3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Komunikasi itu di Mana Saja, Kapan Saja, Siapa Saja

Chusmeru by Chusmeru
January 10, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

KOMUNIKASI layaknya iklan minuman di masa lalu, dapat dilakukan di mana saja, kapan saja, oleh siapa saja. Begitulah komunikasi. Tidak ada satu tempat pun yang sepi dari komunikasi. Tidak ada waktu sedikit pun untuk tidak berkomunikasi. Dan, tak ada seorang pun yang tidak berkomunikasi.

Banyak bentuk komunikasi, mulai dari interpersonal, sosial, interkultural, hingga yang transendental. Semua bentuk komunikasi itu menempati dimensi ruang, waktu, dan pelaku. Memahami komunikasi secara efektif memerlukan kesadaran tentang tiga dimensi itu.

Tidak kalah penting adalah unsur konteks saat berkomunikasi. Unsur ini akan menjelaskan apakah orang sudah berkomunikasi sesuai dengan konteks. Berbicara tentang politik, misalnya, akan sesuai konteks jika dilakukan dalam ruang, waktu, dan pelaku yang tepat. Dapat dimaklumi jika ada yang berpendapat, bahwa tempat ibadah selayaknya tidak dijadikan ajang kampanye politik. Karena sesuai konteksnya, tempat ibadah bukanlah ruang politik.

Perspektif budaya kerap mewarnai proses komunikasi, sehingga membutuhkan interpretasi terhadap ruang, waktu, dan pelaku komunikasi. Tidak terlalu sulit sesungguhnya untuk memaknai komunikasi yang berbeda dimensi itu. Setiap orang akan secara sadar memahami perbedaan itu. Meski dalam beberapa kasus, perbedaan dimensi dan perspektif budaya itu dapat menimbulkan keterkejutan.

Di Mana Saja

Komunikasi dapat terjadi di mana saja. Nyaris tak ada ruang kosong bagi komunikasi. Bermula dari rumah, orang akan berkomunikasi dengan sesama anggota keluarga. Dari sini lantas muncul perspektif budaya dalam komunikasi, misalnya yang berkaitan dengan salam ketika hendak memasuki rumah.

Salam adalah adab berkomunikasi ketika akan masuk ke rumah siapa pun. Perspektifnya bisa lintasbudaya. Orang Jawa Tengah akan mengucapkan kulonuwun ketika berkunjung ke satu rumah. Orang Sunda akan berucap punten atau sampurasun. Sedangkan masyarakat Bali biasa mengucapkan Om Swastyastu.

Komunikasi dapat terjadi di jalan. Ini juga yang membedakan budaya  berkomunikasi di jalan antara masyarakat Indonesia dengan masyarakat Amerika dan Eropa. Pengguna mobil di Indonesia sangat gemar membunyikan klakson ketika di jalanan. Sedangkan di Amerika maupun Eropa klakson mobil dibunyikan hanya dalam keadaan tertentu saja, seperti kondisi emergency.

Pasar tradisional bagi masyarakat Indonesia masih dipandang sebagai tempat belanja yang menarik dibanding pasar modern. Pasalnya, di pasar tradisional akan terjadi proses komunikasi antara pembeli dan penjual. Tawar-menawar di pasar tradisional merupakan ciri khas komunikasi yang secara psikologis tidak diperoleh di pasar modern.

Kapan Saja

Komunikasi terjadi setiap waktu sepanjang masih ada kehidupan. Dimulai saat bangun pagi hingga larut malam terjadi komunikasi. Aktivitas komunikasi tidak mengenal hari libur. Komunikasi tidak memandang kondisi seseorang, saat sehat dan sakit terjadi komunikasi. Bahkan saat orang sudah meninggal pun, melalui berbagai ritual proses komunikasi  masih berlangsung.

Pagi buta, umat Islam sudah berkomunikasi dengan Tuhan dalam bentuk sholat Subuh. Komunikasi ini bersifat transendental. Selanjutnya akan terjadi komunikasi interpersonal dengan anggota keluarga dan tetangga. Malam hari pun orang masih berkomunikasi melalui media massa televisi yang menyuguhkan berbagai hiburan.

Komunikasi sosial pada larut malam masih banyak dilakukan orang Indonesia. Masyarakat desa di Jawa Tengah dan Jawa Timur menyebutnya dengan lek-lekan atau menahan tidur awal dengan berbincang dengan tetangga. Masyarakat kota menyebutnya begadang. Inilah salah satu kebiasaan orang Indonesia yang kadang membuat orang dari negara lain heran. Tidur hingga larut malam hanya untuk mengobrol.

Siapa saja

Komunikasi dapat dilakukan oleh siapa saja tanpa memandang jenis kelamin, usia, dan status sosial ekonomi. Sepanjang seseorang menyampaikan pesan, dan orang lain menanggapinya, maka terjadilah komunikasi. Dengan siapa orang berkomunikasi juga banyak diwarnai oleh latar belakang sosial, psikologis, dan budaya.

Adalah komunikasi seorang ibu dengan bayi yang dikandungnya menjadi awal proses komunikasi dengan siapa. Secara psikologis banyak riset yang mengatakan, bahwa sejak bayi di dalam kandungan sesungguhnya sudah dapat berkomunikasi dengan ibunya.

Secara kultural, komunikasi ibu dan bayinya diwarnai dengan berbagai mitos tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan seorang wanita saat mengandung. Makna mitos tentunya bukan sekadar ketakutan akan dampak sosial budaya yang akan diterima seorang wanita. Mitos kehamilan adalah langkah kultural bagi seorang wanita untuk menjaga, merawat, dan berkomunikasi dengan bayi yang dikandungnya.

Berkomunikasi dengan siapa saja akan ditentukan oleh ragam komunikator dan khalayaknya. Artinya, cara berkomunikasi akan dipengaruhi oleh dengan siapa seseorang berhadapan. Setiap subbudaya memiliki cara berkomunikasi yang khas.

Kebiasaan berkomunikasi di lingkungan militer tentu akan berbeda dengan di perkampungan. Apalagi di lembaga kemiliteran terdapat hierarkhi kepangkatan yang akan mempengaruhi bagiamana seseorang harus berkomunikasi.

Begitu pula komunikasi di dalam rumah tangga. Komunikasi dengan anggota keluarga akan berbeda ketika berkomunikasi dengan pembantu, baik secara verbal maupun nonverbal. Komunikasi antara santri dan kyai atau raja dengan abdi dalem juga akan menggambarakan cara berkomunikasi yang berkaitan dengan siapa.

Apa pun cara dan gaya komunikasinya, setiap orang akan berkomunikasi di mana saja, kapan saja, dan dengan siapa saja. Tak mungkin ada yang dapat menghindar. One cannot not communicate, begitu kata Paul Watzlawick. Tak seorang pun yang tidak berkomunikasi. [T]

  • BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU
Tren Wisata 2024: Catatan Akhir Tahun Pariwisata Indonesia
Jembatan Kaca dan Penyimpangan Pariwisata Berkelanjutan
Baduy, Penolakan Internet, dan Pariwisata
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Tags: ilmu komunikasikomunikasi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Gede Agustin Anggara Putra, Juara Terbaik Perlombaan Patung Salju di Harbin-China

Next Post

Tiba-tiba Nikah!

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Tiba-tiba Nikah!

Tiba-tiba Nikah!

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co