26 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Biografi [Bukan] Malin Kundang

Angga Wijaya by Angga Wijaya
June 28, 2023
in Esai
Telenovela

Angga Wijaya

“Angga, ibu telah mengirim uang untuk bulan ini. Bagaimana kabarmu? Jaga diri baik-baik di Denpasar. Belajar yang rajin, jangan nakal,” ujar ibu angkat saya dengan suara lembut dan tenang, melalui telepon lama di ashram tempat saya tinggal dan menetap selama empat tahun.

“Isi uang: Rp.30.000.-
Only to you.
Nanda Angga Wijaya
Denpasar.” – Bapak menitipkan uang pada saya, melalui kakak atau keluarga yang saat itu kembali ke Denpasar, dari Negara, Jembrana.

Anak muda itu tertegun. Dia merindukan sesekali kata berbeda; “kapan pulang?” Ia ingin sesekali pulang, di kota ramai, juga sibuk–tugas kuliah banyak, sementara ia belum punya komputer sendiri, di ashram ada kawan yang punya, namun ia malu meminjam, tak enakan, harga dirinya tak cukup untuk berani menyapa kawan satu rumah, padahal mereka biasa saja dan sangat mengizinkan jika komputer itu dipakai bersama-sama.

Pemuda idealis itu lebih suka menyendiri di kamar, bersama buku-buku, terbang di awang-awang, kurang sering bergaul–ia lebih mirip seniman dan pertapa. Kuliahnya belum selesai, sering mengulang mata kuliah karena buruk, suka mengkritik para dosen hingga mereka menganggapnya angkuh, arogan, penuh ego, merasa hebat telah banyak membaca buku-buku lalu banyak menyalahkan orang-orang di sekitarnya…

“Kini saya sadari, kedua orang tua angkat yang saya anggap mereka malaikat, saya kerap merindukannya, ibu dan bapak, ah, mereka orang tua Bali yang meskipun telah memiliki lima anak, masih mau juga pada usia yang hampir senja mengasuh bayi prematur dengan perawatan ekstra, setelah lahir dari ibu kandung oleh karena kondisi mental dan keadaan kurang baik meskipun ia wanita pengusaha–punya banyak anak dari laki-laki Bali yang agak bohemian–penyuka puisi dan musik, agak gagal menuruti mimpi menjadi seniman karena kakek ingin ia dan keluarga besar menghidupi diri dari bisnis keluarga sejak lama–menjual hasil bumi ke luar kota dan pulau. Keluarga kaya-raya dan terpandang.

Dari itu semua, malaikat saya ingin saya bisa mengubah jalan hidup lewat sekolah. Mereka berani bertaruh ekonomi karena saya dianggap mampu dan cerdas. Lama sekali saya sering menjadi juara kelas juga lomba-lomba sekolah—menjadi pemimpin kelas, dekat dan disayangi kepala sekolah juga guru-guru, menjadi “juru kunci” dalam dua pengertian–karena belum ada penjaga sekolah, setiap pagi saya membuka pintu sekolah, datang lebih awal, penuhi tugas, lalu pulang ke rumah yang berdekatan dengan sekolah, mandi, berdandan, lalu kembali ke sekolah dengan senang hati, menyapa kawan-kawan dengan senyum manis–mereka sangat menyukai saya.

Siang hari, saat murid-murid pulang, saya masih berada di sekolah, memastikan juga semua kawan sudah pulang–tak ada yang tertinggal–tas, pensil, penggaris, rautan alat tulis, juga buku atau sobekan kertas.

Semua bagi saya sekarang, pada usia yang jauh berlalu–menjelang empat puluh tahun, menjadi penulis dan wartawan juga guru jurnalistik yang mulai “terkenal”, itu semua adalah “meditasi” yang lama dan tidak singkat. Kita semua akan bagus jika menganggap apa yang pernah kita jalani adalah sebuah latihan, termasuk juga ujian seperti ujian sekolah–jika Anda lulus dengan nilai baik, Anda bisa melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi, mendapat hadiah dari orang tua tersayang, kertas penghargaan dari sekolah, juga salam perpisahan yang mengharu-biru, ketika misalnya saat berada di sekolah baru kita tidak bertemu lagi dengan kawan atau guru yang melanjutkan tugas, cita-cita mereka sebagai pembelajar dan pendidik.

Soal tidak pulang, baru saya sadari: dulu, di negeri ini, menjadi hal yang biasa jika mereka mengirim anaknya bersekolah di luar daerah–desa atau kota lain, agar ia belajar sesuatu yang baru, menghirup udara kota lain dengan tata cara hidup dan kehidupan yang berlainan dengan tempat asal. Merantau–budaya Nusantara yang hebat, cerdas, juga penting sekali kini dilakukan lagi untuk anak-anak kita.

