12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Keluarga Menjadi Tempat Awal Membina Bahasa

Kadek Windari by Kadek Windari
January 11, 2024
in Bahasa
Keluarga Menjadi Tempat Awal Membina Bahasa

BAHASA merupakan alat komunikasi dan interaksi manusia sehari-hari. Tanpa bahasa, manusia tidak bisa menyampaikan ide, gagasan, maupun pesan. Melalui bahasa, manusia juga dapat membuat sebuah inovasi bahkan menciptakan bahasa baru. Namun, melalui bahasa pula, manusia dapat menghancurkan dan menjatuhkan sesamanya.

Seiring dengan perkembangan zaman, bahasa juga turut berkembang. Kini, kedudukan bahasa Indonesia semakin berkembang sebagai wahana komunikasi, baik dalam hubungan sosial maupun hubungan formal. Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) menyebabkan bahasa Indonesia banyak mendapat pengaruh dari bahasa-bahasa luar sehingga memengaruhi kualitas penggunanya. Oleh sebab itu, diperlukan pembinaan bahasa Indonesia untuk mempertahankan eksistensi bahasa Indonesia itu sendiri.

Pembinaan bahasa Indonesia merupakan upaya untuk memelihara bahasa Indonesia agar dapat memenuhi fungsi dan kedudukannya. Pembinaan bahasa Indonesia itu sendiri dapat dimulai dari lingkungan terkecil yaitu keluarga. Sebab keluarga merupakan lingkungan pertama yang akan memberikan dampak besar bagi seseorang.

Pembinaan berasal dari kata bina yang berarti membina, mendirikan, membangun, dan mengusahakan agar mempunyai kemajuan. Sedangkan bahasa merupakan alat komunikasi bagi manusia. Jadi, dapat diartikan bahwa pembinaan bahasa merupakan upaya yang dilakukan secara sadar, terencana, dan sistematis mengenai peningkatan mutu bahasa sehingga masyarakat memiliki kebanggaan dan kegairahan untuk menggunakannya.

Sasaran pembinaan bahasa Indonesia adalah masyarakat pemakai bahasa Indonesia itu sendiri, tujuannya agar mereka menjadi bangga dan loyal terhadap bahasa Indonesia serta berusaha menggunakannya dengan baik dan benar sesuai dengan kaidah-kaidahnya. Pembinaan bahasa Indonesia perlu dilakukan karena masih banyak masyarakat kita yang melanggar kaidah-kaidah bahasa Indonesia yang berlaku.

Selain itu, pembinaan bahasa Indonesia juga diperlukan bagi masyarakat yang merasa gengsi dan menganggap dirinya lebih intelektual ketika menggunakan bahasa Inggris atau bahasa asing selain bahasa Indonesia. Hal ini menunjukkan masyarakat kita tidak memiliki loyalitas terhadap bahasa Indonesia. Ditambah, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang pesat memengaruhi penggunaan bahasa Indonesia yang kini banyak ditaburi oleh bahasa-bahasa asing sehingga mengganggu kaidah yang berlaku.

Pembinaan bahasa Indonesia dalam lingkungan keluarga merupakan salah satu upaya melestarikan bahasa Indonesia itu sendiri. Keluarga merupakan lingkungan awal bagi anak sebelum memasuki lingkungan luar.

Oleh sebab itu, peran keluarga khususnya orang tua sangat penting dalam mengupayakan eksistensi bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional tetap terjaga. Setiap anggota keluarga berkewarganegaraan Indonesia wajib memastikan setiap keluarganya mampu berbicara, membaca, dan menulis menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar.

Sebelum membina bahasa Indonesia pada anak, orang tua harus memiliki kesadaran terhadap diri sendiri bahwa bahasa Indonesia merupakan bahasa persatuan bangsa Indonesia sehingga memiliki peranan dan kedudukan yang sangat penting dalam dunia pendidikan maupun dunia pergaulan lainnya.

