23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Keluarga Menjadi Tempat Awal Membina Bahasa

Kadek Windari by Kadek Windari
January 11, 2024
in Bahasa
Keluarga Menjadi Tempat Awal Membina Bahasa

BAHASA merupakan alat komunikasi dan interaksi manusia sehari-hari. Tanpa bahasa, manusia tidak bisa menyampaikan ide, gagasan, maupun pesan. Melalui bahasa, manusia juga dapat membuat sebuah inovasi bahkan menciptakan bahasa baru. Namun, melalui bahasa pula, manusia dapat menghancurkan dan menjatuhkan sesamanya.

Seiring dengan perkembangan zaman, bahasa juga turut berkembang. Kini, kedudukan bahasa Indonesia semakin berkembang sebagai wahana komunikasi, baik dalam hubungan sosial maupun hubungan formal. Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) menyebabkan bahasa Indonesia banyak mendapat pengaruh dari bahasa-bahasa luar sehingga memengaruhi kualitas penggunanya. Oleh sebab itu, diperlukan pembinaan bahasa Indonesia untuk mempertahankan eksistensi bahasa Indonesia itu sendiri.

Pembinaan bahasa Indonesia merupakan upaya untuk memelihara bahasa Indonesia agar dapat memenuhi fungsi dan kedudukannya. Pembinaan bahasa Indonesia itu sendiri dapat dimulai dari lingkungan terkecil yaitu keluarga. Sebab keluarga merupakan lingkungan pertama yang akan memberikan dampak besar bagi seseorang.

Pembinaan berasal dari kata bina yang berarti membina, mendirikan, membangun, dan mengusahakan agar mempunyai kemajuan. Sedangkan bahasa merupakan alat komunikasi bagi manusia. Jadi, dapat diartikan bahwa pembinaan bahasa merupakan upaya yang dilakukan secara sadar, terencana, dan sistematis mengenai peningkatan mutu bahasa sehingga masyarakat memiliki kebanggaan dan kegairahan untuk menggunakannya.

Sasaran pembinaan bahasa Indonesia adalah masyarakat pemakai bahasa Indonesia itu sendiri, tujuannya agar mereka menjadi bangga dan loyal terhadap bahasa Indonesia serta berusaha menggunakannya dengan baik dan benar sesuai dengan kaidah-kaidahnya. Pembinaan bahasa Indonesia perlu dilakukan karena masih banyak masyarakat kita yang melanggar kaidah-kaidah bahasa Indonesia yang berlaku.

Selain itu, pembinaan bahasa Indonesia juga diperlukan bagi masyarakat yang merasa gengsi dan menganggap dirinya lebih intelektual ketika menggunakan bahasa Inggris atau bahasa asing selain bahasa Indonesia. Hal ini menunjukkan masyarakat kita tidak memiliki loyalitas terhadap bahasa Indonesia. Ditambah, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang pesat memengaruhi penggunaan bahasa Indonesia yang kini banyak ditaburi oleh bahasa-bahasa asing sehingga mengganggu kaidah yang berlaku.

Pembinaan bahasa Indonesia dalam lingkungan keluarga merupakan salah satu upaya melestarikan bahasa Indonesia itu sendiri. Keluarga merupakan lingkungan awal bagi anak sebelum memasuki lingkungan luar.

Oleh sebab itu, peran keluarga khususnya orang tua sangat penting dalam mengupayakan eksistensi bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional tetap terjaga. Setiap anggota keluarga berkewarganegaraan Indonesia wajib memastikan setiap keluarganya mampu berbicara, membaca, dan menulis menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar.

Sebelum membina bahasa Indonesia pada anak, orang tua harus memiliki kesadaran terhadap diri sendiri bahwa bahasa Indonesia merupakan bahasa persatuan bangsa Indonesia sehingga memiliki peranan dan kedudukan yang sangat penting dalam dunia pendidikan maupun dunia pergaulan lainnya.

