23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pembinaan Bahasa Indonesia di Lingkungan Keluarga Dengan Media Game Wordwall

Narenthy Satya Dewi. by Narenthy Satya Dewi.
January 8, 2024
in Bahasa
Pembinaan Bahasa Indonesia di Lingkungan Keluarga Dengan Media Game Wordwall

Ilustrasi: internet

BAHASA Indonesia merupakan bahasa nasional dan bahasa pemersatu bangsa Indonesia. Bahasa merupakan bagian yang sangat penting di kehidupan manusia.Bahasa merupakan alat komunikasi untuk bisa berinteraksi dengan manusia lainnya.

Pada perkembangannya, bahasa yang dipakai oleh manusia pada suatu zaman juga bisa berubah atau bahkan sampai punah apabila ditinggalkan masyarakat penuturnya. Oleh karena itu, perkembangan sebuah bahasa ditentukan oleh pemakai bahasa itu terhadap bahasa yang dipakainya atau dituturkannya. Bahasa Indonesia sebagai suatu bahasa resmi dan bahasa persatuan perlu dijaga.Hal ini dilakukan agar kelestarian dan perkembangan bahasa dapat terus diwujudkan.

Oleh karena itu, penting bagi setiap warga negara Indonesia untuk menguasai bahasa Indonesia dengan baik. Pembinaan bahasa Indonesia dapat dilakukan di berbagai lingkungan, termasuk lingkungan keluarga. Pembinaan bahasa Indonesia di lingkungan keluarga merupakan hal yang penting untuk dilakukan. Hal ini dikarenakan keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama bagi anak untuk belajar bahasa.

Salah satu cara untuk membina bahasa Indonesia di lingkungan keluarga adalah dengan menggunakan game. Game dapat menjadi sarana yang menyenangkan dan efektif untuk belajar bahasa Indonesia. Salah satu game yang dapat digunakan untuk membina bahasa Indonesia adalah game Wordwall. Game Wordwall adalah game interaktif yang dapat digunakan untuk belajar berbagai materi, termasuk materi bahasa Indonesia.

Game ini dapat dimainkan secara online atau offline. Game Wordwall memiliki berbagai fitur yang dapat membantu dalam pembinaan bahasa Indonesia, seperti menyediakan berbagai jenis soal, seperti soal pilihan ganda, soal benar-salah, soal menjodohkan, dan soal mengisi kekosongan.Game Wordwall juga menyediakan berbagai tema, seperti tema kata benda, tema kata kerja, tema kata sifat, dan tema kalimat. Hal ini memungkinkan anak untuk belajar berbagai materi bahasa Indonesia.

Game Wordwall dapat meningkatkan kemampuan membaca anak dengan cara memberikan berbagai macam latihan membaca, seperti latihan membaca cepat, latihan membaca pemahaman, dan latihan membaca pemahaman kritis.

Latihan-latihan ini dapat membantu anak untuk meningkatkan kecepatan membaca, memahami isi bacaan, dan menganalisis isi bacaan.Selain itu,dengan game wordwall juga dapat meningkatkan kemampuan menulis anak dengan cara memberikan berbagai macam latihan menulis, seperti latihan menulis kreatif, latihan menulis deskriptif, dan latihan menulis argumentatif. Latihan-latihan ini dapat membantu anak untuk meningkatkan kreativitas menulis, kemampuan menggambarkan suatu objek atau peristiwa, dan kemampuan mengemukakan pendapat.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan pembinaan bahasa Indonesia di lingkungan keluarga dengan game Wordwall dapat meningkatkan kemampuan bahasa Indonesia anak. Faktor-faktor tersebut antara lain:

•Game Wordwall merupakan media pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan.Game Wordwall menggunakan berbagai macam animasi, suara, dan efek visual yang menarik perhatian anak. Hal ini membuat anak merasa senang dan tidak bosan ketika belajar bahasa Indonesia.

•Game Wordwall dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan anak.Game Wordwall memiliki berbagai macam level yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan anak. Hal ini membuat anak dapat belajar bahasa Indonesia secara bertahap dan sesuai dengan kemampuannya.

•Game Wordwall dapat memberikan umpan balik yang cepat.Game Wordwall dapat memberikan umpan balik yang cepat kepada anak setelah menyelesaikan suatu latihan. Hal ini membuat anak dapat mengetahui kesalahan yang telah dilakukannya dan dapat memperbaiki kesalahan tersebut.

