13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Komunikasi sebagai Paket Komplet

Chusmeru by Chusmeru
February 13, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

KOMUNIKASI merupakan sesuatu yang setiap hari dilakukan semua orang. Tidak ada yang bisa menghindar dari komunikasi. Lantaran itulah orang beranggapan tidak perlu mempelajari komunikasi. Ketika timbul masalah dalam hubungan antarmanusia, saat itu pula orang mengatakan perlunya belajar berkomunikasi.

Sesungguhnya komunikasi tak sederhana seperti yang dibayangkan. Komunikasi selalu melibatkan pesan verbal dan nonverbal. Itulah sebabnya komunikasi dianggap sebagai suatu paket yang komplet. Orang tidak hanya berkomunikasi dengan ucapannya, namun juga gerakannya.

Kesulitan akan muncul ketika orang harus berkomunikasi dengan orang lain yang memiliki latar belakang budaya yang berbeda. Selain harus memahami secara verbal apa yang disampaikan, orang juga dituntut untuk memahami ekspresi nonverbal orang lain.

Selain itu, komunikasi sebagai paket komplet juga kerap mengalami diskordansi, yaitu situasi dimana terdapat kontradiksi antara pesan verbal dan nonverbal secara bersamaan. Orang mengatakan tidak punya masalah, namun ekspresi wajahnya menunjukkan keresahan. Orang juga bersumpah-serapah tidak berbuat salah, tetapi gerakan matanya menunjukkan kebohongan.

Diskordansi pesan memang sulit untuk dihindari, apalagi dimanipulasi. Meskipun ada beberapa orang yang mampu memanipulasi pesan verbal dan nonverbal, seperti aktor atau pemain peran. Mereka sudah terlatih untuk memanipulasi pesan demi menjalankan peran atau aktingnya di depan kamera.

Seorang pemain film atau sinetron dapat saja tertawa bahagia di depan kamera, walau dalam kehidupan nyatanya ia sedang berduka. Artis sinetron dapat memerankan tokoh yang baik dalam keluarga, meski kehidupan keluarganya berantakan. Itu semua diskordansi pesan yang sengaja dimanipulasi demi kepentingan peran. Mereka mampu berdramaturgi, sehingga panggung depan dan panggung belakang dapat dimanipulasi.

Dalam kehidupan sehari-hari memanipulasi pesan verbal dan nonverbal tidaklah mudah. Itu karena komunikasi adalah paket. Bahkan oleh orang yang terlatih sekalipun. Tak heran, ketika seorang artis terlibat kasus narkoba atau tindak kriminal lainnya; dia tidak dapat berdusta ketika diinterograsi polisi, karena dunia peran berbeda dengan kehidupan nyata.

Proses Penyesuaian

Menyadari kesulitan untuk memahami komunikasi sebagai paket, maka orang akan belajar melakukan penyesuaian dalam interaksi sosialnya. Proses penyesuaian itu dimulai dari pengenalan, penafsiran, dan pemahaman terhadap nilai, norma, perilaku, kepercayaan, dan bahasa yang digunakan orang lain.

Semua orang belajar menyesuaikan diri terhadap komunikasi yang dilakukan orang lain. Seorang anak tidak begitu saja dapat berbicara. Ia akan belajar dari mulut orang tuanya. Anak-anak juga akan mempelajari ekspresi orang tuanya saat kecewa, sedih, dan marah. Termasuk gerak tubuh teman-temannya.

Wisatawan yang mengunjungi satu daerah atau negara akan banyak belajar menyesuaikan diri terhadap norma, kepercayaan, dan bahasa setempat. Tanpa itu, wisatawan akan banyak mengalami kendala dalam berkomunikasi.

Bahasa kerap menjadi kendala berkomunikasi di antara bangsa yang berbeda. Oleh sebab itu, banyak wisatawan yang menggunakan gerakan nonverbal untuk mempertegas komunikasinya. Dengan harapan, orang yang kesulitan memahami bahasanya dapat menafsirkan gerakannya.

Hanya saja, gerakan nonverbal adalah produk budaya masyarakat. Sehingga setiap masyarakat akan memiliki gerakan nonverbal yang berbeda untuk satu pesan komunikasi yang sama. Menganggukkan maupun menggelengkan kepala bisa dimaknai berbeda sesuai latar belakang budaya masyarakatnya.

Dimensi Komunikasi

Komunikasi sebagai satu paket komplet bukan hanya menyangkut pesan verbal dan nonverbal. Komunikasi juga berkaitan dengan dimensi isi dan relasi. Memahami komunikasi dengan demikian harus pula mencermati isi pesan dan relasi pesan. Dimensi komunikasi ini akan sangat terasa ketika orang harus berkomunikasi dalam masyarakat yang menempatkan budaya dan stratifikasi sosial sebagai sesuatu yang penting.

