2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sehat atau Kuat?

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
May 1, 2024
in Esai
Besakih dan Medsos

TAK sekali, di ruang praktik, saya menerima pasien dengan keluhan sempat pingsan. Umumnya pasien tersebut adalah siswi sekolah atau wanita, rata-rata usia muda, entah ia seorang ibu rumah tangga atau bekerja sebagai pegawai.

Murid sekolah itu pingsan, biasanya saat mengikuti apel bendera atau ketika berolah raga. Dan menariknya, sebagian besar siswi sekolah tersebut sudah sempat dibawa ke IGD RS untuk pertolongan pertama. Info yang didapat keluarganya adalah, setelah diperiksa dokter tentu saja, tidak ditemukan adanya penyakit apa pun dalam diri remaja tersebut. Tetapi, kok pingsan?

Lalu datanglah ia bersama keluarganya ke tempat praktik saya, untuk memastikan betulkah ia tidak mengidap suatu penyakit yang berbahaya? Saya setuju dengan kesimpulan dokter IGD RS, siswi sekolah tersebut umunya tidak mengidap penyakit apa pun.

Ia sehat, namun tidak kuat. Itulah yang membuatnya pingsan saat mengikuti apel bendera atau ketika berolah raga. Karena bukan tidak sehat tetapi tidak kuat, maka terapinya bukanlah obat, melainkan latihan fisik yang teratur. Lalu, adakah kemungkinan lain penyebab wanita usia muda dengan gejala pingsan?

Secara garis besar, gejala pingsan dapat disebabkab karena fisik yang kurang kuat dan memang akibat penyakit. Oleh karena tubuh yang kurang kuat tersebut umumnya terjadi pada kelompok usia muda. Terutama pada remaja putri yang kurang teratur latihan fisik dan sering kali juga akibat masalah psikologi lebih mudah mengalami kecemasan dibandingkan remaja pria.

Latihan fisik teratur dan memadai sudah pasti membuat fisik menjadi lebih kuat. Contoh yang paling mudah dilihat adalah seorang pelari marathon atau ultra marathon yang dapat bertahan terus berlari hingga ratusan kilo meter. Kemampuan ini hanya bisa dimiliki orang yang tak hanya sehat, namun juga harus kuat.

Variabel kuatnya itu tidak pernah bisa dihasilkan dengan pemberian obat-obatan, namun dari latihan yang rutin dilakukan dan terus ditingkatkan intensistasnya (indurance). Bahkan seseorang yang tak sehat pun bisa saja lebih kuat daripada orang yang sebetulnya sehat.

Umpamanya seorang buruh bangunan yang mengidap diabetes tak terkontrol. Namun karena terbiasa bekerja berat, ia mampu bekerja lebih berat ketimbang orang lain yang tidak mengidap diabetes tapi jarang latihan fisik. Contohnya ya para siswi sekolah yang pingsan tadi itu. Meskipun setelah diperiksa dengan lengkap, status kesehatannya baik, namun fisik mereka tergolong lemah.  

Gejala pingsan yang diakibatkan oleh penyakit medis, secara garis besar dapat pula disebabkan oleh dua kondisi. Gangguan otak atau masalah di luar otak. Pingsan dalam hal ini adalah yang terjadi secara tiba-tiba, seperti gejala pingsan pada keadaan fisik yang kurang kuat tersebut di atas. Akibat gangguan otak, misalnya pingsan karena ayan atau epilepsi.

Gejala pingsan akibat epilepsi ini ditandai dengan fase di mana pasien sempat betul-betul mengalami keadaan lupa, kemudian tersadar kembali seperti semula. Sementara pada keadaan pingsan yang disebabkan karena tubuh yang kurang kuat, yang mengalami tersebut masih dapat menyadari, melihat dengan samar-samar dan masih bisa mendengar lingkungan sekitarnya, namun tubuhnya begitu lemah sehingga tak mampu merespon.

Selain epilepsi, kondisi lain gangguan otak penyebab pingsan adalah stroke atau kerusakan pembuluh daarah otak, entah sumbatan atau pecahnya pembuluh darah. Pada kondisi ini, penderitanya tidak bisa kembali pulih sadar dengan cepat.

Sedangkan penyebab di luar otak, biasanya berhubungan dengan penyakit-penyakit organ dalam. Paling sering karena jantung, kemudian disusul paru-paru terkait dengan kebutuhan oksigen, serta liver dan ginjal yang berhubungan dengan toksin atau racun yang dihasilkan oleh tubuh sendiri. Oleh penyebab-penyebab tersebut, tentu saja memang sudah ada riwayat penyakit sebelumnya.

Walaupun tetap ada kemungkinan penyakit jantung yang tak disadari sebelumnya, yang kemudian baru diketahui pertama kali saat pengidapnya mengalami pingsan. Kelainan jantung penyebab pingsan (sinkop) umumnya yang berkaitan dengan gangguan irama, kelainan katup dan juga serangan jantung koroner.

Di samping karena gangguan organ dalam, gejala pingsan dapat pula oleh karena gangguan elektrolit, kadar gula yang terlalu rendah atau cedera kepala. Selain sehat, idealnya tubuh kita pun harus cukup kuat.

Oleh karena itu, untuk sehat, perlu pencegahan dan deteksi dini berkala, sehingga dapat mengetahui kemungkinan adanya penyakit pada fase dini. Dengan begitu, jika pun tidak dapat dicegah, setidaknya penyakit bisa terdeteksi lebih dini. Itu memberi kita peluang untuk mengontrol penyakit dengan lebih baik dan mencegah komplikasi. Maka kita tetap sehat.

Untuk fisik lebih kuat, tak ada pilihan lain selain kita wajib untuk teratur dan rutin olah raga dan terus meningkatkan intensitasnya. Jangan lupa, dengan latihan fisik rutin dan teratur tersebut, dapat pula dengan cukup efektif mengatasi problem kecemasan karena tubuh akan menghasilkan endorfin saat kita berolah raga. Kalau kita diberikan kesempatan untuk memilih sehat dan kuat, keduanya, kenapa tidak?[T]

  • Klik BACA untuk melihat esai dan cerpen dari penulis DOKTER PUTU ARYA NUGRAHA
Debu-debu di Bangku Sekolah
Besakih dan Medsos
Belajar dari Komeng
Tags: Dokter Arya NugrahaFilosofi Sehat
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ziarah ke “Marya dan Kebyar” di Pameran Arsip 1928

Next Post

“Bee Dances” : Menembus Batas, Melebur Identitas

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
“Bee Dances” : Menembus Batas, Melebur Identitas

"Bee Dances" : Menembus Batas, Melebur Identitas

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co