Dampak positif pembinaan bahasa Indonesia di lingkungan keluarga dengan game Wordwall  yaitu, meningkatkan motivasi belajar dan dapat membuat belajar bahasa Indonesia menjadi lebih menyenangkan dan tidak membosankan. Hal ini dapat meningkatkan motivasi belajar anak-anak, terutama yang masih menganggap bahasa Indonesia sebagai pelajaran yang sulit.Meningkatkan pemahaman kosakata dan tata bahasa.

Game Wordwall dapat membantu anak-anak mempelajari kosakata dan tata bahasa bahasa Indonesia dengan cara yang interaktif dan menyenangkan. Hal ini dapat meningkatkan pemahaman anak-anak terhadap bahasa Indonesia secara keseluruhan. Meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan memecahkan masalah.

Game Wordwall dapat mendorong anak-anak untuk berpikir kritis dan memecahkan masalah. Hal ini dapat membantu anak-anak mengembangkan keterampilan berpikir kritis yang penting untuk kesuksesan di sekolah dan di masa depan.

Adapun dampak negatif pembinaan bahasa Indonesia di lingkungan keluarga dengan game Wordwall yaitu,dapat membuat anak-anak kecanduan game. Hal ini dapat mengganggu aktivitas belajar dan bermain anak-anak.Kurangnya interaksi dengan orang tua jika anak-anak terlalu fokus bermain game, mereka akan kurang berinteraksi dengan orang tua. Hal ini dapat menghambat perkembangan sosial dan emosional anak-anak.Pengaruh negatif dari game. Game Wordwall dapat mengandung unsur-unsur negatif Hal ini dapat berdampak buruk bagi perkembangan anak-anak.

Untuk mengurangi dampak negatif pembinaan bahasa Indonesia di lingkungan keluarga dengan game Wordwall, sebaiknya orang tua perlu memperhatikan beberapa hal seperti,mengatur waktu bermain game. Orang tua perlu membatasi waktu bermain game anak-anak. Hal ini dapat mencegah anak-anak kecanduan game.

Orang tua perlu berinteraksi dengan anak-anak saat mereka bermain game. Hal ini dapat membantu orang tua memantau aktivitas anak-anak dan mencegah mereka terpapar unsur-unsur negatif dari game. Orang tua juga perlu memilih game yang tepat untuk anak-anak. Hal ini dapat mencegah anak-anak terpapar unsur-unsur negatif dari game.

Secara keseluruhan, pembinaan bahasa Indonesia di lingkungan keluarga dengan game Wordwall dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi perkembangan bahasa Indonesia anak-anak. Game ini dapat membantu anak untuk meningkatkan pemahaman kosakata, tata bahasa, dan keterampilan menulis.

Selain itu, game ini juga dapat meningkatkan motivasi anak untuk belajar bahasa Indonesia.Orang tua dapat menggunakan game ini sebagai media pembelajaran bahasa Indonesia yang menyenangkan dan efektif. Namun, orang tua juga perlu memperhatikan dampak negatif yang ditimbulkan dari bermain game wordwall. Oleh karena itu, dalam penggunaannya diperlukan bimbingan dari orang tua  untuk mengurangi dampak negatif yang mungkin terjadi. [T]

Catatan: Tulisan ini merupakan pemenuhan tugas mata kuliah Pengembangan dan Pembinaan Bahasa serta mata kuliah Sosiolinguistik, mahasiswa semester V (lima), Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia.

Campur Kode dalam Pemakaian Bahasa Indonesia
Perkembangan Bahasa Indonesia Dalam Bidang Iptek
Bilingualisme dan Diglosia di Lingkungan Keluarga
Tags: BahasagameKeluarga
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pondok Literasi Sabih dan Masa Depan Pedawa

Next Post

Sastra dalam Stereotip Modern

Narenthy Satya Dewi.

Narenthy Satya Dewi.

Lahir di Jangu, 29 April 2002. Menempuh pendidikan di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia mengambil jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daera. Suka mendengarkan musik dan membaca novel. Contact: narenthysatya29@gmail.com . IG: narenthysatyadewi

Related Posts

Calistung: Membaca, Menulis, dan Berhitung

by I Made Sudiana
August 18, 2026
0
Calistung: Membaca, Menulis, dan Berhitung

PERNAHKAH Anda berhenti sejenak di depan papan nama sebuah lembaga pendidikan atau kursus dan memperhatikan semboyan mereka: "Membaca, Menulis, dan...

