24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Keluarga Menjadi Tempat Awal Membina Bahasa

Kadek Windari by Kadek Windari
January 11, 2024
in Bahasa
Keluarga Menjadi Tempat Awal Membina Bahasa

BAHASA merupakan alat komunikasi dan interaksi manusia sehari-hari. Tanpa bahasa, manusia tidak bisa menyampaikan ide, gagasan, maupun pesan. Melalui bahasa, manusia juga dapat membuat sebuah inovasi bahkan menciptakan bahasa baru. Namun, melalui bahasa pula, manusia dapat menghancurkan dan menjatuhkan sesamanya.

Seiring dengan perkembangan zaman, bahasa juga turut berkembang. Kini, kedudukan bahasa Indonesia semakin berkembang sebagai wahana komunikasi, baik dalam hubungan sosial maupun hubungan formal. Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) menyebabkan bahasa Indonesia banyak mendapat pengaruh dari bahasa-bahasa luar sehingga memengaruhi kualitas penggunanya. Oleh sebab itu, diperlukan pembinaan bahasa Indonesia untuk mempertahankan eksistensi bahasa Indonesia itu sendiri.

Pembinaan bahasa Indonesia merupakan upaya untuk memelihara bahasa Indonesia agar dapat memenuhi fungsi dan kedudukannya. Pembinaan bahasa Indonesia itu sendiri dapat dimulai dari lingkungan terkecil yaitu keluarga. Sebab keluarga merupakan lingkungan pertama yang akan memberikan dampak besar bagi seseorang.

Pembinaan berasal dari kata bina yang berarti membina, mendirikan, membangun, dan mengusahakan agar mempunyai kemajuan. Sedangkan bahasa merupakan alat komunikasi bagi manusia. Jadi, dapat diartikan bahwa pembinaan bahasa merupakan upaya yang dilakukan secara sadar, terencana, dan sistematis mengenai peningkatan mutu bahasa sehingga masyarakat memiliki kebanggaan dan kegairahan untuk menggunakannya.

Sasaran pembinaan bahasa Indonesia adalah masyarakat pemakai bahasa Indonesia itu sendiri, tujuannya agar mereka menjadi bangga dan loyal terhadap bahasa Indonesia serta berusaha menggunakannya dengan baik dan benar sesuai dengan kaidah-kaidahnya. Pembinaan bahasa Indonesia perlu dilakukan karena masih banyak masyarakat kita yang melanggar kaidah-kaidah bahasa Indonesia yang berlaku.

Selain itu, pembinaan bahasa Indonesia juga diperlukan bagi masyarakat yang merasa gengsi dan menganggap dirinya lebih intelektual ketika menggunakan bahasa Inggris atau bahasa asing selain bahasa Indonesia. Hal ini menunjukkan masyarakat kita tidak memiliki loyalitas terhadap bahasa Indonesia. Ditambah, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang pesat memengaruhi penggunaan bahasa Indonesia yang kini banyak ditaburi oleh bahasa-bahasa asing sehingga mengganggu kaidah yang berlaku.

Pembinaan bahasa Indonesia dalam lingkungan keluarga merupakan salah satu upaya melestarikan bahasa Indonesia itu sendiri. Keluarga merupakan lingkungan awal bagi anak sebelum memasuki lingkungan luar.

Oleh sebab itu, peran keluarga khususnya orang tua sangat penting dalam mengupayakan eksistensi bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional tetap terjaga. Setiap anggota keluarga berkewarganegaraan Indonesia wajib memastikan setiap keluarganya mampu berbicara, membaca, dan menulis menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar.

Sebelum membina bahasa Indonesia pada anak, orang tua harus memiliki kesadaran terhadap diri sendiri bahwa bahasa Indonesia merupakan bahasa persatuan bangsa Indonesia sehingga memiliki peranan dan kedudukan yang sangat penting dalam dunia pendidikan maupun dunia pergaulan lainnya.

Pembinaan bahasa Indonesia dalam lingkungan keluarga juga dimaksudkan dengan memberi motivasi kepada anak dalam berbahasa sehingga memengaruhi perkembangan bahasa anak. Orang tua dapat memberikan kesempatan kepada anak untuk berkomunikasi dengan selalu menyampaikan keinginan dan perasaannya sehingga anak dapat menggunakan daya pikirnya untuk memecahkan masalah yang dihadapi.

