31 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mempersiapkan SDM Pariwisata Andal

Chusmeru by Chusmeru
January 16, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

PERKEMBANGAN pariwisata suatu negara atau daerah sangat tergantung pada kesiapan sumber daya manusia (SDM) di sektor pariwisata. Hal itu karena pariwisata dianggap sebagai industri jasa yang melibatkan banyak pihak. Tanpa kesiapan SDM, maka pariwisata akan tetap jalan di tempat.

Mengantisipasi kesiapan SDM pariwisata Tanah Air, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB) Azwar Anas membuat kesepakatan. Isi kesepakatan itu adalah merumuskan formasi khusus Aparatur Sipil Negara (ASN) pariwisata pada tahun 2024.

Menurut Azwar Anas, pemerintah masih membutuhan SDM berkualitas di bidang pariwisata. Apalagi sektor pariwisata saat ini menjadi salah satu prioritas dalam pembangunan nasional. Oleh sebab itu kesepakatan dua menteri tersebut perlu ditindaklanjuti dengan kebijakan yang mengatur formasi ASN pariwisata itu.

Sedangkan Sandiaga Uno memiliki misi untuk membangun pariwisata dan ekonomi kreatif yang berkualitas serta berkelanjutan demi menyongsong target Indonesia Emas 2045. Oleh karena itu,  dibutuhkan SDM di bidang pariwisata yang mumpuni, baik di level daerah sampai ke pusat.

Sesungguhnya, pembangunan dan pengembangan pariwisata bukan hanya memerlukan ASN pariwisata yang berkualitas. Sebab peran SDM di sektor swasta dan masyarakat juga penting. Oleh karena itulah, kesiapan SDM yang andal harus dilakukan pada aparatur pemerintah, swasta, dan masyarakat.

Sektor Pemerintah

Harapan adanya SDM pariwisata yang berkualitas dari kalangan aparatur pemerintah dapat terpenuhi pada luaran perguruan tinggi yang memiliki bidang kajian pariwisata. Mengingat hingga saat ini masih banyak kepala dinas maupun ASN pariwisata di pusat maupun di daerah yang tidak memiliki kualifikasi sarjana kepariwisataan.

Jabatan kepala dinas pariwisata di daerah masih bersifat politis. Artinya, jabatan kepala dinas pariwisata di daerah tergantung pada pilihan bupati atau gubernur atas dasar kriteria yang tidak jelas. Akibatnya, jabatan itu bisa dipegang oleh siapa saja yang dekat dengan kepala daerah; meski tidak memiliki latar belakang pendidikan pariwisata.

Jauh sebelum Memparekraf dan MenPANRB membuat kesepakatan formasi ASN pariwisata, penggagas dan pendiri Program Studi Ilmu Kepariwisataan Universitas Udayana Bali, Profesor Ida Bagus Adnyana Manuaba sudah memiliki pemikiran yang visioner dan futuristik. Indonesia memerlukan banyak sarjana kepariwisataan untuk menghadapi tantangan pariwisata ke depan.

Pada tahun 1980 – 1990 Profesor Manuaba memiliki gagasan untuk mendirikan Program Studi Ilmu Kepariwisataan yang setara dengan strata 1 (S1). Dalam berbagai kesempatan beliau menegaskan pentingnya SDM pariwisata yang andal. Sehingga diharapkan akan lahir sarjana pariwisata yang mampu berperan sebagai pemikir, peneliti, dan pengambil kebijakan di sektor pariwisata.

Indonesia memerlukan SDM pariwisata yang dapat berpikir sistematis, holistik, integratif, dan partisipatoris (SHIP) dalam pengembangan pariwisata. Kemampuan SDM semacam ini diperlukan mengingat pembangunan pariwisata di Indonesia yang masih bersifat ego sektoral dan mengabaikan partisipasi masyarakat.

Diharapkan, ASN pariwisata nantinya juga mampu menjadi peneliti. Perencanaan dan pengembangan pariwisata di daerah harus berbasis data dan studi kelayakan. Bukan hanya berdasar asumsi belaka. Jangan sampai objek wisata yang dibangun di daerah hanya karena latah mengikuti daerah lain yang berbeda latar belakang sosial, budaya, dan ekonominya.

