23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Empat Tahap Proses Kreatif Dalang Wayang Bali

I Gusti Made Darma Putra by I Gusti Made Darma Putra
August 30, 2023
in Esai
Tak Henti Melaju: Wayang Bali Dari Tradisi Menuju Masa Kini

I Gusti Made Darma Putra

PROSES KREATIF seorang dalang di Bali merupakan suatu kegiata yang menarik, sangat khas dan mendalam. Dalang ialah seorang seniman yang memainkan peran penting dalam seni pewayangan dan memimpin serta bertanggung jawab atas segala aspek dari pertunjukan pewayangan tersebut.

Jika menelisik proses kreatif seorang dalang, khususnya di Bali, kita bagaikan memasuki hutan belantara nan indah.

Kreativitas seorang dalang muncul disebabkan oleh imajinasinya yang luar biasa—yang menjadi pemantik yang digunakan untuk melahirkan sebuah karya seni pewayangan.

Imajinasi adalah suatu daya, dan karenanya, imajinasi itu berkaitan langsung dengan manusia yang memiliki daya tersebut (Tedjoworo, 2001: 21).

Saya akan uraikan secara “mendasar” proses kreatif seorang dalang di Bali melalui pengalaman serta kebiasaan yang saya lakukan dan jalankan selama ini.

Pemilihan Cerita (Lakon)

Proses kreatif dalam pembuatan cerita ini merupakan perpaduan magis antara imajinasi, melihat perkembangan zaman untuk merefleksikan situasi, kondisi, dan jiwa zamannya. Biasanya dalam proses ini dimulai dengan ide-ide yang timbul dari pemikiran kreatif sang dalang.  

Setelah itu, ide-ide ini mengalami inkubasi melalui improvisasi, dan eksperimen di mana konsep-konsep abstrak akan menjadi karakter, plot, dan dialog yang hidup sehingga formulasi tersebut akan membentuk sebuah narasi yang kuat. Istilah “inkubasi” saya ambil dari salah satu istilah dalam teori kreativitas Wallas yang juga sama dengan yang saya alami.

Selama proses ini, sang dalang menggali emosi, pengalaman, dan menggali isu situasi ditempat pertunjukan untuk menghasilkan sebuah sajian yang berkait dan terkait dengan masyarakat di tempat pentasnya wayang tersebut. Hal ini bertujuan untuk merangsang serta memprovokasi pemikiran penonton.

Saya rasa ini merupakan proses kreatif yang dinamis, penuh tantangan, dan penuh keajaiban untuk menciptakan karya seni wayang yang unik dan tak terlupakan bagi penikmatnya.

Menghadirkan Karakter Baru

Tidak sedikit dalang di Bali—dengan kreativitasnya—menghadirkan tokoh-tokoh atau figure baru selain tokoh utama dalam cerita pokok yang dibawakan. Tokoh pendukung ini biasanya sebagai masyarakat biasa atau dalam wayang Bali dikenal dengan istilah “bondres”—untuk mengadirkan lelucon (jokes) kekinian.

Selain bondres, tak jarang dalang di Bali juga membuat karakter baru untuk mendukung dramatik dalam cerita sebagai tokoh protagonis atau antagonis.

Proses kreatif seorang dalang dalam pembuatan karakter dalam pewayangan Bali merupakan proses perpaduan yang mendalam antara pemahaman cerita, penelitian karakter, dan eksekusi kreatif.

Dalam proses pemahaman yang mendalam terhadap cerita, para dalang mendalaminya untuk menggali informasi tentang latar belakang, tujuan yang akan dituangkan dalam perasaan karakter wayang.

Kemudian, mereka melakukan penelitian mendalam untuk merasakan karakter tersebut, termasuk aspek-aspek seperti latar belakang budaya, serta mengembangkan karakteristik fisik dan vokal yang unik.

Selama proses ini, dalang juga menggabungkan unsur-unsur psikologis dan fisik untuk menciptakan karakter yang hidup dan meyakinkan dalam pementasan wayangnya.

Dalang Adalah Sutradara

Proses kreatif seorang dalang di Bali dalam menyutradarai sebuah pertunjukan wayang merupakan perjalanan artistik yang kompleks yang melibatkan visi kreatif, komunikasi yang produktif, dan kolaborasi yang efektif.