Pembinaan bahasa Indonesia tidak hanya didapatkan di dalam lingkungan keluarga saja, tetapi juga di lingkungan luar. Di sinilah, peran orang tua sangat dibutuhkan agar anak tidak meniru berbicara kotor, tidak sopan, kasar, dan lain sebagainya akibat pengaruh dari lingkungan luar tersebut. Pembinaan bahasa Indonesia dalam lingkungan keluarga dapat dilakukan dengan berbagai upaya, di antaranya.

1. Memperkenalkan bahasa Indonesia sejak sebelum lahir

Dalam mengupayakan kelestarian bahasa Indonesia, sebagai orang tua yang memiliki keloyalitasan terhadap bahasa Indonesia dapat memperkenalkan bahasa Indonesia kepada anak sejak masih dalam kandungan. Mengajarkan anak yang belum pandai berbahasa bahkan sejak dalam kandungan dapat dilakukan dengan cara sering memperdengarkan bunyi bahasa Indonesia melalui dialog, cerita, dongeng, dan lain-lain.

2. Latihan berulang

Pembinaan bahasa Indonesia khususnya pada anak usia dini, dapat dilakukan dengan latihan berulang. Pada usia dini, anak cenderung mengucapkan sesuatu yang diserap dari pengucapan atau pengulangan suara-suara yang didengar di sekitarnya. Fase ini harus dimanfaatkan oleh orang tua untuk merangsang atau mendorong anak untuk meniru suara-suara yang diucapkan orang lain. Namun, dalam hal ini orang tua harus mengucapkan bahasa-bahasa Indonesia dengan baik dan benar agar anak tidak salah mengartikan dan menggunakannya.

3. Membiasakan diri

Selain melakukan latihan berulang, seseorang juga perlu membiasakan diri terhadap sesuatu yang baru dimulai. Orang tua harus membiasakan diri menggunakan bahasa Indonesia ketika berkomunikasi agar anak juga terbiasa mendengar dan merespon menggunakan bahasa Indonesia. Walaupun zaman sekarang sudah banyak sekolah-sekolah internasional yang menggunakan bahasa Inggris saat proses belajar mengajar, tidak menjadi penghalang bagi orang tua untuk tetap menjaga keeksistensian bahasa Indonesia sehingga anak tidak lupa dengan penggunaan bahasa Indonesia.

Ketiga hal tersebut dapat dilakukan untuk melakukan pembinaan bahasa Indonesia dalam lingkungan keluarga. Perlu diketahui bahwa sebagai masyarakat Indonesia, kita tidak boleh meninggalkan dan malu untuk memperkenalkan budaya sendiri.

Sebagai orang Indonesia hendaknya bangga terhadap bahasa Indonesia yang kini sudah dipelajari oleh negara-negara luar. Perlu menanamkan loyalitas dalam diri sendiri agar bahasa Indonesia tidak tertinggal dan digantikan oleh bahasa-bahasa luar lainnya. Utamakan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah, dan kuasai bahasa asing. [T]

Catatan: Tulisan ini merupakan pemenuhan tugas mata kuliah Pengembangan dan Pembinaan Bahasa serta mata kuliah Sosiolinguistik, mahasiswa semester V (lima), Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia.

Campur Kode dalam Pemakaian Bahasa Indonesia
Perkembangan Bahasa Indonesia Dalam Bidang Iptek
Bilingualisme dan Diglosia di Lingkungan Keluarga
Tags: Bahasa IndonesiaKeluargaUniversitas PGRI Mahadewa Indonesia
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menyongsong Bulan Bahasa Bali Tahun 2024: Sebuah Catatan Kecil tentang Aferesis, Sinkope, dan Paragog dalam Bahasa Bali

Next Post

Kini Kamera “Smartphone” pun Bisa Hasilkan Foto Bagus: Ini Tipsnya…

Kadek Windari

Kadek Windari

Tinggal dan menetap di Denpasar. Gemar menulis dan bercerita

Related Posts

Glosarium Krisis Sampah Bali

by I Made Sudiana
April 17, 2026
0
Glosarium Krisis Sampah Bali

BALI sedang berada di titik nadir. Bali sedang tidak baik-baik saja dalam hal sampah. Pulau yang konon disebut The Last Paradise (Surga...

