30 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Glosarium Krisis Sampah Bali

I Made Sudiana by I Made Sudiana
April 17, 2026
in Bahasa
Glosarium Krisis Sampah Bali

Made Sudiana

BALI sedang berada di titik nadir. Bali sedang tidak baik-baik saja dalam hal sampah. Pulau yang konon disebut The Last Paradise (Surga Terakhir) ini kini berhadap-hadapan dengan onggokan dan gunungan sampah di mana-mana. Ini sebuah ironi Bali: pulau dengan banyak ritual suci dikepung limbah sampah. Untuk memahami darurat sampah ini, saya mencoba mengetengahkan ironi istilah dan jargon wajah krisis sampah Bali.

Ritual Waste (Sampah Upakara)


Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring, upakara berasal dari bahasa (budaya) Bali. Upakara bermakna ‘perlengkapan atau sarana yang digunakan dalam upacara persembahan, biasanya terbuat dari barang hasil kreativitas tangan; sajen, sesajen’. Dahulu, sisa sesajen berupa janur, bunga, dan kelengkapan upakara itu organik dan akan menjadi organic waste (sampah organik) yang kembali ke tanah. Namun sekarang, sampah upakara telah bermutasi menjadi monster lingkungan karena terkontaminasi oleh single-use plastic (plastik sekali pakai), seperti mika, pita plastik, dan bungkus permen. Inilah ironi pertama, persembahan kepada Tuhan yang berakhir menjadi “pencemar lingkungan” karena kehilangan sifat alaminya, banyak bahan upakaramenggunakan bahan nonorganik.

Source-Based Waste Management (Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber)


Berdasarkan regulasi daerah, jargon ini menuntut setiap rumah tangga dan pelaku usaha untuk menyelesaikan sampahnya sendiri di “hulu”. Istilah kasarnya sampah sendiri, urus sendiri. Namun, kenyataannya pengelolaan sampah berbasis sumberkerap kali hanya menjadi konsep di atas kertas. Kurangnya fasilitas pengolahan di tingkat desa membuat warga terjepit antara kewajiban melakukan waste segregation (pemilahan sampah) dan ketiadaan sistem penjemputan yang memadai dari pemerintah maupun swakelola sampah di lingkungan perumahan.

TPS3-R (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu)

TPS3-R merupakan singkatan dari Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle. Penulisan yang sesuai dengan ejaan adalah TPS3-R, bukan TPS3R. Ditulis demikian karena R-nya yang tiga kali. Ini mirip dengan P-3K (PPPK). Disebut Tempat Pengolahan Sampah Terpadu karena tempat pengolahan sampah ini mengurangi (reduce), menggunakan kembali (reuse), dan mendaur ulang (recycle) sampah. TPS3-R adalah unit pengolahan sampah skala komunal yang diharapkan menjadi tulang punggung pengelolaan sampah di tingkat desa. Sayangnya, banyak fasilitas TPS3-R yang mengalami operational failure (kegagalan operasional) karena biaya listrik dan upah pekerja yang tinggi. Alih-alih menjadi solusi, beberapa gedung TPS3-R justru berubah menjadi “monumen” beton yang mangkrak dan menambah pemandangan kumuh di pedesaan.

Teba Modern


Secara tradisional, teba adalah lahan kosong di belakang rumah orang Bali untuk membuang sampah organik. Pemerintah kini menggalakkan Teba Modern, yaitu sistem lubang resapan yang konon lebih higienis untuk mengolah sampah organik. Harapannya adalah melakukan onsite composting (pengomposan di tempat). Namun, di daerah perkotaan yang padat, keterbatasan lahan membuat konsep ini sulit diterapkan, memaksa sampah organik tetap terbuang ke pinggir jalan.

Residual Waste (Sampah Residu)


Istilah ini menjadi sangat krusial dalam kebijakan terbaru. Pemerintah kini menerapkan aturan ketat, truk yang membawa mixed waste (sampah campuran) akan dipulangkan paksa dari tempat pembuangan. Sampah residu—sampah yang benar-benar tidak bisa didaur ulang lagi—adalah satu-satunya yang boleh masuk ke pembuangan akhir. Aturan ini menciptakan kepanikan di berbagai kalangan karena banyak orang yang belum siap mengolah limbah mereka secara mandiri.