Kebijakan di bidang pariwisata juga harus diambil oleh SDM yang berkualitas dan memiliki moralitas tinggi. Setiap kebijakan hendaknya berpedoman pada aturan hukum, berkeadilan, dan menyejahterakan masyarakat. Kebijakan seperti itu akan membuat ASN pariwisata tidak berlebihan memihak investor dengan meminggirkan masyarakatnya.

Sektor Swasta

Jika sektor pemerintah menekankan SDM berkualitas sebagai pemikir, peneliti, dan pengambil kebijakan; sektor swasta lebih pada SDM yang memiliki profesionalisme. Industri pariwisata sangat bergantung pada hospitality dan services.

Pelayanan yang baik dan keramahtamahan insan pariwisata berlaku untuk para pekerja di perhotelan, restoran, biro perjalanan, transportasi, objek dan daya tarik wisata, serta pemandu wisata. Banyak kasus di bidang pariwisata yang disebabkan oleh SDM yang belum profesional. Oleh sebab itu, setiap karyawan hotel, restoran, maupun biro perjalanan hendaknya berlatar pendidikan vokasi pariwisata yang terakreditasi.

Kasus kecelakaan wisatawan di objek dan daya tarik wisata menjadi catatan penting, agar para pengelola dan karyawan memiliki profesionalisme. Begitu pula berbagai kasus yang disebabkan oleh pemandu wisata atau guide. Masih banyak pemandu wisata ilegal yang tidak berlisensi. Guide semacam ini seringkali memberikan informasi sosial budaya yang keliru kepada wisatawan.

Sektor Masyarakat

Masyarakat setempat sebagai tuan rumah (host) dalam industri pariwisata juga memegang peranan penting. Apalagi objek dan daya tarik wisata di desa acapkali dikelola oleh masyarakat. Dengan demikian SDM masyarakat pun perlu ditingkatkan.

Partisipasi masyarakat dalam pembangunan pariwisata di suatu daerah juga penting. Tiadanya partisipasi akan membuat geliat pariwisata terkendala. Partisipasi semestinya dilakukan sejak awal perencanaan pembangunan pariwisata di daerah. Banyak kasus penolakan dan konflik terkait pembangunan objek wisata, karena masyarakat tidak dilibatkan sejak awal.

Selain itu faktor kualitas SDM masyarakat di daerah juga sering menghambat partisipasi. Oleh sebab itu diperlukan program pemberdayaan masyarakat dan kelembagaan sosial ekonomi di daerah agar SDM di level masyarakat menjadi andal.

Pemberdayaan itu juga bertujuan memotivasi masyarakat agar tumbuh kreativitas dan inovasi yang tiada henti dalam mengembangkan pariwisata di daerah. Tidak sedikit objek wisata di daerah yang hanya merupakan duplikasi dari daerah lain, sehingga tidak memiliki nilai keunikan.

Profesionalisme dan SDM pariwisata yang andal akan sangat menentukan masa depan industri pariwisata Indonesia. Karena pariwisata adalah sumber pendapatan dan devisa yang menjanjikan. Dengan catatan, alam dan budaya Indonesia terlestarikan. Dan masyarakat adalah kunci.[T]

  • BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU
Tren Wisata 2024: Catatan Akhir Tahun Pariwisata Indonesia
Klaim Desa Wisata Demi Kue Pariwisata
Baduy, Penolakan Internet, dan Pariwisata
Jembatan Kaca dan Penyimpangan Pariwisata Berkelanjutan
Tags: PariwisataPariwisata Berkelanjutan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Enam Perupa Merayakan Seni sebagai Jalan Perjuangan Nilai-nilai

Next Post

GANJAR BICARA TAKDIR & KEBANGKITAN MAJAPAHIT

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Buku-Buku yang Dipuja, Sudahkah Kita Baca?

by Dede Putra Wiguna
October 31, 2026
0
Buku-Buku yang Dipuja, Sudahkah Kita Baca?

ADA satu hari ketika buku-buku diupacarai. Buku pelajaran, buku cerita, kitab suci, hingga lontar-lontar tua mendapat perlakuan istimewa. Semuanya ditata...

Read moreDetails

Saraswati dan Wajah Kedamaian Bali — Ketika Ilmu Pengetahuan Diuji oleh Realitas Kehidupan

by Luh Irma Susanthi
October 31, 2026
0
Saraswati dan Wajah Kedamaian Bali — Ketika Ilmu Pengetahuan Diuji oleh Realitas Kehidupan

BALI dikenal sebagai Pulau Dewata, sebuah pulau yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga kekayaan tradisi, spiritualitas, dan nilai-nilai...

