24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Komunikasi sebagai Paket Komplet

Chusmeru by Chusmeru
February 13, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

KOMUNIKASI merupakan sesuatu yang setiap hari dilakukan semua orang. Tidak ada yang bisa menghindar dari komunikasi. Lantaran itulah orang beranggapan tidak perlu mempelajari komunikasi. Ketika timbul masalah dalam hubungan antarmanusia, saat itu pula orang mengatakan perlunya belajar berkomunikasi.

Sesungguhnya komunikasi tak sederhana seperti yang dibayangkan. Komunikasi selalu melibatkan pesan verbal dan nonverbal. Itulah sebabnya komunikasi dianggap sebagai suatu paket yang komplet. Orang tidak hanya berkomunikasi dengan ucapannya, namun juga gerakannya.

Kesulitan akan muncul ketika orang harus berkomunikasi dengan orang lain yang memiliki latar belakang budaya yang berbeda. Selain harus memahami secara verbal apa yang disampaikan, orang juga dituntut untuk memahami ekspresi nonverbal orang lain.

Selain itu, komunikasi sebagai paket komplet juga kerap mengalami diskordansi, yaitu situasi dimana terdapat kontradiksi antara pesan verbal dan nonverbal secara bersamaan. Orang mengatakan tidak punya masalah, namun ekspresi wajahnya menunjukkan keresahan. Orang juga bersumpah-serapah tidak berbuat salah, tetapi gerakan matanya menunjukkan kebohongan.

Diskordansi pesan memang sulit untuk dihindari, apalagi dimanipulasi. Meskipun ada beberapa orang yang mampu memanipulasi pesan verbal dan nonverbal, seperti aktor atau pemain peran. Mereka sudah terlatih untuk memanipulasi pesan demi menjalankan peran atau aktingnya di depan kamera.

Seorang pemain film atau sinetron dapat saja tertawa bahagia di depan kamera, walau dalam kehidupan nyatanya ia sedang berduka. Artis sinetron dapat memerankan tokoh yang baik dalam keluarga, meski kehidupan keluarganya berantakan. Itu semua diskordansi pesan yang sengaja dimanipulasi demi kepentingan peran. Mereka mampu berdramaturgi, sehingga panggung depan dan panggung belakang dapat dimanipulasi.

Dalam kehidupan sehari-hari memanipulasi pesan verbal dan nonverbal tidaklah mudah. Itu karena komunikasi adalah paket. Bahkan oleh orang yang terlatih sekalipun. Tak heran, ketika seorang artis terlibat kasus narkoba atau tindak kriminal lainnya; dia tidak dapat berdusta ketika diinterograsi polisi, karena dunia peran berbeda dengan kehidupan nyata.

Proses Penyesuaian

Menyadari kesulitan untuk memahami komunikasi sebagai paket, maka orang akan belajar melakukan penyesuaian dalam interaksi sosialnya. Proses penyesuaian itu dimulai dari pengenalan, penafsiran, dan pemahaman terhadap nilai, norma, perilaku, kepercayaan, dan bahasa yang digunakan orang lain.

Semua orang belajar menyesuaikan diri terhadap komunikasi yang dilakukan orang lain. Seorang anak tidak begitu saja dapat berbicara. Ia akan belajar dari mulut orang tuanya. Anak-anak juga akan mempelajari ekspresi orang tuanya saat kecewa, sedih, dan marah. Termasuk gerak tubuh teman-temannya.

Wisatawan yang mengunjungi satu daerah atau negara akan banyak belajar menyesuaikan diri terhadap norma, kepercayaan, dan bahasa setempat. Tanpa itu, wisatawan akan banyak mengalami kendala dalam berkomunikasi.

Bahasa kerap menjadi kendala berkomunikasi di antara bangsa yang berbeda. Oleh sebab itu, banyak wisatawan yang menggunakan gerakan nonverbal untuk mempertegas komunikasinya. Dengan harapan, orang yang kesulitan memahami bahasanya dapat menafsirkan gerakannya.

Hanya saja, gerakan nonverbal adalah produk budaya masyarakat. Sehingga setiap masyarakat akan memiliki gerakan nonverbal yang berbeda untuk satu pesan komunikasi yang sama. Menganggukkan maupun menggelengkan kepala bisa dimaknai berbeda sesuai latar belakang budaya masyarakatnya.

Dimensi Komunikasi

Komunikasi sebagai satu paket komplet bukan hanya menyangkut pesan verbal dan nonverbal. Komunikasi juga berkaitan dengan dimensi isi dan relasi. Memahami komunikasi dengan demikian harus pula mencermati isi pesan dan relasi pesan. Dimensi komunikasi ini akan sangat terasa ketika orang harus berkomunikasi dalam masyarakat yang menempatkan budaya dan stratifikasi sosial sebagai sesuatu yang penting.

