14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Keluarga Menjadi Tempat Awal Membina Bahasa

Kadek Windari by Kadek Windari
January 11, 2024
in Bahasa
Keluarga Menjadi Tempat Awal Membina Bahasa

BAHASA merupakan alat komunikasi dan interaksi manusia sehari-hari. Tanpa bahasa, manusia tidak bisa menyampaikan ide, gagasan, maupun pesan. Melalui bahasa, manusia juga dapat membuat sebuah inovasi bahkan menciptakan bahasa baru. Namun, melalui bahasa pula, manusia dapat menghancurkan dan menjatuhkan sesamanya.

Seiring dengan perkembangan zaman, bahasa juga turut berkembang. Kini, kedudukan bahasa Indonesia semakin berkembang sebagai wahana komunikasi, baik dalam hubungan sosial maupun hubungan formal. Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) menyebabkan bahasa Indonesia banyak mendapat pengaruh dari bahasa-bahasa luar sehingga memengaruhi kualitas penggunanya. Oleh sebab itu, diperlukan pembinaan bahasa Indonesia untuk mempertahankan eksistensi bahasa Indonesia itu sendiri.

Pembinaan bahasa Indonesia merupakan upaya untuk memelihara bahasa Indonesia agar dapat memenuhi fungsi dan kedudukannya. Pembinaan bahasa Indonesia itu sendiri dapat dimulai dari lingkungan terkecil yaitu keluarga. Sebab keluarga merupakan lingkungan pertama yang akan memberikan dampak besar bagi seseorang.

Pembinaan berasal dari kata bina yang berarti membina, mendirikan, membangun, dan mengusahakan agar mempunyai kemajuan. Sedangkan bahasa merupakan alat komunikasi bagi manusia. Jadi, dapat diartikan bahwa pembinaan bahasa merupakan upaya yang dilakukan secara sadar, terencana, dan sistematis mengenai peningkatan mutu bahasa sehingga masyarakat memiliki kebanggaan dan kegairahan untuk menggunakannya.

Sasaran pembinaan bahasa Indonesia adalah masyarakat pemakai bahasa Indonesia itu sendiri, tujuannya agar mereka menjadi bangga dan loyal terhadap bahasa Indonesia serta berusaha menggunakannya dengan baik dan benar sesuai dengan kaidah-kaidahnya. Pembinaan bahasa Indonesia perlu dilakukan karena masih banyak masyarakat kita yang melanggar kaidah-kaidah bahasa Indonesia yang berlaku.

Selain itu, pembinaan bahasa Indonesia juga diperlukan bagi masyarakat yang merasa gengsi dan menganggap dirinya lebih intelektual ketika menggunakan bahasa Inggris atau bahasa asing selain bahasa Indonesia. Hal ini menunjukkan masyarakat kita tidak memiliki loyalitas terhadap bahasa Indonesia. Ditambah, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang pesat memengaruhi penggunaan bahasa Indonesia yang kini banyak ditaburi oleh bahasa-bahasa asing sehingga mengganggu kaidah yang berlaku.

Pembinaan bahasa Indonesia dalam lingkungan keluarga merupakan salah satu upaya melestarikan bahasa Indonesia itu sendiri. Keluarga merupakan lingkungan awal bagi anak sebelum memasuki lingkungan luar.

Oleh sebab itu, peran keluarga khususnya orang tua sangat penting dalam mengupayakan eksistensi bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional tetap terjaga. Setiap anggota keluarga berkewarganegaraan Indonesia wajib memastikan setiap keluarganya mampu berbicara, membaca, dan menulis menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar.

Sebelum membina bahasa Indonesia pada anak, orang tua harus memiliki kesadaran terhadap diri sendiri bahwa bahasa Indonesia merupakan bahasa persatuan bangsa Indonesia sehingga memiliki peranan dan kedudukan yang sangat penting dalam dunia pendidikan maupun dunia pergaulan lainnya.

Pembinaan bahasa Indonesia dalam lingkungan keluarga juga dimaksudkan dengan memberi motivasi kepada anak dalam berbahasa sehingga memengaruhi perkembangan bahasa anak. Orang tua dapat memberikan kesempatan kepada anak untuk berkomunikasi dengan selalu menyampaikan keinginan dan perasaannya sehingga anak dapat menggunakan daya pikirnya untuk memecahkan masalah yang dihadapi.

