6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dinding Bandara: Saksi Pelukan Paling Tulus Daripada Altar Pernikahan

Musti Ariantini by Musti Ariantini
June 28, 2023
in Esai
Dinding Bandara: Saksi Pelukan Paling Tulus Daripada Altar Pernikahan

Ilustrasi diolah dari Canva

Barangkali benar adanya, dinding bandara lebih banyak menyaksikan pelukan paling tulus ketimbang altar pernikahan.

TEPAT TANGGAL 20 Juni 2023, untuk pertama kalinnya saya menapakan kaki di bandara, tepatnya Bandara Ngurah Rai, Bali, untuk mengantarkan seseorang menjemput mimpi di negeri Paman Sam.

Pagi itu kami berangkat menuju Bandara Ngurah Rai dari Singaraja yang jaraknya kurang lebih 95 km. Kami melewati lika-liku jalan Gitgit yang telah banyak terjamah pembangunan.

Perasaan gelisah, takut, haru, sedih bercampur menjadi satu mengiringi perjalanan kami. Bahkan, riuhnya kendaraan dan bunyi klakson yang tak pernah henti seakan tak mampu mengalihkan perasaan tersebut.

Sesekali percakapan-percakapan kecil hadir untuk sekadar mengusir ilusi-ilusi buruk yang menghinggapi pikiran, hingga sedikit ketenangan menelusup dari sela-sela tawa kecil kami.

Namun, hal tersebut tak berlangsung lama, ketika plang bandara tampak dijangkauan mata, perasaan sesak seakan menghimpit lagi. Bulir keringat yang timbul dari sela-sela jari seakan membekukan telapak tangan. Kepala berdengung riuh dengan kata “perpisahan”.

***

Mobil berhenti di zona drop off terminal keberangkatan, terlihat banyak orang mendorong koper menuju lobby bandara, entah bersama keluarga, kerabat atau mungkin kekasih dengan berbagai ekspresi di wajah mereka.

Langkah-langkah kecil saya pijakan menelusuri dinginnya lantai bandara penerbangan internasional itu, sembari menghitung detik demi detik waktu yang saya miliki untuk sekadar menggenggam tangannya dan mencium wangi tubuhnya yang khas.

Di lobby bandara terpasang banyak petunjuk dengan berbagai bahasa yang cukup membingungkan, ditulis dengan bahasa maupun huruf asing—barangkali diperuntukan untuk mereka-mereka yang membutuhkan informasi keberangkatan.

Orang berlalu lalang sembari menyeret koper di tangan dan tas-tas besar di punggungnya, bercengkrama dengan berbagai bahasa—wajar saja, mengingat ini bandar udara internasional.

Dengan saksama saya perhatikan orang-orang yang berlalu-lalang di lobby bandara; ada yang bergerombol ramai-ramai bersama keluarga—barangkali mereka juga mengantarkan orang terkasih—; ada yang hanya berdua; ada pula yang sendirian mengasingkan diri dari keramaian. Mata mereka sembab, barangkali perasaan mereka sama dengan saya, atau mungkin euphoria bandara keberangkatan memang seperti itu?

Pandangan saya terkunci pada sepasang kekasih (dari fisiknya terlihat seperti orang Barat) yang sedang merayakan perpisahan dengan adegan pelukan hangat dan kecupan manis di kening.

Bibir mereka tersenyum namun sayang, cairan bening menyembul dari balik mata mereka. Salah satu dari mereka memasuki ruang administrasi penerbangan sembari menggeret koper, sedang yang lain berdiri mematung.

Seketika saya teringat salah satu adegan iconic dalam film “Ada Apa Dengan Cinta” pada saat Cinta mengejar Rangga yang sebentar lagi akan boarding menuju New York. Pada adegan dramatis itu, dengan tergesa, Cinta menyatakan perasaannya yang sebenarnya kepada Rangga.

Cinta dan Rangga melakukan adegan perpisahan persis seperti yang dilakukan oleh sepasang kekasih di depan saya; pelukan hangat, ciuman ditambah secarik puisi. Perpisahan yang dikemas dengan romantisme. Dan ya, saat ini saya di sini, dengan kondisi yang sama namun sayang adegannya yang sedikit berbeda.

***

Ketika melihat dia memasuki ruang administrasi dengan koper yang digeret di samping kanannya dan tas hitam tersampir di punggungnya, langkah kakinya tidak terlalu cepat pun tidak terlalu lambat. Lamat-lamat punggungnya menjauh, hilang dari pandangan mata.

Tanpa sadar, cairan hangat menggumpul di pelupuk mata, dengan tergesa saya edarkan pandangan, memandangi dinding-dinding kokoh—yang telah menyaksikan ribuan pelukan tulus manusia (sekali lagi, barangkali pelukan-pelukan pada altar pernikahan tidak setulus pelukan yang terjadi di bandara)—dan langit-langit bandara dengan desain mewahnya yang telah mendengar beribu doa paling tulus ketimbang rumah-rumah ibadah manapun.

Beberapa kali saya mendengar kata “perpisahan paling khusyuk terjadi di bandara”, dulu, dan beberapa kali pula saya menampik ungkapan tersebut. Namun kini saya percaya.

saya tidak pernah membenci bandara, hanya saja tidak menyukai suasana perpisahan yang terjadi di sana. Namun, bukankah hidup juga berjalan secara demikian? Perpisahan dan pertemuan datang bergantian.

Kenapa hanya merayakan pertemuan? Bukankah sebelum pertemuan kita harus berjumpa dengan perpisahan terlebih dahulu? Dan, bukankah perpisahan juga layak di rayakan?

Pada akhirnya, saya hanya bisa bergumam, berkelanalah sejauh mungkin dan pulanglah ketika waktunya telah tiba. Berjanjilah untuk segera pulang bersama setumpuk cerita dan sekantong penuh rindu.[T]

Andai Aku Punya Pintu ke Mana Saja
Memaknai Kehilangan

Sebuah Awal, Bagaimana Jika Semua Tidak Baik-baik Saja?
Tags: bandaraceritacintacinta kasihkisah nyatarindu
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Empat Hari Pertama yang Penuh Kejutan | Catatan dari Philadelphia [2]

Next Post

Tari dan Tabuh Khas Buleleng Getarkan Panggung Ksirarnawa

Musti Ariantini

Musti Ariantini

Admin tatkala.co

Related Posts

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails

Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

by Chusmeru
March 1, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan....

Read moreDetails
Next Post
Tari dan Tabuh Khas Buleleng Getarkan Panggung Ksirarnawa

Tari dan Tabuh Khas Buleleng Getarkan Panggung Ksirarnawa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co