23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puji Hartono, Menggantung Hidup kepada Sadel Motor

Jaswanto by Jaswanto
May 7, 2024
in Khas
Puji Hartono, Menggantung Hidup kepada Sadel Motor

Puji Hartono sedang menyervis sadel motor | Foto: Jaswanto

ADA gunting tergeletak di antara sisa-sisa spons dan kalop kulit yang rusak. Ruang kecil itu berantakan. Plafon-plafon rusak, menggambar semacam pulau-pulau tak bernama. Ruang kecil itu bagai ruang ahli bedah. Di sana, tanpa ampun, meski dengan perhitungan matang, seorang lelaki paruh baya sedang membedah kulit, mencongkel mata pengokot berkarat dan mengikis sedikit demi sedikit spons tua yang delong, bahkan ada yang sudah tak berwujud.

Mesin jahit tua, jarum-jarum, gulungan benang, pengokot dan amunisinya, serpihan-serpihan spons dan kulit sadel, bercampur menjadi satu. Pengeras suara yang tertempel di dinding usang, juga seperangkat mesin yang tak terdeteksi namanya—barangkali mesin yang ia rakit sendiri—menjadi semacam instalasi alami.

Di pintu ruangan, terpampang stiker calon presiden dan wakil presiden lima tahun yang lalu. Memperhatikan mata si calon, jelas tak sedang tertuju pada seonggok tubuh sawo matang yang kini sedang mengoyak kulit sadel motor itu. Terlalu mengada-ngada jika mengatakan sosok calon tersebut sampai memperhatikannya.

“Saya sudah sembilan tahun jadi tukang servis jok motor,” ujar lelaki yang kerap dipanggil Puji itu, setelah menyeka keringat yang hendak menuju matanya, Senin (6/5/2024) siang. Nama lengkapnya Puji Hartono, 46, diaspora Yogyakarta yang mengundi nasib di Kota Singaraja. Sebelum menginjakkan kaki di Buleleng, dia mengaku sudah sempat menjelajah daerah-daerah lain di Bali. “Kecuali Karangasem,” katanya.

Puji, layaknya tokoh-tokoh pemuda dalam cerita fiksi tahun 90-an, setelah tamat SMA, tepatnya pada tahun 1997, dengan berbekal informasi samar dari salah seorang gurunya bahwa di Bali sedang ada proyek pembangunan pabrik ikan, dia berangkat dari Bantul—tanah kelahirannya—ke Bali tanpa seorang teman maupun kenalan. Puji benar-benar petualang tanpa peta.

Puji Hartono sedang menyervis sadel motor | Foto: Jaswanto

“Dulu sempat mau ke Bekasi, tapi orang tua tidak memberi izin. Jadi, saya ke Bali,” ujarnya. Ia menuju Kabupaten Jembrana. Di sana, nasib membawanya ke Loloan Barat, lalu berlabuh menjadi tukang bubut. Tak kuat berurusan dengan mesin perkakas yang digunakan untuk memotong benda yang diputar itu, Puji memilih menjadi tukang las. Sebentar saja menjadi tukang las, ia bekerja di tempat produksi genteng Pejaten—yang terkenal itu.

Tahun yang menjadi latar cerita Puji tentu bukan tahun yang enak. Saat ia lulus SMA—dan dua tahun setelah itu ia memutuskan berangkat ke Bali—adalah tahun di mana krisis keuangan melanda hampir seluruh Asia Timur. Hal ini mengakibatkan negara-negara ASEAN mengalami kekacauan dan kepanikan, termasuk Indonesia.

Nilai rupiah anjlok terhadap dolar Amerika yang berfluktuasi Rp. 12.000 – Rp. 18.000 dari Rp 2.200 pada awal tahun. Pada 1998, pertumbuhan ekonomi RI terkoreksi -13,1%. PDB per kapita ikut terjun ke angka $572, nominal tersebut seolah membawa perekonomian RI kembali ke tahun 1980 ($673) atau mundur hingga 18 tahun.

Di tengah situasi yang genting itu, pemerintah Orde Baru justru menaikkan tarif listrik dan bahan bakar minyak. Ekonomi rakyat semakin terpuruk. Soeharto menyiasati situasi rawan pangan dengan kampanye makan tiwul—yang disampaikannya melalui televisi.

Kekacauan di mana-mana. Hingga 21 Mei 1998 Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya—“ora dadi presiden ora pateken,” kata Soeharto. Sejak saat itulah, B.J. Habibie—yang notabene sebagai Wakil Presiden Soeharto—kemudian mengambil alih kursi kepresidenan. Di masa seperti inilah Puji sedang lontang-lantung di Bali.

