5 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sehat atau Kuat?

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
May 1, 2024
in Esai
Besakih dan Medsos

TAK sekali, di ruang praktik, saya menerima pasien dengan keluhan sempat pingsan. Umumnya pasien tersebut adalah siswi sekolah atau wanita, rata-rata usia muda, entah ia seorang ibu rumah tangga atau bekerja sebagai pegawai.

Murid sekolah itu pingsan, biasanya saat mengikuti apel bendera atau ketika berolah raga. Dan menariknya, sebagian besar siswi sekolah tersebut sudah sempat dibawa ke IGD RS untuk pertolongan pertama. Info yang didapat keluarganya adalah, setelah diperiksa dokter tentu saja, tidak ditemukan adanya penyakit apa pun dalam diri remaja tersebut. Tetapi, kok pingsan?

Lalu datanglah ia bersama keluarganya ke tempat praktik saya, untuk memastikan betulkah ia tidak mengidap suatu penyakit yang berbahaya? Saya setuju dengan kesimpulan dokter IGD RS, siswi sekolah tersebut umunya tidak mengidap penyakit apa pun.

Ia sehat, namun tidak kuat. Itulah yang membuatnya pingsan saat mengikuti apel bendera atau ketika berolah raga. Karena bukan tidak sehat tetapi tidak kuat, maka terapinya bukanlah obat, melainkan latihan fisik yang teratur. Lalu, adakah kemungkinan lain penyebab wanita usia muda dengan gejala pingsan?

Secara garis besar, gejala pingsan dapat disebabkab karena fisik yang kurang kuat dan memang akibat penyakit. Oleh karena tubuh yang kurang kuat tersebut umumnya terjadi pada kelompok usia muda. Terutama pada remaja putri yang kurang teratur latihan fisik dan sering kali juga akibat masalah psikologi lebih mudah mengalami kecemasan dibandingkan remaja pria.

Latihan fisik teratur dan memadai sudah pasti membuat fisik menjadi lebih kuat. Contoh yang paling mudah dilihat adalah seorang pelari marathon atau ultra marathon yang dapat bertahan terus berlari hingga ratusan kilo meter. Kemampuan ini hanya bisa dimiliki orang yang tak hanya sehat, namun juga harus kuat.

Variabel kuatnya itu tidak pernah bisa dihasilkan dengan pemberian obat-obatan, namun dari latihan yang rutin dilakukan dan terus ditingkatkan intensistasnya (indurance). Bahkan seseorang yang tak sehat pun bisa saja lebih kuat daripada orang yang sebetulnya sehat.

Umpamanya seorang buruh bangunan yang mengidap diabetes tak terkontrol. Namun karena terbiasa bekerja berat, ia mampu bekerja lebih berat ketimbang orang lain yang tidak mengidap diabetes tapi jarang latihan fisik. Contohnya ya para siswi sekolah yang pingsan tadi itu. Meskipun setelah diperiksa dengan lengkap, status kesehatannya baik, namun fisik mereka tergolong lemah.  

Gejala pingsan yang diakibatkan oleh penyakit medis, secara garis besar dapat pula disebabkan oleh dua kondisi. Gangguan otak atau masalah di luar otak. Pingsan dalam hal ini adalah yang terjadi secara tiba-tiba, seperti gejala pingsan pada keadaan fisik yang kurang kuat tersebut di atas. Akibat gangguan otak, misalnya pingsan karena ayan atau epilepsi.

Gejala pingsan akibat epilepsi ini ditandai dengan fase di mana pasien sempat betul-betul mengalami keadaan lupa, kemudian tersadar kembali seperti semula. Sementara pada keadaan pingsan yang disebabkan karena tubuh yang kurang kuat, yang mengalami tersebut masih dapat menyadari, melihat dengan samar-samar dan masih bisa mendengar lingkungan sekitarnya, namun tubuhnya begitu lemah sehingga tak mampu merespon.

Selain epilepsi, kondisi lain gangguan otak penyebab pingsan adalah stroke atau kerusakan pembuluh daarah otak, entah sumbatan atau pecahnya pembuluh darah. Pada kondisi ini, penderitanya tidak bisa kembali pulih sadar dengan cepat.

Sedangkan penyebab di luar otak, biasanya berhubungan dengan penyakit-penyakit organ dalam. Paling sering karena jantung, kemudian disusul paru-paru terkait dengan kebutuhan oksigen, serta liver dan ginjal yang berhubungan dengan toksin atau racun yang dihasilkan oleh tubuh sendiri. Oleh penyebab-penyebab tersebut, tentu saja memang sudah ada riwayat penyakit sebelumnya.

Walaupun tetap ada kemungkinan penyakit jantung yang tak disadari sebelumnya, yang kemudian baru diketahui pertama kali saat pengidapnya mengalami pingsan. Kelainan jantung penyebab pingsan (sinkop) umumnya yang berkaitan dengan gangguan irama, kelainan katup dan juga serangan jantung koroner.