Pembinaan bahasa Indonesia dalam lingkungan keluarga juga dimaksudkan dengan memberi motivasi kepada anak dalam berbahasa sehingga memengaruhi perkembangan bahasa anak. Orang tua dapat memberikan kesempatan kepada anak untuk berkomunikasi dengan selalu menyampaikan keinginan dan perasaannya sehingga anak dapat menggunakan daya pikirnya untuk memecahkan masalah yang dihadapi.

Pembinaan bahasa Indonesia tidak hanya didapatkan di dalam lingkungan keluarga saja, tetapi juga di lingkungan luar. Di sinilah, peran orang tua sangat dibutuhkan agar anak tidak meniru berbicara kotor, tidak sopan, kasar, dan lain sebagainya akibat pengaruh dari lingkungan luar tersebut. Pembinaan bahasa Indonesia dalam lingkungan keluarga dapat dilakukan dengan berbagai upaya, di antaranya.

1. Memperkenalkan bahasa Indonesia sejak sebelum lahir

Dalam mengupayakan kelestarian bahasa Indonesia, sebagai orang tua yang memiliki keloyalitasan terhadap bahasa Indonesia dapat memperkenalkan bahasa Indonesia kepada anak sejak masih dalam kandungan. Mengajarkan anak yang belum pandai berbahasa bahkan sejak dalam kandungan dapat dilakukan dengan cara sering memperdengarkan bunyi bahasa Indonesia melalui dialog, cerita, dongeng, dan lain-lain.

2. Latihan berulang

Pembinaan bahasa Indonesia khususnya pada anak usia dini, dapat dilakukan dengan latihan berulang. Pada usia dini, anak cenderung mengucapkan sesuatu yang diserap dari pengucapan atau pengulangan suara-suara yang didengar di sekitarnya. Fase ini harus dimanfaatkan oleh orang tua untuk merangsang atau mendorong anak untuk meniru suara-suara yang diucapkan orang lain. Namun, dalam hal ini orang tua harus mengucapkan bahasa-bahasa Indonesia dengan baik dan benar agar anak tidak salah mengartikan dan menggunakannya.

3. Membiasakan diri

Selain melakukan latihan berulang, seseorang juga perlu membiasakan diri terhadap sesuatu yang baru dimulai. Orang tua harus membiasakan diri menggunakan bahasa Indonesia ketika berkomunikasi agar anak juga terbiasa mendengar dan merespon menggunakan bahasa Indonesia. Walaupun zaman sekarang sudah banyak sekolah-sekolah internasional yang menggunakan bahasa Inggris saat proses belajar mengajar, tidak menjadi penghalang bagi orang tua untuk tetap menjaga keeksistensian bahasa Indonesia sehingga anak tidak lupa dengan penggunaan bahasa Indonesia.

Ketiga hal tersebut dapat dilakukan untuk melakukan pembinaan bahasa Indonesia dalam lingkungan keluarga. Perlu diketahui bahwa sebagai masyarakat Indonesia, kita tidak boleh meninggalkan dan malu untuk memperkenalkan budaya sendiri.

Sebagai orang Indonesia hendaknya bangga terhadap bahasa Indonesia yang kini sudah dipelajari oleh negara-negara luar. Perlu menanamkan loyalitas dalam diri sendiri agar bahasa Indonesia tidak tertinggal dan digantikan oleh bahasa-bahasa luar lainnya. Utamakan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah, dan kuasai bahasa asing. [T]

Catatan: Tulisan ini merupakan pemenuhan tugas mata kuliah Pengembangan dan Pembinaan Bahasa serta mata kuliah Sosiolinguistik, mahasiswa semester V (lima), Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia.

Campur Kode dalam Pemakaian Bahasa Indonesia
Perkembangan Bahasa Indonesia Dalam Bidang Iptek
Bilingualisme dan Diglosia di Lingkungan Keluarga
Tags: Bahasa IndonesiaKeluargaUniversitas PGRI Mahadewa Indonesia
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menyongsong Bulan Bahasa Bali Tahun 2024: Sebuah Catatan Kecil tentang Aferesis, Sinkope, dan Paragog dalam Bahasa Bali

Next Post

Kini Kamera “Smartphone” pun Bisa Hasilkan Foto Bagus: Ini Tipsnya…

Kadek Windari

Kadek Windari

Tinggal dan menetap di Denpasar. Gemar menulis dan bercerita

Related Posts

Labirin Bahasa di Sekitar Kita

by I Made Sudiana
September 4, 2026
0
Labirin Bahasa di Sekitar Kita

PERNAHKAH Anda memperhatikan bagaimana sebuah kata bekerja di media sosial atau di obrolan sehari-hari? Kita sering mengira bahasa itu seperti...