Pembinaan bahasa Indonesia dalam lingkungan keluarga juga dimaksudkan dengan memberi motivasi kepada anak dalam berbahasa sehingga memengaruhi perkembangan bahasa anak. Orang tua dapat memberikan kesempatan kepada anak untuk berkomunikasi dengan selalu menyampaikan keinginan dan perasaannya sehingga anak dapat menggunakan daya pikirnya untuk memecahkan masalah yang dihadapi.

Pembinaan bahasa Indonesia tidak hanya didapatkan di dalam lingkungan keluarga saja, tetapi juga di lingkungan luar. Di sinilah, peran orang tua sangat dibutuhkan agar anak tidak meniru berbicara kotor, tidak sopan, kasar, dan lain sebagainya akibat pengaruh dari lingkungan luar tersebut. Pembinaan bahasa Indonesia dalam lingkungan keluarga dapat dilakukan dengan berbagai upaya, di antaranya.

1. Memperkenalkan bahasa Indonesia sejak sebelum lahir

Dalam mengupayakan kelestarian bahasa Indonesia, sebagai orang tua yang memiliki keloyalitasan terhadap bahasa Indonesia dapat memperkenalkan bahasa Indonesia kepada anak sejak masih dalam kandungan. Mengajarkan anak yang belum pandai berbahasa bahkan sejak dalam kandungan dapat dilakukan dengan cara sering memperdengarkan bunyi bahasa Indonesia melalui dialog, cerita, dongeng, dan lain-lain.

2. Latihan berulang

Pembinaan bahasa Indonesia khususnya pada anak usia dini, dapat dilakukan dengan latihan berulang. Pada usia dini, anak cenderung mengucapkan sesuatu yang diserap dari pengucapan atau pengulangan suara-suara yang didengar di sekitarnya. Fase ini harus dimanfaatkan oleh orang tua untuk merangsang atau mendorong anak untuk meniru suara-suara yang diucapkan orang lain. Namun, dalam hal ini orang tua harus mengucapkan bahasa-bahasa Indonesia dengan baik dan benar agar anak tidak salah mengartikan dan menggunakannya.

3. Membiasakan diri

Selain melakukan latihan berulang, seseorang juga perlu membiasakan diri terhadap sesuatu yang baru dimulai. Orang tua harus membiasakan diri menggunakan bahasa Indonesia ketika berkomunikasi agar anak juga terbiasa mendengar dan merespon menggunakan bahasa Indonesia. Walaupun zaman sekarang sudah banyak sekolah-sekolah internasional yang menggunakan bahasa Inggris saat proses belajar mengajar, tidak menjadi penghalang bagi orang tua untuk tetap menjaga keeksistensian bahasa Indonesia sehingga anak tidak lupa dengan penggunaan bahasa Indonesia.

Ketiga hal tersebut dapat dilakukan untuk melakukan pembinaan bahasa Indonesia dalam lingkungan keluarga. Perlu diketahui bahwa sebagai masyarakat Indonesia, kita tidak boleh meninggalkan dan malu untuk memperkenalkan budaya sendiri.

Sebagai orang Indonesia hendaknya bangga terhadap bahasa Indonesia yang kini sudah dipelajari oleh negara-negara luar. Perlu menanamkan loyalitas dalam diri sendiri agar bahasa Indonesia tidak tertinggal dan digantikan oleh bahasa-bahasa luar lainnya. Utamakan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah, dan kuasai bahasa asing. [T]

Catatan: Tulisan ini merupakan pemenuhan tugas mata kuliah Pengembangan dan Pembinaan Bahasa serta mata kuliah Sosiolinguistik, mahasiswa semester V (lima), Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia.