Landfill Capacity (Kapasitas Tempat Pembuangan Akhir)


Tempat pembuangan akhir (TPA) Suwung, gunung sampah di Denpasar Selatan, telah mencapai titik overcapacity (kelebihan beban). Upaya untuk melakukan landfill closure (penutupan tempat pembuangan) terus dilakukan demi menjaga citra pariwisata. Ironinya, penghentian operasional ini sering kali memicu fenomena illegal dumping (pembuangan sampah sembarangan) di lahan kosong atau sungai karena masyarakat kehilangan akses pembuangan utama mereka.

Marine Debris (Sampah Kiriman)


Marine Debris secara harfiah bermakna ‘sampah laut’. Namun, istilah yang lebih sering digunakan adalah sampah kiriman. Ini adalah eufemisme untuk ratusan ton plastik yang terdampar di pantai ikonik, seperti Kuta dan Seminyak saat musim angin barat. Bali seolah-olah “dihukum” oleh polusi samudera, meskipun produksi sampah internalnya sendiri sudah sangat masif. Fenomena ini merusak citra surga dan memaksa pemerintah melakukan emergency cleanup (pembersihan darurat) yang seringkali hanya bersifat kosmetik demi kenyamanan wisatawan semata.

Refuse Derived Fuel/RDF (Bahan Bakar dari Sampah)


Bali kini bertaruh besar pada teknologi RDF, yang memproses sampah menjadi pelet bahan bakar untuk industri. Meskipun digadang-gadang sebagai silver bullet (solusi instan), teknologi ini menghadapi tantangan besar: sampah Bali memiliki high moisture content (kadar air tinggi) yang seringkali menghambat proses pengolahan mesin dan meningkatkan emisi gas buang.

Circular Economy (Ekonomi Sirkular)


Banyak pihak mendorong penerapan Circular Economy, sampah plastik diolah kembali menjadi produk baru bernilai tinggi melalui proses upcycling (pendaurulangan kreatif). Namun, tanpa investasi pada waste collection system (sistem pengumpulan sampah) yang kuat dari tingkat rumah tangga, ide ekonomi sirkular ini hanya akan menjadi tren di kalangan elit tanpa dampak signifikan pada ribuan ton sampah yang masih meluber di jalanan.

Glosarium ini bukan sekadar daftar istilah teknis, melainkan cermin kegagalan kita dalam menjaga kesucian Bali. Sebutan “Pulau Surga” terasa sangat getir saat kita melihat sampah-sampah plastik berserakan di pinggir jalan raya atau tumpukan tas kresek teronggok di sudut-sudut gang/jalan, tak jarang pula bungkusan sampah tas kresek menyumbat aliran air/sungai-sungai kita. Bali butuh lebih dari sekadar jargon mentereng; Bali butuh keberanian untuk kembali ke prinsip keselarasan alam secara fisik, bukan hanya melalui simbol ritual yang kini sayangnya dibungkus oleh plastik. [T]

Penulis: I Made Sudiana
Editor: Adnyana Ole

Tags: BahasabaliSampah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Makassar yang Sempat Terabaikan

Next Post

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

I Made Sudiana

I Made Sudiana

Lahir di Tabanan tahun 1974. Sekarang sebagai peneliti bahasa di Pusat Riset Preservasi Bahasa dan Sastra, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Sebelumnya bekerja di Balai Bahasa Provinsi Bali.

Related Posts

Adiluhung: Makna Luhur yang Kian Kabur

by I Made Sudiana
May 26, 2026
0
Adiluhung: Makna Luhur yang Kian Kabur

DI warung kopi, seminar budaya, sampai brosur perumahan mewah, istilah adiluhung makin sering berseliweran. Istilah ini mirip stempel sakti. Apa...

