23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Komunikasi sebagai Paket Komplet

Chusmeru by Chusmeru
February 13, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

KOMUNIKASI merupakan sesuatu yang setiap hari dilakukan semua orang. Tidak ada yang bisa menghindar dari komunikasi. Lantaran itulah orang beranggapan tidak perlu mempelajari komunikasi. Ketika timbul masalah dalam hubungan antarmanusia, saat itu pula orang mengatakan perlunya belajar berkomunikasi.

Sesungguhnya komunikasi tak sederhana seperti yang dibayangkan. Komunikasi selalu melibatkan pesan verbal dan nonverbal. Itulah sebabnya komunikasi dianggap sebagai suatu paket yang komplet. Orang tidak hanya berkomunikasi dengan ucapannya, namun juga gerakannya.

Kesulitan akan muncul ketika orang harus berkomunikasi dengan orang lain yang memiliki latar belakang budaya yang berbeda. Selain harus memahami secara verbal apa yang disampaikan, orang juga dituntut untuk memahami ekspresi nonverbal orang lain.

Selain itu, komunikasi sebagai paket komplet juga kerap mengalami diskordansi, yaitu situasi dimana terdapat kontradiksi antara pesan verbal dan nonverbal secara bersamaan. Orang mengatakan tidak punya masalah, namun ekspresi wajahnya menunjukkan keresahan. Orang juga bersumpah-serapah tidak berbuat salah, tetapi gerakan matanya menunjukkan kebohongan.

Diskordansi pesan memang sulit untuk dihindari, apalagi dimanipulasi. Meskipun ada beberapa orang yang mampu memanipulasi pesan verbal dan nonverbal, seperti aktor atau pemain peran. Mereka sudah terlatih untuk memanipulasi pesan demi menjalankan peran atau aktingnya di depan kamera.

Seorang pemain film atau sinetron dapat saja tertawa bahagia di depan kamera, walau dalam kehidupan nyatanya ia sedang berduka. Artis sinetron dapat memerankan tokoh yang baik dalam keluarga, meski kehidupan keluarganya berantakan. Itu semua diskordansi pesan yang sengaja dimanipulasi demi kepentingan peran. Mereka mampu berdramaturgi, sehingga panggung depan dan panggung belakang dapat dimanipulasi.

Dalam kehidupan sehari-hari memanipulasi pesan verbal dan nonverbal tidaklah mudah. Itu karena komunikasi adalah paket. Bahkan oleh orang yang terlatih sekalipun. Tak heran, ketika seorang artis terlibat kasus narkoba atau tindak kriminal lainnya; dia tidak dapat berdusta ketika diinterograsi polisi, karena dunia peran berbeda dengan kehidupan nyata.

Proses Penyesuaian

Menyadari kesulitan untuk memahami komunikasi sebagai paket, maka orang akan belajar melakukan penyesuaian dalam interaksi sosialnya. Proses penyesuaian itu dimulai dari pengenalan, penafsiran, dan pemahaman terhadap nilai, norma, perilaku, kepercayaan, dan bahasa yang digunakan orang lain.

Semua orang belajar menyesuaikan diri terhadap komunikasi yang dilakukan orang lain. Seorang anak tidak begitu saja dapat berbicara. Ia akan belajar dari mulut orang tuanya. Anak-anak juga akan mempelajari ekspresi orang tuanya saat kecewa, sedih, dan marah. Termasuk gerak tubuh teman-temannya.

Wisatawan yang mengunjungi satu daerah atau negara akan banyak belajar menyesuaikan diri terhadap norma, kepercayaan, dan bahasa setempat. Tanpa itu, wisatawan akan banyak mengalami kendala dalam berkomunikasi.

Bahasa kerap menjadi kendala berkomunikasi di antara bangsa yang berbeda. Oleh sebab itu, banyak wisatawan yang menggunakan gerakan nonverbal untuk mempertegas komunikasinya. Dengan harapan, orang yang kesulitan memahami bahasanya dapat menafsirkan gerakannya.

Hanya saja, gerakan nonverbal adalah produk budaya masyarakat. Sehingga setiap masyarakat akan memiliki gerakan nonverbal yang berbeda untuk satu pesan komunikasi yang sama. Menganggukkan maupun menggelengkan kepala bisa dimaknai berbeda sesuai latar belakang budaya masyarakatnya.

Dimensi Komunikasi

Komunikasi sebagai satu paket komplet bukan hanya menyangkut pesan verbal dan nonverbal. Komunikasi juga berkaitan dengan dimensi isi dan relasi. Memahami komunikasi dengan demikian harus pula mencermati isi pesan dan relasi pesan. Dimensi komunikasi ini akan sangat terasa ketika orang harus berkomunikasi dalam masyarakat yang menempatkan budaya dan stratifikasi sosial sebagai sesuatu yang penting.