Di samping karena gangguan organ dalam, gejala pingsan dapat pula oleh karena gangguan elektrolit, kadar gula yang terlalu rendah atau cedera kepala. Selain sehat, idealnya tubuh kita pun harus cukup kuat.

Oleh karena itu, untuk sehat, perlu pencegahan dan deteksi dini berkala, sehingga dapat mengetahui kemungkinan adanya penyakit pada fase dini. Dengan begitu, jika pun tidak dapat dicegah, setidaknya penyakit bisa terdeteksi lebih dini. Itu memberi kita peluang untuk mengontrol penyakit dengan lebih baik dan mencegah komplikasi. Maka kita tetap sehat.

Untuk fisik lebih kuat, tak ada pilihan lain selain kita wajib untuk teratur dan rutin olah raga dan terus meningkatkan intensitasnya. Jangan lupa, dengan latihan fisik rutin dan teratur tersebut, dapat pula dengan cukup efektif mengatasi problem kecemasan karena tubuh akan menghasilkan endorfin saat kita berolah raga. Kalau kita diberikan kesempatan untuk memilih sehat dan kuat, keduanya, kenapa tidak?[T]

  • Klik BACA untuk melihat esai dan cerpen dari penulis DOKTER PUTU ARYA NUGRAHA
Debu-debu di Bangku Sekolah
Besakih dan Medsos
Belajar dari Komeng
Tags: Dokter Arya NugrahaFilosofi Sehat
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ziarah ke “Marya dan Kebyar” di Pameran Arsip 1928

Next Post

“Bee Dances” : Menembus Batas, Melebur Identitas

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

Menjual Sepi: Ketika ‘Healing’ di Bali Berubah Menjadi Industri

by Nur Kamilia
May 5, 2026
0
Menjual Sepi: Ketika ‘Healing’ di Bali Berubah Menjadi Industri

- Sebuah Refleksi tentang Komodifikasi Kesunyian dan Pergeseran Makna Ruang Sakral BALI kini tengah menjual sesuatu yang paling mahal di...

Read moreDetails

Aoroville: Kota Eksperimental

by Agung Sudarsa
May 4, 2026
0
Aoroville: Kota Eksperimental

Pertemuan yang Mengubah Arah: Mirra Alfassa dan Sri Aurobindo Ada pertemuan-pertemuan dalam sejarah yang tidak sekadar mempertemukan dua individu, tetapi...

Read moreDetails

Hidup Ini Sederhana, yang Rumit Hanya Tafsir di Media Sosial

by Angga Wijaya
May 4, 2026
0
Hidup Ini Sederhana, yang Rumit Hanya Tafsir di Media Sosial

SAYA perlu memulai tulisan ini dengan satu catatan kecil. Saya meminjam sebuah gagasan dari Pramoedya Ananta Toer, bukan sebagai hiasan...

Read moreDetails

Seremoni Hardiknas dan Krisis Literasi

by Ahmad Fatoni
May 2, 2026
0
Seremoni Hardiknas dan Krisis Literasi

Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) semestinya tidak terjebak pada rutinitas seremonial yang berulang dan kehilangan makna. Ia perlu dimaknai sebagai...

Read moreDetails

Di Balik Siswa Merundung Guru: Ketika Gizi Anak Tercukupi, Akhlak Malah Terdegradasi

by Dodik Suprayogi
May 2, 2026
0
Di Balik Siswa Merundung Guru: Ketika Gizi Anak Tercukupi, Akhlak Malah Terdegradasi

Kejadian sekelompok siswi SMA di Purwakarta, Jawa Barat yang merundung gurunya sendiri itu benar-benar tidak manusiawi. Maksudnya, hati siapa yang...

Read moreDetails

Guru Profesional Bekerja Proporsional

by I Nyoman Tingkat
May 2, 2026
0
Guru Profesional Bekerja Proporsional

TEMA Hardiknas2026 adalah Menguatkan Partisipasi  Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua. Frase “partisipasi semesta” pertama muncul melalui Konsolidasi Nasional Pendidikan...

Read moreDetails

Mengeja Ulang Arah Pendidikan Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
May 2, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

TANGGAL 2 Mei adalah hari yang keramat bagi dunia pendidikan Indonesia. Ada suasana yang khas menyelimuti hati para pendidik dan...

Read moreDetails

‘Maburuh’ dan Tubuh yang Tak Pernah Diam

by Angga Wijaya
May 2, 2026
0
‘Maburuh’ dan Tubuh yang Tak Pernah Diam

Di Bali, saya jarang benar-benar melihat orang menganggur. Bahkan ketika tidak ada pekerjaan tetap, selalu saja ada yang dikerjakan. Menyapu...

Read moreDetails

Menimbang Ulang ‘May Day’ Bagi Pekerja Budaya

by Arief Rahzen
May 1, 2026
0
Menimbang Ulang ‘May Day’ Bagi Pekerja Budaya

TIAP tanggal satu Mei tiba, ingatan kita biasanya langsung tertuju pada lautan manusia di jalanan protokol Jakarta. Memori kita terikat...

