20 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Glosarium Krisis Sampah Bali

I Made Sudiana by I Made Sudiana
April 17, 2026
in Bahasa
Glosarium Krisis Sampah Bali

Made Sudiana

BALI sedang berada di titik nadir. Bali sedang tidak baik-baik saja dalam hal sampah. Pulau yang konon disebut The Last Paradise (Surga Terakhir) ini kini berhadap-hadapan dengan onggokan dan gunungan sampah di mana-mana. Ini sebuah ironi Bali: pulau dengan banyak ritual suci dikepung limbah sampah. Untuk memahami darurat sampah ini, saya mencoba mengetengahkan ironi istilah dan jargon wajah krisis sampah Bali.

Ritual Waste (Sampah Upakara)


Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring, upakara berasal dari bahasa (budaya) Bali. Upakara bermakna ‘perlengkapan atau sarana yang digunakan dalam upacara persembahan, biasanya terbuat dari barang hasil kreativitas tangan; sajen, sesajen’. Dahulu, sisa sesajen berupa janur, bunga, dan kelengkapan upakara itu organik dan akan menjadi organic waste (sampah organik) yang kembali ke tanah. Namun sekarang, sampah upakara telah bermutasi menjadi monster lingkungan karena terkontaminasi oleh single-use plastic (plastik sekali pakai), seperti mika, pita plastik, dan bungkus permen. Inilah ironi pertama, persembahan kepada Tuhan yang berakhir menjadi “pencemar lingkungan” karena kehilangan sifat alaminya, banyak bahan upakaramenggunakan bahan nonorganik.

Source-Based Waste Management (Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber)


Berdasarkan regulasi daerah, jargon ini menuntut setiap rumah tangga dan pelaku usaha untuk menyelesaikan sampahnya sendiri di “hulu”. Istilah kasarnya sampah sendiri, urus sendiri. Namun, kenyataannya pengelolaan sampah berbasis sumberkerap kali hanya menjadi konsep di atas kertas. Kurangnya fasilitas pengolahan di tingkat desa membuat warga terjepit antara kewajiban melakukan waste segregation (pemilahan sampah) dan ketiadaan sistem penjemputan yang memadai dari pemerintah maupun swakelola sampah di lingkungan perumahan.

TPS3-R (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu)

TPS3-R merupakan singkatan dari Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle. Penulisan yang sesuai dengan ejaan adalah TPS3-R, bukan TPS3R. Ditulis demikian karena R-nya yang tiga kali. Ini mirip dengan P-3K (PPPK). Disebut Tempat Pengolahan Sampah Terpadu karena tempat pengolahan sampah ini mengurangi (reduce), menggunakan kembali (reuse), dan mendaur ulang (recycle) sampah. TPS3-R adalah unit pengolahan sampah skala komunal yang diharapkan menjadi tulang punggung pengelolaan sampah di tingkat desa. Sayangnya, banyak fasilitas TPS3-R yang mengalami operational failure (kegagalan operasional) karena biaya listrik dan upah pekerja yang tinggi. Alih-alih menjadi solusi, beberapa gedung TPS3-R justru berubah menjadi “monumen” beton yang mangkrak dan menambah pemandangan kumuh di pedesaan.

Teba Modern


Secara tradisional, teba adalah lahan kosong di belakang rumah orang Bali untuk membuang sampah organik. Pemerintah kini menggalakkan Teba Modern, yaitu sistem lubang resapan yang konon lebih higienis untuk mengolah sampah organik. Harapannya adalah melakukan onsite composting (pengomposan di tempat). Namun, di daerah perkotaan yang padat, keterbatasan lahan membuat konsep ini sulit diterapkan, memaksa sampah organik tetap terbuang ke pinggir jalan.

Residual Waste (Sampah Residu)


Istilah ini menjadi sangat krusial dalam kebijakan terbaru. Pemerintah kini menerapkan aturan ketat, truk yang membawa mixed waste (sampah campuran) akan dipulangkan paksa dari tempat pembuangan. Sampah residu—sampah yang benar-benar tidak bisa didaur ulang lagi—adalah satu-satunya yang boleh masuk ke pembuangan akhir. Aturan ini menciptakan kepanikan di berbagai kalangan karena banyak orang yang belum siap mengolah limbah mereka secara mandiri.