Read moreDetails

Di Ruang Tunggu Kehidupan

by Ahmad Sihabudin
October 30, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

PAGI itu, saya kembali terbangun dengan pikiran yang sama: hari ini harus ke rumah sakit mana lagi? Hampir setengah tahun...

Read moreDetails

Elegi Rumah Pusaka Bernama Papua

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, saya mengajak anda semua main ke sebuah rumah yang sangat luas. Rumah ini sangat asri, halamannya...

Read moreDetails

Alvin Tedjo: Potensi, Kesadaran, dan Ujian Waktu

by Agung Sudarsa
October 29, 2026
0
Alvin Tedjo: Potensi, Kesadaran, dan Ujian Waktu

Potensi Manusia dan Lingkungan yang Membentuknya Kisah Alvin Tedjo menarik untuk direnungkan, bukan semata-mata karena ia merupakan keturunan Indonesia yang...

Read moreDetails

Dari Ujian Menuju Kedewasaan: Saat  Cinta Tidak Lagi Menuntut Kesempurnaan

by Tri Nugroho Adi
October 29, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Tidak semua masalah dalam hubungan dapat diselesaikan dengan percakapan ringan atau kompromi sederhana. Fase Ujian Perjalanan relasi cinta pasangan yang...

Read moreDetails

Tembok Besar Indonesia Itu Bernama Etnosentrisme [Catatan Hari Sumpah Pemuda]

by Chusmeru
October 28, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BANYAK yang mengira, setelah Sumpah Pemuda tahun 1928 persoalan bangsa yang majemuk ini telah selesai. Banyak pula yang berharap, setelah...

Read moreDetails

Sudah di Lajur Kiri, Malah Mau Disalip dari Kiri

by Angga Wijaya
October 27, 2026
0
Sudah di Lajur Kiri, Malah Mau Disalip dari Kiri

BERKENDARA di jalanan Denpasar dan Badung, Bali, belakangan ini membuat saya ketar-ketir. Saya beberapa kali mengalami situasi ketika sudah berkendara...

Read moreDetails

Bulan Bahasa: Jangan Hanya Ramai di Atas Panggung

by I Wayan Yudana
October 27, 2026
0
Bulan Bahasa: Jangan Hanya Ramai di Atas Panggung

Oktober selalu menjadi bulan istimewa bagi dunia pendidikan. Sekolah-sekolah menyelenggarakan Bulan Bahasa melalui berbagai kegiatan, mulai dari lomba membaca puisi,...

Read moreDetails

Ketakutan terhadap Seniman Eksperimental dan Tekanan Perubahan Zaman

by Ahmad Prasetya Hady
October 26, 2026
0
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan

KETAKUTAN terhadap perubahan dalam dunia seni tidak hanya muncul dari kekhawatiran meninggalkan tradisi, tetapi juga dari kehadiran bentuk-bentuk seni eksperimental...

Read moreDetails
Next Post
GANJAR BICARA TAKDIR & KEBANGKITAN MAJAPAHIT

GANJAR BICARA TAKDIR & KEBANGKITAN MAJAPAHIT

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Legenda Warung Kopi Tak Bernama di Kota Pelabuhan, Seberang Gardu Listrik Belanda
Kuliner

Legenda Warung Kopi Tak Bernama di Kota Pelabuhan, Seberang Gardu Listrik Belanda

PAGI-PAGI, Jalan Surapati di Singaraja memiliki kehidupan yang berbeda. Di antara bangunan-bangunan tua yang menyimpan ingatan masa kolonial, ada sebuah...

by I Wayan Artika
October 31, 2026
Ketika Novel “Yang Mulia (The Majesties)” karya Tiffany Tsao Pulang Kampung
Panggung

Ketika Novel “Yang Mulia (The Majesties)” karya Tiffany Tsao Pulang Kampung

HUJAN deras mengguyur Ubud pada Sabtu sore, 24 Oktober 2026. Namun, di Rumah Kayu, Taman Baca Ubud, suasana tetap hangat...

by Dede Putra Wiguna
October 31, 2026
Buku-Buku yang Dipuja, Sudahkah Kita Baca?
Esai

Buku-Buku yang Dipuja, Sudahkah Kita Baca?

