23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Perayaan Imlek di Klenteng Ling Gwan Kiong: Kelincahan Barongsai, Sukacita Warga Singaraja

Yudi Setiawan by Yudi Setiawan
February 10, 2024
in Khas
Perayaan Imlek di Klenteng Ling Gwan Kiong: Kelincahan Barongsai, Sukacita Warga Singaraja

Barongsai | Foto: Bayu

SEJAK pukul lima sore, Jumat, 9 Februari 2024, orang-orang mulai berkumpul di sekitaran Klenteng Ling Gwan Kiong, di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng, Singaraja, Bali. Mereka tampak sibuk mencari tempat yang senyaman mungkin pada sore hari itu.

Ada yang duduk, ada yang berdiri. Ada yang berdesak-desakan, ada pula yang sudah berada di atap gedung Museum Sunda Kecil. Itu semua mereka lakukan untuk satu tujuan: menonton atraksi barongsai.

Di saat yang sama, di dalam Klenteng, warga keturunan Tionghoa, terutama yang mukim di Singaraja, mulai berdatangan dan silih berganti untuk melakukan persembahyangan pada perayaan Tahun Baru Imlek yang ke 2575. Busana merah mendominasi, lampion-lampion berwarna merah terpajang apik, hiasan bunga, kertas merah bertuliskan sajak, dan keriangan anak-anak, menjadikan Klenteng Ling Gwan Kiong bersolek malam itu.

Selain ada yang bersembahyang, ada juga ibu-ibu yang tampak sibuk menyiapkan kudapan untuk dihidangkan kepada umat yang datang. Ada yang sibuk merapikan makanan, ada yang sibuk menggoreng tahu, dan bapak-bapak mulai bertegur sapa.

Di sisi depan—masih di dalam Klenteng, lamat-lamat suara gamelan Bali mulai terdengar. Suaranya mendayu-dayu. Suaranya mengiringi setiap langkah orang yang hendak melakukan persembahyangan.

Meskipun berbeda budaya, masyarakat Bali—khususnya Singaraja— menyambut Tahun Baru Imlek dengan rasa keharmonisan yang dijunjung tinggi. Hal itu terbukti dengan adanya keterlibatan Sekaa Gong Taman Sari, Kelurahan Kampung Baru, Singaraja, selalu turut memeriahkan perayaan Tahun Baru Imlek pada setiap tahunnya. Apalagi, di Bali, Tahun Baru Imlek juga disebut sebagai Galungan Cina—dimiripkan dengan Hari Galungan yang dirayakan umat Hindu.

Nah, siap-siap. Malam tiba. Tambur, Lin dan Jik sudah dibunyikan. Barongsai mulai beratraksi lapangan agak luas di areal pelabuhan. Masyarakat pun mulai bersorak sorai. Kemeriahan atraksi barongsai, seakan membius penonton untuk tetap tidak mengedipkan mata meski sedetik saja. Ya, perayaan itu, benar-benar sangat memanjakan mata.

Tari Naga Liong | Foto: Bayu

Salah satu penonton yang hadir adalah Hilda Aulia. Wanita muda dengan hijab bergaya kekinian itu, benar-benar terpukau dalam kemerihan perayaan malam Tahun Baru Imlek pada malam hari itu.

“Bagus banget,” ucapnya, dengan wajah sumringah dan sorot matanya masih tetap terpaku dengan atraksi barongsai.

Ia mengaku baru pertama kali menyaksikan pertunjukan barongsai, terkhusus mengikuti perayaan Tahun Baru Imlek.

“Ini kali pertamaku menonton barongsai secara langsung, dan ini pengalaman pertamaku juga mengikuti perayaan Imlek,” katanya kepada tatkala.co, Jum’at malam itu.

Pada perayaan Tahun Baru Imlek tahun 2024 ini, Klenteng Ling Gwan Kiong, selain menampilkan atraksi barongsai, juga menampilkan atraksi tari Naga Liong. Kedua tarian tersebut menurut kepercayaan masyarakat Tionghoa, merupakan suatu cara yang dapat mengusir roh jahat dan membawa keberuntungan dan kesuksesan.

Meskipun perayaan malam Tahun Baru Imlek di Singaraja tak semeriah seperti di kota-kota besar lainnya, seperti Jakarta, Medan dan Singkawang, namun, hal itu tidak menyurutkan niat para pelaku tari barongsai dan Liong untuk tetap semangat dalam menyambut malam Tahun Baru Imlek tahun ini.

Salah satu penari yang berhasil tatkala.co temui adalah Made Suardana. Pemuda Bali keturunan etnis Tionghoa ini mengaku bahwa untuk mempersiapkan diri menarikan barongsai, ia berlatih bersama rekan-rekannya selama satu bulan.

“Kami latihannya satu minggu, tiga kali selama satu bulan,” jelasnya.

Sesaat setelah memberi jeda, ia menambahkan, “Kami setiap tahun selalu menampilkan barongsai. Dan, setiap tahun juga kami deg-degan,” ucapnya sembari tertawa.

