23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puji Hartono, Menggantung Hidup kepada Sadel Motor

Jaswanto by Jaswanto
May 7, 2024
in Khas
Puji Hartono, Menggantung Hidup kepada Sadel Motor

Puji Hartono sedang menyervis sadel motor | Foto: Jaswanto

ADA gunting tergeletak di antara sisa-sisa spons dan kalop kulit yang rusak. Ruang kecil itu berantakan. Plafon-plafon rusak, menggambar semacam pulau-pulau tak bernama. Ruang kecil itu bagai ruang ahli bedah. Di sana, tanpa ampun, meski dengan perhitungan matang, seorang lelaki paruh baya sedang membedah kulit, mencongkel mata pengokot berkarat dan mengikis sedikit demi sedikit spons tua yang delong, bahkan ada yang sudah tak berwujud.

Mesin jahit tua, jarum-jarum, gulungan benang, pengokot dan amunisinya, serpihan-serpihan spons dan kulit sadel, bercampur menjadi satu. Pengeras suara yang tertempel di dinding usang, juga seperangkat mesin yang tak terdeteksi namanya—barangkali mesin yang ia rakit sendiri—menjadi semacam instalasi alami.

Di pintu ruangan, terpampang stiker calon presiden dan wakil presiden lima tahun yang lalu. Memperhatikan mata si calon, jelas tak sedang tertuju pada seonggok tubuh sawo matang yang kini sedang mengoyak kulit sadel motor itu. Terlalu mengada-ngada jika mengatakan sosok calon tersebut sampai memperhatikannya.

“Saya sudah sembilan tahun jadi tukang servis jok motor,” ujar lelaki yang kerap dipanggil Puji itu, setelah menyeka keringat yang hendak menuju matanya, Senin (6/5/2024) siang. Nama lengkapnya Puji Hartono, 46, diaspora Yogyakarta yang mengundi nasib di Kota Singaraja. Sebelum menginjakkan kaki di Buleleng, dia mengaku sudah sempat menjelajah daerah-daerah lain di Bali. “Kecuali Karangasem,” katanya.

Puji, layaknya tokoh-tokoh pemuda dalam cerita fiksi tahun 90-an, setelah tamat SMA, tepatnya pada tahun 1997, dengan berbekal informasi samar dari salah seorang gurunya bahwa di Bali sedang ada proyek pembangunan pabrik ikan, dia berangkat dari Bantul—tanah kelahirannya—ke Bali tanpa seorang teman maupun kenalan. Puji benar-benar petualang tanpa peta.

Puji Hartono sedang menyervis sadel motor | Foto: Jaswanto

“Dulu sempat mau ke Bekasi, tapi orang tua tidak memberi izin. Jadi, saya ke Bali,” ujarnya. Ia menuju Kabupaten Jembrana. Di sana, nasib membawanya ke Loloan Barat, lalu berlabuh menjadi tukang bubut. Tak kuat berurusan dengan mesin perkakas yang digunakan untuk memotong benda yang diputar itu, Puji memilih menjadi tukang las. Sebentar saja menjadi tukang las, ia bekerja di tempat produksi genteng Pejaten—yang terkenal itu.

Tahun yang menjadi latar cerita Puji tentu bukan tahun yang enak. Saat ia lulus SMA—dan dua tahun setelah itu ia memutuskan berangkat ke Bali—adalah tahun di mana krisis keuangan melanda hampir seluruh Asia Timur. Hal ini mengakibatkan negara-negara ASEAN mengalami kekacauan dan kepanikan, termasuk Indonesia.

Nilai rupiah anjlok terhadap dolar Amerika yang berfluktuasi Rp. 12.000 – Rp. 18.000 dari Rp 2.200 pada awal tahun. Pada 1998, pertumbuhan ekonomi RI terkoreksi -13,1%. PDB per kapita ikut terjun ke angka $572, nominal tersebut seolah membawa perekonomian RI kembali ke tahun 1980 ($673) atau mundur hingga 18 tahun.

Di tengah situasi yang genting itu, pemerintah Orde Baru justru menaikkan tarif listrik dan bahan bakar minyak. Ekonomi rakyat semakin terpuruk. Soeharto menyiasati situasi rawan pangan dengan kampanye makan tiwul—yang disampaikannya melalui televisi.

Kekacauan di mana-mana. Hingga 21 Mei 1998 Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya—“ora dadi presiden ora pateken,” kata Soeharto. Sejak saat itulah, B.J. Habibie—yang notabene sebagai Wakil Presiden Soeharto—kemudian mengambil alih kursi kepresidenan. Di masa seperti inilah Puji sedang lontang-lantung di Bali.

“Sekitar tahun 2004 saya ke Singaraja, sampai sekarang,” terang Puji kepada salah seorang yang sadel motornya sedang ia permak. Pada tahun setelah Timor Timur merdeka dari Indonesia itu, di Singaraja, Puji sudah menjajal banyak profesi. Ia pernah jualan kerupuk keliling, nasi goreng keliling, tukang stiker, sampai coba-coba belajar “mainan” ikan hias. “Pernah mencoba ke Tulungagung untuk belajar bertani ikan hias, cupang dan koi, tapi sepertinya tidak bakat,” ujar Puji sembari tertawa.

Menjadi Tukang Servis Sadel Motor

Pada tahun 2015, entah bagaimana cerita detailnya, saat hari Nyepi, Puji berkunjung ke Malang, ke bosnya saat ia masih menjadi tukang stiker. Di sana memang ada usaha servis sadel motor. Puji memperhatikan saja, tak pernah mencoba. Tetapi, sesampainya di Singaraja, Puji memutuskan untuk menjadi tukang reparasi sadel motor sampai hari ini—ia belajar reparasi sadel dari melihat.

