15 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menyongsong Bulan Bahasa Bali Tahun 2024: Sebuah Catatan Kecil tentang Aferesis, Sinkope, dan Paragog dalam Bahasa Bali

Komang Berata by Komang Berata
January 11, 2024
in Bahasa

Foto: tatkala.co

BULAN Bahasa Bali Tahun 2024 sangat dekat sudah. Tahun 2024 Tahun Kabisat. Bulan Februari Tahun 2024 berakhir pada tanggal 29. Menjadi lebih istimewa, ada tambahan satu hari pada Bulan Bahasa Bali Tahun 2024 ini dibandingkan Bulan Bahasa Bali tiga tahun terakhir, selain juga ada hajatan nasional pada pertengahan berlangsungnya Bulan Bahasa Bali Tahun 2024 ini.

Bagi saya, Bulan Bahasa Bali dan hari Kamis adalah momentum jagra akan keberadaan bahasa Bali yang mesti saya jaga dan saya sikapi, sayangnya pada momentum istimewa tersebut tidak selalu saya berhasil tetap majagra ngemit berbahasa Bali. Kran multibahasa saya benar-benar belum otomatis. Kebocoran berbahasa kerap saya alami.

Meski tumbuh semangat menyongsong Bulan Bahasa Bali Tahun 2024, perhatian saya kepada bahasa Bali banyak terabaikan. Catatan kecil atas tiga di antara enam gejala penambahan dan penanggalan fonem pada kosakata bahasa Bali saya jadikan semacam penawar sikap abai saya itu. Tiga gejala bahasa yang saya maksud adalah aferesis, sinkope, dan paragog.

Sebagaimana bahasa Indonesia, bahasa Bali mengalami gejala bahasa seperti aferesis yaitu penghilangan atau penanggalan fonem pada awal kata. Ambil contoh kata biana (bukan, tidak). Mengalami aferesis, biana menjadi yana, ana, atau na. Pada beberapa tempat ada banak, nak, dan nek.

Dalam satu wilayah hampir tidak mungkin terjadi biana, yana, ana, atau na dituturkan semua. Seperti sudah mempunyai kesepakatan komunal memilih satu kata di antara kata yang mengalami aferesis, atau pilihan jatuh pada kata yang tidak mengalami aferesis.

Selain biana, kata yang mengalami aferesis dalam bahasa Bali seperti inggih (menjadi nggih), nénten (menjadi ten), sampun (menjadi ampun dan pun), sampunang (menjadi ampunang dan punang), suba (menjadi uba dan ba), dan tusing (menjadi using dan sing).

Aferesis dalam bahasa Bali menjadi penting untuk diperhatikan. Kosakata ragam degag tidak terpengaruh ketika mengalami aferesis. Mengalami atau tidak mengalami aferesis, kosakata suba atau tusing tetap bercokol pada ragam degag. Berbeda dengan kosakata inggih, nénten, sampun, dan sampunang.

Semakin banyak fonem dihilangkan atau ditanggalkan, semakin berkurang ke-natya-annya. Inggih, nénten, sampun, dan sampunang adalah kosakata ragam natya yang akan menjadi ragam amadyana (tanggung, di antara degag dan natya) ketika mengalami aferesis.

Selain kata yang mengalami aferesis, saya terbiasa dengan kata yang mengalami sinkope seperti bin mani, bin pidan, dan bin teka. Saya sangat terbiasa menuturkan dan menuliskan kosakata yang mengalami sinkope yaitu penghilangan atau penanggalan fonem pada tengah kata, yang tidak banyak itu. Justru saya benar-benar merasa tidak akrab dengan buin mani, buin pidan, dan buin teka. Saya merasa sénglad.

Akan tetapi, saya tidak terbiasa juga menuturkan dan menuliskan pon (dari paon). Kosakata pon (dari paon) saya dapatkan dari teman saya yang berasal dari wilayah Pagan (Denpasar). Bertemu selama tiga bulan, tidak banyak kosakata yang saya dapatkan dari teman saya itu.