Read moreDetails

Ungkapan ‘Sakit Hati dan Patah Hati’ Nadiem Memantik Simpati Publik

by I Made Sudiana
May 19, 2026
0
Ungkapan ‘Sakit Hati dan Patah Hati’ Nadiem Memantik Simpati Publik

Pernahkah Anda mendengar seseorang kecewa dan mengeluh bahwa ia sedang patah hati kepada sebuah negara? Saya sendiri kerap mendengar orang...

Read moreDetails

Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan

by I Made Sudiana
May 15, 2026
0
Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan

PERNAHKAH Anda memperhatikan penulisan atau ejaan konten seseorang saat sedang berselancar di media sosial? Kesalahan tik atau saltik yang populer...

Read moreDetails

Bukan Hanya Salah Kaprah, “Sepakat 1.000%” Juga Cacat Logika

by I Made Sudiana
May 5, 2026
0
Bukan Hanya Salah Kaprah, “Sepakat 1.000%” Juga Cacat Logika

PERNAHKAH Anda mendengar orang mengatakansepakat seribu persen? Saya sendiri kerap mendengar pejabat, figur publik, atau teman sendiri berteriak sepakat seribu...

Read moreDetails

Resistensi Penutur: antara “Mempunyai” dan “Memunyai” dalam Bahasa Indonesia

by I Made Sudiana
April 29, 2026
0
Resistensi Penutur: antara “Mempunyai” dan “Memunyai” dalam Bahasa Indonesia

BARU-BARU ini, dalam perhelatan Seminar Nasional Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Sandibasa) IV, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia, saya mempresentasikan sebuah makalah...

Read moreDetails

Perbedaan antara Pelindungan dan Perlindungan: Memahami Istilah dalam Pelestarian Bahasa

by I Made Sudiana
April 13, 2026
0
Perbedaan antara Pelindungan dan Perlindungan: Memahami Istilah dalam Pelestarian Bahasa

DALAM percakapan sehari-hari, kerap kali digunakan kata pelindungan dan perlindungan secara bergantian. Namun, dalam ranah hukum dan kebijakan publik di...

Read moreDetails

‘Siap 86’: Ketika Orang Sipil Merasa Sedang Pakai Seragam

by I Made Sudiana
April 6, 2026
0
‘Siap 86’: Ketika Orang Sipil Merasa Sedang Pakai Seragam

SEBAGAI orang sipil, pernahkah Anda mengirim pesan santai dan personal, lalu dibalas dengan kode angka yang terdengar seperti sandi agen...

Read moreDetails

Nyepi, Sepi, Hening: Menemukan Diri dalam Keheningan

by I Made Sudiana
March 18, 2026
0
Nyepi, Sepi, Hening: Menemukan Diri dalam Keheningan

DALAM Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring, Nyepi merupakan nomina (kata benda) yang bermakna hari suci umat Hindu untuk memperingati...

Read moreDetails

Takjil

by Ahmadul Faqih Mahfudz
February 22, 2026
0
Takjil

MASJID-MASJID di kota atau masjid-masjid di sisi jalan raya menggelar buka puasa Bersama selama Ramadan. Anak-anak, remaja, orang tua, hingga...

Read moreDetails

Tabé dan Tabik: Kesopanan dalam Bertindak dan Kesantunan dalam Berbahasa

by I Made Sudiana
February 14, 2026
0
Tabé dan Tabik: Kesopanan dalam Bertindak dan Kesantunan dalam Berbahasa

Wira, seorang pegiat TikTok dengan nama Si Bli Wira, melalui konten media sosialnya belakangan ini sering mengungkapkan tabik sugra dalam...

