12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Empat Tahap Proses Kreatif Dalang Wayang Bali

I Gusti Made Darma Putra by I Gusti Made Darma Putra
August 30, 2023
in Esai
Tak Henti Melaju: Wayang Bali Dari Tradisi Menuju Masa Kini

I Gusti Made Darma Putra

PROSES KREATIF seorang dalang di Bali merupakan suatu kegiata yang menarik, sangat khas dan mendalam. Dalang ialah seorang seniman yang memainkan peran penting dalam seni pewayangan dan memimpin serta bertanggung jawab atas segala aspek dari pertunjukan pewayangan tersebut.

Jika menelisik proses kreatif seorang dalang, khususnya di Bali, kita bagaikan memasuki hutan belantara nan indah.

Kreativitas seorang dalang muncul disebabkan oleh imajinasinya yang luar biasa—yang menjadi pemantik yang digunakan untuk melahirkan sebuah karya seni pewayangan.

Imajinasi adalah suatu daya, dan karenanya, imajinasi itu berkaitan langsung dengan manusia yang memiliki daya tersebut (Tedjoworo, 2001: 21).

Saya akan uraikan secara “mendasar” proses kreatif seorang dalang di Bali melalui pengalaman serta kebiasaan yang saya lakukan dan jalankan selama ini.

Pemilihan Cerita (Lakon)

Proses kreatif dalam pembuatan cerita ini merupakan perpaduan magis antara imajinasi, melihat perkembangan zaman untuk merefleksikan situasi, kondisi, dan jiwa zamannya. Biasanya dalam proses ini dimulai dengan ide-ide yang timbul dari pemikiran kreatif sang dalang.  

Setelah itu, ide-ide ini mengalami inkubasi melalui improvisasi, dan eksperimen di mana konsep-konsep abstrak akan menjadi karakter, plot, dan dialog yang hidup sehingga formulasi tersebut akan membentuk sebuah narasi yang kuat. Istilah “inkubasi” saya ambil dari salah satu istilah dalam teori kreativitas Wallas yang juga sama dengan yang saya alami.

Selama proses ini, sang dalang menggali emosi, pengalaman, dan menggali isu situasi ditempat pertunjukan untuk menghasilkan sebuah sajian yang berkait dan terkait dengan masyarakat di tempat pentasnya wayang tersebut. Hal ini bertujuan untuk merangsang serta memprovokasi pemikiran penonton.

Saya rasa ini merupakan proses kreatif yang dinamis, penuh tantangan, dan penuh keajaiban untuk menciptakan karya seni wayang yang unik dan tak terlupakan bagi penikmatnya.

Menghadirkan Karakter Baru

Tidak sedikit dalang di Bali—dengan kreativitasnya—menghadirkan tokoh-tokoh atau figure baru selain tokoh utama dalam cerita pokok yang dibawakan. Tokoh pendukung ini biasanya sebagai masyarakat biasa atau dalam wayang Bali dikenal dengan istilah “bondres”—untuk mengadirkan lelucon (jokes) kekinian.

Selain bondres, tak jarang dalang di Bali juga membuat karakter baru untuk mendukung dramatik dalam cerita sebagai tokoh protagonis atau antagonis.

Proses kreatif seorang dalang dalam pembuatan karakter dalam pewayangan Bali merupakan proses perpaduan yang mendalam antara pemahaman cerita, penelitian karakter, dan eksekusi kreatif.

Dalam proses pemahaman yang mendalam terhadap cerita, para dalang mendalaminya untuk menggali informasi tentang latar belakang, tujuan yang akan dituangkan dalam perasaan karakter wayang.

Kemudian, mereka melakukan penelitian mendalam untuk merasakan karakter tersebut, termasuk aspek-aspek seperti latar belakang budaya, serta mengembangkan karakteristik fisik dan vokal yang unik.

Selama proses ini, dalang juga menggabungkan unsur-unsur psikologis dan fisik untuk menciptakan karakter yang hidup dan meyakinkan dalam pementasan wayangnya.

Dalang Adalah Sutradara

Proses kreatif seorang dalang di Bali dalam menyutradarai sebuah pertunjukan wayang merupakan perjalanan artistik yang kompleks yang melibatkan visi kreatif, komunikasi yang produktif, dan kolaborasi yang efektif.

