25 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Kardanis Mudawi Jaya | Belajar Mengaji Pada Ibu

Kardanis Mudawi Jaya by Kardanis Mudawi Jaya
June 10, 2023
in Puisi
Puisi-puisi Kardanis Mudawi Jaya | Belajar Mengaji Pada Ibu

Kardanis Mudawi Jaya | Foto dari FB

BELAJAR MENGAJI PADA IBU

Tilawah ibu percakapan sunyi
kalimah tubuhnya itu gerak garis
Tebal tipis yang mengajarkan
tentang hikmah
Jalan tawaf yang tiada lelah
Buliran keringat
Menjelma butir butir kerikil tajam
buah dari zikir panjang
Senjata pelontar
Di tiga waktu; Jumrah
Ula, Wustho, Al Aqobah
Pilar-pilar iblis yang bersemayam
Dalam setiap perjalanan iman
Yang kerap meruntuhkan.

Ibu, haus pertemuanmu
Dalam kalimah-kalimah panjang
diserap kesadaran langit.
Ibu, Hajar yang terus mencari
Mata air dari Safa ke Marwa
Tidak hirau penjuru mata angin
Kau memeluk ragamu sendiri
Menemukan mata airmu
Kuat dihantam badai berkali-kali.

Ia mendengar panggilan Mu
Menjadi pecinta sejati
Rindu berkasih mesra
Di tanah haram
Tanah yang disucikan
Yang telah lama
Ia bawa kemana-mana
Dalam sujud tunggalnya.

Ibu,
Tilawahmu percakapan sunyi
Kalimah tubuhmu gerak garis
Tebal tipis yang mengajarkan
tentang hikmah
Diam-diam kau ajarkan aku
Seperti Ismail yang fitrah
menggali gali mata air
Zam zam mengalir dari kedalaman pasir
Mata air yang kau kuatkan dalam batin.

9 Juni 2023

BURUNG BURUNG YANG TERKAPAR


— kpd. Wayan Westa – bayangkan,,,,,,,,

kejadian – kisahmu;
sudah seminggu kejadian ini; tadi dia berbunyi
seekor burung terkulai. darahnya tercecer
sayapnya patah bergelayut tersudut. tak ada lagi suara
lukanya digerayangi semut.

bayangkan burung itu; diusir
mencari makan untuk anak-anaknya; ditembaki
bayangkan anak-anaknya menunggu. dengan suara parau
memanggil manggil kelaparan.
bayangkan itu rakyat sipil; pedagang kecil
dipaksa menutup dagangannya.
bayangkan seorang buruh; rakyat sipil pekerja lepas
dipaksa untuk diam di rumah
bayangkan mereka memekikan suaranya. dengan urat tersengat
sebab tangan tangan keras. menghantam wajah dan perutnya
lebih lebih kekerasan mengancam. dengan mengenakan
pakaian pakaian kesatuan.
lalu setiap suara suara sumbang dibungkam dianggap pembangkang

kegagahan yang menakut-nakuti rakyat sipil. mengiang
hingga sirine kematian akan terus dikumandangkan.
tidak ada sumbangan pangan; hanya makan himbauan
bayangkan. anak anaknya di rumah menunggu
dengan suara lemah. memeluk perutnya
yang memanggil manggil kelaparan.
bagaimana kelak. ia membangun masa depan
jika mengenyam pendidikan. tidak bisa membeli quota belajar.
jika hidup untuk mencari kehidupan penuh ancaman. bagaimana
kami membangun masa depan.
apa yang akan terjadi nanti.;jika setiap rakyat hilang penciuman
seperti para penguasa kehilangan rasa!
-bayangkan penjarahan dan kejahatan akan meraja lela
tak percaya pada suara suara.

2021

TAFSIR DARI MIMPI MIMPI NI POLLOK

(Memandang laut. Memandang gunung gunung
Aku takjub pada pinggul gelombangmu. Yang menari
Di pesisir pantai. Dan susumu yang bercahaya
Menyimpan segala rahasia air
; kehidupan yang lahir dari rahim)
Tubuh nyiur yang menjelma derita. Kau lenyap
Dari keindahan yadnya yang dinikmati para Dewa.
Kau pertanyakan kembali mimpimu. Lapisan putih
Penjaga hangat tubuhmu. Di malam malam cintaan;
Di manakah bercaknya.
Apa dilukis samar luka?
Atas nama dunia
Matamu tertenung pandangan murung
Garis pelangi di atas laut menjelma cakrawara muram.
Butir butir pasir ditafsir angin. Buat air mata gugur
; tenggelam oleh dentuman ombak pantai sanur.
Tubuh berkelana ke ruang ruang lengang
Mata mengawang hilang sandaran
Benih benih tiada tumbuh dari rahimmu
Kau rindu ladang ladang bercocok tanam
Melahirkan kehidupan untuk kehidupan.

