6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Di Tengah Kisruh Itu, Terseliplah Made Kranca, Maestro Karawitan yang Barangkali Tak Banyak Dikenal

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
April 2, 2024
in Khas
Di Tengah Kisruh Itu, Terseliplah Made Kranca, Maestro Karawitan yang Barangkali Tak Banyak Dikenal

Made Kranca, pemukul gong, saat pentas di HUT Kota Singaraja 2024 | Foto: Hizkia

DI tengah kisruh mundurnya sekaa gong kebyar secara spontan pada panggung perayaan HUT Kota Singaraja di Lapangan Bhuana Patra, Sabtu 30 Maret 2024, itu, terseliplah sosok tua dengan wajah yang tabah.

Ia adalah Made Kranca. Tentu saja banyak orang yang berada di tengah keramaian perayaan itu tak kenal siapa dia. Bahkan barangkali pejabat tinggi Pemkab Buleleng yang duduk di kursi undangan itu tak banyak juga yang akrab dengan sosok itu.

Made Kranca adalah salah satu penabuh pada Sekaa Gong Kebyar Jaya Kusuma Desa Jagaraja, Kecamatan Sawan, yang tampil dalam acara perayaan itu. Di tengah penampilan itu ia memang tak menonjol. Ia tak berada di depan, misalnya sebagai penabuh kendang atau pengugal. Ia di belakang, memukul gong.

Namun, jangan salah. Meski ia berada di belakang dan kadang tak kelihatan sosoknya pada malam itu, untuk urusan gong kebyar nama Made Kranca selalu berada di depan, bukan hanya di Desa Jagaraga, melainkan juga di Bali.

Seniman-seniman karawitan di Bali biasa menyebut Made Kranca dengan nama Bapa Kranca. Bapa adalah sebutan untuk ayah atau orang tua, dan sebutan itu memberitahu kita bahwa Bapa Kranca adalah ayah bagi seniman-seniman karawitan, juga tari, di Bali.

Made Kranca saat melatih penabuh untuk persiapan pentas Gong Kebyar Legendaris di Pesta Kesenian Bali 2024 | Foto: Hizkia

Usia Made Kranca kini diperkirakan lebih dari 80 tahun. Tentu saja ia sudah kehilangan sejumlah kemampuan untuk menggerakkan organ-organ tubuhnya. Namun di usia senjanya itu tetap kuat pegang panggul untuk dipukulkan pada gangsa, atau reong, atau kendang, atau gong. Dan pukulan tangan tuanya seperti pukulan untuk selalu memberi semangat untuk mengembangkan gong kebyar sampai kapan pun, bahkan barangkali sampai ia tak bisa lagi mengayunkan panggul.

Syahdan, tahun 2024 ini, Sekaa Gong Jaya Kusuma Desa Jagaraga dipanggil untuk mewakili Kabupaten Buleleng dalam Parade Gong Kebyar Legendaris pada Pesta Kesenian Bali (PKB). Momentum ini dimanfaatkan untuk membangkitkan gong kebyar Jagaraga yang sempat vakum. Dan Made Kranca pun langsung berada di depan, sebagai sesepuh maupun sebagai penguruk alias pelatih tabuh dan tari, bersama seniman dari generasi yang lebih muda seperti Nyoman Arya Suriawan dan Made Andreas Dylon.  

Nama Made Kranca memang tak bisa diabaikan dalam sejarah perkembangan gong kebyar di Bali. Ia adalah cucu dari Pan Wandres, seseorang yang dianggap sebagai pelopor terciptakan gong kebyar di Desa Jagaraga yang kemudian menyebar ke seluruh Bali, bahkan ke sejumlah negara-negara besar di dunia.

Pan Wandres adalah seniman yang mengembangkan tari Kebyar Legong yang kemudian dimodifikasi kembali oleh Gde Manik, sehingga tercipta Tari Teruna Jaya. Bisa dikata, Pan Wandres adalah generasi di atas Gde Manik, dan Made Kranca adalah cucu dari Pan Wandres dan berguru pada Gde Manik. Dalam sejarah gong kebyar kemudian, nama Made Kranca bersama Gde Manik selalu tercatat dengan baik di hati para penabuh karena kerap menjadi pelatih hingga ke desa-desa terpencil di Bali.

Di tengah-tengah persiapan untuk tampil dalam Parade Gong Kebyar Legendaris di PKB, Juni 2024, Made Kranca selalu terlibat dalam latihan-latihan rutin yang dilakukan Sekaa Gong Jaya Kusuma.

Pada sesi latihan, ia biasanya datang dengan jalan yang pelan lalu naik tangga ke tempat latihan. Ia akan duduk di depan gangsa berhadapan dengan penabuh yang akan dilatihnya. Jika ada nada yang salah, ia akan  segera menunjukkan yang benar dengan suara mulut atau gamelan di depannya.

