22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bali, Indonesia, dan Piala Dunia

Teddy Chrisprimanata Putra by Teddy Chrisprimanata Putra
March 27, 2023
in Esai
Bali, Indonesia, dan Piala Dunia

Ilustrasi tatkala.co

BAGI PECINTA SEPAK BOLA, Piala Dunia adalah pesta akbar. Seluruh energi akan tercurahkan untuk menyaksikan tiap gocekan bola si kaki emas. Terkadang fanatisme juga hadir di tengahnya, mengibarkan bendera negara jagoan di halaman rumah. Tak peduli negara jagoan tak mampu lolos dari fase grup.

Tidak sedikit pula orang yang memanfaatkan ini untuk mengais keuntungan. Ada yang jual jersey, bendera negara, hingga adakan nonton bareng dengan sedikit prediksi ala-ala (baca: taruhan). Semua demi semarakan pesta akbar bagi si pecinta bola.

Sebagai salah satu negara dengan basis pecinta bola terbesar di dunia, Indonesia sangat merindukan timnasnya tampil di panggung termegah sepak bola dunia. Meski sempat tampil sebagai kontestan pertama Asia di ajang empat tahunan, kala itu Indonesia masih bernama Hindia Belanda, tepatnya pada tahun 1938 di Prancis.

Namun setelah merdeka, tak sekalipun Indonesia mampu menjejakkan kakinya di ajang prestisius itu lagi. Momen mengibarkan bendera Indonesia di halaman rumah tatkala piala dunia tentu menjadi hal yang ditunggu seluruh rakyatnya.

Kini rindu akan bertemu dengan yang didamba. Indonesia pada akhirnya berhasil menjadi salah satu peserta piala dunia. Meski bukan diperuntukkan untuk timnas senior, setidaknya Piala Dunia U-20 sedikit banyak dapat mengobati dahaga kompetisi internasional bagi negara yang merdeka hampir 78 tahun ini.

Indonesia pada akhirnya ditetapkan sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 berdasar keputusan Dewan Rapat FIFA pada 24 Oktober 2019 di Shanghai, China. Gelaran ini akan diikuti 24 peserta yang rencananya akan mulai berkompetisi di bulan Mei 2023 mendatang.

Ada enam stadion yang telah disiapkan oleh Indonesia untuk menyambut gelaran ini, yaitu Stadion Gelora Bung Karno (Jakarta), Si Jalak Harupat (Bandung), Manahan (Solo), Gelora Bung Tomo (Surabaya), I Wayan Dipta (Bali), dan Gelora Sriwijaya (Palembang).

Sebelum perhelatan Piala Dunia U-20 dimulai, sudah dipastikan bahwa enam stadion tersebut telah memenuhi standar FIFA. Kabar yang menggembirakan tentunya, Indonesia akan memiliki lebih banyak stadion dengan standar internasional.

Politik Coba Menggelitik

Orang bijak pernah berkata, buta yang paling berbahaya adalah buta politik. Hal ini dikarenakan setiap aspek kehidupan manusia ditentukan oleh jalannya politik, termasuk juga di bidang olahraga.

Bahkan bisa dikatakan, terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah pun juga andil dari politik. Kemudian, persoalan politik apa yang coba menggelitik jelang perhelatan Piala Dunia U-20?

Belakangan, ramai perbincangan soal penolakan pelbagai pihak dengan kehadiran Israel di Indonesia sebagai salah satu peserta Piala Dunia U-20. Tentu banyak hal yang menyertai, dan semua tersebar di lini massa mesin pencari.

Belakangan, penolakan juga datang dari Gubernur Bali, I Wayan Koster. Sebagai orang nomor satu di Bali, ia melayangkan surat kepada Menpora RI ihwal keberatannya atas hadirnya Israel di Bali.

Dalam surat tersebut, disampaikan bahwa latar belakang penolakan tersebut disebabkan oleh kebijakan politik Israel terhadap Palestina yang tidak sesuai dengan kebijakan politik Indonesia, dan hari ini masih menjadi persoalan serius.

Tidak adanya hubungan diplomatik antara Indonesia dan Israel juga jadi argument tambahan dalam surat itu. Berangkat dari hal tersebut, Bali melalui surat Gubernur tersebut menyatakan penolakan Israel untuk bertanding di Bali.

Adalah hal yang sah ketika sebuah otoritas daerah menyampaikan pandangannya terhadap sebuah fenomena. Tapi dalam konteks ini, saya sangatlah menyangkan keputusan yang diambil Gubernur Bali.

Sebagai salah satu tuan rumah, Bali semestinya sudah siap dengan segala konsekuensi yang ditimbulkan. Apalagi persiapan sudah dilakukan jauh-jauh hari. Belum lagi Bali dikenal dengan surganya turis—tanpa memandang latar belakangnya untuk plesiran di Bali.

