24 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Cerita Daun dan Warna Alami: Pagi Moetly, Slow Fashion dan Mindfull Fashion | Catatan Tatkala May May May 2023

Kadek Sri Widiastuti by Kadek Sri Widiastuti
June 1, 2023
in Khas
Cerita Daun dan Warna Alami: Pagi Moetly, Slow Fashion dan Mindfull Fashion | Catatan Tatkala May May May 2023

Andika Putra saat menjadi narasumber Tatkala May May May 2023 (28/05) | Foto: Dok. Tatkala.co

SERANGKAIAN ACARA Tatkala May May May 2023, Minggu, 28 Mei 2023, kemarin—yang merupakan sesi terakhir—Tatkala.co menghadirkan pengelola usaha Pagi Moetly, Andika Putra, untuk bercerita tentang “Daun dan Warna Alami” di Rumah Belajar Komunitas Mahima, Singaraja.

Andika merupakan seorang pengusaha yang bergerak di bidang jasa pencelupan pewarnaan kain. Ia mendirikan usahanya semenjak 2019 silam dengan menggunakan pewarna dari bahan alami. Produk yang dihasilkannya mampu menarik banyak minat konsumen internasional.

Berbeda dari pengusaha yang bergelut di bidang pewarnaan kain lainnya—yang biasanya lebih mengambil jalan praktis dengan menggunakan bahan dasar zat pewarna tekstil sintesis—Pagi Moetly lebih mengutamakan zat pewarna yang berasal dari alam.

Hal ini tentu memiliki dampak yang baik terhadap lingkungan, karena limbah yang dihasilkan dari proses pewarnaan tersebut tidak merusak lingkungan. Selain itu, limbah yang dihasilkan dari proses pembuatan pewarna tersebut juga dapat digunakan sebagai kompos. Dan limbah yang berupa cairannya juga mudah terurai dan tidak mempengaruhi kesuburan tanah.

Andika Putra mulai menekuni bidang pewarnaan kain alami ini sejak tahun 2002—saat itu ia masih kelas tiga Sekolah Menengah Atas (SMA). Dan mengawalinya dengan melakukan research warna dari tumbuh-tumbuhan. Kemudian mulai mendapat referensi pewarna alami lain dari berbagai daerah di luar Bali.

“Belajar tentang pewarnaan alami saya lakukan secara otodidak, dan beberapa referensi pembelajaran yang saya dapatkan berasal dari Sumba dan Jawa. Akan tetapi, yang tetap diterapkan pada produk Pagi Moetly adalah pewarnaan alami yang ada di Bali, karena tidak mungkin saya terapkan hal yang sama dari produk lain terhadap produk Pagi Moetly,” ungkap Andika, menjelaskan.

Andika Putra, saat menjadi narasumber di Tatkala May May May 2023 / Foto: Dok. Tatkala.co

Hal ini menjadi sesuatu yang unik di tengah maraknya perkembangan fashion pada kalangan masyarakat. Khususnya trend fashion dari luar negeri yang memiliki kesan vintage dan oversize trend fashion yang booming di tahun 2022 itu.

Pagi Moetly mempunyai ciri khasnya sendiri dengan tetap mementingkan bagaimana produk yang diciptakannya lebih menyatu dengan alam, dan dari segi kualitasnya tanpa terpengaruh dari riak trend instan fashion yang terjadi.

Slow Fashion dan Mindfull Fashion

Jika pada perusahaan lain memiliki sistem produksi yang menghasilkan produk dalam jumlah yang besar, sehingga mampu meminamalkan biaya produksinya, berbeda halnya dengan Pagi Moetly, mereka lebih memilih untuk menerapkan slow fashion.

Hal ini memiliki arti bahwa dalam produksi yang dilakukan Pagi Moetly lebih berfokus pada bagaimana kualitas produk tersebut diciptakan, dibandingkan dengan jumlah produksinya. Sehingga, produknya dapat lebih tahan lama. Selain itu, Slow Fashion ini juga merupakan proses produksi yang dapat dikatakan sebagai aktifitas praktik produksi yang menjunjung tinggi etika ramah lingkungan.

Maka dari itu, Pagi Moetly dapat dikatakan sebagai salah satu perusahaan produksi penyelamat bumi, yang bergerak di bidang tekstil tanpa mengurangi estetika dan nilai dari produknya.

“Apa yang dilakukan Andika ini termasuk slow fashion atau mindfull fashion,” ujar Kadek Sonia Piscayanti, saat menjadi moderator.

Kadek Sonia Piscayanti saat menjadi moderator / Foto: Dok. Tatkala.co

Menurut Sonia, Pagi Moetly selalu memperhatikan dampak dari proses produksinya terhadap lingkungan. Dan tentu saja, kualitas produk kainnya tidak dapat dianggap remeh, oleh perusahaan lain yang masih menggunakan zat pewarna tekstil sintesis.

