2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Empat Tahap Proses Kreatif Dalang Wayang Bali

I Gusti Made Darma Putra by I Gusti Made Darma Putra
August 30, 2023
in Esai
Tak Henti Melaju: Wayang Bali Dari Tradisi Menuju Masa Kini

I Gusti Made Darma Putra

PROSES KREATIF seorang dalang di Bali merupakan suatu kegiata yang menarik, sangat khas dan mendalam. Dalang ialah seorang seniman yang memainkan peran penting dalam seni pewayangan dan memimpin serta bertanggung jawab atas segala aspek dari pertunjukan pewayangan tersebut.

Jika menelisik proses kreatif seorang dalang, khususnya di Bali, kita bagaikan memasuki hutan belantara nan indah.

Kreativitas seorang dalang muncul disebabkan oleh imajinasinya yang luar biasa—yang menjadi pemantik yang digunakan untuk melahirkan sebuah karya seni pewayangan.

Imajinasi adalah suatu daya, dan karenanya, imajinasi itu berkaitan langsung dengan manusia yang memiliki daya tersebut (Tedjoworo, 2001: 21).

Saya akan uraikan secara “mendasar” proses kreatif seorang dalang di Bali melalui pengalaman serta kebiasaan yang saya lakukan dan jalankan selama ini.

Pemilihan Cerita (Lakon)

Proses kreatif dalam pembuatan cerita ini merupakan perpaduan magis antara imajinasi, melihat perkembangan zaman untuk merefleksikan situasi, kondisi, dan jiwa zamannya. Biasanya dalam proses ini dimulai dengan ide-ide yang timbul dari pemikiran kreatif sang dalang.  

Setelah itu, ide-ide ini mengalami inkubasi melalui improvisasi, dan eksperimen di mana konsep-konsep abstrak akan menjadi karakter, plot, dan dialog yang hidup sehingga formulasi tersebut akan membentuk sebuah narasi yang kuat. Istilah “inkubasi” saya ambil dari salah satu istilah dalam teori kreativitas Wallas yang juga sama dengan yang saya alami.

Selama proses ini, sang dalang menggali emosi, pengalaman, dan menggali isu situasi ditempat pertunjukan untuk menghasilkan sebuah sajian yang berkait dan terkait dengan masyarakat di tempat pentasnya wayang tersebut. Hal ini bertujuan untuk merangsang serta memprovokasi pemikiran penonton.

Saya rasa ini merupakan proses kreatif yang dinamis, penuh tantangan, dan penuh keajaiban untuk menciptakan karya seni wayang yang unik dan tak terlupakan bagi penikmatnya.

Menghadirkan Karakter Baru

Tidak sedikit dalang di Bali—dengan kreativitasnya—menghadirkan tokoh-tokoh atau figure baru selain tokoh utama dalam cerita pokok yang dibawakan. Tokoh pendukung ini biasanya sebagai masyarakat biasa atau dalam wayang Bali dikenal dengan istilah “bondres”—untuk mengadirkan lelucon (jokes) kekinian.

Selain bondres, tak jarang dalang di Bali juga membuat karakter baru untuk mendukung dramatik dalam cerita sebagai tokoh protagonis atau antagonis.

Proses kreatif seorang dalang dalam pembuatan karakter dalam pewayangan Bali merupakan proses perpaduan yang mendalam antara pemahaman cerita, penelitian karakter, dan eksekusi kreatif.

Dalam proses pemahaman yang mendalam terhadap cerita, para dalang mendalaminya untuk menggali informasi tentang latar belakang, tujuan yang akan dituangkan dalam perasaan karakter wayang.

Kemudian, mereka melakukan penelitian mendalam untuk merasakan karakter tersebut, termasuk aspek-aspek seperti latar belakang budaya, serta mengembangkan karakteristik fisik dan vokal yang unik.

Selama proses ini, dalang juga menggabungkan unsur-unsur psikologis dan fisik untuk menciptakan karakter yang hidup dan meyakinkan dalam pementasan wayangnya.

Dalang Adalah Sutradara

Proses kreatif seorang dalang di Bali dalam menyutradarai sebuah pertunjukan wayang merupakan perjalanan artistik yang kompleks yang melibatkan visi kreatif, komunikasi yang produktif, dan kolaborasi yang efektif.