Landfill Capacity (Kapasitas Tempat Pembuangan Akhir)


Tempat pembuangan akhir (TPA) Suwung, gunung sampah di Denpasar Selatan, telah mencapai titik overcapacity (kelebihan beban). Upaya untuk melakukan landfill closure (penutupan tempat pembuangan) terus dilakukan demi menjaga citra pariwisata. Ironinya, penghentian operasional ini sering kali memicu fenomena illegal dumping (pembuangan sampah sembarangan) di lahan kosong atau sungai karena masyarakat kehilangan akses pembuangan utama mereka.

Marine Debris (Sampah Kiriman)


Marine Debris secara harfiah bermakna ‘sampah laut’. Namun, istilah yang lebih sering digunakan adalah sampah kiriman. Ini adalah eufemisme untuk ratusan ton plastik yang terdampar di pantai ikonik, seperti Kuta dan Seminyak saat musim angin barat. Bali seolah-olah “dihukum” oleh polusi samudera, meskipun produksi sampah internalnya sendiri sudah sangat masif. Fenomena ini merusak citra surga dan memaksa pemerintah melakukan emergency cleanup (pembersihan darurat) yang seringkali hanya bersifat kosmetik demi kenyamanan wisatawan semata.

Refuse Derived Fuel/RDF (Bahan Bakar dari Sampah)


Bali kini bertaruh besar pada teknologi RDF, yang memproses sampah menjadi pelet bahan bakar untuk industri. Meskipun digadang-gadang sebagai silver bullet (solusi instan), teknologi ini menghadapi tantangan besar: sampah Bali memiliki high moisture content (kadar air tinggi) yang seringkali menghambat proses pengolahan mesin dan meningkatkan emisi gas buang.

Circular Economy (Ekonomi Sirkular)


Banyak pihak mendorong penerapan Circular Economy, sampah plastik diolah kembali menjadi produk baru bernilai tinggi melalui proses upcycling (pendaurulangan kreatif). Namun, tanpa investasi pada waste collection system (sistem pengumpulan sampah) yang kuat dari tingkat rumah tangga, ide ekonomi sirkular ini hanya akan menjadi tren di kalangan elit tanpa dampak signifikan pada ribuan ton sampah yang masih meluber di jalanan.

Glosarium ini bukan sekadar daftar istilah teknis, melainkan cermin kegagalan kita dalam menjaga kesucian Bali. Sebutan “Pulau Surga” terasa sangat getir saat kita melihat sampah-sampah plastik berserakan di pinggir jalan raya atau tumpukan tas kresek teronggok di sudut-sudut gang/jalan, tak jarang pula bungkusan sampah tas kresek menyumbat aliran air/sungai-sungai kita. Bali butuh lebih dari sekadar jargon mentereng; Bali butuh keberanian untuk kembali ke prinsip keselarasan alam secara fisik, bukan hanya melalui simbol ritual yang kini sayangnya dibungkus oleh plastik. [T]

Penulis: I Made Sudiana
Editor: Adnyana Ole

Tags: BahasabaliSampah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Makassar yang Sempat Terabaikan

Next Post

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

I Made Sudiana

I Made Sudiana

Lahir di Tabanan tahun 1974. Sekarang sebagai peneliti bahasa di Pusat Riset Preservasi Bahasa dan Sastra, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Sebelumnya bekerja di Balai Bahasa Provinsi Bali.

Related Posts

Logika Angka Kuno di Pesta Kesenian Bali

by I Made Sudiana
June 18, 2026
0
Logika Angka Kuno di Pesta Kesenian Bali

PESTA Kesenian Bali (PKB) tahun 2026 ini telah memasuki tahun ke-48. Atmosfernya sudah tampak lewat berbagai atribut luar ruang yang...

Read moreDetails

Ketika Prasasti Keluar dari Kamus Arkeologi

by I Made Sudiana
June 13, 2026
0
Ketika Prasasti Keluar dari Kamus Arkeologi

SEJAK kapan sebuah kata harus tunduk pada makna yang kaku? Padahal, di tengah masyarakat, makna kata itu justru tumbuh dan...