ADA satu hari ketika buku-buku diupacarai. Buku pelajaran, buku cerita, kitab suci, hingga lontar-lontar tua mendapat perlakuan istimewa. Semuanya ditata...

by Dede Putra Wiguna
October 31, 2026
Saraswati dan Wajah Kedamaian Bali — Ketika Ilmu Pengetahuan Diuji oleh Realitas Kehidupan
Esai

Saraswati dan Wajah Kedamaian Bali — Ketika Ilmu Pengetahuan Diuji oleh Realitas Kehidupan

BALI dikenal sebagai Pulau Dewata, sebuah pulau yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga kekayaan tradisi, spiritualitas, dan nilai-nilai...

by Luh Irma Susanthi
October 31, 2026
Taman Pecangakan Disulap Jadi Playground Kreatif, Jembrana Creative Festival Digelar Dua Hari
Budaya

Taman Pecangakan Disulap Jadi Playground Kreatif, Jembrana Creative Festival Digelar Dua Hari

AKHIR pekan ini, Taman Pecangakan di jantung Kota Negara, Jembrana, punya agenda yang berbeda dari biasanya. Selama dua hari, Sabtu–Minggu,...

by tatkala
October 30, 2026
Belanda Menyebutnya Ekspedisi, Bali Menyebutnya Agresi: Pertarungan Narasi tentang Perang di Bali 1846-1950 — Dari Tur dan Diskusi Buku “Merebut Bali” karya Anne-Lot Hoek
Khas

Belanda Menyebutnya Ekspedisi, Bali Menyebutnya Agresi: Pertarungan Narasi tentang Perang di Bali 1846-1950 — Dari Tur dan Diskusi Buku “Merebut Bali” karya Anne-Lot Hoek

SETIDAKNYA 7,05 juta wisatawan mancanegara melintasi pintu gerbang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai setiap tahunnya. Bali telah lama...

by Wahyu Mahaputra
October 30, 2026
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik
Esai

Di Ruang Tunggu Kehidupan

PAGI itu, saya kembali terbangun dengan pikiran yang sama: hari ini harus ke rumah sakit mana lagi? Hampir setengah tahun...

by Ahmad Sihabudin
October 30, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Elegi Rumah Pusaka Bernama Papua

SIDANG pembaca yang budiman, saya mengajak anda semua main ke sebuah rumah yang sangat luas. Rumah ini sangat asri, halamannya...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 30, 2026
Pekan CERIA di Jimbaran, Merawat Alam dan Budaya dari Imajinasi Anak-Anak
Khas

Pekan CERIA di Jimbaran, Merawat Alam dan Budaya dari Imajinasi Anak-Anak

WAJAH-wajah polos penuh semangat memenuhi Jimbaran Hub, Kuta Selatan, Badung, Bali, pada Kamis pagi, 29 Oktober 2026. Sisa air hujan...

by Nyoman Budarsana
October 30, 2026
Alvin Tedjo: Potensi, Kesadaran, dan Ujian Waktu
Esai

Alvin Tedjo: Potensi, Kesadaran, dan Ujian Waktu

Potensi Manusia dan Lingkungan yang Membentuknya Kisah Alvin Tedjo menarik untuk direnungkan, bukan semata-mata karena ia merupakan keturunan Indonesia yang...

by Agung Sudarsa
October 29, 2026
Menulis yang Tak Tertahankan, Menyuarakan yang Terbungkam
Panggung

Menulis yang Tak Tertahankan, Menyuarakan yang Terbungkam

BAGAIMANA menuliskan luka yang sulit diungkapkan? Ketika trauma, kehilangan, dan ketidakadilan terasa begitu berat, mampukah kata-kata menggambarkan pengalaman yang menyakitkan...

by Dede Putra Wiguna
October 29, 2026
Labdanation Fashion Week Season III, Padukan Fashion Berkelanjutan dan Ambisi Rekor Dunia
Panggung

Labdanation Fashion Week Season III, Padukan Fashion Berkelanjutan dan Ambisi Rekor Dunia

PERAGAAN busana yang mengusung konsep tekstil berkelanjutan tampil memikat dalam Labdanation Fashion Week Season III di panggung terbuka Sira Village,...

by Nyoman Budarsana
October 29, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co