23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bali, Indonesia, dan Piala Dunia

Teddy Chrisprimanata Putra by Teddy Chrisprimanata Putra
March 27, 2023
in Esai
Bali, Indonesia, dan Piala Dunia

Ilustrasi tatkala.co

BAGI PECINTA SEPAK BOLA, Piala Dunia adalah pesta akbar. Seluruh energi akan tercurahkan untuk menyaksikan tiap gocekan bola si kaki emas. Terkadang fanatisme juga hadir di tengahnya, mengibarkan bendera negara jagoan di halaman rumah. Tak peduli negara jagoan tak mampu lolos dari fase grup.

Tidak sedikit pula orang yang memanfaatkan ini untuk mengais keuntungan. Ada yang jual jersey, bendera negara, hingga adakan nonton bareng dengan sedikit prediksi ala-ala (baca: taruhan). Semua demi semarakan pesta akbar bagi si pecinta bola.

Sebagai salah satu negara dengan basis pecinta bola terbesar di dunia, Indonesia sangat merindukan timnasnya tampil di panggung termegah sepak bola dunia. Meski sempat tampil sebagai kontestan pertama Asia di ajang empat tahunan, kala itu Indonesia masih bernama Hindia Belanda, tepatnya pada tahun 1938 di Prancis.

Namun setelah merdeka, tak sekalipun Indonesia mampu menjejakkan kakinya di ajang prestisius itu lagi. Momen mengibarkan bendera Indonesia di halaman rumah tatkala piala dunia tentu menjadi hal yang ditunggu seluruh rakyatnya.

Kini rindu akan bertemu dengan yang didamba. Indonesia pada akhirnya berhasil menjadi salah satu peserta piala dunia. Meski bukan diperuntukkan untuk timnas senior, setidaknya Piala Dunia U-20 sedikit banyak dapat mengobati dahaga kompetisi internasional bagi negara yang merdeka hampir 78 tahun ini.

Indonesia pada akhirnya ditetapkan sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 berdasar keputusan Dewan Rapat FIFA pada 24 Oktober 2019 di Shanghai, China. Gelaran ini akan diikuti 24 peserta yang rencananya akan mulai berkompetisi di bulan Mei 2023 mendatang.

Ada enam stadion yang telah disiapkan oleh Indonesia untuk menyambut gelaran ini, yaitu Stadion Gelora Bung Karno (Jakarta), Si Jalak Harupat (Bandung), Manahan (Solo), Gelora Bung Tomo (Surabaya), I Wayan Dipta (Bali), dan Gelora Sriwijaya (Palembang).

Sebelum perhelatan Piala Dunia U-20 dimulai, sudah dipastikan bahwa enam stadion tersebut telah memenuhi standar FIFA. Kabar yang menggembirakan tentunya, Indonesia akan memiliki lebih banyak stadion dengan standar internasional.

Politik Coba Menggelitik

Orang bijak pernah berkata, buta yang paling berbahaya adalah buta politik. Hal ini dikarenakan setiap aspek kehidupan manusia ditentukan oleh jalannya politik, termasuk juga di bidang olahraga.

Bahkan bisa dikatakan, terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah pun juga andil dari politik. Kemudian, persoalan politik apa yang coba menggelitik jelang perhelatan Piala Dunia U-20?

Belakangan, ramai perbincangan soal penolakan pelbagai pihak dengan kehadiran Israel di Indonesia sebagai salah satu peserta Piala Dunia U-20. Tentu banyak hal yang menyertai, dan semua tersebar di lini massa mesin pencari.

Belakangan, penolakan juga datang dari Gubernur Bali, I Wayan Koster. Sebagai orang nomor satu di Bali, ia melayangkan surat kepada Menpora RI ihwal keberatannya atas hadirnya Israel di Bali.

Dalam surat tersebut, disampaikan bahwa latar belakang penolakan tersebut disebabkan oleh kebijakan politik Israel terhadap Palestina yang tidak sesuai dengan kebijakan politik Indonesia, dan hari ini masih menjadi persoalan serius.

Tidak adanya hubungan diplomatik antara Indonesia dan Israel juga jadi argument tambahan dalam surat itu. Berangkat dari hal tersebut, Bali melalui surat Gubernur tersebut menyatakan penolakan Israel untuk bertanding di Bali.

Adalah hal yang sah ketika sebuah otoritas daerah menyampaikan pandangannya terhadap sebuah fenomena. Tapi dalam konteks ini, saya sangatlah menyangkan keputusan yang diambil Gubernur Bali.

Sebagai salah satu tuan rumah, Bali semestinya sudah siap dengan segala konsekuensi yang ditimbulkan. Apalagi persiapan sudah dilakukan jauh-jauh hari. Belum lagi Bali dikenal dengan surganya turis—tanpa memandang latar belakangnya untuk plesiran di Bali.

Saya coba menduga, sikap ini tidak terlepas dari sikap partai yang menaungi I Wayan Koster. Ramai di media, PDI Perjuangan juga menjadi salah satu pihak yang menolak kehadiran Israel di Indonesia sebagai peserta Piala Dunia U-20. Alasannya serupa dengan apa yang dijelaskan Gubernur Bali dalam surat yang dilayangkan kepada Menpora RI.

Apakah ini menjadi manuver politik untuk menggaet simpati pemilih jelang Pilkada 2024 mendatang? Semoga saya salah menduga.