Read moreDetails
Next Post
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Arsip Visual Ada, Arsip Pemikiran Tiada
Esai

Kuta dan Peradaban Palegongan: Radikalisme Estetika di Ambang Pesisir

KETIKA dunia menyebut Kuta hari ini, ingatan kolektif yang muncul hampir selalu seragam, pesisir yang riuh, lanskap global pariwisata, komodifikasi...

by I Gusti Made Darma Putra
May 29, 2026
Ubud Food Festival 2026 Dibuka dengan Seruan Menjaga Tanah dan Pangan Indonesia
Panggung

Ubud Food Festival 2026 Dibuka dengan Seruan Menjaga Tanah dan Pangan Indonesia

MEMASUKI tahun kesebelas penyelenggaraannya, Ubud Food Festival kembali digelar di Taman Kuliner Ubud dengan mengusung tema “Farmers: Guardians of Land...

by Dede Putra Wiguna
May 29, 2026
Mereka Menunggu di Setia Darma 
Tualang

Mereka Menunggu di Setia Darma 

LANGIT mendung siang itu terasa menenangkan. Sepasang turis asing berjalan pelan menyusuri jalan kecil yang dikelilingi semak dan rimbun pohon....

by Dede Putra Wiguna
May 29, 2026
5 Kesalahan Fatal Saat Pakai Parfum Wanita —Nomor 3 Paling Sering!
Gaya

5 Kesalahan Fatal Saat Pakai Parfum Wanita —Nomor 3 Paling Sering!

MENGGUNAKAN parfum wanita memang jadi cara paling simpel untuk meningkatkan rasa percaya diri dan meninggalkan kesan yang elegan. Tapi, tahukah...

by tatkala
May 29, 2026
‘Magnifica Humanitas’ sebagai Seruan Moral di Tengah Revolusi AI
Esai

‘Magnifica Humanitas’ sebagai Seruan Moral di Tengah Revolusi AI

TERBITNYA ensiklik Magnifica Humanitas: On Safeguarding the Human Person in the Time of Artificial Intelligence karya Paus Leo XIV menandai...

by Ruben Cornelius Siagian
May 29, 2026
(Bukan) Demokrasi Kita
Esai

Pucuk Dicinta, Akar Terlupa  — [Ketika Kritik Berlimpah, Namun Perubahan Tak Kunjung Tiba]

SALAH satu paradoks kehidupan politik hari ini adalah semakin melimpahnya kritik di ruang publik tidak selalu berbanding lurus dengan kemampuan...

by Afgan Fadilla
May 29, 2026
Koran Minggu dan Sebungkus Nasi | Cerpen Aksara Caramellia
Cerpen

Koran Minggu dan Sebungkus Nasi | Cerpen Aksara Caramellia

JAM menunjukkan pukul 05.15 pagi ketika kaki renta Pak Syukur mulai menyusuri gang sempit menuju pinggir jalan raya. Embun belum...

by Aksara Caramellia
May 29, 2026
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Hujan Malam
Puisi

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Hujan Malam

ASIMTOTE sebentar nyala mataharidari pagimenyalak matakudan matamuselalu silau ada jeda tersembunyidi bibir sianglebih sunyidari celah renggang akan tetapi, bayangmemanjang satu...

by Sholihul Mubarok
May 29, 2026
Ritual Menanam Beras Merah
Liputan Khusus

Ritual Menanam Beras Merah

“RASANYA legit, gurih, dan lebih bertekstur,” ujar I Wayan Agus Saputra di suatu siang yang mendung di Kantor Desa Jatiluwih,...

by Jaswanto
May 28, 2026
Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan
Khas

Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)menggelar acara pelepasan Angkatan V pada Selasa Pon Waregadian, 26 Mei 2026, di Aula Jove...

by I Nyoman Tingkat
May 28, 2026
Dilatih Prof. Dibia, Mahasiswa Korea Siap Pentaskan Kecak di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Dilatih Prof. Dibia, Mahasiswa Korea Siap Pentaskan Kecak di Pesta Kesenian Bali 2026

SEKITAR 40 mahasiswa dari Korea, laki-laki dan perempuan, bersiap mementaskan kecak di Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII-2026. Cak cak cak…...

by Nyoman Budarsana
May 28, 2026
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik
Esai

Ruang Publik [Semestinya] Menjadi Cermin Jiwa

RUANG publik dalam sebuah negara semestinya menjadi tempat di mana akal sehat, etika, dan tanggung jawab bertemu. Ia bukan sekadar...

by Ahmad Sihabudin
May 28, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co