Saya melihat, seorang dalang di Bali memimpin seluruh produksi pertunjukan wayangnya, mulai dari pemilihan cerita, merencanakan jalannya pertunjukan, memformulasi urutan adegan, karakter yang akan muncul, dan bagaimana pesan dan filosofi dalam cerita akan disampaikan.

Dalang juga memilih musik iringan “gamelan” yang akan mengiringi pertunjukannya, biasanya hingga tahap pementasan akhir. Dalang juga memandu pengaturan panggung, perancangan kelir (layar), mengatur ukuran dan posisi pencahayaan, serta memastikan bahwa semua elemen produksi bekerja bersama secara harmonis untuk menghasilkan pertunjukan yang koheren dan mendalam.

Proses ini juga melibatkan komunikasi yang kuat dengan ketekong (sebutan untuk tim kreatif kepercayaan dalang) dan mengambil keputusan kreatif yang mempengaruhi bentuk akhir pertunjukan.

Improvisasi

Meskipun banyak bagian dari pertunjukan wayang adalah tetap dan dihafal, dalang juga memiliki kebebasan untuk melakukan improvisasi. Mereka dapat menambahkan lelucon/bebanyolan atau mengomentari peristiwa terkini untuk menghibur penontonnya dan menjaga pertunjukan wayang agar tetap relevan.

Improvisasi dalam pertujukan Wayang Bali adalah seni spontanitas dan kreativitas seorang dalang, di mana sang dalang bekerja untuk membuat adegan dan dialog tanpa skenario tertulis atau direncanakan sebelumnya. Proses ini memerlukan intuisi yang kuat, kemampuan kepekaan yang cermat, respons kreatif yang cepat, dan kepercayaan diri.

Improvisasi mendorong para dalang untuk merespons situasi dengan cepat, beradaptasi dengan perubahan, dan mengambil risiko kreatif. Ini bukan hanya alat penting yang harus dimiliki seorang dalang, tetapi juga dapat menghasilkan momen-momen pertunjukan wayang nan unik serta menghibur yang tercipta secara spontan. Sehingga, hal Ini akan menciptakan hubungan yang kuat antara dalang dan penonton.

Penjabaran awal yang sederhana mengenai proses kreatif seorang dalang, saya akhiri dengan kesimpulan bahwa proses kreatif dari seorang dalang di Bali merupakan pondasi utama nan kuat dalam pertunjukan pewayangan di Bali.

Kreativitas seorang dalang termanifestasi dalam banyak aspek, mulai dari permainan bayangan dan suara, penentuan dan menjalankan alur cerita, hingga improvisasi saat berinteraksi dengan penonton.

Seorang dalang tidak hanya menjalankan peran sebagai pengendali karakter wayang, tetapi juga sebagai pencipta, pengatur, dan penyaji cerita. Kemampuan kreatifnya mengubah kulit yang ditatah yang disebut wayang menjadi tokoh-tokoh hidup dengan karakter, suara, dan kepribadian unik.

Dalam proses kreatifnya, seorang dalang di Bali biasanya akan meresapi dan merespon dinamika penontonnya serta mengimprovisasi saat diperlukan, menciptakan pengalaman estetik yang unik setiap kali pertunjukan wayang digelar.

Oleh karena itu, proses kreatif seorang dalang bukan kegiatan biasa, namun lebih pada sebuah kegiatan yang berharga untuk menjaga kesinambungan dan relevansi seni wayang dalam masyarakat yang terus berubah.[T]

Tak Henti Melaju: Wayang Bali Dari Tradisi Menuju Masa Kini
Eksplorasi Wayang Dalam Setiap Ruang
Dalang-Dalang Cilik dalam Euforia Hari Wayang Nasional 2021 di Bali
Wayang Sinema, Tawaran Menarik Dalam Dunia Pewayangan Kini
Wayang, Dunia Kakek, Dunia Saya
Tags: Dalangkebudayaankesenian balikisah pewayanganpedalanganwayang
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Di Bali, Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XV Menjadikan Subak Sebagai Game Inovatif

Next Post

Jalan Sastra Made Edy Arudi

I Gusti Made Darma Putra

I Gusti Made Darma Putra

Seniman pedalangan, kreator wayang Bali

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Jalan Sastra Made Edy Arudi

Jalan Sastra Made Edy Arudi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co