Sebagai Tuan Rumah, Indonesia Tidak Siap

Bagi saya, pelbagai penolakan yang terjadi hari ini, termasuk yang datangnya dari Bali itu sendiri adalah sebuah bentuk ketidaksiapan Indonesia umumnya, dan Bali pada khususnya.

Sebagai negara yang telah ditunjuk sebagai tuan rumah, semestinya seluruh komponen di Indonesia menyiapkan diri dengan pelbagai kemungkinan. Piala Dunia adalah ajang untuk seluruh negara anggota FIFA, dan seperti yang diketahui bersama, dalam statuta FIFA tidak mengizinkan adanya intervensi pemerintah. Dan kita harus hormati itu, jika tidak, kita harus siap dengan konsekuensinya.

Rata-rata, penolakan yang datang berangkat dari kebijakan politik Israel terhadap Palestina. Sampai detik ini, Israel masih terus menggempur Palestina. Jalur Gaza menjadi medan perang yang mendunia hingga hari ini.

Tentu sebagai bagian dari Indonesia yang percaya bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, saya tidak membenarkan kebijakan politik yang dilakukan oleh Israel, merenggut ribuan nyawa tak berdosa adalah hal yang mesti kita kecam bersama-sama.

Sebagai orang yang awam dalam dunia hubungan internasional saya berpikir, apabila menggunakan logika yang sama, seharusnya pada saat Indonesia berperan sebagai pemegang Presidensi G20, kehadiran Rusia semestinya mendapatkan penolakan yang serupa—terlepas dari apakah Indonesia memiliki hubungan diplomatik atau tidak. Hal ini disebabkan karena pada saat itu, di bawah intruksi Vladimir Putin, Rusia melakukan invansi ke negara Ukraina yang kemudian menyebabkan gejolak di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Sanksi FIFA di Depan Mata

Meski politik menjadi sarana untuk menentukan segala aspek kehidupan manusia, tapi alangkah baiknya olahraga menjadi sebuah pengecualian. Olahraga, khususnya Indonesia adalah hiburan dan pemersatu rakyat Indonesia. Hal itu tak terbantahkan.

Hadirnya politik dalam sepak bola, khususnya di Indonesia telah berkali-kali menjadikan rakyat sebagai korbannya. Mulai dari dualisme liga, sampai pemberian sanksi oleh FIFA. Semua tak lepas dari andil campur tangan politik.

Bayang-bayang sanksi dari FIFA pun kini digadang-gadang bakal kembali diterima oleh Indonesia. Polemik Israel menjadi ihwal utama. Alih-alih menyambut gelaran Piala Dunia U-20, FIFA justru berencana menunda drawing Piala Dunia U-20 yang rencananya akan diselenggarakan di Bali pada 31 Maret 2023.

Jika benar, tentu ini menjadi berita buruk bagi Indonesia selaku tuan rumah. Polemik yang terjadi saat ini tentu menggiring FIFA untuk mempertanyakan komitmen Indonesia sebagai tuan rumah. Sebagai tuan rumah, Indonesia harus menjamin keamanan bagi seluruh peserta yang akan bertanding, termasuk Israel di dalamnya.

Begitulah sepak bola, meski telah memberi luka berkali-kali, tetapi saya dan anda selalu cinta mati terhadap olahraga ini.

Akankah tahun ini rakyat Indonesia berhasil menumpahkan kerinduannya terhadap timnas yang berlaga di Piala Dunia U-20, atau justru rakyat Indonesia kembali gigit jari sembari menyimpan jersey kesayangan kembali ke dalam lemari? [T]

BACA artikel lain dari penulis TEDDY CHRISPRIMANATA PUTRA

Golf Hanya Untuk Orang Kaya dan Orang yang Ngebet Kaya
Mengenal Politisi Berbaju Relawan di Indonesia
Politik Catur Ala Erick Thohir
Tags: baliPiala DuniaPiala Dunia U 20sepakbola
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Intoleransi Saat Nyepi, Mengapa Terjadi ?

Next Post

Kisah Roy dan Dunia Skizofrenianya

Teddy Chrisprimanata Putra

Teddy Chrisprimanata Putra

Penulis adalah Dosen Ilmu Politik di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Related Posts

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

by Angga Wijaya
June 23, 2026
0
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

Read moreDetails

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
0
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

Read moreDetails

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
0
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

Read moreDetails

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

by Made Chandra
June 21, 2026
0
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

Read moreDetails

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
0
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

Read moreDetails

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

by Angga Wijaya
June 21, 2026
0
Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

Read moreDetails

KLAKSON

by Hartanto
June 20, 2026
0
KLAKSON

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya...

Read moreDetails

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

by Agung Sudarsa
June 20, 2026
0
Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Spiritualitas Bukan Pelarian dari Kehidupan Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang spiritualitas adalah anggapan bahwa orang spiritual harus menjauh dari urusan...

Read moreDetails

Integritas Itu Soal Salah Hitung Angka atau Salah Hitung Dosa?

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 20, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin pagi saya mampir ke pom bensin, dititipi istri saya buat isi motornya yang hampir kosong...

Read moreDetails

Kalau Marx dan Marcuse Ikut Nonton Aksi Demo Mahasiswa “Indonesia Bangkrut”

by Afgan Fadilla
June 18, 2026
0
(Bukan) Demokrasi Kita

DI tengah demonstrasi mahasiswa yang memprotes pemborosan anggaran, kenaikan biaya hidup, dan berbagai proyek pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada...

Read moreDetails
Next Post
Kisah Roy dan Dunia Skizofrenianya

Kisah Roy dan Dunia Skizofrenianya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co