24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Kardanis Mudawi Jaya | Belajar Mengaji Pada Ibu

Kardanis Mudawi Jaya by Kardanis Mudawi Jaya
June 10, 2023
in Puisi
Puisi-puisi Kardanis Mudawi Jaya | Belajar Mengaji Pada Ibu

Kardanis Mudawi Jaya | Foto dari FB

BELAJAR MENGAJI PADA IBU

Tilawah ibu percakapan sunyi
kalimah tubuhnya itu gerak garis
Tebal tipis yang mengajarkan
tentang hikmah
Jalan tawaf yang tiada lelah
Buliran keringat
Menjelma butir butir kerikil tajam
buah dari zikir panjang
Senjata pelontar
Di tiga waktu; Jumrah
Ula, Wustho, Al Aqobah
Pilar-pilar iblis yang bersemayam
Dalam setiap perjalanan iman
Yang kerap meruntuhkan.

Ibu, haus pertemuanmu
Dalam kalimah-kalimah panjang
diserap kesadaran langit.
Ibu, Hajar yang terus mencari
Mata air dari Safa ke Marwa
Tidak hirau penjuru mata angin
Kau memeluk ragamu sendiri
Menemukan mata airmu
Kuat dihantam badai berkali-kali.

Ia mendengar panggilan Mu
Menjadi pecinta sejati
Rindu berkasih mesra
Di tanah haram
Tanah yang disucikan
Yang telah lama
Ia bawa kemana-mana
Dalam sujud tunggalnya.

Ibu,
Tilawahmu percakapan sunyi
Kalimah tubuhmu gerak garis
Tebal tipis yang mengajarkan
tentang hikmah
Diam-diam kau ajarkan aku
Seperti Ismail yang fitrah
menggali gali mata air
Zam zam mengalir dari kedalaman pasir
Mata air yang kau kuatkan dalam batin.

9 Juni 2023

BURUNG BURUNG YANG TERKAPAR


— kpd. Wayan Westa – bayangkan,,,,,,,,

kejadian – kisahmu;
sudah seminggu kejadian ini; tadi dia berbunyi
seekor burung terkulai. darahnya tercecer
sayapnya patah bergelayut tersudut. tak ada lagi suara
lukanya digerayangi semut.

bayangkan burung itu; diusir
mencari makan untuk anak-anaknya; ditembaki
bayangkan anak-anaknya menunggu. dengan suara parau
memanggil manggil kelaparan.
bayangkan itu rakyat sipil; pedagang kecil
dipaksa menutup dagangannya.
bayangkan seorang buruh; rakyat sipil pekerja lepas
dipaksa untuk diam di rumah
bayangkan mereka memekikan suaranya. dengan urat tersengat
sebab tangan tangan keras. menghantam wajah dan perutnya
lebih lebih kekerasan mengancam. dengan mengenakan
pakaian pakaian kesatuan.
lalu setiap suara suara sumbang dibungkam dianggap pembangkang

kegagahan yang menakut-nakuti rakyat sipil. mengiang
hingga sirine kematian akan terus dikumandangkan.
tidak ada sumbangan pangan; hanya makan himbauan
bayangkan. anak anaknya di rumah menunggu
dengan suara lemah. memeluk perutnya
yang memanggil manggil kelaparan.
bagaimana kelak. ia membangun masa depan
jika mengenyam pendidikan. tidak bisa membeli quota belajar.
jika hidup untuk mencari kehidupan penuh ancaman. bagaimana
kami membangun masa depan.
apa yang akan terjadi nanti.;jika setiap rakyat hilang penciuman
seperti para penguasa kehilangan rasa!
-bayangkan penjarahan dan kejahatan akan meraja lela
tak percaya pada suara suara.

2021

TAFSIR DARI MIMPI MIMPI NI POLLOK

(Memandang laut. Memandang gunung gunung
Aku takjub pada pinggul gelombangmu. Yang menari
Di pesisir pantai. Dan susumu yang bercahaya
Menyimpan segala rahasia air
; kehidupan yang lahir dari rahim)
Tubuh nyiur yang menjelma derita. Kau lenyap
Dari keindahan yadnya yang dinikmati para Dewa.
Kau pertanyakan kembali mimpimu. Lapisan putih
Penjaga hangat tubuhmu. Di malam malam cintaan;
Di manakah bercaknya.
Apa dilukis samar luka?
Atas nama dunia
Matamu tertenung pandangan murung
Garis pelangi di atas laut menjelma cakrawara muram.
Butir butir pasir ditafsir angin. Buat air mata gugur
; tenggelam oleh dentuman ombak pantai sanur.
Tubuh berkelana ke ruang ruang lengang
Mata mengawang hilang sandaran
Benih benih tiada tumbuh dari rahimmu
Kau rindu ladang ladang bercocok tanam
Melahirkan kehidupan untuk kehidupan.