Read moreDetails

Trilogi Cinta Puspadiana: Refleksi Kebahasaan tentang Nama dan Harapan

by I Made Sudiana
August 15, 2026
0
Trilogi Cinta Puspadiana: Refleksi Kebahasaan tentang Nama dan Harapan

 “Kenapa nama anakmu keindia-indiaan banget? Agak aneh rasanya.” Pertanyaan dan pernyataan itu terlontar dari seorang teman yang penasaran saat mendengar...

Read moreDetails

Sekali Lagi tentang Dirgahayu

by I Made Sudiana
August 13, 2026
0
Sekali Lagi tentang Dirgahayu

SETIAP menjelang bulan Agustus, ruang publik kita dipenuhi oleh baliho, spanduk, dan ucapan digital dengan berbagai variasi kalimat selamat hari...

Read moreDetails

Amuk, Briuk Siu, dan Bayang-Bayang Solidaritas Kolektif di Bali

by I Made Sudiana
August 11, 2026
0
Amuk, Briuk Siu, dan Bayang-Bayang Solidaritas Kolektif di Bali

Peristiwa tragis yang baru-baru ini terjadi di Tabanan—saat seorang terduga pencuri tewas diamuk massa dan meninggalkan duka mendalam bagi anaknya—kembali...

Read moreDetails

Timbulan Sampah dan Timbunan Sampah dalam Istilah Lingkungan

by I Made Sudiana
August 9, 2026
0
Timbulan Sampah dan Timbunan Sampah dalam Istilah Lingkungan

PERNAHKAH Anda membaca berita lingkungan dan merasa bingung dengan dua istilah yang mirip: timbulan sampah dan timbunan sampah? Sekilas keduanya tampak sama, tetapi...

Read moreDetails

Merawat Harapan Optimistis Lewat Kalimat Adjektival

by I Made Sudiana
June 29, 2026
0
Merawat Harapan Optimistis Lewat Kalimat Adjektival

SETELAH melewati rentetan perawatan medis yang panjang dan melelahkan, pernahkah Anda berbisik pada diri sendiri, "Apakah tubuh ini akan kembali...

Read moreDetails

Semantik Logistik Modern: Kargo, Ekspedisi, dan Paket

by I Made Sudiana
June 25, 2026
0
Semantik Logistik Modern: Kargo, Ekspedisi, dan Paket

BAGI orang awam di bidang kargo seperti saya, kata kargo selalu memantik imajinasi tentang gudang yang pengap, deru mesin, aroma...

Read moreDetails

Duri Akar dan “Sungga”

by Komang Berata
June 24, 2026
0
Duri Akar dan “Sungga”

SAYA bukan tukang panen umbi yang cakap. Memanen umbi gembili, dua kali ujung linggis yang saya ayunkan justru menghunjam dan...

Read moreDetails

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

by I Made Sudiana
June 23, 2026
0
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

Read moreDetails

Logika Angka Kuno di Pesta Kesenian Bali

by I Made Sudiana
June 18, 2026
0
Logika Angka Kuno di Pesta Kesenian Bali

PESTA Kesenian Bali (PKB) tahun 2026 ini telah memasuki tahun ke-48. Atmosfernya sudah tampak lewat berbagai atribut luar ruang yang...

Read moreDetails
Next Post
Sastra dalam Stereotip Modern

Sastra dalam Stereotip Modern

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers
Pendidikan

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers

SEBANYAK 102 anggota dan calon anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali mengikuti Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) di Gedung PWI...

by Dede Putra Wiguna
August 23, 2026
Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   
Opini

Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

IRONI yang sulit diterima ketika seseorang yang berdiri di puncak lembaga pendidikan justru berhadapan dengan hukum karena dugaan praktik yang...

by I Ketut Suar Adnyana
August 23, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Wajah Indonesia Bopeng

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas
Kritik Sastra

Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas

ADA satu kesalahpahaman yang terlalu lama mengiringi cara kita memandang Tuli: seolah-olah Tuli hanya dapat dibicarakan dari apa yang tidak...

by Bagja Wiranandhika Prawira
August 23, 2026
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud
Panggung

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co