Read moreDetails

Orang yang Hadir Kok Diminta Absen?

by Ni Wayan Suwini
June 12, 2026
0
Orang yang Hadir Kok Diminta Absen?

DALAM kehidupan sehari-hari, kata "absen" sangat akrab digunakan oleh masyarakat. Di sekolah, guru sering mengatakan, "Ayo, sebelum belajar kita absen...

Read moreDetails

Sihir Tiga Kode Huruf

by I Made Sudiana
June 8, 2026
0
Sihir Tiga Kode Huruf

PERNAHKAH Anda menyadari bahwa hidup kita hari ini perlahan-lahan dikendalikan oleh mantra tiga kode huruf? Dunia modern adalah rimba aksara...

Read moreDetails

Cukup Telulas?

by Komang Berata
June 4, 2026
0
Cukup Telulas?

BISA jadi telanjur terbentuk stigma tiga belas identik dengan celaka, sial, dan segala bentuk ketidakberuntungan maka sangat penting diupayakan menghindari...

Read moreDetails

Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa

by I Made Sudiana
June 3, 2026
0
Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa

DOKTER Gia Pratama (dr. Gia) —seorang dokter dan penulis yang aktif di media sosial untuk mengedukasi masyarakat dalam dunia kesehatan—pernah...

Read moreDetails

Adiluhung: Makna Luhur yang Kian Kabur

by I Made Sudiana
May 26, 2026
0
Adiluhung: Makna Luhur yang Kian Kabur

DI warung kopi, seminar budaya, sampai brosur perumahan mewah, istilah adiluhung makin sering berseliweran. Istilah ini mirip stempel sakti. Apa...

Read moreDetails

Ungkapan ‘Sakit Hati dan Patah Hati’ Nadiem Memantik Simpati Publik

by I Made Sudiana
May 19, 2026
0
Ungkapan ‘Sakit Hati dan Patah Hati’ Nadiem Memantik Simpati Publik

Pernahkah Anda mendengar seseorang kecewa dan mengeluh bahwa ia sedang patah hati kepada sebuah negara? Saya sendiri kerap mendengar orang...

Read moreDetails

Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan

by I Made Sudiana
May 15, 2026
0
Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan

PERNAHKAH Anda memperhatikan penulisan atau ejaan konten seseorang saat sedang berselancar di media sosial? Kesalahan tik atau saltik yang populer...

Read moreDetails

Bukan Hanya Salah Kaprah, “Sepakat 1.000%” Juga Cacat Logika

by I Made Sudiana
May 5, 2026
0
Bukan Hanya Salah Kaprah, “Sepakat 1.000%” Juga Cacat Logika

PERNAHKAH Anda mendengar orang mengatakansepakat seribu persen? Saya sendiri kerap mendengar pejabat, figur publik, atau teman sendiri berteriak sepakat seribu...

Read moreDetails
Next Post
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Semarak Baleganjur “Seet Wangsul” Buleleng di Pesta Kesenian Bali 2026 —Terinspirasi dari Tradisi Bebayuhan Sanan Empeg di Desa Anturan
Panggung

Semarak Baleganjur “Seet Wangsul” Buleleng di Pesta Kesenian Bali 2026 —Terinspirasi dari Tradisi Bebayuhan Sanan Empeg di Desa Anturan

Kabupaten Buleleng, tepatnya di Desa Anturan, terdapat sebuah ritual peruwatan yang masih hidup dan diwariskan secara turun-temurun. Namanya Bebayuhan Sanan...

by Nyoman Budarsana
June 19, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Sertifikat Ganda dan Pertanyaan yang Tak Kunjung Terjawab  —Dokumen Negara Bisa Dipalsukan, Menutup Celah Mafia Tanah

DI tengah modernisasi layanan pertanahan dan penerapan sertifikat elektronik, kasus sertifikat palsu dan sertifikat ganda masih terus bermunculan. Fenomena ini...

by I Made Pria Dharsana
June 19, 2026
Logika Angka Kuno di Pesta Kesenian Bali
Bahasa