Tapi dari rahimmu tiada benih
yang numitis di tanah Kelandis.
sebab tubuhmu yang eksotik dicengkeram
Mimpimu tenggelam
Selimut putihmu tenggelam
;dalam lumuran warna warna oleh mata mata duniawi.

Ni Pollok
Lekuk tubuhmu menari membawa misteri
; apakah kau mengingkari garis
yang telah ditetapkan Hyang Widhi
Apakah kau gagal menjadi wanita
; sebab kau tak hadirkan sandaran bakti.

Ni Pollok
Mimpimu mengingatkan setiap benih yang ditebar akan tumbuh
Dari tubuh dan rahimmu mengajarkan hidup
;mengembalikan air pada tanah tempat berakhir.

2014-2021

JERATAN RAMBUT

Tidak ada sajak hari ini
begitu mata terperangkap di jaring hitam
rambut yang mengembang diterbangkan angin
lalu menciumi wangi yang menggairahkan.

Rambutmu menanam akar-akar kuat
keberanian serta kepercayaan diri; menjadi
pertunjukan gairah sepanjang hari adalah;
pembunuh seluruh kebosanan.

Siapa yang berani memecah sunyi nafas
bila hari-hari angin datang menggerus dada
dengan mengaburkan mata pada akhirnya
tergelincir sebab kehilangan arah.

Juli 2021

.NOCTURNAL

Ada suara di langit menggelegar
Penuh awan hitam
Aku meyakini hujan akan menggetarkan.

Aku membaca puisimu
Puisimu menjelma puisi malam yang berubah jubahnya
Apa kau sedang meminta kekekalan
Atau kau dalam dilema kekalahan
Ketika jarak sudah mulai lelah tak terbantah.

Sunyiku bagian dari pohon kering terbakar
Aku sempat menatap wajahmu dalam dalam
Aku seorang yang tak pernah memiliki bekal
Tapi terbiasa memanggang dagin di bawah matahari banal.
Dagingku telah lama kesepian terbakar
Ia meminta lebih darah yang mengental
Dengan puisi aku hidupkan.

Aku melihat puisimu berubah jubahnya
Iya hanya mengantar tidur malam
Yang membawa mimpi mimpi panjang
Keehilangan akal hati dan nurani.
Aku hanya membaca dengung
Dengung kosong yang panjang.

Sunyiku bagian dari pohon kering yang terbakar
Ia memberi ruang penerangan
; sekaligus membakar kegelisahan.

AKU MENYAMBANGIMU DENGAN KATA


— Kepada FN

Seorang nahkoda membawa perahu puisi
Dengan peringai cuaca yang berubah ubah
Inilah pinisiku
Yang kerap menghadapi maut berulang ulang
Ia akan tahu
ke mana kunang-kunang membakar kegelapan hutan
Ia pegang lentera untuk melihat daratan
Mencari tempat peristirahatan
Kesunyian yang diajak bicara dari hati ke hati
Seorang nahkoda membawa dirinya berdiri di bawah matahari
Ia membawa puisi
Wajahnya laut yang dingin
Ia selalu tambatkan luka lukanya dengan garam
Sinar matanya luka bakar dari garam dan matahari
lidahya tajam badik yang menyayat mencatat peristiwa
kata kata menyambangi bermula dari luka paling dalam.

  • KLIK untuk BACA puisi-puisi lain
Puisi-puisi Azman H. Bahbereh | Cinta
Puisi-puisi Rai Sri Artini | Gerimis Belum Usai
Sajak-sajak Angga Wijaya | Bulan Mati di Kota
Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Meningitis Streptococcus Suis | Pengkonsumsi Babi Cemas, Peternak Babi Apalagi

Next Post

Undangan Pernikahan | Cerpen AA Ayu Rahatri Ningrat

Kardanis Mudawi Jaya

Kardanis Mudawi Jaya

Penyair. Tinggal di Denpasar.

Related Posts

Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

by Chusmeru
September 27, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

Pagi September 1965 di Suatu Desa Suara derit terdengar dari pintu rumah kakek di suatu desa yang sejukAnak-anak mengajak bermain...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

Read moreDetails

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
0
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

by Salman Alade
September 6, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

Memelihara Kesepian 1.letakkan kesepiandi tempat yang teduh. jauhkan dari suaraorang-orang yang terlalu bahagia. 2.beri makansetiap malam. sedikit kenangan.sedikit musik. jangan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

by Ni Putu Puspa Trisnawati
September 5, 2026
0
Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

Mother's Bakery Hari-hari terasa menghisap paracetamolPahitnya mengendap hingga ke ujung hatiBumi menyediakan sirup, namun maple pun sulit menyatukan yang retakIbu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

by Supali Kasim
August 30, 2026
0
Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

Air di Daun Talas seberapa waktu bertahanair di daun talas dapat menerimakenyataan demi kenyataan tarian anginlantai licin dan tetabuhan riuhtanpa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails
Next Post
Undangan Pernikahan | Cerpen AA Ayu Rahatri Ningrat

Undangan Pernikahan | Cerpen AA Ayu Rahatri Ningrat

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co