23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Empat Tahap Proses Kreatif Dalang Wayang Bali

I Gusti Made Darma Putra by I Gusti Made Darma Putra
August 30, 2023
in Esai
Tak Henti Melaju: Wayang Bali Dari Tradisi Menuju Masa Kini

I Gusti Made Darma Putra

PROSES KREATIF seorang dalang di Bali merupakan suatu kegiata yang menarik, sangat khas dan mendalam. Dalang ialah seorang seniman yang memainkan peran penting dalam seni pewayangan dan memimpin serta bertanggung jawab atas segala aspek dari pertunjukan pewayangan tersebut.

Jika menelisik proses kreatif seorang dalang, khususnya di Bali, kita bagaikan memasuki hutan belantara nan indah.

Kreativitas seorang dalang muncul disebabkan oleh imajinasinya yang luar biasa—yang menjadi pemantik yang digunakan untuk melahirkan sebuah karya seni pewayangan.

Imajinasi adalah suatu daya, dan karenanya, imajinasi itu berkaitan langsung dengan manusia yang memiliki daya tersebut (Tedjoworo, 2001: 21).

Saya akan uraikan secara “mendasar” proses kreatif seorang dalang di Bali melalui pengalaman serta kebiasaan yang saya lakukan dan jalankan selama ini.

Pemilihan Cerita (Lakon)

Proses kreatif dalam pembuatan cerita ini merupakan perpaduan magis antara imajinasi, melihat perkembangan zaman untuk merefleksikan situasi, kondisi, dan jiwa zamannya. Biasanya dalam proses ini dimulai dengan ide-ide yang timbul dari pemikiran kreatif sang dalang.  

Setelah itu, ide-ide ini mengalami inkubasi melalui improvisasi, dan eksperimen di mana konsep-konsep abstrak akan menjadi karakter, plot, dan dialog yang hidup sehingga formulasi tersebut akan membentuk sebuah narasi yang kuat. Istilah “inkubasi” saya ambil dari salah satu istilah dalam teori kreativitas Wallas yang juga sama dengan yang saya alami.

Selama proses ini, sang dalang menggali emosi, pengalaman, dan menggali isu situasi ditempat pertunjukan untuk menghasilkan sebuah sajian yang berkait dan terkait dengan masyarakat di tempat pentasnya wayang tersebut. Hal ini bertujuan untuk merangsang serta memprovokasi pemikiran penonton.

Saya rasa ini merupakan proses kreatif yang dinamis, penuh tantangan, dan penuh keajaiban untuk menciptakan karya seni wayang yang unik dan tak terlupakan bagi penikmatnya.

Menghadirkan Karakter Baru

Tidak sedikit dalang di Bali—dengan kreativitasnya—menghadirkan tokoh-tokoh atau figure baru selain tokoh utama dalam cerita pokok yang dibawakan. Tokoh pendukung ini biasanya sebagai masyarakat biasa atau dalam wayang Bali dikenal dengan istilah “bondres”—untuk mengadirkan lelucon (jokes) kekinian.

Selain bondres, tak jarang dalang di Bali juga membuat karakter baru untuk mendukung dramatik dalam cerita sebagai tokoh protagonis atau antagonis.

Proses kreatif seorang dalang dalam pembuatan karakter dalam pewayangan Bali merupakan proses perpaduan yang mendalam antara pemahaman cerita, penelitian karakter, dan eksekusi kreatif.

Dalam proses pemahaman yang mendalam terhadap cerita, para dalang mendalaminya untuk menggali informasi tentang latar belakang, tujuan yang akan dituangkan dalam perasaan karakter wayang.

Kemudian, mereka melakukan penelitian mendalam untuk merasakan karakter tersebut, termasuk aspek-aspek seperti latar belakang budaya, serta mengembangkan karakteristik fisik dan vokal yang unik.

Selama proses ini, dalang juga menggabungkan unsur-unsur psikologis dan fisik untuk menciptakan karakter yang hidup dan meyakinkan dalam pementasan wayangnya.

Dalang Adalah Sutradara

Proses kreatif seorang dalang di Bali dalam menyutradarai sebuah pertunjukan wayang merupakan perjalanan artistik yang kompleks yang melibatkan visi kreatif, komunikasi yang produktif, dan kolaborasi yang efektif.

Saya melihat, seorang dalang di Bali memimpin seluruh produksi pertunjukan wayangnya, mulai dari pemilihan cerita, merencanakan jalannya pertunjukan, memformulasi urutan adegan, karakter yang akan muncul, dan bagaimana pesan dan filosofi dalam cerita akan disampaikan.