Umat Tionghoa bersembahyang | Foto: Bayu

Suardana adalah salah satu penari barongsai dari sanggar seni Bahana Surya Dharma yang dibentuk di Klenteng Ling Gwan Kiong. Menurutnya, dalam menarikan barongsai dan liong, hal paling dasar yang dilatih adalah kekompakan. Sebab, dari kekompakanlah akan membuat barongsai menari dengan lincah dan indah.

“Yang pertama dilatih itu kekompakan. Agar barongsainya lincah, dan kemudian baru melatih kekuatan kaki dan tangan,” katanya.

Sebagai seorang penari barongsai, ia merasa bangga bisa menampilkan sebuah pertunjukan atraksi barongsai dengan ditonton oleh ratusan orang malam itu. Dan, apa yang dilakukan oleh Made Suardana dan warga etnis Tionghoa lainnya di Singaraja ini, mampu memberikan sebuah hiburan tersendiri untuk masyarakat Singaraja dan sekitarnya.

Made Winarsa Polos—dengan nama cina Po Hwe Min—selaku sekertaris di Tempat Ibadah Tridharma Klenteng Ling Gwan Kiong, mengatakan persiapan dalam perayaan Tahun Baru Imlek ke 2575 tidak ada perubahan yang signifikan. Maksudnya, masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Persiapan perayaan ini sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Tidak ada bedanya,” terangnya.

Namun, ia kemudian menambahkan bahwa pihak Klenteng telah berkoordinasi dengan instansi-instansi terkait mengenai perayaan Imlek tersebut, dengan maksud bahwa perayaan itu murni sebuah perayaan untuk etnis Tionghoa. Hal tersebut ia tekankan karena prosesi perayaan imlek ini berdekatan dengan akan dilangsungkannya Pemilu 2024.

“Kami sudah koordinasi dengan pihak terkait kalau perayaan ini tidak ada tujuan politik dan pemilu,” jelasnya.

Sebagai salah satu pengurus di Klenteng Ling Gwan Kiong, Winarsa mengaku bahwa umat Tionghoa yang datang untuk bersembahyang di Klenteng Ling Gwan Kiong untuk tahun ini mengalami peningkatan.

“Mungkin karena ini long weekend, ya, jadinya banyak umat yang pulang kampung ke Singaraja dan  datang untuk bersembahyang,” jelasnya.

Umat Tionghoa bersembahyang | Foto: Bayu

Prosesi perayaan Malam Tahun Baru Imlek kali ini menurutnya tidak ada acara khusus yang akan diselenggarakan. Namun, meskipun demikian, ia mengaku bahwa tidak akan mengurangi nilai esensi dari perayaan imlek tersebut.

“Acara khusus sih, tidak ada. Setelah bersembahyang, nanti dihibur dengan pertunjukan barongsai,” jelasnya.

Mengenai makanan yang telah disediakan untuk orang-orang yang hadir tersebut, Winarsa menjelaskan bahwa pihak Klenteng pada tiap tahunnya selalu mempersiapkan makanan gratis bagi siapa saja yang datang pada saat malam perayaan tersebut.

“Setiap tahunnya kami memang menyediakan makanan gratis untuk siapa saja. Karena kami yakin semuanya itu dari umat dan untuk umat,” jelasnya.

Malam itu, keharmonisan antar umat beragama tumbuh dalam kemeriahan perayaan Malam Tahun Baru Imlek di Klenteng Ling Gwan Kiong. Kebahagiaan terpancar dari raut wajah, baik yang datang untuk bermebahyang maupun masyarakat yang datang untuk menonton aksi pertunjukan barongsai.

Semua bahagia. Semua bersuka cita. Doa-doa baik dan harapan-harapan keluar dari mereka yang hadir dan merayakan Imlek pada malam hari itu.

Dan, untuk menutup prosesi perayaan Malam Tahun Baru Imlek malam itu, ada proses pelepasan balon sebagai simbol pergantian tahun dan disusul dengan adanya pesta kembang api tepat di jam 00.00 WITA.

Gong Xi Fa Cai…

Reporter: Yudi Setiawan
Penulis: Yudi Setiawan
Editor: Adnyana Ole

Di Bali, Imlek juga Disebut Galungan Cina
Ditunggu Karena Makna, Isi Angpao itu Bonus | Cerita Engkong Tentang Imlek
Galungan Ngelawang Barong Bangkung, Imlek Ngelawang Barongsai
Tags: balibulelengHari Raya ImlekImlekSingarajaTionghoa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Toleransi 2 Hari | Cerpen I Made Ariyana

Next Post

“Sandyakalaning” Demokrasi Indonesia

Yudi Setiawan

Yudi Setiawan

Penulis tinggal di Singaraja

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
Kekuatan Politik Baru Itu Bernama Majelis Desa Adat

“Sandyakalaning” Demokrasi Indonesia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co