Saya coba menduga, sikap ini tidak terlepas dari sikap partai yang menaungi I Wayan Koster. Ramai di media, PDI Perjuangan juga menjadi salah satu pihak yang menolak kehadiran Israel di Indonesia sebagai peserta Piala Dunia U-20. Alasannya serupa dengan apa yang dijelaskan Gubernur Bali dalam surat yang dilayangkan kepada Menpora RI.

Apakah ini menjadi manuver politik untuk menggaet simpati pemilih jelang Pilkada 2024 mendatang? Semoga saya salah menduga.

Sebagai Tuan Rumah, Indonesia Tidak Siap

Bagi saya, pelbagai penolakan yang terjadi hari ini, termasuk yang datangnya dari Bali itu sendiri adalah sebuah bentuk ketidaksiapan Indonesia umumnya, dan Bali pada khususnya.

Sebagai negara yang telah ditunjuk sebagai tuan rumah, semestinya seluruh komponen di Indonesia menyiapkan diri dengan pelbagai kemungkinan. Piala Dunia adalah ajang untuk seluruh negara anggota FIFA, dan seperti yang diketahui bersama, dalam statuta FIFA tidak mengizinkan adanya intervensi pemerintah. Dan kita harus hormati itu, jika tidak, kita harus siap dengan konsekuensinya.

Rata-rata, penolakan yang datang berangkat dari kebijakan politik Israel terhadap Palestina. Sampai detik ini, Israel masih terus menggempur Palestina. Jalur Gaza menjadi medan perang yang mendunia hingga hari ini.

Tentu sebagai bagian dari Indonesia yang percaya bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, saya tidak membenarkan kebijakan politik yang dilakukan oleh Israel, merenggut ribuan nyawa tak berdosa adalah hal yang mesti kita kecam bersama-sama.

Sebagai orang yang awam dalam dunia hubungan internasional saya berpikir, apabila menggunakan logika yang sama, seharusnya pada saat Indonesia berperan sebagai pemegang Presidensi G20, kehadiran Rusia semestinya mendapatkan penolakan yang serupa—terlepas dari apakah Indonesia memiliki hubungan diplomatik atau tidak. Hal ini disebabkan karena pada saat itu, di bawah intruksi Vladimir Putin, Rusia melakukan invansi ke negara Ukraina yang kemudian menyebabkan gejolak di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Sanksi FIFA di Depan Mata

Meski politik menjadi sarana untuk menentukan segala aspek kehidupan manusia, tapi alangkah baiknya olahraga menjadi sebuah pengecualian. Olahraga, khususnya Indonesia adalah hiburan dan pemersatu rakyat Indonesia. Hal itu tak terbantahkan.

Hadirnya politik dalam sepak bola, khususnya di Indonesia telah berkali-kali menjadikan rakyat sebagai korbannya. Mulai dari dualisme liga, sampai pemberian sanksi oleh FIFA. Semua tak lepas dari andil campur tangan politik.

Bayang-bayang sanksi dari FIFA pun kini digadang-gadang bakal kembali diterima oleh Indonesia. Polemik Israel menjadi ihwal utama. Alih-alih menyambut gelaran Piala Dunia U-20, FIFA justru berencana menunda drawing Piala Dunia U-20 yang rencananya akan diselenggarakan di Bali pada 31 Maret 2023.

Jika benar, tentu ini menjadi berita buruk bagi Indonesia selaku tuan rumah. Polemik yang terjadi saat ini tentu menggiring FIFA untuk mempertanyakan komitmen Indonesia sebagai tuan rumah. Sebagai tuan rumah, Indonesia harus menjamin keamanan bagi seluruh peserta yang akan bertanding, termasuk Israel di dalamnya.

Begitulah sepak bola, meski telah memberi luka berkali-kali, tetapi saya dan anda selalu cinta mati terhadap olahraga ini.

Akankah tahun ini rakyat Indonesia berhasil menumpahkan kerinduannya terhadap timnas yang berlaga di Piala Dunia U-20, atau justru rakyat Indonesia kembali gigit jari sembari menyimpan jersey kesayangan kembali ke dalam lemari? [T]

BACA artikel lain dari penulis TEDDY CHRISPRIMANATA PUTRA

Golf Hanya Untuk Orang Kaya dan Orang yang Ngebet Kaya
Mengenal Politisi Berbaju Relawan di Indonesia
Politik Catur Ala Erick Thohir
Tags: baliPiala DuniaPiala Dunia U 20sepakbola
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Intoleransi Saat Nyepi, Mengapa Terjadi ?

Next Post

Kisah Roy dan Dunia Skizofrenianya

Teddy Chrisprimanata Putra

Teddy Chrisprimanata Putra

Penulis adalah Dosen Ilmu Politik di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Kisah Roy dan Dunia Skizofrenianya

Kisah Roy dan Dunia Skizofrenianya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co