakan  dalam ajang Pemuda Pelopor ini. Salah satunya adalah bidang pangan. Dan, Edi Juliana, ada bidang pangan, karena memang hal itulah yang selama ini menjadi gerakan yang konsisten ia lakukan.

“Kepeloporan menurut saya sangatlah penting karena arah perubahan berada di tangan pemuda,” kata Edi Juliana, Rabu, 29 Mei 2024.

Peranan pemuda di bidang pangan, kata Edi Juliana, sangatlah penting. Namun, ajang Pemuda Pelopor ini belum begitu populer atau masih asing  di telinga masyarakat.

“Kegiatan ini sudah berlangsung sangat lama, saya berharap dari apa yang sudah saya lakukan dapat memantik semangat generasi muda dalam memikirkan isu global dari pangan, seni budaya, lingkungan,sumberdaya alam ,dan pariwisata. tentunya sebagai penguat kecintaan pada bumi pertiwi,” ujar Edi Juliana.

Ketahanan Pangan Hortikultura

Edi Juliana mempresentasikan kepeloporan di bidang pangan melalui program Amerta Giri Lesung. Yakni Ketahanan Pangan Hortikultura (Wortel) Melalui Desa Mandiri Pupuk dan Olahan Berbasis Pangan Sehat.

Edi Juliana memaparkan, ia terus berupaya mengulik dan mencari ciri khas dari desanya di kawasan Tamblingan, Desa Munduk, dan sekitarnya. Dan ia berpikir soal wortel.

“Wortel adalah sayuran nomer dua yang wajib ada di meja makan,” katanya.

Menurut Edi Juliana, petani di dataran tinggi Buleleng sudah terbiasa menanam wortel varietas lokal namun kalah dari wortel berastagi segi harga di pasar. Karena wortel memang penting.

Wortel, kata Edi Juliana, merupakan sayuran yang bisa diolah menjadi apa saja dan memiliki nutrisi vitamin yang kompleks. Dari kegiatan yang ia lakukan, secara tidak sengaja ia membuat bibit wortel lokal pada petak wortel berastagi di lahan miliknya.

Lalu, terjadilah persilangan pada periode dan selanjutnya dari benih tersebut menghasilkan varietas baru, dan varietas baru itu memiliki keunggulan daya simpan lebih lama, rasa lebih manis, warna lebih cantik, dan lain-lain.

Edi Juliana (paling tengah) bersama petani dan juri Pemuda Pelopor

Edi Juliana bercerita, pada masa pandemi harga sayur sempat anjlok sampai tidak ada yang beli. Wortel yang ia tanam sebagian besar menjadi pakan ternak.

“Untuk itulah saya kemudian berpikir, apakah wortel tidak bisa dibuat olahan lain?” katanya.

Akhirnya ia melakukan riset bersama teman mencoba membuat aneka olahan dari wortel seperti nastar, krupuk, mie, bahkan sampai wine wortel. Dan itu berhasil. Dari keberhasilan itu, ia melakukan uji coba pada aneka sayur lain seperti pokcoy, brokoli, dan lain-lain, dan sayur-sayuran itu ternyata bisa dibuat olahan pangan sehat.

“Harapan saya ke depan, karena wilayah desa saya adalah kawasan pariwisata, juga tentu olahan ini bisa dijadikan oleh-oleh khas dari Desa Munduk, Buleleng, selain yang terkenal adalah kopi,” ujar Edi Juliana.

Mandiri Pupuk

Edi Juliana juga mengembangkan program mandiri pupuk. Kebetulan ia adalah produsen kompos organik dengan materi dasar berupa limbah ternak pada kelompok ternak yang ada di desanya.

Kemandirian ini penting, kata Juliana, karena menurunnya kualitas tanah karena aplikasi pupuk sintetis dan pupuk kandang mentah. Untuk itu ia melakukan pengolahan pu[puk organik. Awal mula dari satu pengolahan, kini berkembang menjadi empat tempat pengolahan.

“Saya mendampingi TPST Desa Adat Pemuteran untuk membantu mengatasi masalah pengolahan sampah organik,” ujarnya.