Jadilah ia menyewa ruangan kecil yang tertempel di pinggir simpang Jalan A. Yani-Dewi Sartika, tepat di bawah APILL (alat pemberi isyarat lalu lintas), di seberang utara kantor Bank BPD Bali Cabang Singaraja, berdempetan dengan bangunan Clandy’s Singaraja 2. “Uang kontrak di sini setahun 10 juta,” kata Puji. Selama ini, ia mengambil kulit sadel dari Kediri, Jawa Timur.

Bekerja sebagai tukang servis sadel adalah sebuah ketidakpastian hasil. Dalam sehari, paling banyak Puji hanya mendapat tujuh sampai delapan pelanggan, itu pun kadang tak sampai. Tapi kalau sedang beruntung, katanya, dia bisa mengerjakan sepuluh sadel. “Hari ini baru dapat lima,” ujarnya sambil menyedot teh dalam kemasan.

Tempat usaha Puji Hartono | Foto: Jaswanto

Puji mematok harga tujuh puluh ribu rupiah untuk sekali servis—menambal-rapikan spons dan mengganti kulit sadel. Itu harga rata-rata. Tapi untuk jenis motor tertentu, misalnya motor-motor keluaran terbaru, ia menghargai barang dan jasanya nyaris dua ratus ribu rupiah. “Karena, selain bahan kulinya lebih mahal, motor keluaran baru juga lebih sulit pengerjaannya. Kadang saya tolak karena waktu habis untuk mengerjakan satu jok,” terang bapak beranak tiga itu.

Pada saat pandemi memukul banyak sektor, Puji berhenti menjadi tukang servis jok selama setahun setengah. Itu tahun yang menyedihkan, katanya. Saat masa sulit itu, ia terpaksa jualan gorengan. “Sekarang istri saya yang melanjutkan jualan,” katanya.

Tempat Puji bekerja bagai debu di tengah kota kecil yang kian ramai. Kendaraan berlalu-lalang, menembus jalanan yang kian gerah. Klakson menyalak setiap saat. Suara-suara khas Dunia Ketiga. Meteran, lem, gergaji besi. Sikat untuk meratakan spons, dan kipas angin ketengan untuk sekadar lap keringat, menjadi temannya sehari-sehari. Tempat kerjanya adalah hiasan khas tanah urban.

Dengan profesinya yang sekarang, Puji bisa menghidupi seorang istri dan tiga orang anak. Yang paling kecil sudah mau masuk SD, anak keduanya sebentar lagi duduk di bangku SMP, sedangkan anak sulungnya setahun lagi masuk SMA. “Siap-siap mikir biayanya,” Puji mengatakannya dengan senyum yang mengambang.

Saat ini, bersama keluarga kecilnya, ia tinggal di rumah subsidi di Tukadmungga, Buleleng. Puji mulai membuka tempat servisnya sekira pukul 10 pagi sampai 6 sore waktu setempat.[T]

Reporter/Penulis: Jaswanto
Editor: Made Adnyana

Belajar dari Natalia, Perempuan yang Hobi Donor Darah
Suka Duka Pembaca Water Meter PDAM: Diprotes Pelanggan, Digigit Anjing, sampai Bertemu Ular pun Sudah Biasa
Gede Artana, Sun Go Kong dari Desa Pedawa
Tags: Berita Kisahfeature
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Jika Sekolah Tadika Mesra dalam Film Upin Ipin Menerapkan Program Makan Siang Gratis, Gimana Jadinya Ya?

Next Post

DANA ABADI PURA — PERINTAH MPU KUTURAN | Catatan Harian Sugi Lanus

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
0
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

Read moreDetails

Mengagumi Mobil Mini

by Jaswanto
June 22, 2026
0
Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

Read moreDetails

Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

by Dede Putra Wiguna
June 21, 2026
0
Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

 “Kalau mau menjadi penulis hebat, tulis yang unik dan autentik.” Kalimat itu meluncur dari mulut sastrawan Bali, Gde Aryantha Soethama,...

Read moreDetails

Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

by Dede Putra Wiguna
June 20, 2026
0
Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

SORE itu, Senin, 15 Juni 2026, suasana di Toko Kopi TUKU Renon tampak lebih ramai dari biasanya. Di antara antrean...

Read moreDetails

Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 6, 2026
0
Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

KABUPATEN Tabanan saat ini tengah memasuki fase penting dalam pembangunan daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Dr. I Komang Gede Sanjaya,...

Read moreDetails

Cerita Rakyat Sebagai Identitas

by I Wayan Artika
June 6, 2026
0
Cerita Rakyat Sebagai Identitas

Setelah direvitalisasi, kini sejumlah cerita rakyat Bali aga Desa Pedawa hidup kembali. I Jaum misalnya telah dijadikan cerita pertunjukan. Kini...

Read moreDetails

Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

by I Wayan Yudana
June 5, 2026
0
Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

ADA sebuah ungkapan lama yang mengatakan bahwa sekolah adalah jendela masa depan. Masalahnya, kalau jendelanya sudah kusam, atapnya bocor, laboratoriumnya...

Read moreDetails

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
0
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

Read moreDetails

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
0
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

Read moreDetails

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
0
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

Read moreDetails
Next Post
DANA ABADI PURA — PERINTAH MPU KUTURAN | Catatan Harian Sugi Lanus

DANA ABADI PURA — PERINTAH MPU KUTURAN | Catatan Harian Sugi Lanus

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar
Tualang

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

by Made Wirya
June 21, 2026
Lubang | Cerpen Asmaran Dani
Cerpen

Lubang | Cerpen Asmaran Dani

LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada. Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol,...

by Asmaran Dani
June 21, 2026
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi
Puisi

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

by Mahesa Putra
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co