Tapi dari rahimmu tiada benih
yang numitis di tanah Kelandis.
sebab tubuhmu yang eksotik dicengkeram
Mimpimu tenggelam
Selimut putihmu tenggelam
;dalam lumuran warna warna oleh mata mata duniawi.

Ni Pollok
Lekuk tubuhmu menari membawa misteri
; apakah kau mengingkari garis
yang telah ditetapkan Hyang Widhi
Apakah kau gagal menjadi wanita
; sebab kau tak hadirkan sandaran bakti.

Ni Pollok
Mimpimu mengingatkan setiap benih yang ditebar akan tumbuh
Dari tubuh dan rahimmu mengajarkan hidup
;mengembalikan air pada tanah tempat berakhir.

2014-2021

JERATAN RAMBUT

Tidak ada sajak hari ini
begitu mata terperangkap di jaring hitam
rambut yang mengembang diterbangkan angin
lalu menciumi wangi yang menggairahkan.

Rambutmu menanam akar-akar kuat
keberanian serta kepercayaan diri; menjadi
pertunjukan gairah sepanjang hari adalah;
pembunuh seluruh kebosanan.

Siapa yang berani memecah sunyi nafas
bila hari-hari angin datang menggerus dada
dengan mengaburkan mata pada akhirnya
tergelincir sebab kehilangan arah.

Juli 2021

.NOCTURNAL

Ada suara di langit menggelegar
Penuh awan hitam
Aku meyakini hujan akan menggetarkan.

Aku membaca puisimu
Puisimu menjelma puisi malam yang berubah jubahnya
Apa kau sedang meminta kekekalan
Atau kau dalam dilema kekalahan
Ketika jarak sudah mulai lelah tak terbantah.

Sunyiku bagian dari pohon kering terbakar
Aku sempat menatap wajahmu dalam dalam
Aku seorang yang tak pernah memiliki bekal
Tapi terbiasa memanggang dagin di bawah matahari banal.
Dagingku telah lama kesepian terbakar
Ia meminta lebih darah yang mengental
Dengan puisi aku hidupkan.

Aku melihat puisimu berubah jubahnya
Iya hanya mengantar tidur malam
Yang membawa mimpi mimpi panjang
Keehilangan akal hati dan nurani.
Aku hanya membaca dengung
Dengung kosong yang panjang.

Sunyiku bagian dari pohon kering yang terbakar
Ia memberi ruang penerangan
; sekaligus membakar kegelisahan.

AKU MENYAMBANGIMU DENGAN KATA


— Kepada FN

Seorang nahkoda membawa perahu puisi
Dengan peringai cuaca yang berubah ubah
Inilah pinisiku
Yang kerap menghadapi maut berulang ulang
Ia akan tahu
ke mana kunang-kunang membakar kegelapan hutan
Ia pegang lentera untuk melihat daratan
Mencari tempat peristirahatan
Kesunyian yang diajak bicara dari hati ke hati
Seorang nahkoda membawa dirinya berdiri di bawah matahari
Ia membawa puisi
Wajahnya laut yang dingin
Ia selalu tambatkan luka lukanya dengan garam
Sinar matanya luka bakar dari garam dan matahari
lidahya tajam badik yang menyayat mencatat peristiwa
kata kata menyambangi bermula dari luka paling dalam.

  • KLIK untuk BACA puisi-puisi lain
Puisi-puisi Azman H. Bahbereh | Cinta
Puisi-puisi Rai Sri Artini | Gerimis Belum Usai
Sajak-sajak Angga Wijaya | Bulan Mati di Kota
Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Meningitis Streptococcus Suis | Pengkonsumsi Babi Cemas, Peternak Babi Apalagi

Next Post

Undangan Pernikahan | Cerpen AA Ayu Rahatri Ningrat

Kardanis Mudawi Jaya

Kardanis Mudawi Jaya

Penyair. Tinggal di Denpasar.

