23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dari Salam “MERDEKA”, Kita Memaknai Kemerdekaan

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
August 14, 2023
in Esai
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

dr. Ketut Putra Sedana

SETIAP BULAN Agustus kita disibukkan dengan beragam kegiatan dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Dan kegiatan-kegiatan ini adalah  wujud rasa syukur dan terima kasih kepada para pahlawan yang sudah berhasil memerdekakan bangsa Indonesia.

Thomas Carlyle seorang ahli falsafah pernah berkata, “Pelajarilah sejarah perjuanganmu sendiri yang sudah lampau, agar supaya tidak tergelincir dalam perjuanganmu yang akan datang.”

Sejarah perjalanan bangsa kita sangat panjang, maka belajarlah dari sejarah sehingga kita tidak akan jatuh di lubang yang sama. Jika kita meninggalkan sejarah, maka kita akan berdiri dalam kevakuman, berdiri dan berjalan tanpa arah yang jelas dan sudah pasti perjuangan dan perjalanan yang dilakukan akan gagal.

Mengerti dan memahami sejarah kita sangat penting, bahkan Bung Karno pun mengingatkan kita dengan ‘JAS MERAH”nya, jangan sekali kali melupakan sejarah yang tentunya memiliki makna yang sangat mendalam.

Dan dalam perjalanan sejarah perjuangan kita, khususnya di era revolusi Indonesia yang dipimpin oleh Bung Karno yang selalu mengumandangkan salam dengan pekikan ‘MERDEKA”.

Pekikan “Merdeka” itu kita rasakan memiliki kekuatan magis religius yang mampu membakar semangat para pejuang kemerdekaan saat itu, hingga kita merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945.

Dan pada tanggal 31 Agustus 1945 dalam maklumat pemerintah ditetapkan “MERDEKA” sebagai salam nasional bangsa Indonesia, dan salam nasional ini resmi berlaku mulai tanggal 1 September 1945, yang pada pengucapannya dilakukan dengan mengangkat tangan setinggi bahu, telapak tangan menghadap ke muka dan bersamaan dengan itu memekikkan kata “MERDEKA”.

Makna-makna dari semua itu adalah; mengepalkan tangan dengan menyatukan 5 jari adalah menunjukkan lima sila dalam pancasila, yang berada setinggi bahu atau pundak yang menunjukkan rasa tanggung jawab, dan teriakan “MERDEKA” yang artinya Negara Republik Indonesia dapat berdiri tegak hanya karena berlandaskan Pancasila, bukan oleh ideologi-ideologi lain.

Pada tahun 1933 Bung Karno menulis sebuah risalah yang berjudul “Mencapai Indonesia Merdeka” dijelaskan bahwa syarat utama untuk bisa lepas dari stelsel kapitalisme dan imperialisme adalah Indonesia harus merdeka, sehingga kita bisa leluasa mendirikan suatu masyarakat baru tanpa kapitalisme dan imperialisme.

Jadi kemerdekaan adalah syarat utama untuk lepas dari penjajahan. Dan saat ini kita sudah merdeka bahkan sudah 78 tahun kita merasakan udara kemerdekaan itu, dan sudah bebas menentukan arah baru negeri ini sesuai kehendak kita sendiri tanpa intervensi negara-negara lain.

Sebagai warga masyarakat Indonesia tentunya sangat bangga karena dalam merebut kemerdekaan, Indonesia adalah satu-satunya negara didunia ini yang merdeka karena mengusir penjajah bukan karena hadiah, walaupun sebelumnya Indonesia dijanjikan akan diberi kemerdekaan oleh Jepang pada 24 Agustus.

Kemerdekaan yang kita dapat adalah muncul dari kesadaran kolektif pahlawan-pahlawan kita pentingnya bersatu, dengan bersatu kita akan maju. Setelah kita merdeka bukan berarti bebas sebebas-bebasnya tapi ada suatu aturan (Konstitusi) yang mengikat demi cita-cita kemerdekaan itu tercapai, yaitu UUD 1945 dan dasar negara yaitu Pancasila.