Beberapa faktor ikut mempengaruhi dimensi isi dan relasi ini, seperti bahasa, mitos, dan seni budaya masyarakat. Isi pesan yang sama bisa menimbulkan relasi yang berbeda jika diucapkan dengan bahasa tertentu yang digunakan masyarakat. Sebagai contoh, kata “makan” memiliki isi pesan yang sama, yaitu menikmati sesuatu.

Namun bagi masyarakat Jawa, penggunaan kata “makan” dalam bahasa daerah akan mempertimbangkan relasinya. Untuk sesama teman, orang akan menyebutnya mangan. Tetapi ketika mempersilakan orang tua untuk makan, orang akan mengatakannya dhahar. Padahal isi pesannya sama, yaitu tentang makan. Penggunaan bahasanya akan berbeda jika dikaitkan dengan hubungan di mana pesan itu disampaikan.  

Dimensi isi dan relasi juga tergambarkan dalam kesenian, seperti tarian pada masyarakat Jawa. Gerakan tarian pada kesenian masyarakat biasa akan berbeda dengan tarian di lingkungan keraton. Tarian seperti Ebeg, Jathilan, atau Kuda Lumping sarat dengan gerakan menghentak bumi. Isi pesan tarian itu adalah semangat perjuangan dan perlawanan. Relasi pesannya adalah dinamika perubahan yang perlu dilakukan rakyat.

Sedangkan tarian di lingkungan keraton seperti Serimpi, Gambyong, dan Bedhaya Ketawang, lebih diwarnai oleh gerakan yang lembut dan melambai. Isi pesan yang ingin disampaikan adalah menjaga ekuilibrium atau keseimbangan. Relasi pesan dari tarian itu adalah menjaga keharmonisan di kalangan keraton.

Secara nonverbal, tarian rakyat juga berbeda dengan tarian keraton. Para penari di kalangan rakyat menggunakan pakaian yang sederhana. Sedangkan para penari di keraton  memiliki jenis tata rias  penari yang cantik dan anggun. Busana pakaian para penari di keraton juga mewah dan serupa pakaian para bangsawan. Dengan demikian, isi pesan dan relasi komunikasi di kalangan rakyat tentu akan berbeda dengan keraton.

Begitulah komunikasi. Sederhana jika hanya sebatas tutur kata. Namun ketika menjadi satu paket verbal dan nonverbal, menyangkut nilai, norma, kepercayaan, dan budaya masyarakat; komunikasi bisa menjadi rumit. Karenanya, komunikasi tetap terus perlu dipelajari sesuai konteksnya.[T]

  • BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU
Berkomunikasi Lewat Busana
Komunikasi itu di Mana Saja, Kapan Saja, Siapa Saja
Komunikasi Fatis: Memang Sekadar Basa-Basi
Tags: ilmu komunikasikomunikasi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Nyoman Arya Suriawan, Generasi Penerus Gde Manik

Next Post

Bambu Punah, Sampah Baliho Caleg pun Jadi

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

‘Janji-janji Jepang’

by Angga Wijaya
April 23, 2026
0
‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

Read moreDetails

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

by Chusmeru
April 23, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

Read moreDetails

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
0
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

Read moreDetails

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
0
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

Read moreDetails

Kartini Hari Ini, Pertanyaan yang Belum Selesai

by Petrus Imam Prawoto Jati
April 21, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BULAN April, kita kembali secara khidmat mengingat nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Tentu saja karena jasa beliau yang...

Read moreDetails

NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

by Dede Putra Wiguna
April 20, 2026
0
NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

PERNAHKAH Anda menjumpai situasi di mana sebuah persoalan dibicarakan berulang-ulang, diperdebatkan panjang lebar, bahkan diposting di berbagai platform, namun tidak...

Read moreDetails

Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

by Agung Sudarsa
April 20, 2026
0
Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

SETIAP peringatan Raden Ajeng Kartini sering kali berhenti pada simbol: kebaya, kutipan surat, dan narasi emansipasi yang diulang. Namun jika...

Read moreDetails

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

by Asep Kurnia
April 20, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

KITA dan siapa pun, akan begitu tercengang dengan berbagai perubahan fisik (lingkungan geografis) yang begitu cepat serta sporadis termasuk perubahan...

Read moreDetails

Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

by Jro Gde Sudibya
April 20, 2026
0
Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

Paradigma Baru Industri Pariwisata Pasca Pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan perekonomian Bali, Industri Pariwisata Bali "mati suri", tumbuh negatif 9,3 persen...

Read moreDetails

Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

by Cindy May Siagian
April 19, 2026
0
Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

MENURUT Suarta dan Dwipaya (2022:10), karya sastra adalah wadah untuk menuangkan gagasan dan kreativitas dari seseorang untuk mengajak pembaca mendiskusikan...

Read moreDetails
Next Post
Sanggah Setengah Jadi dan Ritual yang Kembali Sederhana

Bambu Punah, Sampah Baliho Caleg pun Jadi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co