Related Posts

Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

by Wayan Esa Bhaskara
April 18, 2026
0
Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

Irama Nada Hujan aroma tanah selepas hujansisakan nafasnya yang gemetardingin pagikekecewaan yang bersandar yang tak pernah dicapai mataharitak berikan waktu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ida Bagus Gde Surya Bharata | Meseh Lawang

by Gus Surya Bharata
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Ida Bagus Gde Surya Bharata | Meseh Lawang

MESEH LAWANG Nuju dinane anulampahe napak lawangannilar pekaranganngapti segere tan mari lali napak lawangane di arepanggane matureksasungkan tan pasangkanmeduuh aduh...

Read moreDetails

Puisi-puisi Senny Suzanna Alwasilah | Antara Jakarta dan Seoul

by Senny Suzanna Alwasilah
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Senny Suzanna Alwasilah | Antara Jakarta dan Seoul

ANTARA JAKARTA DAN SEOUL Aku tiba di negerimu yang terik di bulan Agustussaat Jakarta telah jauh kutinggalkan dalam larik-larik sajakSejenak...

Read moreDetails

Puisi-puisi Kim Young Soo | Melintasi Langit Kalimantan

by Kim Young Soo
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Kim Young Soo | Melintasi Langit Kalimantan

MELINTASI LANGIT KALIMANTAN Pada puncak antara umur 20-an dan 30-an aku pernah lihatair anak sungai berwarna tanah liat merah mengalir...

Read moreDetails

Puisi-puisi Zahra Vatim | Perahu Kata

by Zahra Vatim
April 11, 2026
0
Puisi-puisi Zahra Vatim | Perahu Kata

PERAHU KATA Ingin kau tatap ombak dari tepi gunungterlintas segala pelayaran yang usai dan landaidaun kering terpantul cahayabatu pijak dipeluk...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Lagu Terlewat

by Chusmeru
April 10, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Lagu Terlewat

Lagu Terlewat Tak mengapa bila senyum itu bukan untukkuKarena tawa usai berpestaTapi cinta adakah meranaBila setapak pernah bersamaSemai akan tetap...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Di Altar Sucimu, Tuhan

by IBW Widiasa Keniten
April 5, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Di Altar Sucimu, Tuhan

Beri Aku Tuhan beri aku bersimpuh, tuhandi kaki padma sucimu beri aku bersujud, tuhanjiwa raga terselimuti jelaga kehidupan beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Made Bryan Mahararta | Perang Teluk

by Made Bryan Mahararta
April 4, 2026
0
Puisi-puisi Made Bryan Mahararta | Perang Teluk

Perang Teluk Peristiwa penting dalam babak sejarah duniaGeopolitik modern yang tersirat krisis internasionalKonflik regional yang penuh ambisi dan amarahNegara kawasan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Iwan Setiawan | Senja yang Tersesat di Rambut Seorang Perempuan

by Iwan Setiawan
March 28, 2026
0
Puisi-puisi Iwan Setiawan | Senja yang Tersesat di Rambut Seorang Perempuan

SENJA YANG TERSESAT DI RAMBUT SEORANG PEREMPUAN Puisi ini aku dedikasikan untuk Lea Kathe Ritonga di rambutnya, senja tersesat seperti...

Read moreDetails

Puisi-puisi Alfiansyah Bayu Wardhana | Taman yang Diam-diam Bersemi

by Alfiansyah Bayu Wardhana
March 27, 2026
0
Puisi-puisi Alfiansyah Bayu Wardhana | Taman yang Diam-diam Bersemi

Taman yang Diam-diam Bersemi Maka pada suatu pagi yang heningkutemukan namamu tumbuh di dalam hatiku,sebagaimana benih yang lama tersembunyitiba-tiba mengenal...

Read moreDetails
Next Post
Undangan Pernikahan | Cerpen AA Ayu Rahatri Ningrat

Undangan Pernikahan | Cerpen AA Ayu Rahatri Ningrat

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins
Esai

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

Ingatan yang Menjadi Wacana Batin Gagasan tentang Krishna dan Siddharta yang muncul dari ingatan terhadap wacana maupun tulisan Guruji Anand...

by Agung Sudarsa
April 24, 2026
Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”
Pop

Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

“Untuk saat ini, single-single saja dulu, sama seperti status saya,” ujar Tika Pagraky sambil tertawa, memecah suasana sore itu. Kalimat...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah
Khas

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co