11 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mempersiapkan SDM Pariwisata Andal

Chusmeru by Chusmeru
January 16, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

PERKEMBANGAN pariwisata suatu negara atau daerah sangat tergantung pada kesiapan sumber daya manusia (SDM) di sektor pariwisata. Hal itu karena pariwisata dianggap sebagai industri jasa yang melibatkan banyak pihak. Tanpa kesiapan SDM, maka pariwisata akan tetap jalan di tempat.

Mengantisipasi kesiapan SDM pariwisata Tanah Air, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB) Azwar Anas membuat kesepakatan. Isi kesepakatan itu adalah merumuskan formasi khusus Aparatur Sipil Negara (ASN) pariwisata pada tahun 2024.

Menurut Azwar Anas, pemerintah masih membutuhan SDM berkualitas di bidang pariwisata. Apalagi sektor pariwisata saat ini menjadi salah satu prioritas dalam pembangunan nasional. Oleh sebab itu kesepakatan dua menteri tersebut perlu ditindaklanjuti dengan kebijakan yang mengatur formasi ASN pariwisata itu.

Sedangkan Sandiaga Uno memiliki misi untuk membangun pariwisata dan ekonomi kreatif yang berkualitas serta berkelanjutan demi menyongsong target Indonesia Emas 2045. Oleh karena itu,  dibutuhkan SDM di bidang pariwisata yang mumpuni, baik di level daerah sampai ke pusat.

Sesungguhnya, pembangunan dan pengembangan pariwisata bukan hanya memerlukan ASN pariwisata yang berkualitas. Sebab peran SDM di sektor swasta dan masyarakat juga penting. Oleh karena itulah, kesiapan SDM yang andal harus dilakukan pada aparatur pemerintah, swasta, dan masyarakat.

Sektor Pemerintah

Harapan adanya SDM pariwisata yang berkualitas dari kalangan aparatur pemerintah dapat terpenuhi pada luaran perguruan tinggi yang memiliki bidang kajian pariwisata. Mengingat hingga saat ini masih banyak kepala dinas maupun ASN pariwisata di pusat maupun di daerah yang tidak memiliki kualifikasi sarjana kepariwisataan.

Jabatan kepala dinas pariwisata di daerah masih bersifat politis. Artinya, jabatan kepala dinas pariwisata di daerah tergantung pada pilihan bupati atau gubernur atas dasar kriteria yang tidak jelas. Akibatnya, jabatan itu bisa dipegang oleh siapa saja yang dekat dengan kepala daerah; meski tidak memiliki latar belakang pendidikan pariwisata.

Jauh sebelum Memparekraf dan MenPANRB membuat kesepakatan formasi ASN pariwisata, penggagas dan pendiri Program Studi Ilmu Kepariwisataan Universitas Udayana Bali, Profesor Ida Bagus Adnyana Manuaba sudah memiliki pemikiran yang visioner dan futuristik. Indonesia memerlukan banyak sarjana kepariwisataan untuk menghadapi tantangan pariwisata ke depan.

Pada tahun 1980 – 1990 Profesor Manuaba memiliki gagasan untuk mendirikan Program Studi Ilmu Kepariwisataan yang setara dengan strata 1 (S1). Dalam berbagai kesempatan beliau menegaskan pentingnya SDM pariwisata yang andal. Sehingga diharapkan akan lahir sarjana pariwisata yang mampu berperan sebagai pemikir, peneliti, dan pengambil kebijakan di sektor pariwisata.

Indonesia memerlukan SDM pariwisata yang dapat berpikir sistematis, holistik, integratif, dan partisipatoris (SHIP) dalam pengembangan pariwisata. Kemampuan SDM semacam ini diperlukan mengingat pembangunan pariwisata di Indonesia yang masih bersifat ego sektoral dan mengabaikan partisipasi masyarakat.

Diharapkan, ASN pariwisata nantinya juga mampu menjadi peneliti. Perencanaan dan pengembangan pariwisata di daerah harus berbasis data dan studi kelayakan. Bukan hanya berdasar asumsi belaka. Jangan sampai objek wisata yang dibangun di daerah hanya karena latah mengikuti daerah lain yang berbeda latar belakang sosial, budaya, dan ekonominya.

Kebijakan di bidang pariwisata juga harus diambil oleh SDM yang berkualitas dan memiliki moralitas tinggi. Setiap kebijakan hendaknya berpedoman pada aturan hukum, berkeadilan, dan menyejahterakan masyarakat. Kebijakan seperti itu akan membuat ASN pariwisata tidak berlebihan memihak investor dengan meminggirkan masyarakatnya.