Dalang juga memilih musik iringan “gamelan” yang akan mengiringi pertunjukannya, biasanya hingga tahap pementasan akhir. Dalang juga memandu pengaturan panggung, perancangan kelir (layar), mengatur ukuran dan posisi pencahayaan, serta memastikan bahwa semua elemen produksi bekerja bersama secara harmonis untuk menghasilkan pertunjukan yang koheren dan mendalam.

Proses ini juga melibatkan komunikasi yang kuat dengan ketekong (sebutan untuk tim kreatif kepercayaan dalang) dan mengambil keputusan kreatif yang mempengaruhi bentuk akhir pertunjukan.

Improvisasi

Meskipun banyak bagian dari pertunjukan wayang adalah tetap dan dihafal, dalang juga memiliki kebebasan untuk melakukan improvisasi. Mereka dapat menambahkan lelucon/bebanyolan atau mengomentari peristiwa terkini untuk menghibur penontonnya dan menjaga pertunjukan wayang agar tetap relevan.

Improvisasi dalam pertujukan Wayang Bali adalah seni spontanitas dan kreativitas seorang dalang, di mana sang dalang bekerja untuk membuat adegan dan dialog tanpa skenario tertulis atau direncanakan sebelumnya. Proses ini memerlukan intuisi yang kuat, kemampuan kepekaan yang cermat, respons kreatif yang cepat, dan kepercayaan diri.

Improvisasi mendorong para dalang untuk merespons situasi dengan cepat, beradaptasi dengan perubahan, dan mengambil risiko kreatif. Ini bukan hanya alat penting yang harus dimiliki seorang dalang, tetapi juga dapat menghasilkan momen-momen pertunjukan wayang nan unik serta menghibur yang tercipta secara spontan. Sehingga, hal Ini akan menciptakan hubungan yang kuat antara dalang dan penonton.

Penjabaran awal yang sederhana mengenai proses kreatif seorang dalang, saya akhiri dengan kesimpulan bahwa proses kreatif dari seorang dalang di Bali merupakan pondasi utama nan kuat dalam pertunjukan pewayangan di Bali.

Kreativitas seorang dalang termanifestasi dalam banyak aspek, mulai dari permainan bayangan dan suara, penentuan dan menjalankan alur cerita, hingga improvisasi saat berinteraksi dengan penonton.

Seorang dalang tidak hanya menjalankan peran sebagai pengendali karakter wayang, tetapi juga sebagai pencipta, pengatur, dan penyaji cerita. Kemampuan kreatifnya mengubah kulit yang ditatah yang disebut wayang menjadi tokoh-tokoh hidup dengan karakter, suara, dan kepribadian unik.

Dalam proses kreatifnya, seorang dalang di Bali biasanya akan meresapi dan merespon dinamika penontonnya serta mengimprovisasi saat diperlukan, menciptakan pengalaman estetik yang unik setiap kali pertunjukan wayang digelar.

Oleh karena itu, proses kreatif seorang dalang bukan kegiatan biasa, namun lebih pada sebuah kegiatan yang berharga untuk menjaga kesinambungan dan relevansi seni wayang dalam masyarakat yang terus berubah.[T]

Tak Henti Melaju: Wayang Bali Dari Tradisi Menuju Masa Kini
Eksplorasi Wayang Dalam Setiap Ruang
Dalang-Dalang Cilik dalam Euforia Hari Wayang Nasional 2021 di Bali
Wayang Sinema, Tawaran Menarik Dalam Dunia Pewayangan Kini
Wayang, Dunia Kakek, Dunia Saya
Tags: Dalangkebudayaankesenian balikisah pewayanganpedalanganwayang
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Di Bali, Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XV Menjadikan Subak Sebagai Game Inovatif

Next Post

Jalan Sastra Made Edy Arudi

I Gusti Made Darma Putra

I Gusti Made Darma Putra

Seniman pedalangan, kreator wayang Bali

Related Posts

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails

Lampu Merah dan Mental Menerabas

by Angga Wijaya
August 20, 2026
0
Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

Read moreDetails

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

Read moreDetails

Merawat Warisan Budaya Kolonial…

by Pande Susan
August 19, 2026
0
Merawat Warisan Budaya Kolonial…

“Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

Read moreDetails

Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

by Dede Putra Wiguna
August 18, 2026
0
Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

SETIAP kali upacara bendera dimulai, ada orang-orang yang berdiri di bawah matahari dan ada pula yang di bawah tenda. Yang...

Read moreDetails
Next Post
Jalan Sastra Made Edy Arudi

Jalan Sastra Made Edy Arudi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co