Pembinaan bahasa Indonesia tidak hanya didapatkan di dalam lingkungan keluarga saja, tetapi juga di lingkungan luar. Di sinilah, peran orang tua sangat dibutuhkan agar anak tidak meniru berbicara kotor, tidak sopan, kasar, dan lain sebagainya akibat pengaruh dari lingkungan luar tersebut. Pembinaan bahasa Indonesia dalam lingkungan keluarga dapat dilakukan dengan berbagai upaya, di antaranya.

1. Memperkenalkan bahasa Indonesia sejak sebelum lahir

Dalam mengupayakan kelestarian bahasa Indonesia, sebagai orang tua yang memiliki keloyalitasan terhadap bahasa Indonesia dapat memperkenalkan bahasa Indonesia kepada anak sejak masih dalam kandungan. Mengajarkan anak yang belum pandai berbahasa bahkan sejak dalam kandungan dapat dilakukan dengan cara sering memperdengarkan bunyi bahasa Indonesia melalui dialog, cerita, dongeng, dan lain-lain.

2. Latihan berulang

Pembinaan bahasa Indonesia khususnya pada anak usia dini, dapat dilakukan dengan latihan berulang. Pada usia dini, anak cenderung mengucapkan sesuatu yang diserap dari pengucapan atau pengulangan suara-suara yang didengar di sekitarnya. Fase ini harus dimanfaatkan oleh orang tua untuk merangsang atau mendorong anak untuk meniru suara-suara yang diucapkan orang lain. Namun, dalam hal ini orang tua harus mengucapkan bahasa-bahasa Indonesia dengan baik dan benar agar anak tidak salah mengartikan dan menggunakannya.

3. Membiasakan diri

Selain melakukan latihan berulang, seseorang juga perlu membiasakan diri terhadap sesuatu yang baru dimulai. Orang tua harus membiasakan diri menggunakan bahasa Indonesia ketika berkomunikasi agar anak juga terbiasa mendengar dan merespon menggunakan bahasa Indonesia. Walaupun zaman sekarang sudah banyak sekolah-sekolah internasional yang menggunakan bahasa Inggris saat proses belajar mengajar, tidak menjadi penghalang bagi orang tua untuk tetap menjaga keeksistensian bahasa Indonesia sehingga anak tidak lupa dengan penggunaan bahasa Indonesia.

Ketiga hal tersebut dapat dilakukan untuk melakukan pembinaan bahasa Indonesia dalam lingkungan keluarga. Perlu diketahui bahwa sebagai masyarakat Indonesia, kita tidak boleh meninggalkan dan malu untuk memperkenalkan budaya sendiri.

Sebagai orang Indonesia hendaknya bangga terhadap bahasa Indonesia yang kini sudah dipelajari oleh negara-negara luar. Perlu menanamkan loyalitas dalam diri sendiri agar bahasa Indonesia tidak tertinggal dan digantikan oleh bahasa-bahasa luar lainnya. Utamakan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah, dan kuasai bahasa asing. [T]

Catatan: Tulisan ini merupakan pemenuhan tugas mata kuliah Pengembangan dan Pembinaan Bahasa serta mata kuliah Sosiolinguistik, mahasiswa semester V (lima), Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia.

Campur Kode dalam Pemakaian Bahasa Indonesia
Perkembangan Bahasa Indonesia Dalam Bidang Iptek
Bilingualisme dan Diglosia di Lingkungan Keluarga
Tags: Bahasa IndonesiaKeluargaUniversitas PGRI Mahadewa Indonesia
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menyongsong Bulan Bahasa Bali Tahun 2024: Sebuah Catatan Kecil tentang Aferesis, Sinkope, dan Paragog dalam Bahasa Bali

Next Post

Kini Kamera “Smartphone” pun Bisa Hasilkan Foto Bagus: Ini Tipsnya…

Kadek Windari

Kadek Windari

Tinggal dan menetap di Denpasar. Gemar menulis dan bercerita

Related Posts

Bukan Hanya Salah Kaprah, “Sepakat 1.000%” Juga Cacat Logika

by I Made Sudiana
May 5, 2026
0
Bukan Hanya Salah Kaprah, “Sepakat 1.000%” Juga Cacat Logika

PERNAHKAH Anda mendengar orang mengatakansepakat seribu persen? Saya sendiri kerap mendengar pejabat, figur publik, atau teman sendiri berteriak sepakat seribu...

