23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Komunikasi itu di Mana Saja, Kapan Saja, Siapa Saja

Chusmeru by Chusmeru
January 10, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

KOMUNIKASI layaknya iklan minuman di masa lalu, dapat dilakukan di mana saja, kapan saja, oleh siapa saja. Begitulah komunikasi. Tidak ada satu tempat pun yang sepi dari komunikasi. Tidak ada waktu sedikit pun untuk tidak berkomunikasi. Dan, tak ada seorang pun yang tidak berkomunikasi.

Banyak bentuk komunikasi, mulai dari interpersonal, sosial, interkultural, hingga yang transendental. Semua bentuk komunikasi itu menempati dimensi ruang, waktu, dan pelaku. Memahami komunikasi secara efektif memerlukan kesadaran tentang tiga dimensi itu.

Tidak kalah penting adalah unsur konteks saat berkomunikasi. Unsur ini akan menjelaskan apakah orang sudah berkomunikasi sesuai dengan konteks. Berbicara tentang politik, misalnya, akan sesuai konteks jika dilakukan dalam ruang, waktu, dan pelaku yang tepat. Dapat dimaklumi jika ada yang berpendapat, bahwa tempat ibadah selayaknya tidak dijadikan ajang kampanye politik. Karena sesuai konteksnya, tempat ibadah bukanlah ruang politik.

Perspektif budaya kerap mewarnai proses komunikasi, sehingga membutuhkan interpretasi terhadap ruang, waktu, dan pelaku komunikasi. Tidak terlalu sulit sesungguhnya untuk memaknai komunikasi yang berbeda dimensi itu. Setiap orang akan secara sadar memahami perbedaan itu. Meski dalam beberapa kasus, perbedaan dimensi dan perspektif budaya itu dapat menimbulkan keterkejutan.

Di Mana Saja

Komunikasi dapat terjadi di mana saja. Nyaris tak ada ruang kosong bagi komunikasi. Bermula dari rumah, orang akan berkomunikasi dengan sesama anggota keluarga. Dari sini lantas muncul perspektif budaya dalam komunikasi, misalnya yang berkaitan dengan salam ketika hendak memasuki rumah.

Salam adalah adab berkomunikasi ketika akan masuk ke rumah siapa pun. Perspektifnya bisa lintasbudaya. Orang Jawa Tengah akan mengucapkan kulonuwun ketika berkunjung ke satu rumah. Orang Sunda akan berucap punten atau sampurasun. Sedangkan masyarakat Bali biasa mengucapkan Om Swastyastu.

Komunikasi dapat terjadi di jalan. Ini juga yang membedakan budaya  berkomunikasi di jalan antara masyarakat Indonesia dengan masyarakat Amerika dan Eropa. Pengguna mobil di Indonesia sangat gemar membunyikan klakson ketika di jalanan. Sedangkan di Amerika maupun Eropa klakson mobil dibunyikan hanya dalam keadaan tertentu saja, seperti kondisi emergency.

Pasar tradisional bagi masyarakat Indonesia masih dipandang sebagai tempat belanja yang menarik dibanding pasar modern. Pasalnya, di pasar tradisional akan terjadi proses komunikasi antara pembeli dan penjual. Tawar-menawar di pasar tradisional merupakan ciri khas komunikasi yang secara psikologis tidak diperoleh di pasar modern.

Kapan Saja

Komunikasi terjadi setiap waktu sepanjang masih ada kehidupan. Dimulai saat bangun pagi hingga larut malam terjadi komunikasi. Aktivitas komunikasi tidak mengenal hari libur. Komunikasi tidak memandang kondisi seseorang, saat sehat dan sakit terjadi komunikasi. Bahkan saat orang sudah meninggal pun, melalui berbagai ritual proses komunikasi  masih berlangsung.

Pagi buta, umat Islam sudah berkomunikasi dengan Tuhan dalam bentuk sholat Subuh. Komunikasi ini bersifat transendental. Selanjutnya akan terjadi komunikasi interpersonal dengan anggota keluarga dan tetangga. Malam hari pun orang masih berkomunikasi melalui media massa televisi yang menyuguhkan berbagai hiburan.

Komunikasi sosial pada larut malam masih banyak dilakukan orang Indonesia. Masyarakat desa di Jawa Tengah dan Jawa Timur menyebutnya dengan lek-lekan atau menahan tidur awal dengan berbincang dengan tetangga. Masyarakat kota menyebutnya begadang. Inilah salah satu kebiasaan orang Indonesia yang kadang membuat orang dari negara lain heran. Tidur hingga larut malam hanya untuk mengobrol.

Siapa saja

Komunikasi dapat dilakukan oleh siapa saja tanpa memandang jenis kelamin, usia, dan status sosial ekonomi. Sepanjang seseorang menyampaikan pesan, dan orang lain menanggapinya, maka terjadilah komunikasi. Dengan siapa orang berkomunikasi juga banyak diwarnai oleh latar belakang sosial, psikologis, dan budaya.

Adalah komunikasi seorang ibu dengan bayi yang dikandungnya menjadi awal proses komunikasi dengan siapa. Secara psikologis banyak riset yang mengatakan, bahwa sejak bayi di dalam kandungan sesungguhnya sudah dapat berkomunikasi dengan ibunya.

Secara kultural, komunikasi ibu dan bayinya diwarnai dengan berbagai mitos tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan seorang wanita saat mengandung. Makna mitos tentunya bukan sekadar ketakutan akan dampak sosial budaya yang akan diterima seorang wanita. Mitos kehamilan adalah langkah kultural bagi seorang wanita untuk menjaga, merawat, dan berkomunikasi dengan bayi yang dikandungnya.

Berkomunikasi dengan siapa saja akan ditentukan oleh ragam komunikator dan khalayaknya. Artinya, cara berkomunikasi akan dipengaruhi oleh dengan siapa seseorang berhadapan. Setiap subbudaya memiliki cara berkomunikasi yang khas.

Kebiasaan berkomunikasi di lingkungan militer tentu akan berbeda dengan di perkampungan. Apalagi di lembaga kemiliteran terdapat hierarkhi kepangkatan yang akan mempengaruhi bagiamana seseorang harus berkomunikasi.

Begitu pula komunikasi di dalam rumah tangga. Komunikasi dengan anggota keluarga akan berbeda ketika berkomunikasi dengan pembantu, baik secara verbal maupun nonverbal. Komunikasi antara santri dan kyai atau raja dengan abdi dalem juga akan menggambarakan cara berkomunikasi yang berkaitan dengan siapa.

Apa pun cara dan gaya komunikasinya, setiap orang akan berkomunikasi di mana saja, kapan saja, dan dengan siapa saja. Tak mungkin ada yang dapat menghindar. One cannot not communicate, begitu kata Paul Watzlawick. Tak seorang pun yang tidak berkomunikasi. [T]

  • BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU
Tren Wisata 2024: Catatan Akhir Tahun Pariwisata Indonesia
Jembatan Kaca dan Penyimpangan Pariwisata Berkelanjutan
Baduy, Penolakan Internet, dan Pariwisata
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Tags: ilmu komunikasikomunikasi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Gede Agustin Anggara Putra, Juara Terbaik Perlombaan Patung Salju di Harbin-China

Next Post

Tiba-tiba Nikah!

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Tiba-tiba Nikah!

Tiba-tiba Nikah!

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co