Read moreDetails

Perbedaan antara Pelindungan dan Perlindungan: Memahami Istilah dalam Pelestarian Bahasa

by I Made Sudiana
April 13, 2026
0
Perbedaan antara Pelindungan dan Perlindungan: Memahami Istilah dalam Pelestarian Bahasa

DALAM percakapan sehari-hari, kerap kali digunakan kata pelindungan dan perlindungan secara bergantian. Namun, dalam ranah hukum dan kebijakan publik di...

Read moreDetails

‘Siap 86’: Ketika Orang Sipil Merasa Sedang Pakai Seragam

by I Made Sudiana
April 6, 2026
0
‘Siap 86’: Ketika Orang Sipil Merasa Sedang Pakai Seragam

SEBAGAI orang sipil, pernahkah Anda mengirim pesan santai dan personal, lalu dibalas dengan kode angka yang terdengar seperti sandi agen...

Read moreDetails

Nyepi, Sepi, Hening: Menemukan Diri dalam Keheningan

by I Made Sudiana
March 18, 2026
0
Nyepi, Sepi, Hening: Menemukan Diri dalam Keheningan

DALAM Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring, Nyepi merupakan nomina (kata benda) yang bermakna hari suci umat Hindu untuk memperingati...

Read moreDetails

Takjil

by Ahmadul Faqih Mahfudz
February 22, 2026
0
Takjil

MASJID-MASJID di kota atau masjid-masjid di sisi jalan raya menggelar buka puasa Bersama selama Ramadan. Anak-anak, remaja, orang tua, hingga...

Read moreDetails

Tabé dan Tabik: Kesopanan dalam Bertindak dan Kesantunan dalam Berbahasa

by I Made Sudiana
February 14, 2026
0
Tabé dan Tabik: Kesopanan dalam Bertindak dan Kesantunan dalam Berbahasa

Wira, seorang pegiat TikTok dengan nama Si Bli Wira, melalui konten media sosialnya belakangan ini sering mengungkapkan tabik sugra dalam...

Read moreDetails

Ketika “Rujak” Bukan Sekadar Nama Makanan di Indonesia

by Angga Wijaya
September 15, 2025
0
Ketika “Rujak” Bukan Sekadar Nama Makanan di Indonesia

ESAI “Saling Rujak” karya Dahlan Iskan yang terbit di Disway.id pada Senin, 15 September 2025, berangkat dari suasana Forum GREAT...

Read moreDetails

Sudahkah Bahasa Kita Berdaulat?

by Ahmad Sihabudin
July 30, 2025
0
Syair Pilu Berbalut Nada, Dari Ernest Hemingway Hingga Bob Dylan

Dalam  tulisan ini yang maksud kedaulatan bahasa adalah, digunakannya suatu bahasa dalam hal ini bahasa Indonesia secara sadar dan bertanggung...

Read moreDetails

Sebaiknya Anak Dipanggil dengan Nama Dirinya

by I Ketut Suar Adnyana
July 21, 2025
0
Sebaiknya Anak Dipanggil dengan Nama Dirinya

MASYARAKAT Bali  pada umumnya berkomunikasi dengan anaknya dengan menggunakan nama diri. Misalnya anak perempuannya bernama  Indah, orang tua akan memanggilnya...

Read moreDetails

Istilah Pertanian yang Hilang: “Slisihan”,  Sistem Gotong Royong dalam Menggarap Tegalan Kopi di Desa Pucaksari, Busungbiu, Buleleng

by I Ketut Suar Adnyana
July 18, 2025
0
Istilah Pertanian yang Hilang: “Slisihan”,  Sistem Gotong Royong dalam Menggarap Tegalan Kopi di Desa Pucaksari, Busungbiu, Buleleng

DESA Pucaksari, yang terletak di Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng, Bali, dikenal sebagai salah satu sentra penghasil kopi robusta di wilayah...

Read moreDetails
Next Post
Kini Kamera “Smartphone” pun Bisa Hasilkan Foto Bagus: Ini Tipsnya…

Kini Kamera “Smartphone” pun Bisa Hasilkan Foto Bagus: Ini Tipsnya…

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co