Campur Kode dalam Pemakaian Bahasa Indonesia
Perkembangan Bahasa Indonesia Dalam Bidang Iptek
Bilingualisme dan Diglosia di Lingkungan Keluarga
Tags: Bahasa IndonesiaKeluargaUniversitas PGRI Mahadewa Indonesia
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menyongsong Bulan Bahasa Bali Tahun 2024: Sebuah Catatan Kecil tentang Aferesis, Sinkope, dan Paragog dalam Bahasa Bali

Next Post

Kini Kamera “Smartphone” pun Bisa Hasilkan Foto Bagus: Ini Tipsnya…

Kadek Windari

Kadek Windari

Tinggal dan menetap di Denpasar. Gemar menulis dan bercerita

Related Posts

“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran

by I Made Sudiana
October 19, 2026
0
“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran

DUNIA kuliner di Bali saat ini sedang ramai-ramainya dengan berbagai pilihan olahan. Dari tradisi babi guling yang legendaris hingga tren...

Read moreDetails

Dari “Panic Buying” hingga “Maborbor”: Cerita Bahasa di Balik Antrean BBM Bali

by I Made Sudiana
October 16, 2026
0
Dari “Panic Buying” hingga “Maborbor”: Cerita Bahasa di Balik Antrean BBM Bali

SECARA pribadi, saya sebisa mungkin menghindari antrean BBM di Bali saat ini. Saya pernah berada di posisi itu dahulu, dan...

Read moreDetails

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

by I Made Sudiana
October 4, 2026
0
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

Read moreDetails

Labirin Bahasa di Sekitar Kita

by I Made Sudiana
September 4, 2026
0
Labirin Bahasa di Sekitar Kita

PERNAHKAH Anda memperhatikan bagaimana sebuah kata bekerja di media sosial atau di obrolan sehari-hari? Kita sering mengira bahasa itu seperti...

Read moreDetails

Gol versus Gul

by I Made Sudiana
September 3, 2026
0
Gol versus Gul

KITA teriak “gol” manakala tim sepak bola yang kita dukung memasukkan bola ke gawang lawan. Ketika bola mengenai tiang gawang,...

Read moreDetails

Perkara Anarkis dan Anarkistis

by I Made Sudiana
August 30, 2026
0
Perkara Anarkis dan Anarkistis

Pernahkah Anda berpikir bahwa kata anarkis dan anarkistis itu sama saja? Walaupun kedua kata anarkis dan anarkistis sudah banyak ditulis,...

Read moreDetails

Calistung: Membaca, Menulis, dan Berhitung

by I Made Sudiana
August 18, 2026
0
Calistung: Membaca, Menulis, dan Berhitung

PERNAHKAH Anda berhenti sejenak di depan papan nama sebuah lembaga pendidikan atau kursus dan memperhatikan semboyan mereka: "Membaca, Menulis, dan...

Read moreDetails

Trilogi Cinta Puspadiana: Refleksi Kebahasaan tentang Nama dan Harapan

by I Made Sudiana
August 15, 2026
0
Trilogi Cinta Puspadiana: Refleksi Kebahasaan tentang Nama dan Harapan

 “Kenapa nama anakmu keindia-indiaan banget? Agak aneh rasanya.” Pertanyaan dan pernyataan itu terlontar dari seorang teman yang penasaran saat mendengar...

Read moreDetails

Sekali Lagi tentang Dirgahayu

by I Made Sudiana
August 13, 2026
0
Sekali Lagi tentang Dirgahayu

SETIAP menjelang bulan Agustus, ruang publik kita dipenuhi oleh baliho, spanduk, dan ucapan digital dengan berbagai variasi kalimat selamat hari...

Read moreDetails

Amuk, Briuk Siu, dan Bayang-Bayang Solidaritas Kolektif di Bali

by I Made Sudiana
August 11, 2026
0
Amuk, Briuk Siu, dan Bayang-Bayang Solidaritas Kolektif di Bali

Peristiwa tragis yang baru-baru ini terjadi di Tabanan—saat seorang terduga pencuri tewas diamuk massa dan meninggalkan duka mendalam bagi anaknya—kembali...

Read moreDetails
Next Post
Kini Kamera “Smartphone” pun Bisa Hasilkan Foto Bagus: Ini Tipsnya…

Kini Kamera “Smartphone” pun Bisa Hasilkan Foto Bagus: Ini Tipsnya…

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co