Made Kranca memang seorang maestro. Ia menabuh gamelan semudah mengedipkan kedua mata, dan punya cara yang baik untuk mengajarkan teman-temannya sesama sepuh dan generasi muda yang sedang latihan.

Made Kranca (pakai doplang) sebelum pentas di acara malam pearayaan HUT Kota Singaraja, Sabtu 30 Maret 2024 | Foto: Hizkia

Di sela-sela latihan itulah sekaa legendaris itu diberi kesempatan tampil pada malam perayaan HUT Kota Singaraja di Lapangan Bhuana Patra. Sekaa dari Jagaraga itu tampil bersama Sekaa Gong Eka Wakya dari Banjar Paketan Singaraja yang juga akan tampil di PKB 2024. Dua sekaa itu masing-masing diharap membawakan sebagian dari karya tabuh dan tari yang akan dipentaskan pada ajang PKB, Juni 2024, di Taman Budaya Bali di Denpasar.

Dan terjadilah kisruh pada pentas itu. Para penabuh dan penari dari dua sekaa itu memutuskan untuk tidak menyelesaikan pementasan mereka. Karena penampilan mebarung (berhadap-hadapan dan bergiliran) dari dua sekaa itu disela dengan acara-acara lain dalam durasi yang cukup lama.

Ketika acara berlangsung di atas panggung, Made Kranca tampak beberapa kali turun naik panggung, mungkin karena letih menunggu, atau tak kuat mendengar suara dari pengeras suara yang keluar dari penampilan artis-artis lain.

Ketika dua sekaa memutuskan untuk menurunkan perangkat gamelan dari atas panggung, tampak Made Kranca berjalan menjauh dari panggung. Wajahnya tetap tabah, sesekali menghela napas.

Tidak banyak yang kenal dia. Barangkali banyak yang menganggap ia hanya penabuh biasa, padahal ia maestro yang namanya tak bisa dihilangkan dalam sejarah perkembangan gong kebyar di Bali.

Made Kranca ganti pakaian sebelum pentas di acara malam pearayaan HUT Kota Singaraja, Sabtu 30 Maret 2024 | Foto: Hizkia

Tentang seperti apa kemaestroan Made Kranca, bacalah di mesin pencarian google, jangan malas-malas untuk mengetahui siapa-siapa yang harus kita hormati dalam dunia kesenian yang berkali-kali kita sebut adiluhung itu.

Made Kranca selama hidupnya seakan diserahkan untuk mengabdi pada upaya-upaya pengembangan karawitan di Bali. Bahkan ketika usianya sudah senja, ia juga terlibat dalam sejumlah kegiatan rekonstruksi karya-karya seni yang punah seperti rekonstruksi Tari Legong Pengeleb. Ia juga kerap menjadi narasumber untuk proyek-proyek penelitian yang dilakukan peneliti dari berbagai kampus di dalam negeri maupun di luar negeri.

Made Kranca bukan guru besar dalam pengertian formal, namun ia dengan informasi dan kemampuan yang dimilikinya ia banyak melahirkan doktor dan profesor di bidang ilmu etnomusikologi. [T]

Reporter/Pengumpul Data: Jaswanto
Penulis/Editor: Adnyana Ole

BACA artikel lain tentang GONG KEBYAR LEGENDARIS

Inilah Cerita Lengkap “Kisruh” Gong Kebyar Legendaris Mebarung di Panggung Hut Kota Singaraja
Sekaa Gong Legendaris Jagaraga, Momentum Menghidupkan Kembali Jiwa dan Spirit Gde Manik
Gong Kebyar dan Tari Teruna Jaya, Jembatan Awal Pariwisata Bali
Gong Kebyar Desa Kedis, Setelah 32 Tahun Mati Suri
Tags: Desa JagaragaGde Manikgong kebyarHUT Kota Singarajakesenian baliMade Kranca
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Gong Kebyar dan Tari Teruna Jaya, Jembatan Awal Pariwisata Bali

Next Post

Cerita-cerita Baru yang Terungkap dalam Pertemuan Seniman di Buleleng — Masih Terkait Kisruh Gong Kebyar Legendaris   

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Bakti Sosial Anand Ashram Youth di Yayasan Pendidikan Anak Tuna Netra Denpasar —Merayakan Kemanusiaan dalam Nada dan Kebersamaan

by Agung Sudarsa
March 2, 2026
0
Bakti Sosial Anand Ashram Youth di Yayasan Pendidikan Anak Tuna Netra Denpasar —Merayakan Kemanusiaan dalam Nada dan Kebersamaan

“Jiwa muda adalah jiwa penuh energi, penuh semangat. Maka, dengan sendirinya penuh gejolak pula. Ia bisa membangkang, bisa memberontak, bisa...