Seperti sinkope, tidak banyak juga kosakata bahasa Bali yang mengalami paragog, yaitu penambahan fonem pada akhir kata. Saya terbiasa menerima pidan dan tundu sebagai kata dasar, akan tetapi pada beberapa tulisan saya temukan pida dan tundun diterima sebagai kata dasar. Saya tahu saya salah menerima pidan (pada ipidan dan buin pidan), akan tetapi saya merasa sénglad menuturkan dan menuliskan pida (menjadi ipida dan buin pida).

Saya menerima tundu sebagai kata dasar yang baku, akan tetapi kamus yang ada mencantumkan tundun adalah kata dasar yang baku, setidaknya tundu tidak tercatat pada kamus dan tundun tercatat pada kamus, saya tidak dapat berbuat. Saya menjadi maklum karena saya penutur dan penulis bahasa Bali yang mendapatkan transfer bahasa dari orang (yang sangat saya singgih-kan) yang tidak mengenal huruf Latin.

Sebagaimana aferesis, maka sinkope dan paragog dalam bahasa Bali adalah kesepakatan komunal juga, meski tidak banyak kosakata bahasa Bali yang saya ketahui mengalami sinkope dan paragog.

Tidak sebagaimana kata yang mengalami aferesis, sebagian mengalami penurunan nilai dan sebagian tidak mengalami penurunan nilai kata, kosakata yang mengalami sinkope dan paragog tidak menyebabkan penurunan nilai kata.

Menentukan pilihan kata yang dituturkan adalah satu di antara cara menampilkan identitas penutur kata. Si Sendi menuturkan biana, buin, atau tundu maka tanpa mesti dikatakan Si Tampul tahu tempat bermukim Si Sendi. Demikian juga jika Si Tampul memilih yana, bin, tundun, atau yang lain maka Si Sendi tahu tempat bermukim Si Tampul.

Apakah aferesis, sinkope, dan paragog dalam bahasa Bali adalah fenomena kesalahan berbahasa? Jika itu adalah kesalahan berbahasa maka aferesis, sinkope, dan paragog adalah fenomena kesalahan berbahasa yang bersifat komunal, disepakati bersama oleh penutur bahasa Bali yang masih bertahan pada kenyataan berbahasa Bali.[T]

Bahasa Bali Warna Sasak di Karangasem
Nyaru Basa
Interferensi Bahasa Bali dan Bahasa Asing Terhadap Bahasa Indonesia, Bahayakah?
Pelestarian Bahasa Bali, Kebijakan Setengah Hati?
Tags: BahasaBahasa Balibahasa daerah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sarpi, Batik Gedhog, dan Tradisi Masyarakat Gaji

Next Post

Keluarga Menjadi Tempat Awal Membina Bahasa

Komang Berata

Komang Berata

Pemerhati Bahasa Bali, tinggal di Karangasem

Related Posts

Merawat Harapan Optimistis Lewat Kalimat Adjektival

by I Made Sudiana
June 29, 2026
0
Merawat Harapan Optimistis Lewat Kalimat Adjektival

SETELAH melewati rentetan perawatan medis yang panjang dan melelahkan, pernahkah Anda berbisik pada diri sendiri, "Apakah tubuh ini akan kembali...

Read moreDetails

Semantik Logistik Modern: Kargo, Ekspedisi, dan Paket

by I Made Sudiana
June 25, 2026
0
Semantik Logistik Modern: Kargo, Ekspedisi, dan Paket

BAGI orang awam di bidang kargo seperti saya, kata kargo selalu memantik imajinasi tentang gudang yang pengap, deru mesin, aroma...

Read moreDetails

Duri Akar dan “Sungga”

by Komang Berata
June 24, 2026
0
Duri Akar dan “Sungga”

SAYA bukan tukang panen umbi yang cakap. Memanen umbi gembili, dua kali ujung linggis yang saya ayunkan justru menghunjam dan...

Read moreDetails

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

by I Made Sudiana
June 23, 2026
0
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

Read moreDetails

Logika Angka Kuno di Pesta Kesenian Bali

by I Made Sudiana
June 18, 2026
0
Logika Angka Kuno di Pesta Kesenian Bali

PESTA Kesenian Bali (PKB) tahun 2026 ini telah memasuki tahun ke-48. Atmosfernya sudah tampak lewat berbagai atribut luar ruang yang...