Sektor Swasta

Jika sektor pemerintah menekankan SDM berkualitas sebagai pemikir, peneliti, dan pengambil kebijakan; sektor swasta lebih pada SDM yang memiliki profesionalisme. Industri pariwisata sangat bergantung pada hospitality dan services.

Pelayanan yang baik dan keramahtamahan insan pariwisata berlaku untuk para pekerja di perhotelan, restoran, biro perjalanan, transportasi, objek dan daya tarik wisata, serta pemandu wisata. Banyak kasus di bidang pariwisata yang disebabkan oleh SDM yang belum profesional. Oleh sebab itu, setiap karyawan hotel, restoran, maupun biro perjalanan hendaknya berlatar pendidikan vokasi pariwisata yang terakreditasi.

Kasus kecelakaan wisatawan di objek dan daya tarik wisata menjadi catatan penting, agar para pengelola dan karyawan memiliki profesionalisme. Begitu pula berbagai kasus yang disebabkan oleh pemandu wisata atau guide. Masih banyak pemandu wisata ilegal yang tidak berlisensi. Guide semacam ini seringkali memberikan informasi sosial budaya yang keliru kepada wisatawan.

Sektor Masyarakat

Masyarakat setempat sebagai tuan rumah (host) dalam industri pariwisata juga memegang peranan penting. Apalagi objek dan daya tarik wisata di desa acapkali dikelola oleh masyarakat. Dengan demikian SDM masyarakat pun perlu ditingkatkan.

Partisipasi masyarakat dalam pembangunan pariwisata di suatu daerah juga penting. Tiadanya partisipasi akan membuat geliat pariwisata terkendala. Partisipasi semestinya dilakukan sejak awal perencanaan pembangunan pariwisata di daerah. Banyak kasus penolakan dan konflik terkait pembangunan objek wisata, karena masyarakat tidak dilibatkan sejak awal.

Selain itu faktor kualitas SDM masyarakat di daerah juga sering menghambat partisipasi. Oleh sebab itu diperlukan program pemberdayaan masyarakat dan kelembagaan sosial ekonomi di daerah agar SDM di level masyarakat menjadi andal.

Pemberdayaan itu juga bertujuan memotivasi masyarakat agar tumbuh kreativitas dan inovasi yang tiada henti dalam mengembangkan pariwisata di daerah. Tidak sedikit objek wisata di daerah yang hanya merupakan duplikasi dari daerah lain, sehingga tidak memiliki nilai keunikan.

Profesionalisme dan SDM pariwisata yang andal akan sangat menentukan masa depan industri pariwisata Indonesia. Karena pariwisata adalah sumber pendapatan dan devisa yang menjanjikan. Dengan catatan, alam dan budaya Indonesia terlestarikan. Dan masyarakat adalah kunci.[T]

  • BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU
Tren Wisata 2024: Catatan Akhir Tahun Pariwisata Indonesia
Klaim Desa Wisata Demi Kue Pariwisata
Baduy, Penolakan Internet, dan Pariwisata
Jembatan Kaca dan Penyimpangan Pariwisata Berkelanjutan
Tags: PariwisataPariwisata Berkelanjutan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Enam Perupa Merayakan Seni sebagai Jalan Perjuangan Nilai-nilai

Next Post

GANJAR BICARA TAKDIR & KEBANGKITAN MAJAPAHIT

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin

by Raka Prama Putra
October 10, 2026
0
Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin

KEPEMIMPINAN sejati bukan sekadar kemampuan memerintah, melainkan kesanggupan mengendalikan diri. Sebab, tantangan terbesar seorang pemimpin sering kali bukan datang dari...

Read moreDetails

“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara

by Angga Wijaya
October 10, 2026
0
“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara

"De Liunan Lala-Lele!" Kalimat itu sering saya dengar sebagai orang Bali, terutama ketika maksud lawan bicara dianggap kurang jelas, berputar-putar,...

Read moreDetails

China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga

by Agung Sudarsa
October 10, 2026
0
China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga

China yang Membuat Dunia Terpesona China hari ini sulit untuk tidak dikagumi. Dalam beberapa dekade, negeri itu berubah menjadi salah...

Read moreDetails

“In Money We Trust”, Kembalikan Baliku Padaku

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 9, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, akhir-akhir ini ramai dibicarakan orang, menyoal lontaran Arya Wedakarna (AWK). Di tengah polemik tentang pengalaman sejumlah...

Read moreDetails

Kita Semua Sehat, Sampai Tubuh Menuntut Tagihannya

by Tri Nugroho Adi
October 8, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

KAPAN terakhir kali kita bertanya, "Gimana kabar mental gue hari ini?" Kita hafal jadwal servis motor. Kita ingat tanggal bayar...