Read moreDetails

Resistensi Penutur: antara “Mempunyai” dan “Memunyai” dalam Bahasa Indonesia

by I Made Sudiana
April 29, 2026
0
Resistensi Penutur: antara “Mempunyai” dan “Memunyai” dalam Bahasa Indonesia

BARU-BARU ini, dalam perhelatan Seminar Nasional Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Sandibasa) IV, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia, saya mempresentasikan sebuah makalah...

Read moreDetails

Glosarium Krisis Sampah Bali

by I Made Sudiana
April 17, 2026
0
Glosarium Krisis Sampah Bali

BALI sedang berada di titik nadir. Bali sedang tidak baik-baik saja dalam hal sampah. Pulau yang konon disebut The Last Paradise (Surga...

Read moreDetails

Perbedaan antara Pelindungan dan Perlindungan: Memahami Istilah dalam Pelestarian Bahasa

by I Made Sudiana
April 13, 2026
0
Perbedaan antara Pelindungan dan Perlindungan: Memahami Istilah dalam Pelestarian Bahasa

DALAM percakapan sehari-hari, kerap kali digunakan kata pelindungan dan perlindungan secara bergantian. Namun, dalam ranah hukum dan kebijakan publik di...

Read moreDetails

‘Siap 86’: Ketika Orang Sipil Merasa Sedang Pakai Seragam

by I Made Sudiana
April 6, 2026
0
‘Siap 86’: Ketika Orang Sipil Merasa Sedang Pakai Seragam

SEBAGAI orang sipil, pernahkah Anda mengirim pesan santai dan personal, lalu dibalas dengan kode angka yang terdengar seperti sandi agen...

Read moreDetails

Nyepi, Sepi, Hening: Menemukan Diri dalam Keheningan

by I Made Sudiana
March 18, 2026
0
Nyepi, Sepi, Hening: Menemukan Diri dalam Keheningan

DALAM Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring, Nyepi merupakan nomina (kata benda) yang bermakna hari suci umat Hindu untuk memperingati...

Read moreDetails

Takjil

by Ahmadul Faqih Mahfudz
February 22, 2026
0
Takjil

MASJID-MASJID di kota atau masjid-masjid di sisi jalan raya menggelar buka puasa Bersama selama Ramadan. Anak-anak, remaja, orang tua, hingga...

Read moreDetails

Tabé dan Tabik: Kesopanan dalam Bertindak dan Kesantunan dalam Berbahasa

by I Made Sudiana
February 14, 2026
0
Tabé dan Tabik: Kesopanan dalam Bertindak dan Kesantunan dalam Berbahasa

Wira, seorang pegiat TikTok dengan nama Si Bli Wira, melalui konten media sosialnya belakangan ini sering mengungkapkan tabik sugra dalam...

Read moreDetails

Ketika “Rujak” Bukan Sekadar Nama Makanan di Indonesia

by Angga Wijaya
September 15, 2025
0
Ketika “Rujak” Bukan Sekadar Nama Makanan di Indonesia

ESAI “Saling Rujak” karya Dahlan Iskan yang terbit di Disway.id pada Senin, 15 September 2025, berangkat dari suasana Forum GREAT...

Read moreDetails

Sudahkah Bahasa Kita Berdaulat?

by Ahmad Sihabudin
July 30, 2025
0
Syair Pilu Berbalut Nada, Dari Ernest Hemingway Hingga Bob Dylan

Dalam  tulisan ini yang maksud kedaulatan bahasa adalah, digunakannya suatu bahasa dalam hal ini bahasa Indonesia secara sadar dan bertanggung...

Read moreDetails
Next Post
Kini Kamera “Smartphone” pun Bisa Hasilkan Foto Bagus: Ini Tipsnya…

Kini Kamera “Smartphone” pun Bisa Hasilkan Foto Bagus: Ini Tipsnya…

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co