Beberapa faktor ikut mempengaruhi dimensi isi dan relasi ini, seperti bahasa, mitos, dan seni budaya masyarakat. Isi pesan yang sama bisa menimbulkan relasi yang berbeda jika diucapkan dengan bahasa tertentu yang digunakan masyarakat. Sebagai contoh, kata “makan” memiliki isi pesan yang sama, yaitu menikmati sesuatu.

Namun bagi masyarakat Jawa, penggunaan kata “makan” dalam bahasa daerah akan mempertimbangkan relasinya. Untuk sesama teman, orang akan menyebutnya mangan. Tetapi ketika mempersilakan orang tua untuk makan, orang akan mengatakannya dhahar. Padahal isi pesannya sama, yaitu tentang makan. Penggunaan bahasanya akan berbeda jika dikaitkan dengan hubungan di mana pesan itu disampaikan.  

Dimensi isi dan relasi juga tergambarkan dalam kesenian, seperti tarian pada masyarakat Jawa. Gerakan tarian pada kesenian masyarakat biasa akan berbeda dengan tarian di lingkungan keraton. Tarian seperti Ebeg, Jathilan, atau Kuda Lumping sarat dengan gerakan menghentak bumi. Isi pesan tarian itu adalah semangat perjuangan dan perlawanan. Relasi pesannya adalah dinamika perubahan yang perlu dilakukan rakyat.

Sedangkan tarian di lingkungan keraton seperti Serimpi, Gambyong, dan Bedhaya Ketawang, lebih diwarnai oleh gerakan yang lembut dan melambai. Isi pesan yang ingin disampaikan adalah menjaga ekuilibrium atau keseimbangan. Relasi pesan dari tarian itu adalah menjaga keharmonisan di kalangan keraton.

Secara nonverbal, tarian rakyat juga berbeda dengan tarian keraton. Para penari di kalangan rakyat menggunakan pakaian yang sederhana. Sedangkan para penari di keraton  memiliki jenis tata rias  penari yang cantik dan anggun. Busana pakaian para penari di keraton juga mewah dan serupa pakaian para bangsawan. Dengan demikian, isi pesan dan relasi komunikasi di kalangan rakyat tentu akan berbeda dengan keraton.

Begitulah komunikasi. Sederhana jika hanya sebatas tutur kata. Namun ketika menjadi satu paket verbal dan nonverbal, menyangkut nilai, norma, kepercayaan, dan budaya masyarakat; komunikasi bisa menjadi rumit. Karenanya, komunikasi tetap terus perlu dipelajari sesuai konteksnya.[T]

  • BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU
Berkomunikasi Lewat Busana
Komunikasi itu di Mana Saja, Kapan Saja, Siapa Saja
Komunikasi Fatis: Memang Sekadar Basa-Basi
Tags: ilmu komunikasikomunikasi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Nyoman Arya Suriawan, Generasi Penerus Gde Manik

Next Post

Bambu Punah, Sampah Baliho Caleg pun Jadi

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

by Angga Wijaya
June 23, 2026
0
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

Read moreDetails

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
0
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

Read moreDetails

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
0
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

Read moreDetails

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

by Made Chandra
June 21, 2026
0
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

Read moreDetails

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
0
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

Read moreDetails

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

by Angga Wijaya
June 21, 2026
0
Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

Read moreDetails

KLAKSON

by Hartanto
June 20, 2026
0
KLAKSON

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya...

Read moreDetails

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

by Agung Sudarsa
June 20, 2026
0
Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Spiritualitas Bukan Pelarian dari Kehidupan Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang spiritualitas adalah anggapan bahwa orang spiritual harus menjauh dari urusan...

Read moreDetails

Integritas Itu Soal Salah Hitung Angka atau Salah Hitung Dosa?

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 20, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin pagi saya mampir ke pom bensin, dititipi istri saya buat isi motornya yang hampir kosong...

Read moreDetails

Kalau Marx dan Marcuse Ikut Nonton Aksi Demo Mahasiswa “Indonesia Bangkrut”

by Afgan Fadilla
June 18, 2026
0
(Bukan) Demokrasi Kita

DI tengah demonstrasi mahasiswa yang memprotes pemborosan anggaran, kenaikan biaya hidup, dan berbagai proyek pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada...

Read moreDetails
Next Post
Sanggah Setengah Jadi dan Ritual yang Kembali Sederhana

Bambu Punah, Sampah Baliho Caleg pun Jadi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co