Read moreDetails

Oppenheimer: Sains, Sastra, dan Filsafat

by Agung Sudarsa
April 30, 2026
0
Oppenheimer: Sains, Sastra, dan Filsafat

Ilmuwan di Persimpangan Zaman Nama J. Robert Oppenheimer selalu menghadirkan paradoks: seorang ilmuwan jenius yang sekaligus menjadi simbol kegelisahan moral...

Read moreDetails
Next Post
“Bee Dances” : Menembus Batas, Melebur Identitas

"Bee Dances" : Menembus Batas, Melebur Identitas

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Bukan Hanya Salah Kaprah, “Sepakat 1.000%” Juga Cacat Logika
Bahasa

Bukan Hanya Salah Kaprah, “Sepakat 1.000%” Juga Cacat Logika

PERNAHKAH Anda mendengar orang mengatakansepakat seribu persen? Saya sendiri kerap mendengar pejabat, figur publik, atau teman sendiri berteriak sepakat seribu...

by I Made Sudiana
May 5, 2026
Menjual Sepi: Ketika ‘Healing’ di Bali Berubah Menjadi Industri
Esai

Menjual Sepi: Ketika ‘Healing’ di Bali Berubah Menjadi Industri

- Sebuah Refleksi tentang Komodifikasi Kesunyian dan Pergeseran Makna Ruang Sakral BALI kini tengah menjual sesuatu yang paling mahal di...

by Nur Kamilia
May 5, 2026
Desa Adat Batur Bangun ‘Cihna’ di Titik Nol Batur Let —Songsong Seratus Tahun Rarud Batur
Budaya

Desa Adat Batur Bangun ‘Cihna’ di Titik Nol Batur Let —Songsong Seratus Tahun Rarud Batur

DESA Adat Batur melaksanakan upacara ngruwak sebagai langkah awal pembangunan Cihna (tanda) Titik Nol Batur Let (pusat permukiman Desa Adat...

by Nyoman Budarsana
May 4, 2026
Aoroville: Kota Eksperimental
Esai

Aoroville: Kota Eksperimental

Pertemuan yang Mengubah Arah: Mirra Alfassa dan Sri Aurobindo Ada pertemuan-pertemuan dalam sejarah yang tidak sekadar mempertemukan dua individu, tetapi...

by Agung Sudarsa
May 4, 2026
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh
Persona

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
Lomba Tapel Ogoh-ogoh di UPMI Bali: Menumbuhkan Kreativitas Tanpa Batas
Panggung

Lomba Tapel Ogoh-ogoh di UPMI Bali: Menumbuhkan Kreativitas Tanpa Batas

“Ogoh-ogoh itu bukan lagi kesenian musiman. Tetapi kesenian yang dikerjakan sepanjang masa.” Kalimat pembuka itu meluncur dari Dr. I Made...

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
Antara Proses dan Hasil: Cara Pemain Menentukan Nilai Akun di Valorant
Gaya

Antara Proses dan Hasil: Cara Pemain Menentukan Nilai Akun di Valorant

TIDAK semua pemain menikmati perjalanan yang sama dalam game. Ada yang menghargai setiap tahap perkembangan, ada juga yang lebih fokus...

by tatkala
May 4, 2026
Refracted — Perspektif yang Menolak Keutuhan
Ulas Rupa

Refracted — Perspektif yang Menolak Keutuhan

Artikel ini adalah catatan kuratorial pameran seni rupa “Refracted” pada 2 Mei 2026 di Ruang Arta Derau, Tegallalang. Tak pernah...

by Made Chandra
May 4, 2026
Hidup Ini Sederhana, yang Rumit Hanya Tafsir di Media Sosial
Esai

Hidup Ini Sederhana, yang Rumit Hanya Tafsir di Media Sosial

SAYA perlu memulai tulisan ini dengan satu catatan kecil. Saya meminjam sebuah gagasan dari Pramoedya Ananta Toer, bukan sebagai hiasan...

by Angga Wijaya
May 4, 2026
Aku Kembali | Cerpen Kadek Windari
Cerpen

Aku Kembali | Cerpen Kadek Windari

“Risa, aku sudah melihat hasil pengumuman itu,” ucap Bagus lirih, nyaris tenggelam dalam gemuruh angin senja. Aku menoleh, menatap wajahnya...

by Kadek Windari
May 4, 2026
Puisi-puisi Kim Young Soo | Di Candi Gedong Songo
Puisi

Puisi-puisi Kim Young Soo | Di Candi Gedong Songo

DI CANDI GEDONG SONGO Di lereng bukittercurah sinar matahari siang di khatulistiwapada ubun-ubun anemiaterdapat stupa batu yang terlupakanmenghapuskan bayangannya dengan...

by Kim Young Soo
May 3, 2026
Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja
Khas

Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

JUMAT sore, bertepatan dengan Hari Buruh, 1 Mei, saya mampir ke Bichito sebuah kafe baru di Jalan Gajah Mada, Singaraja,...

by Gading Ganesha
May 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co