Mindfull Fashion, Sonia menjelaskan, yang diterapkan Pagi Moetly, mampu memberikan kesadaran bagi masyarakat terhadap lingkungan di sekitarnya. Terkait dengan kasus pembuangan limbah pabrik tekstil yang menjadi pembicaraan pada tahun 2021 silam, yang tentu dapat memberikan dampak buruk berupa pencemaran lingkungan.

Pagi Moetly dengan kesadaran penuh terhadap lingkungan memberikan contoh yang baik dengan memanfaatkan limbah sisa produksi sebagai kompos, dan kebetulan juga zat pewarna yang digunakan berasal dari bahan alami, sehingga tidak mencemari lingkungan.

Dalam dunia fashion, hal inilah yang perlu dipertahankan, bagaimana menumbuhkan kesadaran para pengusaha dalam menggunakan zat pewarna yang lebih ramah lingkungan. Untuk mendukung terjaganya kesuburan tanah, menghindari pencemaran air dan lain sebagainya, yang berhubungan dengan alam.

Konsep Unik Pagi Moetley

Produk Pagi Moetly memiliki nilai yang berbeda dari yang lain, karena memang lebih mengutamakan kelestarian alam. Sehingga, produknya akan tetap dapat berkembang hingga tahun-tahun berikutnya.

Selain masih mempertahankan prinsipnya dalam menggunakan bahan-bahan alami, Pagi Moetly juga memperhatikan bagaimana alam dapat memberikan dampak yang positif terhadap karyanya melalui produksi yang tidak mengakibatkan kerusakan bagi lingkungan tersebut.

“Ada tiga jenis pengelompokan produk yang diciptakan Pagi Moetly, seperti di bidang fashion, aksesoris dan interior,” kata Andika.

Andika menjelaskan, aksesorisnya dalam bentuk selendang dan pernak-pernik seperti bandana dan yang lainnya. Untuk interiornya ada sarung bantal dan beberapa produk lainnya yang sering dicari sebagai pelengkap interior. Kemudian di fashion, ia memproduksi kain dan juga baju.

Dalam hal marketing, Pagi Moetly menggunakan konsep Storry Telling Marketing, di mana produk satu memiliki cerita yang berbeda dari produk lainnya. Seperti misalnya motif yang ada pada salah satu kain, mengandung nilai-nilai mitologi Hindu atau memiliki cerita bagaimana motif tersebut dapat dihasilkan melalui teknik-teknik yang digunakan.

Namun, tak ada kesuksesan yang tanpa kendala. Andika membangun Pagi Moetly dari nol, dan tentu penuh dengan tantangan.

“Pada awalnya pasar produk saya ada di daerah Canggu, dan awal pertama memulai usaha ini kendala yang dialami adalah susahnya mencari bahan untuk membuat pewarna alami karena kebutuhan produksi semakin tinggi, hingga kami melakukan kerjasama dengan petani untuk mengumpulkan bahan-bahan dasar pewarna alam. Sehingga selanjutnya kendala tersebut dapat diatasi dan sekaligus membantu perekonomian petani-petani desa,” ujar Andika Putra.

Secara tidak langsung, Pagi Moetly juga menjadi salah satu penggerak perekonomian masyarakat desa, khususnya petani. Dengan cara mengajak mereka bekerjasama dalam mengumpulkan bahan-bahan dasar yang digunakan dalam pembuatan zat pewarna alami. Seperti misalnya, daun ketapang, sabut kelapa, kayu secang dan tanaman indigo.

Pagi Moetly juga mengadakan workshop di Ubud, mulai dari pemetikan daun, proses mewarnai, hingga menjadi kain yang siap digunakan dan memiliki corak-motif menarik. Workshop ini biasanya di ikuti oleh turis-turis asing yang memiliki minat dalam mempelajari proses pewarnaan kain alami.

“Konsumen kami lebih banyak dari internasional, bisa dibilang sekitar 90 persennya merupakan orang-orang dari luar negeri. Dan beberapa konsumen berasal dari Jakarta, sebagian anak muda yang sudah mulai memiliki kesadaran terhadap produk tekstil ramah lingkungan,” terang Andika.[T]

Cerita, Buku dan Komunitas | Pidato Penutupan Tatkala May May May 2023
Pers Kampus Hari Ini: Wadah Berpikir Kritis, tapi Darurat Perlindungan! | Catatan Tatkala May May May 2023
Tatkala May May May 2023 Sesi 2: Membaca Film Merangkai Kata Bersama Minikino
Tags: diskusiPagi Motleywarna bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