Bukan untuk menjadi seperti cerita lama dari pulau terkenal: Malin Kundang. Dia sangat tidak tahu diri–setelah berhasil dari orang tua yang mengirimnya merantau di wilayah lain, doa dan keringat sia-sia, ia lupa diri setelah mempersunting gadis idaman, menikah, punya anak–lalu….menjadi sombong karena kaya.

Suatu hari, ibunya merasa gelisah, anaknya lama tidak mengirim kabar, beliau takut jika ada kejadian buruk menimpa buah hatinya. Maka, dengan pakaian sederhana dan bekal seadanya, ibu itu berangkat ke kota, mencari alamat anaknya, di saat ketika mereka bertemu:

“Malin…anakku, kemana saja kamu? ibu mencarimu ke mana-mana. Kamu apa dan bagaimana sekarang?”

Malin terdiam. Saat itu dia telah menjadi orang sukses, punya pekerjaan bagus, banyak orang yang ia ajak bekerja–di mata mereka, Malin adalah orang dermawan.

“Siapa Ibu tua ini? Aku tidak mengenalnya!suruh dia pergi dari hadapanku!” Malin berkata dengan suara keras di hadapan banyak orang yang menyaksikan itu.

“Malin…aku ibumu. Mengapa kamu berkata itu….? Ibu Malin mulai terisak. Tangisnya membasahi siang yang makin terasa terik. Sementara karena jauh menempuh jarak, ia belum sempat makan. Tenggorokannya dari tadi kering. Ia haus.

“Aku tidak punya ibu seperti kamu! Kamu itu tua, kotor, kumal, jelek. Pergi kamu dari sini, pergi sekarang!….”

Langit menyaksikan itu semua. Hati ibu begitu hancur, ketika anak yang pernah ia besarkan, juga lahir dari rahimnya, kini tidak mengakuinya sebagai ibu. Dia diam, bangkit dari tanah tempat ia bersimpuh dan menangis. Air matanya tumpah ke pipi yang renta. Ia hapus dengan rasa tegar.

Tiba-tiba bumi bergetar. Suara terdengar begitu menggelegar. Banyak orang panik, takut terjadi bencana. Mereka lari ke sana ke sini.

“MALIN KUNDANG TIBA-TIBA TERIAK, TUBUHNYA TERASA KAKU. DIA TAKUT SEKALI. AIR MATA KETAKUTAN KELUAR DARI MATANYA. DARI KAKI TUBUHNYA MENGERAS, KE ATAS, HINGGA SAMPAI AKHIRNYA SEMUA BAGIAN DIRINYA MENJADI BATU. IA RUBUH. TELUNGKUP DI TANAH SEPERTI MINTA AMPUN. NAMUN SEMUANYA BEGITU AMAT TERLAMBAT.”

Suara kembali terdengar. Kini mirip lagu yang amat merdu…halus, lembut:

“Malin Kundang anak durhaka…”
“Malin Kundang menjadi batu…”

Lagu itu kini masih terus terdengar. Dari para orang tua yang terus bertutur, agar anak tidak menjadi lupa diri, terlebih lagi ketika saat mengenal pasangan, menikah, bekerja, menjadi berhasil, kemudian lupa jasa dan budi-baik orang tua. Menjadi orang jahat dan durjana. Melupakan jasa, budi-baik, pengorbanan, cinta-kasih dari orang tua yang membesarkan anaknya dengan penuh harapan.


[Terima Kasih, Bapak. Suaramu kala malam hingga aku tertidur, lembut sekali terasa. Ceritamu membuat aku kini sama denganmu–guru, penulis, dan mungkin juga akan menjadi pendongeng hebat sepertimu. Matur Suksma. [T]

Denpasar, 27 Juni 2023, 10:15 WITA

  • BACA artikel lain dari penulis ANGGA WIJAYA
Di Sanur, Belajar Bangkit dari Lansia Bali
Dalam Diam, Orang Bali Bekerja
Telenovela
Tags: balicerita rakyatrenungan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Putu Bagus Sastra, Pelukis Cilik Itu Meraih Medali Emas Porsenijar Bali 2023

Next Post

Empat Hari Pertama yang Penuh Kejutan | Catatan dari Philadelphia [2]

Angga Wijaya

Angga Wijaya

Penulis dan jurnalis asal Jembrana, Bali. Aktif menulis esai kebudayaan dan kehidupan urban Bali di berbagai media. Ia juga dikenal sebagai penyair dan telah menulis belasan buku puisi serta buku kumpulan esai.

Related Posts

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

Read moreDetails

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
0
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

Read moreDetails

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails
Next Post
Empat Hari Pertama yang Penuh Kejutan | Catatan dari Philadelphia [2]

Empat Hari Pertama yang Penuh Kejutan | Catatan dari Philadelphia [2]

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mungkinkah Korut Serang AS?
Esai

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026
Olahraga

Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026

SUASANA siang di kawasan dekat Pantai Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, mendadak bergemuruh pada Minggu 25 Oktober 2026....

by Nyoman Budarsana
October 26, 2026
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan
Esai

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026
Khas

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co