Read moreDetails

Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca

by I Kadek Adhi Dwipayana
October 8, 2026
0
Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca

MEMBACA selama ini kerap diposisikan sebagai keterampilan reseptif dalam pembelajaran bahasa. Bersama menyimak, membaca dipahami sebagai keterampilan untuk menerima bahasa,...

Read moreDetails

Independensi Ceng-Ceng dalam Lomba Ceng-Ceng Kreasi Kelurahan Kapal

by Wayan Diana Putra
October 8, 2026
0
Independensi Ceng-Ceng dalam Lomba Ceng-Ceng Kreasi Kelurahan Kapal

LOMBA ceng-ceng kreasi diselenggarakan oleh Kelurahan Kapal sebagai bagian dari rangkaian Porseni dan Jong Fest 2026. Sebagai salah satu tangkai...

Read moreDetails

Gen Alpha sebagai Penentu Destinasi Wisata

by Chusmeru
October 7, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MEMBINCANG pariwisata, nyaris tak pernah dibahas keberadaan generasi Alpha atau Gen Alpha. Padahal secara statistik Gen Alpha di Indonesia memiliki...

Read moreDetails

Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi

by I Gede Yuni Eka Primawata
October 6, 2026
0
Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi

PERNIKAHAN dalam kosmologi Hindu bukan sekadar sebuah legitimasi hukum sipil atau konsensus sosial sekuler antara dua individu. Lebih jauh, pernikahan...

Read moreDetails

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

by Putu Eka Guna Yasa
October 5, 2026
0
Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

malih kawruhakna uṅgwanira saṅ hyaṅ sūrya śaśaṅka, mwaṅ haranya, yan riṅ bhuwana aguṅ saṅ hyaṅ wulan riṅ lwaṅiṅ bukit batūr,...

Read moreDetails
Next Post
GANJAR BICARA TAKDIR & KEBANGKITAN MAJAPAHIT

GANJAR BICARA TAKDIR & KEBANGKITAN MAJAPAHIT

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin
Esai

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin

KEPEMIMPINAN sejati bukan sekadar kemampuan memerintah, melainkan kesanggupan mengendalikan diri. Sebab, tantangan terbesar seorang pemimpin sering kali bukan datang dari...

by Raka Prama Putra
October 10, 2026
Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?
Ulas Rupa

Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?

KITA yang terlampau serius atau memang ongkos sebuah industri adalah kekakuan kreatifitas. Barangkali unek-unek semacam ini yang berputar-putar di kepalaku...

by Made Chandra
October 10, 2026
“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara
Esai

“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara

"De Liunan Lala-Lele!" Kalimat itu sering saya dengar sebagai orang Bali, terutama ketika maksud lawan bicara dianggap kurang jelas, berputar-putar,...

by Angga Wijaya
October 10, 2026
China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga
Esai

China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga

China yang Membuat Dunia Terpesona China hari ini sulit untuk tidak dikagumi. Dalam beberapa dekade, negeri itu berubah menjadi salah...

by Agung Sudarsa
October 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

“In Money We Trust”, Kembalikan Baliku Padaku

SIDANG pembaca yang budiman, akhir-akhir ini ramai dibicarakan orang, menyoal lontaran Arya Wedakarna (AWK). Di tengah polemik tentang pengalaman sejumlah...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 9, 2026
Sandyakalaning Demokrasi — Sekumpulan Esai Sosial dan Politik
Buku Tatkala

Sandyakalaning Demokrasi — Sekumpulan Esai Sosial dan Politik

Judul: Sandyakalaning Demokrasi - Sekumpulan Esai Sosial dan Politik Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Teddy Chrisprimanata Putra ISBN: Masih...

by Buku Tatkala
October 9, 2026
 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki
Ulas Film

 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki

SUDAH bertahun-tahun semenjak film ini lahir, saya tak pernah sekalipun menonton film-film Ghibli. Karena terhalang kendala biaya, juga karena saya...

by Wisnu Oktaditya
October 9, 2026
Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University
Persona

Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

APA yang terjadi ketika tradisi dipakai sebagai ruang dialog dan ruang untuk bertanya secara kritis? Pertanyaan semacam itu terasa penting...

by Wayan Jengki Sunarta
October 9, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya
Panggung

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Kita Semua Sehat, Sampai Tubuh Menuntut Tagihannya

KAPAN terakhir kali kita bertanya, "Gimana kabar mental gue hari ini?" Kita hafal jadwal servis motor. Kita ingat tanggal bayar...

by Tri Nugroho Adi
October 8, 2026
Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca
Esai

Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca

MEMBACA selama ini kerap diposisikan sebagai keterampilan reseptif dalam pembelajaran bahasa. Bersama menyimak, membaca dipahami sebagai keterampilan untuk menerima bahasa,...

by I Kadek Adhi Dwipayana
October 8, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co