Edi Juliana bersama petani

Menurut Edi Juliana,  sampah yang berbahaya di lingkungan masyarakat adalah sampah plastik, tetapi sampah yang berbahaya di tempat pembuangan adalah sampah organik karena sedikitnya SDA yang mau mengolah secara mandiri sampah mereka.

Dalam satu tahun, ketika ia mendampingi TPST Pemuteran ini, tempat pengolahan mampu memproduksi 70 ton lebih kompos organik dan sudah didistribusikan terutama untuk petani di sekitarnya dan juga sudah diedarkan ke beberapa wilayah pertanian di Bali.

Edi Juliana mengatakan, aspek ketahanan pangan yang banyak orang ketahui selama ini hanya berfokus tentang hasil panen, namun kesehatan tanah dan tanaman adalah faktor utama untuk menunjang kesuksesan ketahanan pangan itu.

Untuk itulah ia terus berupaya mengangkat tema kearifan lokal untuk kemandirian desa itu yang telah ia pelajari dan lakukan sejak 2016 hingga sekarang.

“Sekarang kegiatan kepeloporan saya sudah dirasakan oleh lebih dari 500 orang petani di seluruh Bali,” katanya,

Ia juga melakukan gerakan yang bernama Petani Bertaring yaitu petani yang Berbudaya Tangguh dan Berdaya Saing sesuai pedoman kaidah budaya yang adi luhung, yakni Subak.

Untuk menuju Bali Pulau Organik ia juga mengembangkan program Bali Bantu Ayah Lindungi Ibu.

Lahir di Keluarga Petani

Ngomong-ngomong kenapa Edi Juliana, sebagai pemuda, begitu serius mengurus pertanian?

“Ssuka dengan pertanian karena menyadari lahir dan besar di keluarga petani dan lahir negara agraris. Ini membuat saya mencintai pertanian,” kata Edi Juliana.

Tepat pada tahun 2016,  ia benar-benar mulai serius pada bidang pertanian sampai saat ini.

“Dunia pertanian sangatlah memiliki peluang besar ke depanya, karena tak satu pun manusia mampu bertahan jika tidak ada makanan,” ujarnya.

Generasi muda kerap menganggap bahwa bertani adalah pekerjaan yang kotor,kumel, dan dekil, sehingga mereka enggan menjadi petani.

“Karena tak banyak yang mau jadi petani, maka, sebagai pemuda, saya merasa memiliki sedikit persaingan di dunia pertanian,” katanya.

Selamat, Edi Juliana, semoga sukses. [T]

Memberi Ruang Pada Gerak Slow-Tourism di Bali Utara
Di Balik Kemajuan Pariwisata Pemuteran Ada Nama Ketut Sutrawan Selamet
I Nyoman Mara, Petani Paprika dari Pancasari, Maju dan Sukses dengan Sistem Pertanian Digital
Tags: Desa MundukPemuda Peloporpertanianpertanian bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ninjo Haji, Tradisi Unik Melepas Jama’ah Haji di Kabupaten Jembrana

Next Post

Dua Ranperda Dibahas di DPRD Buleleng, Fraksi-Fraksi Sepakat

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Rumah Kata di Jalan Nangka

by Angga Wijaya
July 9, 2026
0
Rumah Kata di Jalan Nangka

SIANG itu, rolling door Pustaka Bali Seni di Jalan Nangka No. 103,  Denpasar, Bali, terbuka lebar. Dari luar, tempat itu...

Read moreDetails

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

by Jaswanto
June 24, 2026
0
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

Read moreDetails

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

Read moreDetails

Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

Read moreDetails

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

by I Gede Made Surya Darma
May 22, 2026
0
Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

Read moreDetails

Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
0
Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

Read moreDetails

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

Read moreDetails

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026
0
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

Read moreDetails

I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

by Made Susanta Dwitanaya
March 26, 2026
0
I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

NYALUK Sandi Kala (memasuki peralihan dari siang ke malam) di hari Pangrupukan di Desa  Tampaksiring, yang semakin tahun  semakin dikenal...

Read moreDetails
Next Post
Dua Ranperda Dibahas di DPRD Buleleng, Fraksi-Fraksi Sepakat

Dua Ranperda Dibahas di DPRD Buleleng, Fraksi-Fraksi Sepakat

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co