6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Andai Aku Punya Pintu ke Mana Saja

Kadek Risma Widiantari by Kadek Risma Widiantari
April 11, 2023
in Esai
Andai Aku Punya Pintu ke Mana Saja

Ilustrasi tatkala.co | Jason Aditya

BERKHAYAL, bisa dibilang salah satu hobi yang masih aku tekuni hingga saat ini. Halu, begitu orang sekarang menyebutnya. Memikirkan hal-hal yang indah dan menyenangkan, yang membuat kita bahagia. Bukan suatu hal yang buruk memang, namun fatal jika dilakukan secara berlebihan.

Selain mempunyai hobi mengkhayal, julukan overthinker pernah melekat pada namaku. Ya, overthinker “yang terlalu over” kalau kata para sahabat. Tak satu hari pun aku lalui tanpa berangan-angan akan sesuatu, terlebih lagi pada malam hari.

Berbaring di atas tempat tidur, ditemani boneka beruang dan kucing berwarna kuning aku mulai merangkai cerita hidup. Dari a-z, hingga z-a. Huft! Terkadang aku selalu memikirkan hal-hal yang sangat tinggi, entah pada kenyataannya itu bisa kugapai atau tidak… Hehe.

Pikiranku berkecamuk banyak hal, mulai dari andai aku tidak pulang ke Singaraja; andai aku menjadi pelukis; andai aku bisa bermain gitar; andai aku pergi ke Labuan Bajo bersama keluargaku; andai aku bisa pergi ke Korea bertemu Taehyung Oppa; andai aku bisa pintar matematika seperti Jerome Polin; atau andai aku bisa menjadi penulis novel yang terkenal hingga andai aku punya…em… pintu ke mana saja.

Pintu kemana saja, yaps, pikiran random yang masih aku pikirkan sampai sekarang. Seperti Doraemon yang bisa membawa Nobita ke mana pun ia mau, andai aku berteman dengan Doraemon, ya (ups… kan jadi berandai lagi).

Rasanya menyenangkan bukan, jika kita memiliki pintu ke mana saja? Terlalu anti mainstream memang, dan tak mungkin menjadi nyata.

Kerandoman ini muncul tak lain dan tak bukan hanya karena aku ingin kembali ke masa lalu, sekadar ingin mencoba apa yang sepatutnya dicoba, menekuni apa yang waktu itu aku jalani.

Penyesalan selalu datang di akhir bukan? Kalau di awal itu namanya pendaftaran. Segudang penyesalan selalu berlalu-lalang di dalam otak—otak yang kapasitasnya tak melebihi ruang penyimpanan pada smartphone usangku ini.

Banyak masa kecil yang ingin aku ulang kembali. Menjadi anak perempuan berkepang dua yang patuh dan tekun. Bukan seorang pembangkang, hanya saja sering menanti-dulukan segala sesuatu.

***

Waktu kecil aku berseragam putih merah, bersekolah di Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar. Aku dan keluarga merantau di salah satu daerah yang menjadi destinasi wisata itu. Bule berlalu lalang, sudah biasa, menjadi santapan pertama yang aku lihat dari jendela kontrakan.

Bapakku bekerja di bidang pariwisata. Tentu saja, dulu anak-anaknya diarahkan ke jalan yang sama pula. “Satu hari, lima kosa kata.” Begitulah kira-kira wejangan yang selalu mengisi penuh ruangan kontrakan di pinggir jalan itu.

Lihat saja, di atas meja belajar itu, tersusun rapi kamus Bahasa Jepang, kamus Indonesia-Inggris dan sebaliknya. Dengan covernya yang warna-warni, menarikku untuk menyentuhnya. Tetapi, setelah dibuka, aku lebih banyak kecewa, sebab isinya seperti taman tanpa bunga (hanya satu warna, tulisan tanpa gambar).

Bukan tak ingin pintar bahasa, waktu itu aku malas untuk membuka kamus setebal bantal oleh Hassan Shadily dan John M. Echols itu—yang “tidak akan pernah habis dibaca,” pikirku.

“Nanti saja, Pak.” Kalimat template yang sering aku suarakan untuk menghindari buku-buku tebal itu. Tapi Bapak tidak kehabisan akal, dia mengajakku pergi ke supermarket Bintang yang beralamat di Jl. Raya Sanggingan, Sayan, untuk membeli kamus bergambar agar aku tertarik untuk membuka dan membaca isinya.

Saat kecil bisa dibilang aku sedikit licik, selalu memberikan syarat akan sesuatu. Misalnya, aku akan membaca kamus bergambar yang baru dibelikan bapak kalau aku dikasi makan ice cream saat itu juga, atau membeli keju slice (untuk dijambal); atau membeli Majalah Bobo (aku penggemar Oki dan Nirmala).