Read moreDetails

Gol versus Gul

by I Made Sudiana
September 3, 2026
0
Gol versus Gul

KITA teriak “gol” manakala tim sepak bola yang kita dukung memasukkan bola ke gawang lawan. Ketika bola mengenai tiang gawang,...

Read moreDetails

Perkara Anarkis dan Anarkistis

by I Made Sudiana
August 30, 2026
0
Perkara Anarkis dan Anarkistis

Pernahkah Anda berpikir bahwa kata anarkis dan anarkistis itu sama saja? Walaupun kedua kata anarkis dan anarkistis sudah banyak ditulis,...

Read moreDetails

Calistung: Membaca, Menulis, dan Berhitung

by I Made Sudiana
August 18, 2026
0
Calistung: Membaca, Menulis, dan Berhitung

PERNAHKAH Anda berhenti sejenak di depan papan nama sebuah lembaga pendidikan atau kursus dan memperhatikan semboyan mereka: "Membaca, Menulis, dan...

Read moreDetails

Trilogi Cinta Puspadiana: Refleksi Kebahasaan tentang Nama dan Harapan

by I Made Sudiana
August 15, 2026
0
Trilogi Cinta Puspadiana: Refleksi Kebahasaan tentang Nama dan Harapan

 “Kenapa nama anakmu keindia-indiaan banget? Agak aneh rasanya.” Pertanyaan dan pernyataan itu terlontar dari seorang teman yang penasaran saat mendengar...

Read moreDetails

Sekali Lagi tentang Dirgahayu

by I Made Sudiana
August 13, 2026
0
Sekali Lagi tentang Dirgahayu

SETIAP menjelang bulan Agustus, ruang publik kita dipenuhi oleh baliho, spanduk, dan ucapan digital dengan berbagai variasi kalimat selamat hari...

Read moreDetails

Amuk, Briuk Siu, dan Bayang-Bayang Solidaritas Kolektif di Bali

by I Made Sudiana
August 11, 2026
0
Amuk, Briuk Siu, dan Bayang-Bayang Solidaritas Kolektif di Bali

Peristiwa tragis yang baru-baru ini terjadi di Tabanan—saat seorang terduga pencuri tewas diamuk massa dan meninggalkan duka mendalam bagi anaknya—kembali...

Read moreDetails

Timbulan Sampah dan Timbunan Sampah dalam Istilah Lingkungan

by I Made Sudiana
August 9, 2026
0
Timbulan Sampah dan Timbunan Sampah dalam Istilah Lingkungan

PERNAHKAH Anda membaca berita lingkungan dan merasa bingung dengan dua istilah yang mirip: timbulan sampah dan timbunan sampah? Sekilas keduanya tampak sama, tetapi...

Read moreDetails

Merawat Harapan Optimistis Lewat Kalimat Adjektival

by I Made Sudiana
June 29, 2026
0
Merawat Harapan Optimistis Lewat Kalimat Adjektival

SETELAH melewati rentetan perawatan medis yang panjang dan melelahkan, pernahkah Anda berbisik pada diri sendiri, "Apakah tubuh ini akan kembali...

Read moreDetails

Semantik Logistik Modern: Kargo, Ekspedisi, dan Paket

by I Made Sudiana
June 25, 2026
0
Semantik Logistik Modern: Kargo, Ekspedisi, dan Paket

BAGI orang awam di bidang kargo seperti saya, kata kargo selalu memantik imajinasi tentang gudang yang pengap, deru mesin, aroma...

Read moreDetails
Next Post
Kini Kamera “Smartphone” pun Bisa Hasilkan Foto Bagus: Ini Tipsnya…

Kini Kamera “Smartphone” pun Bisa Hasilkan Foto Bagus: Ini Tipsnya…

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co