“Sekitar tahun 2004 saya ke Singaraja, sampai sekarang,” terang Puji kepada salah seorang yang sadel motornya sedang ia permak. Pada tahun setelah Timor Timur merdeka dari Indonesia itu, di Singaraja, Puji sudah menjajal banyak profesi. Ia pernah jualan kerupuk keliling, nasi goreng keliling, tukang stiker, sampai coba-coba belajar “mainan” ikan hias. “Pernah mencoba ke Tulungagung untuk belajar bertani ikan hias, cupang dan koi, tapi sepertinya tidak bakat,” ujar Puji sembari tertawa.

Menjadi Tukang Servis Sadel Motor

Pada tahun 2015, entah bagaimana cerita detailnya, saat hari Nyepi, Puji berkunjung ke Malang, ke bosnya saat ia masih menjadi tukang stiker. Di sana memang ada usaha servis sadel motor. Puji memperhatikan saja, tak pernah mencoba. Tetapi, sesampainya di Singaraja, Puji memutuskan untuk menjadi tukang reparasi sadel motor sampai hari ini—ia belajar reparasi sadel dari melihat.

Jadilah ia menyewa ruangan kecil yang tertempel di pinggir simpang Jalan A. Yani-Dewi Sartika, tepat di bawah APILL (alat pemberi isyarat lalu lintas), di seberang utara kantor Bank BPD Bali Cabang Singaraja, berdempetan dengan bangunan Clandy’s Singaraja 2. “Uang kontrak di sini setahun 10 juta,” kata Puji. Selama ini, ia mengambil kulit sadel dari Kediri, Jawa Timur.

Bekerja sebagai tukang servis sadel adalah sebuah ketidakpastian hasil. Dalam sehari, paling banyak Puji hanya mendapat tujuh sampai delapan pelanggan, itu pun kadang tak sampai. Tapi kalau sedang beruntung, katanya, dia bisa mengerjakan sepuluh sadel. “Hari ini baru dapat lima,” ujarnya sambil menyedot teh dalam kemasan.

Tempat usaha Puji Hartono | Foto: Jaswanto

Puji mematok harga tujuh puluh ribu rupiah untuk sekali servis—menambal-rapikan spons dan mengganti kulit sadel. Itu harga rata-rata. Tapi untuk jenis motor tertentu, misalnya motor-motor keluaran terbaru, ia menghargai barang dan jasanya nyaris dua ratus ribu rupiah. “Karena, selain bahan kulinya lebih mahal, motor keluaran baru juga lebih sulit pengerjaannya. Kadang saya tolak karena waktu habis untuk mengerjakan satu jok,” terang bapak beranak tiga itu.

Pada saat pandemi memukul banyak sektor, Puji berhenti menjadi tukang servis jok selama setahun setengah. Itu tahun yang menyedihkan, katanya. Saat masa sulit itu, ia terpaksa jualan gorengan. “Sekarang istri saya yang melanjutkan jualan,” katanya.

Tempat Puji bekerja bagai debu di tengah kota kecil yang kian ramai. Kendaraan berlalu-lalang, menembus jalanan yang kian gerah. Klakson menyalak setiap saat. Suara-suara khas Dunia Ketiga. Meteran, lem, gergaji besi. Sikat untuk meratakan spons, dan kipas angin ketengan untuk sekadar lap keringat, menjadi temannya sehari-sehari. Tempat kerjanya adalah hiasan khas tanah urban.

Dengan profesinya yang sekarang, Puji bisa menghidupi seorang istri dan tiga orang anak. Yang paling kecil sudah mau masuk SD, anak keduanya sebentar lagi duduk di bangku SMP, sedangkan anak sulungnya setahun lagi masuk SMA. “Siap-siap mikir biayanya,” Puji mengatakannya dengan senyum yang mengambang.

Saat ini, bersama keluarga kecilnya, ia tinggal di rumah subsidi di Tukadmungga, Buleleng. Puji mulai membuka tempat servisnya sekira pukul 10 pagi sampai 6 sore waktu setempat.[T]

Reporter/Penulis: Jaswanto
Editor: Made Adnyana

Belajar dari Natalia, Perempuan yang Hobi Donor Darah
Suka Duka Pembaca Water Meter PDAM: Diprotes Pelanggan, Digigit Anjing, sampai Bertemu Ular pun Sudah Biasa
Gede Artana, Sun Go Kong dari Desa Pedawa
Tags: Berita Kisahfeature
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Jika Sekolah Tadika Mesra dalam Film Upin Ipin Menerapkan Program Makan Siang Gratis, Gimana Jadinya Ya?

Next Post

DANA ABADI PURA — PERINTAH MPU KUTURAN | Catatan Harian Sugi Lanus

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
DANA ABADI PURA — PERINTAH MPU KUTURAN | Catatan Harian Sugi Lanus

DANA ABADI PURA — PERINTAH MPU KUTURAN | Catatan Harian Sugi Lanus

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co