Saling menguntungkan, pikirku dulu. Padahal aku yang diuntungkan, memperbanyak kosa kata dengan kamus yang dibelikan iya, mendapatkan ice cream iya, menambah koleksi Majalah Bobo juga iya. Bapak yang harus mengeluarkan uang untuk menuruti keinginan anak perempuannya yang banyak maunya ini.

***

Seandainya dulu aku patuh akan nasehat orangtuaku, mungkin sekarang aku sudah sangat mahir berbahasa asing dan terlihat keren tentu saja. Terkadang, aku merasa gregetan, “kenapa nggak dari dulu sih?” Tapi ya sudahlah, sedikit mengerti percakapan ringan Bahasa Inggris saja bukanlah suatu hal yang teramat buruk.

Sampai hari ini, sesekali bapak masih bertanya atau menjawab pertanyaanku menggunakan Bahasa Inggris. Kalau aku mengerti akan kutanggapi, kalau tidak tentu aku akan berpura-pura tidak mendengarnya. Sampai bapak sudah hafal dengan gerak gerik klise itu, dan akan mengungkit-ngungkit penyakit malasku.

Kala itu banyak hal sebenarnya mulai aku coba, mulai dari belajar melukis di galeri dekat tempat tinggalku, hingga les menari. Kegiatan yang aku jalani itu sebenarnya juga menjadi wadah untuk aku belajar bahasa asing. Karena tidak hanya anak lokal saja yang ada di sana, maka kami berbaur dengan anak-anak berambut pirang yang memiliki bintik-bintik coklat di pipinya.

Tapi, entah mengapa aku tidak memanfaatkan kesempatan emas itu dengan baik, bodoh memang. Aku dan kakakku tak ada yang ikut les bahasa. Aku dengan kegemaranku dan kakak malah ikut les komputer.

Lagi dan lagi, seandainya aku tekun belajar melukis dan menari mungkin aku sudah menjadi pelukis dan penari yang andal.

***

Hingga aku kembali ke Kota Singaraja, tempat kelahiranku. Aku tak lagi belajar melukis, tapi menari tetap aku lakukan. Bukan suatu yang mudah beradaptasi sebagai siswa pindahan dengan logat khas Ubud yang masih sangat melekat padaku.

Sampai pada akhirnya, ada sesuatu yang baru, aku dan ketiga kawanku dipersiapkan mewakili sekolah untuk mengikuti beberapa olimpiade matematika dan sains di salah satu Universitas ternama di Singaraja.

Aku cukup penat di masa-masa itu. Setiap hari Sabtu harus mengikuti pembinaan entah itu di sekolahku sendiri atau di sekolah lain dan les privat berempat di rumah. (Kala itu guruku di sekolah yang mencarikan guru les untuk empat sekawan ini.)

Andai aku serius untuk belajar matematika, dulu, mungkin sekarang aku akan menjadi pintar dan mengikuti olimpiade nasional seperti Jerome Polin. Iya, Jerome Polin Sijabat, seorang Youtuber dari Surabaya yang berkuliah di Negeri Matahari Terbit itu. Sudah tampan, pandai, business man pula. Aarrghh! Seandainya aku rajin, mungkin aku akan menjadi Jerome Polin versi perempuannya… Hehehe.

Begitulah, andai aku punya pintu ke mana saja, akan kutengok sebentar masa depan yang masih abu-abu itu dan akan lebih banyak menghabiskan waktu di masa lalu untuk berbenah. Menata semua yang berantakan, mengisi semua ruang kosong.

Menyesal sudah pasti, tapi aku bersyukur dan merasa beruntung telah melewati beberapa pengalaman yang tidak mungkin bisa aku ulangi lagi.

Hah, sudah-sudah! Sepertinya haluku semakin menjadi, tidak hanya pintu ke mana saja, sekarang aku juga ingin punya baling-baling bambu, mesin waktu, alat pembaca mimpi dan masih banyak lagi.

Teruntuk Doraemon, maukah kamu menjadi temanku?[T]

Penulis adalah mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja. Sedang menjalani Praktek Kerja Lapangan (PKL) di tatkala.co.

Gabut Berkedok Self Healing dan Saran untuk Mengatasinya
Sebuah Awal, Bagaimana Jika Semua Tidak Baik-baik Saja?
Kebaikan Tanpa Pengetahuan Adalah Kesalahan
Tags: ceritaCerita Masa Kecilesai
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kita Sukses Karena Proses, Bukan Protes

Next Post

Pantai, Tempat Berkumpulnya Orang-orang Stress

Kadek Risma Widiantari

Kadek Risma Widiantari

Lahir di Singaraja, tahun 2002. Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi di STAH N mpu Kuturan Singaraja

Related Posts

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails

Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

by Chusmeru
March 1, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan....

Read moreDetails
Next Post
Pantai, Tempat Berkumpulnya Orang-orang Stress

Pantai, Tempat Berkumpulnya Orang-orang Stress

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co