Read moreDetails

Leo Saputra, Perajin Perak Singapadu yang Bertahan di Tengah Arus Modernisasi

by Putu Ayu Ariani
February 27, 2026
0
Leo Saputra, Perajin Perak Singapadu yang Bertahan di Tengah Arus Modernisasi

DESA Singapadu, Kabupaten Gianyar, dikenal sebagai salah satu tempat kerajinan perak di Bali. Di tengah arus modernisasi dan persaingan produk...

Read moreDetails

‘Abhikkama’ – Maju Terus: Komitmen Pemuda Theravāda Indonesia (Patria) Senantiasa Bergerak dan Menumbuhkan Kebajikan

by Dede Putra Wiguna
February 23, 2026
0
‘Abhikkama’ – Maju Terus: Komitmen Pemuda Theravāda Indonesia (Patria) Senantiasa Bergerak dan Menumbuhkan Kebajikan

TIGA dasawarsa bukanlah perjalanan yang singkat. Bagi Pemuda Theravāda Indonesia (Patria), 30 tahun adalah rentang pengabdian, pembelajaran, dan konsistensi dalam...

Read moreDetails

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

by Jaswanto
February 22, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

“SAYA menangis saat survei sekolah setelah lolos seleksi P3K,” ujar Samsul Rizal bercerita kepada saya pada malam yang gerah di...

Read moreDetails

Menanam Pohon Sebelum Berlari —Catatan Menuju Alumni SMANSA Charity Fun Run 2026

by Gading Ganesha
February 22, 2026
0
Menanam Pohon Sebelum Berlari —Catatan Menuju Alumni SMANSA Charity Fun Run 2026

SABTU pagi itu datang dengan suara burung dan kokok ayam yang bersahutan. Di sela suasana yang masih lengang, telepon genggam...

Read moreDetails

Tiba-tiba Konservasi : Melihat Pentingnya Kesadaran Konservasi yang Justru Hadir dari Inisiatif Kolektif

by Made Chandra
February 21, 2026
0
Tiba-tiba Konservasi : Melihat Pentingnya Kesadaran Konservasi yang Justru Hadir dari Inisiatif Kolektif

CATATAN ini berawal dari ajakan Bli Vincent Chandra—seorang pemuda yang berapi-api ketika bercumbu dengan kebudayaan, untuk mengajakku untuk menyambangi Museum...

Read moreDetails

Menulis Opini Bahasa Bali Jangan Seperti Orang “Ngigelang Tapel”! — Dari Lomba Opini Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 19, 2026
0
Menulis Opini Bahasa Bali Jangan Seperti Orang “Ngigelang Tapel”! — Dari Lomba Opini Bulan Bahasa Bali 2026

WIMBAKARA (Lomba) Opini Berbahasa Bali serangkaian Bulan Bahasa Bali mirip sebuah ujian sekripsi atau tesis. Peserta tidak hanya menyelesaikan sebuah...

Read moreDetails

Menjadi Penolong Pertama di Usia Belia: Ketika Para Dokter Kecil Beradu Cerdas di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

by Dede Putra Wiguna
February 18, 2026
0
Menjadi Penolong Pertama di Usia Belia: Ketika Para Dokter Kecil Beradu Cerdas di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

WAJAH-wajah kecil itu tampak amat serius pagi itu. Jas dokter kecil yang mereka kenakan terlihat rapi, lengkap dengan pin dan...

Read moreDetails

Buku ‘Gaya Patung Pendet di Mata Tiga Profesor’ Diluncurkan pada Perayaan HUT ke-23 Museum Pendet

by I Nyoman Darma Putra
February 15, 2026
0
Buku ‘Gaya Patung Pendet di Mata Tiga Profesor’ Diluncurkan pada Perayaan HUT ke-23 Museum Pendet

Perayaan HUT ke-23 Museum Pendet di Nyuhkuning, Ubud, Gianyar, Minggu, 15 Februari 2026, ditandai dengan peluncuran dan bedah empat buku...

Read moreDetails

Mang Adi, Si Penyadap Tuak, Menghadapi Musim yang Tak Pasti —Cerita Kecil dari Desa Sambirenteng

by Son Lomri
February 15, 2026
0
Mang Adi, Si Penyadap Tuak, Menghadapi Musim yang Tak Pasti —Cerita Kecil dari Desa Sambirenteng

MANG ADI memegang sebilah paku dengan gaya seperti layaknya memegang pena. Dengan ujung paku yang runcing itu, ia menggurat garis...

Read moreDetails
Next Post
Cerita-cerita Baru yang Terungkap dalam Pertemuan Seniman di Buleleng — Masih Terkait Kisruh Gong Kebyar Legendaris   

Cerita-cerita Baru yang Terungkap dalam Pertemuan Seniman di Buleleng -- Masih Terkait Kisruh Gong Kebyar Legendaris   

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co