Beberapa faktor ikut mempengaruhi dimensi isi dan relasi ini, seperti bahasa, mitos, dan seni budaya masyarakat. Isi pesan yang sama bisa menimbulkan relasi yang berbeda jika diucapkan dengan bahasa tertentu yang digunakan masyarakat. Sebagai contoh, kata “makan” memiliki isi pesan yang sama, yaitu menikmati sesuatu.

Namun bagi masyarakat Jawa, penggunaan kata “makan” dalam bahasa daerah akan mempertimbangkan relasinya. Untuk sesama teman, orang akan menyebutnya mangan. Tetapi ketika mempersilakan orang tua untuk makan, orang akan mengatakannya dhahar. Padahal isi pesannya sama, yaitu tentang makan. Penggunaan bahasanya akan berbeda jika dikaitkan dengan hubungan di mana pesan itu disampaikan.  

Dimensi isi dan relasi juga tergambarkan dalam kesenian, seperti tarian pada masyarakat Jawa. Gerakan tarian pada kesenian masyarakat biasa akan berbeda dengan tarian di lingkungan keraton. Tarian seperti Ebeg, Jathilan, atau Kuda Lumping sarat dengan gerakan menghentak bumi. Isi pesan tarian itu adalah semangat perjuangan dan perlawanan. Relasi pesannya adalah dinamika perubahan yang perlu dilakukan rakyat.

Sedangkan tarian di lingkungan keraton seperti Serimpi, Gambyong, dan Bedhaya Ketawang, lebih diwarnai oleh gerakan yang lembut dan melambai. Isi pesan yang ingin disampaikan adalah menjaga ekuilibrium atau keseimbangan. Relasi pesan dari tarian itu adalah menjaga keharmonisan di kalangan keraton.

Secara nonverbal, tarian rakyat juga berbeda dengan tarian keraton. Para penari di kalangan rakyat menggunakan pakaian yang sederhana. Sedangkan para penari di keraton  memiliki jenis tata rias  penari yang cantik dan anggun. Busana pakaian para penari di keraton juga mewah dan serupa pakaian para bangsawan. Dengan demikian, isi pesan dan relasi komunikasi di kalangan rakyat tentu akan berbeda dengan keraton.

Begitulah komunikasi. Sederhana jika hanya sebatas tutur kata. Namun ketika menjadi satu paket verbal dan nonverbal, menyangkut nilai, norma, kepercayaan, dan budaya masyarakat; komunikasi bisa menjadi rumit. Karenanya, komunikasi tetap terus perlu dipelajari sesuai konteksnya.[T]

  • BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU
Berkomunikasi Lewat Busana
Komunikasi itu di Mana Saja, Kapan Saja, Siapa Saja
Komunikasi Fatis: Memang Sekadar Basa-Basi
Tags: ilmu komunikasikomunikasi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Nyoman Arya Suriawan, Generasi Penerus Gde Manik

Next Post

Bambu Punah, Sampah Baliho Caleg pun Jadi

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

by I Wayan Artika
July 12, 2026
0
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

Read moreDetails

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

by Agung Bawantara
July 12, 2026
0
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

Read moreDetails

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

Read moreDetails

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

by Chusmeru
July 10, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

Read moreDetails

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

Read moreDetails

Bali, Surga yang Sudah Overload

by Agung Sudarsa
July 9, 2026
0
Bali, Surga yang Sudah Overload

Ketika Surga Kehilangan Napas SELAMA puluhan tahun, Bali dipuja sebagai Pulau Dewata,The Last Paradise, surga tropis yang menghadirkan harmoni antara...

Read moreDetails

Bunglon di Republik Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 8, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

DI taman kebun belakang rumah saya ada 2 ekor bunglon yang hidup sehari-hari di situ. Tadinya tidak ada, tahu-tahu ada...

Read moreDetails

KEPEMIMPINAN ‘BALANG TAMAK’: BELILAH PUJIAN KETIKA RAKYAT MEMBENCIMU

by Sugi Lanus
July 7, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

Catatan Harian Sugi Lanus, 7 Juli 2026 Alkisah Balang Tamak, tokoh cerdik sekaligus satir dalam cerita rakyat Bali, pernah berpesan...

Read moreDetails
Next Post
Sanggah Setengah Jadi dan Ritual yang Kembali Sederhana

Bambu Punah, Sampah Baliho Caleg pun Jadi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual
Pameran

Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual

PERUPA Bali Made Wiradana kembali menegaskan perjalanan artistiknya melalui pameran tunggal bertajuk Kacatri yang digelar di Santrian Art Gallery, Sanur....

by I Gede Made Surya Darma
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co