Saya melihat, seorang dalang di Bali memimpin seluruh produksi pertunjukan wayangnya, mulai dari pemilihan cerita, merencanakan jalannya pertunjukan, memformulasi urutan adegan, karakter yang akan muncul, dan bagaimana pesan dan filosofi dalam cerita akan disampaikan.

Dalang juga memilih musik iringan “gamelan” yang akan mengiringi pertunjukannya, biasanya hingga tahap pementasan akhir. Dalang juga memandu pengaturan panggung, perancangan kelir (layar), mengatur ukuran dan posisi pencahayaan, serta memastikan bahwa semua elemen produksi bekerja bersama secara harmonis untuk menghasilkan pertunjukan yang koheren dan mendalam.

Proses ini juga melibatkan komunikasi yang kuat dengan ketekong (sebutan untuk tim kreatif kepercayaan dalang) dan mengambil keputusan kreatif yang mempengaruhi bentuk akhir pertunjukan.

Improvisasi

Meskipun banyak bagian dari pertunjukan wayang adalah tetap dan dihafal, dalang juga memiliki kebebasan untuk melakukan improvisasi. Mereka dapat menambahkan lelucon/bebanyolan atau mengomentari peristiwa terkini untuk menghibur penontonnya dan menjaga pertunjukan wayang agar tetap relevan.

Improvisasi dalam pertujukan Wayang Bali adalah seni spontanitas dan kreativitas seorang dalang, di mana sang dalang bekerja untuk membuat adegan dan dialog tanpa skenario tertulis atau direncanakan sebelumnya. Proses ini memerlukan intuisi yang kuat, kemampuan kepekaan yang cermat, respons kreatif yang cepat, dan kepercayaan diri.

Improvisasi mendorong para dalang untuk merespons situasi dengan cepat, beradaptasi dengan perubahan, dan mengambil risiko kreatif. Ini bukan hanya alat penting yang harus dimiliki seorang dalang, tetapi juga dapat menghasilkan momen-momen pertunjukan wayang nan unik serta menghibur yang tercipta secara spontan. Sehingga, hal Ini akan menciptakan hubungan yang kuat antara dalang dan penonton.

Penjabaran awal yang sederhana mengenai proses kreatif seorang dalang, saya akhiri dengan kesimpulan bahwa proses kreatif dari seorang dalang di Bali merupakan pondasi utama nan kuat dalam pertunjukan pewayangan di Bali.

Kreativitas seorang dalang termanifestasi dalam banyak aspek, mulai dari permainan bayangan dan suara, penentuan dan menjalankan alur cerita, hingga improvisasi saat berinteraksi dengan penonton.

Seorang dalang tidak hanya menjalankan peran sebagai pengendali karakter wayang, tetapi juga sebagai pencipta, pengatur, dan penyaji cerita. Kemampuan kreatifnya mengubah kulit yang ditatah yang disebut wayang menjadi tokoh-tokoh hidup dengan karakter, suara, dan kepribadian unik.

Dalam proses kreatifnya, seorang dalang di Bali biasanya akan meresapi dan merespon dinamika penontonnya serta mengimprovisasi saat diperlukan, menciptakan pengalaman estetik yang unik setiap kali pertunjukan wayang digelar.

Oleh karena itu, proses kreatif seorang dalang bukan kegiatan biasa, namun lebih pada sebuah kegiatan yang berharga untuk menjaga kesinambungan dan relevansi seni wayang dalam masyarakat yang terus berubah.[T]

Tak Henti Melaju: Wayang Bali Dari Tradisi Menuju Masa Kini
Eksplorasi Wayang Dalam Setiap Ruang
Dalang-Dalang Cilik dalam Euforia Hari Wayang Nasional 2021 di Bali
Wayang Sinema, Tawaran Menarik Dalam Dunia Pewayangan Kini
Wayang, Dunia Kakek, Dunia Saya
Tags: Dalangkebudayaankesenian balikisah pewayanganpedalanganwayang
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Di Bali, Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XV Menjadikan Subak Sebagai Game Inovatif

Next Post

Jalan Sastra Made Edy Arudi

I Gusti Made Darma Putra

I Gusti Made Darma Putra

Seniman pedalangan, kreator wayang Bali

Related Posts

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails

Topi Para Penyintas Kanker

by Angga Wijaya
September 5, 2026
0
Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

Read moreDetails
Next Post
Jalan Sastra Made Edy Arudi

Jalan Sastra Made Edy Arudi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co