Saat ini semangat merebut kemerdekaan semestinya harus tetap sama dengan semangat mengisi kemerdekaan ini, salah satu yang nyata yang mempengaruhi semangat merebut kemerdekaan adalah salam “MERDEKA“.

Salam “MERDEKA” Ini sudah semakin jarang terdengar baik di muka umum atau kegiatan-kegiatan resmi pemerintahan, bahkan terkesan salam tersebut hanya sebagai salam dari salah satu organisasi partai politik. Padahal sampai saat ini salam “MERDEKA” yang tertuang dalam maklumat presiden tanggal 31 Agustus 1945 oleh pemerintah belum dicabut, sehingga secara yuridis hukum ketatanegaraan masih resmi menjadi salam nasional bangsa Indonesia.

Dalam momen menyambut HUT RI ke 78 tahun 2023 ini salam kebangsaan “MERDEKA” haruslah kembali digalakkan atau digaungkan, tidak saja dalam merebut kemerdekaan, namun dalam mengisi kemerdekaan ini yang kita tahu tantangannya sangat besar.

Dan dalam alam kemerdekaan ini, musuh terberat adalah bukan bangsa-bangsa lain, tapi bangsa kita sendiri. Seperti apa yang pernah disampaikan oleh Bung Karno Sang Proklamator bahwa “musuh yang terberat saat ini adalah rakyat itu sendiri, rakyat yang mabuk akan budaya luar, yang kecanduan agama, yang rela membunuh bangsa sendiri demi menegakkan budaya asing, tetaplah bersatu untuk membangun negeri ini tanpa pertumpahan darah.“  

Dari pernyataan itu kita menyadari nutrisi utama untuk kita bisa maju adalah bersatu. Bersatu dalam perbedaan menjadi sebuah benteng utama untuk melawan pengaruh asing yang ingin membuat Indonesia hancur dan tidak maju.

Sehingga dalam kondisi keterkinian salam “MERDEKA” haruslah kembali digalakkan atau digaungkan, karena salam “MERDEKA” adalah salam yang menyentuh semua golongan tanpa batasan, bukan seperti salam keagamaan yang tentunya memiliki batasan-batasan. Salam “MERDEKA” adalah salam sebagai salam pemersatu yang mutlak diperlukan ditengah ancaman disintegrasi, sekaligus dapat membangkitkan semangat kebangsaan kita.

Di samping itu salam “MERDEKA” sebagai salah satu bentuk komitmen kita untuk mewarisi semangat para pahlawan pendahulu kita, untuk bisa menjadi pahlawan pengisi kemerdekaan di jaman ini.

Dirgahayu Republik Indonesia ke 78, tetap melaju menuju Indonesia maju.  Salam “ MERDEKA”. [T]

  • BACA artikel lain dari penulis DOKTER CAPUT atau DR. DR. KETUT PUTRA SEDANA, SP.OG
Hamil Sebelum Menikah
Politik itu Kehidupan
Sejarah yang Membuat Saya Bangga jadi Orang Buleleng
ORHIBA : Olah Raga, Spiritualitas dan Kesehatan
Kita Sukses Karena Proses, Bukan Protes
Tags: Dokter CaputHari Kemerdekaan RI
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Showcase Regenerasi Bernyali: Knowladge dari Proses Karya, Penciptaan dan Manage

Next Post

Aksara Bali 350 Tahun Lampau & Koleksi Lontar Kuno Rsi Bhujangga

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Akrab dipanggil Dokter Caput. Ia adalah dokter spesialis kandungan yang mengelola klinik bersalin Permata Bunda, Singaraja, Bali. Ia juga dosen di Stikes Buleleng.

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Aksara Bali 350 Tahun Lampau & Koleksi Lontar Kuno Rsi Bhujangga

Aksara Bali 350 Tahun Lampau & Koleksi Lontar Kuno Rsi Bhujangga

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co