Saya melihat, seorang dalang di Bali memimpin seluruh produksi pertunjukan wayangnya, mulai dari pemilihan cerita, merencanakan jalannya pertunjukan, memformulasi urutan adegan, karakter yang akan muncul, dan bagaimana pesan dan filosofi dalam cerita akan disampaikan.

Dalang juga memilih musik iringan “gamelan” yang akan mengiringi pertunjukannya, biasanya hingga tahap pementasan akhir. Dalang juga memandu pengaturan panggung, perancangan kelir (layar), mengatur ukuran dan posisi pencahayaan, serta memastikan bahwa semua elemen produksi bekerja bersama secara harmonis untuk menghasilkan pertunjukan yang koheren dan mendalam.

Proses ini juga melibatkan komunikasi yang kuat dengan ketekong (sebutan untuk tim kreatif kepercayaan dalang) dan mengambil keputusan kreatif yang mempengaruhi bentuk akhir pertunjukan.

Improvisasi

Meskipun banyak bagian dari pertunjukan wayang adalah tetap dan dihafal, dalang juga memiliki kebebasan untuk melakukan improvisasi. Mereka dapat menambahkan lelucon/bebanyolan atau mengomentari peristiwa terkini untuk menghibur penontonnya dan menjaga pertunjukan wayang agar tetap relevan.

Improvisasi dalam pertujukan Wayang Bali adalah seni spontanitas dan kreativitas seorang dalang, di mana sang dalang bekerja untuk membuat adegan dan dialog tanpa skenario tertulis atau direncanakan sebelumnya. Proses ini memerlukan intuisi yang kuat, kemampuan kepekaan yang cermat, respons kreatif yang cepat, dan kepercayaan diri.

Improvisasi mendorong para dalang untuk merespons situasi dengan cepat, beradaptasi dengan perubahan, dan mengambil risiko kreatif. Ini bukan hanya alat penting yang harus dimiliki seorang dalang, tetapi juga dapat menghasilkan momen-momen pertunjukan wayang nan unik serta menghibur yang tercipta secara spontan. Sehingga, hal Ini akan menciptakan hubungan yang kuat antara dalang dan penonton.

Penjabaran awal yang sederhana mengenai proses kreatif seorang dalang, saya akhiri dengan kesimpulan bahwa proses kreatif dari seorang dalang di Bali merupakan pondasi utama nan kuat dalam pertunjukan pewayangan di Bali.

Kreativitas seorang dalang termanifestasi dalam banyak aspek, mulai dari permainan bayangan dan suara, penentuan dan menjalankan alur cerita, hingga improvisasi saat berinteraksi dengan penonton.

Seorang dalang tidak hanya menjalankan peran sebagai pengendali karakter wayang, tetapi juga sebagai pencipta, pengatur, dan penyaji cerita. Kemampuan kreatifnya mengubah kulit yang ditatah yang disebut wayang menjadi tokoh-tokoh hidup dengan karakter, suara, dan kepribadian unik.

Dalam proses kreatifnya, seorang dalang di Bali biasanya akan meresapi dan merespon dinamika penontonnya serta mengimprovisasi saat diperlukan, menciptakan pengalaman estetik yang unik setiap kali pertunjukan wayang digelar.

Oleh karena itu, proses kreatif seorang dalang bukan kegiatan biasa, namun lebih pada sebuah kegiatan yang berharga untuk menjaga kesinambungan dan relevansi seni wayang dalam masyarakat yang terus berubah.[T]

Tak Henti Melaju: Wayang Bali Dari Tradisi Menuju Masa Kini
Eksplorasi Wayang Dalam Setiap Ruang
Dalang-Dalang Cilik dalam Euforia Hari Wayang Nasional 2021 di Bali
Wayang Sinema, Tawaran Menarik Dalam Dunia Pewayangan Kini
Wayang, Dunia Kakek, Dunia Saya
Tags: Dalangkebudayaankesenian balikisah pewayanganpedalanganwayang
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Di Bali, Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XV Menjadikan Subak Sebagai Game Inovatif

Next Post

Jalan Sastra Made Edy Arudi

I Gusti Made Darma Putra

I Gusti Made Darma Putra

Seniman pedalangan, kreator wayang Bali

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Jalan Sastra Made Edy Arudi

Jalan Sastra Made Edy Arudi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co