Read moreDetails

Ketika Prasasti Keluar dari Kamus Arkeologi

by I Made Sudiana
June 13, 2026
0
Ketika Prasasti Keluar dari Kamus Arkeologi

SEJAK kapan sebuah kata harus tunduk pada makna yang kaku? Padahal, di tengah masyarakat, makna kata itu justru tumbuh dan...

Read moreDetails

Orang yang Hadir Kok Diminta Absen?

by Ni Wayan Suwini
June 12, 2026
0
Orang yang Hadir Kok Diminta Absen?

DALAM kehidupan sehari-hari, kata "absen" sangat akrab digunakan oleh masyarakat. Di sekolah, guru sering mengatakan, "Ayo, sebelum belajar kita absen...

Read moreDetails

Sihir Tiga Kode Huruf

by I Made Sudiana
June 8, 2026
0
Sihir Tiga Kode Huruf

PERNAHKAH Anda menyadari bahwa hidup kita hari ini perlahan-lahan dikendalikan oleh mantra tiga kode huruf? Dunia modern adalah rimba aksara...

Read moreDetails

Cukup Telulas?

by Komang Berata
June 4, 2026
0
Cukup Telulas?

BISA jadi telanjur terbentuk stigma tiga belas identik dengan celaka, sial, dan segala bentuk ketidakberuntungan maka sangat penting diupayakan menghindari...

Read moreDetails

Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa

by I Made Sudiana
June 3, 2026
0
Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa

DOKTER Gia Pratama (dr. Gia) —seorang dokter dan penulis yang aktif di media sosial untuk mengedukasi masyarakat dalam dunia kesehatan—pernah...

Read moreDetails
Next Post
Keluarga Menjadi Tempat Awal Membina Bahasa

Keluarga Menjadi Tempat Awal Membina Bahasa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Kisah CEO Menyamar ala Drama Korea Hadir dalam Lawak Bali
Panggung

Ketika Kisah CEO Menyamar ala Drama Korea Hadir dalam Lawak Bali

KISAH CEO yang menyamar lazimnya identik dengan drama Korea yang dipenuhi ketegangan, romansa, dan konflik keluarga. Namun, cerita yang akrab...

by Nyoman Budarsana
July 15, 2026
“Unity in Harmony”Orkestra Brass Band ISI Bali dan Crescendo, Energi Baru di Festival Seni Bali Jani 2026
Panggung

“Unity in Harmony”Orkestra Brass Band ISI Bali dan Crescendo, Energi Baru di Festival Seni Bali Jani 2026

Gemuruh tiupan saksofon, dentuman drum, dan lengking gitar listrik memenuhi Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Senin (13/7/2026) malam. Melalui pertunjukan...

by Nyoman Budarsana
July 15, 2026
Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang
Pameran

Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang

MEMASUKI Gedung Kriya, Taman Budaya Provinsi Bali, pengunjung seolah diajak melintasi beragam dunia. Di satu sudut, akar kayu menjelma simbol...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Kreativitas Tanpa Batas Warnai Lomba Tari Modern Festival Seni Bali Jani 2026
Khas

Kreativitas Tanpa Batas Warnai Lomba Tari Modern Festival Seni Bali Jani 2026

LOMBA Tari Modern dalam rangka Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 menghadirkan beragam karya yang mencerminkan perkembangan seni...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café
Budaya

Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café

Di tengah riuh kafe yang biasanya dipenuhi aroma kopi dan percakapan santai, sebuah ruang diskusi tentang seni akan dibuka di...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif
Khas

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif

DI tengah semarak pertunjukan seni yang mewarnai Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII, hadir sebuah ruang yang menawarkan pengalaman berbeda....

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”
Panggung

Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”

BAYANGAN adalah jiwa dari wayang kulit. Di tangan seorang dalang, lembar-lembar kulit hidup melalui permainan cahaya. Namun, Wayang Ental memilih...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
Tualang

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

by Chusmeru
July 13, 2026
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co