Logika Angka Kuno di Pesta Kesenian Bali

PESTA Kesenian Bali (PKB) tahun 2026 ini telah memasuki tahun ke-48. Atmosfernya sudah tampak lewat berbagai atribut luar ruang yang...

by I Made Sudiana
June 18, 2026
(Bukan) Demokrasi Kita
Esai

Kalau Marx dan Marcuse Ikut Nonton Aksi Demo Mahasiswa “Indonesia Bangkrut”

DI tengah demonstrasi mahasiswa yang memprotes pemborosan anggaran, kenaikan biaya hidup, dan berbagai proyek pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada...

by Afgan Fadilla
June 18, 2026
Fragmen Peristiwa pada Pameran ‘Dialog Ferdi dan Opus Sastra’ Minggu Pertama di Palembang
Ulas Rupa

Fragmen Peristiwa pada Pameran ‘Dialog Ferdi dan Opus Sastra’ Minggu Pertama di Palembang

SEJAK pagi langit mendung, angin membuat barisan pohon kelapa di halaman Roemah Tumbuh Kembang menari. Padahal sudah satu minggu ini...

by Mahesa Putra
June 18, 2026
Tiongkok di BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Perpaduan Seni Musik Pertunjukan, Tarian Tradisional hingga Pameran Warisan Budaya Tak Benda
Panggung

Tiongkok di BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Perpaduan Seni Musik Pertunjukan, Tarian Tradisional hingga Pameran Warisan Budaya Tak Benda

MUSIK tradisional Opera Beijing "Gong dan Drum Tradisional Hakka" membuat penonton terkesima dengan perpaduan luar biasa antara kekuatan ritme yang...

by Nyoman Budarsana
June 18, 2026
‘Lamak’ dan ‘Maceniga’:Tantangan Praktik Budaya di Tengah Modernitas
Esai

‘Lamak’ dan ‘Maceniga’:Tantangan Praktik Budaya di Tengah Modernitas

SAAT matahari mulai menuju satu garis lurus di atas kepala, derau ritmis mengisi ruang di bawah atap Bale Daja rumahku...

by Pande Susan
June 18, 2026
Mendengarkan Hidup Saya dari Mulut Orang Lain
Esai

Mendengarkan Hidup Saya dari Mulut Orang Lain

TIGAminggu lalu saya mendengarkan tunangan saya diwawancarai. Kalimat itu terdengar aneh. Biasanya sayalah yang mewawancarai orang. Sejak menjadi wartawan, entah...

by Angga Wijaya
June 18, 2026
Wikan Satya, Musisi Cilik Kelas 6 SD Rilis Karya Terbaru Berjudul ‘Galungan’
Pop

Wikan Satya, Musisi Cilik Kelas 6 SD Rilis Karya Terbaru Berjudul ‘Galungan’

KESERIUSAN Wikan Satya terhadap musik rupanya tidak berhenti pada “Anacaraka”. Setelah karya itu mendapat banyak sorotan sebagai lagu anak-anak yang...

by Dede Putra Wiguna
June 18, 2026
Bung Karno di Rumah Petani   
Esai

Bung Karno di Rumah Petani   

JUNI adalah Bulan Bung Karno. Pada 1 Juni 1945, hari ketiga sidang BPUPKI, Bung Karno mendapat kesempatan ketiga setelah Muhamad...

by I Nyoman Tingkat
June 18, 2026
Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar
Kuliner

Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar

“BECEK lagi, becek lagi,” keluh istri saya setiap kali menghadiri hajatan di kampung—entah pernikahan, tujuh bulanan, kematian, sedekah bumi, khitanan,...

by Jaswanto
June 17, 2026
Penjor Kesadaran di Tengah Gemerlap Bali: Galungan, Pariwisata, dan Pertaruhan Masa Depan Pulau Dewata
Esai

Penjor Kesadaran di Tengah Gemerlap Bali: Galungan, Pariwisata, dan Pertaruhan Masa Depan Pulau Dewata

Penjor yang Menjulang dan Pertanyaan yang Menggantung Setiap Hari Galungan, Bali berubah menjadi lautan penjor. Di depan rumah-rumah, di sepanjang...

by Agung Sudarsa
June 17, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co