MK dan KPK dalam Pusaran Politik

Next Post

Pembelajaran Moral dari Buku “Kisah Seekor Camar dan Kucing yang Mengajarinya Terbang” Karya Luis Sepulveda

Kadek Sri Widiastuti

Kadek Sri Widiastuti

Lahir di Singaraja, tahun 2002. Saat ini sedang menempuh pendidikan di STAH N Mpu Kuturan Singaraja, Program Studi Ilmu Komunikasi

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
Pembelajaran Moral dari Buku “Kisah Seekor Camar dan Kucing yang Mengajarinya Terbang” Karya Luis Sepulveda

Pembelajaran Moral dari Buku "Kisah Seekor Camar dan Kucing yang Mengajarinya Terbang" Karya Luis Sepulveda

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Karnaval dan Kemacetan Sosial
Esai

Karnaval dan Kemacetan Sosial

ADA sesuatu yang terasa ganjil setiap kali bulan Agustus tiba. Bendera Merah Putih berkibar di depan rumah, umbul-umbul menghiasi gang,...

by Ahmad Fatoni
August 24, 2026
“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup
Ulas Rupa

“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup

PADA tahun 2023, terdapat sebuah pameran seni rupa yang mengangkat tentang laut dan ekosistemnya. Pameran tersebut berjudul “Surya Segara Rupa”...

by Savitri Sastrawan
August 24, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [6]: Algoritma sebagai Kurator yang Tak Pernah Membaca

ADA satu paradoks yang jarang diucapkan dalam diskusi tentang ekosistem sastra digital, bahwa kurator terbesar sastra Indonesia hari ini adalah...

by Andre Syahreza
August 24, 2026
105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp3,091 Miliar  —— Bupati Sutjidra Ucapkan Terima Kasih
Ekonomi

105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp3,091 Miliar  —— Bupati Sutjidra Ucapkan Terima Kasih

PELAKSANAAN Buleleng Festival 2026 resmi ditutup Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra didampingi Wakil Bupati Gede Supriatna dari Panggung Utama Kawasan...

by tatkala
August 24, 2026
Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas
Opini

Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas

Masuk perguruan tinggi negeri (PTN) dulu sering dianggap seperti menembus gerbang prestise akademik. Seleksinya ketat, persaingannya tinggi, dan keberhasilannya sering...

by I Kadek Adhi Dwipayana
August 24, 2026
Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah
Ulas Pentas

Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah

SEBAGAI penari, aku bergerak dari kode satu ke kode gerak lainnya, sementara ayahku yang merupakan seorang pematung, bergerak dalam duduknya....

by Yanik Parta
August 24, 2026
Tikungan Desa Taro Dilengkapi Reflektor, Mahasiswa KKN-PPM XXXIII Udayana Dorong Keselamatan Pengguna Jalan
Pendidikan

Tikungan Desa Taro Dilengkapi Reflektor, Mahasiswa KKN-PPM XXXIII Udayana Dorong Keselamatan Pengguna Jalan

TIKUNGAN dengan jarak pandang terbatas menjadi titik yang membutuhkan perhatian lebih dari pengguna jalan. Karena itu, sejumlah tikungan di Desa...

by Dede Putra Wiguna
August 24, 2026
“Jangan Lupakanku”, Single Kedua Thalia Gunawan dalam Balutan Koplo
Pop

“Jangan Lupakanku”, Single Kedua Thalia Gunawan dalam Balutan Koplo

SETELAH pop upbeat menjadi langkah pertamanya, Thalia Gunawan memilih koplo untuk melanjutkan perjalanan. Penyanyi muda asal Denpasar, Bali, itu menghadirkan...

by Dede Putra Wiguna
August 24, 2026
Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma
Esai

Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma

Bali Sebagai Rumah yang Terbuka Bali sejak dahulu dikenal sebagai ruang perjumpaan. Laut yang mengelilinginya bukanlah tembok yang memisahkan, melainkan...

by Agung Sudarsa
August 24, 2026
Telenovela
Esai

Mengantar Saut Situmorang ke Salon

MENJADI panitia Kongres Cerpen II di Negara, Jembrana, Bali, pada 2001, ada satu kejadian yang hingga kini masih saya ingat....

by Angga Wijaya
August 24, 2026
Keringnya Iklim Diskursif Seni Rupa Bali Hari Ini
Kritik Seni

Keringnya Iklim Diskursif Seni Rupa Bali Hari Ini

“Everybody In Bali Seems to be an artist” Kutipan itu persis terlontar 89 tahun lalu dari Miguel Covarrubias. Seorang seniman...

by Made Chandra
August 24, 2026
Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026
Budaya

Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

Semarak Buleleng Festival 2026 terus memuncak. Pada malam kelima, suasana Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja dipenuhi canda, musik, dan...

by tatkala
August 23, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co