2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bali, Indonesia, dan Piala Dunia

Teddy Chrisprimanata Putra by Teddy Chrisprimanata Putra
March 27, 2023
in Esai
Bali, Indonesia, dan Piala Dunia

Ilustrasi tatkala.co

BAGI PECINTA SEPAK BOLA, Piala Dunia adalah pesta akbar. Seluruh energi akan tercurahkan untuk menyaksikan tiap gocekan bola si kaki emas. Terkadang fanatisme juga hadir di tengahnya, mengibarkan bendera negara jagoan di halaman rumah. Tak peduli negara jagoan tak mampu lolos dari fase grup.

Tidak sedikit pula orang yang memanfaatkan ini untuk mengais keuntungan. Ada yang jual jersey, bendera negara, hingga adakan nonton bareng dengan sedikit prediksi ala-ala (baca: taruhan). Semua demi semarakan pesta akbar bagi si pecinta bola.

Sebagai salah satu negara dengan basis pecinta bola terbesar di dunia, Indonesia sangat merindukan timnasnya tampil di panggung termegah sepak bola dunia. Meski sempat tampil sebagai kontestan pertama Asia di ajang empat tahunan, kala itu Indonesia masih bernama Hindia Belanda, tepatnya pada tahun 1938 di Prancis.

Namun setelah merdeka, tak sekalipun Indonesia mampu menjejakkan kakinya di ajang prestisius itu lagi. Momen mengibarkan bendera Indonesia di halaman rumah tatkala piala dunia tentu menjadi hal yang ditunggu seluruh rakyatnya.

Kini rindu akan bertemu dengan yang didamba. Indonesia pada akhirnya berhasil menjadi salah satu peserta piala dunia. Meski bukan diperuntukkan untuk timnas senior, setidaknya Piala Dunia U-20 sedikit banyak dapat mengobati dahaga kompetisi internasional bagi negara yang merdeka hampir 78 tahun ini.

Indonesia pada akhirnya ditetapkan sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 berdasar keputusan Dewan Rapat FIFA pada 24 Oktober 2019 di Shanghai, China. Gelaran ini akan diikuti 24 peserta yang rencananya akan mulai berkompetisi di bulan Mei 2023 mendatang.

Ada enam stadion yang telah disiapkan oleh Indonesia untuk menyambut gelaran ini, yaitu Stadion Gelora Bung Karno (Jakarta), Si Jalak Harupat (Bandung), Manahan (Solo), Gelora Bung Tomo (Surabaya), I Wayan Dipta (Bali), dan Gelora Sriwijaya (Palembang).

Sebelum perhelatan Piala Dunia U-20 dimulai, sudah dipastikan bahwa enam stadion tersebut telah memenuhi standar FIFA. Kabar yang menggembirakan tentunya, Indonesia akan memiliki lebih banyak stadion dengan standar internasional.

Politik Coba Menggelitik

Orang bijak pernah berkata, buta yang paling berbahaya adalah buta politik. Hal ini dikarenakan setiap aspek kehidupan manusia ditentukan oleh jalannya politik, termasuk juga di bidang olahraga.

Bahkan bisa dikatakan, terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah pun juga andil dari politik. Kemudian, persoalan politik apa yang coba menggelitik jelang perhelatan Piala Dunia U-20?

Belakangan, ramai perbincangan soal penolakan pelbagai pihak dengan kehadiran Israel di Indonesia sebagai salah satu peserta Piala Dunia U-20. Tentu banyak hal yang menyertai, dan semua tersebar di lini massa mesin pencari.

Belakangan, penolakan juga datang dari Gubernur Bali, I Wayan Koster. Sebagai orang nomor satu di Bali, ia melayangkan surat kepada Menpora RI ihwal keberatannya atas hadirnya Israel di Bali.

Dalam surat tersebut, disampaikan bahwa latar belakang penolakan tersebut disebabkan oleh kebijakan politik Israel terhadap Palestina yang tidak sesuai dengan kebijakan politik Indonesia, dan hari ini masih menjadi persoalan serius.

Tidak adanya hubungan diplomatik antara Indonesia dan Israel juga jadi argument tambahan dalam surat itu. Berangkat dari hal tersebut, Bali melalui surat Gubernur tersebut menyatakan penolakan Israel untuk bertanding di Bali.

Adalah hal yang sah ketika sebuah otoritas daerah menyampaikan pandangannya terhadap sebuah fenomena. Tapi dalam konteks ini, saya sangatlah menyangkan keputusan yang diambil Gubernur Bali.

Sebagai salah satu tuan rumah, Bali semestinya sudah siap dengan segala konsekuensi yang ditimbulkan. Apalagi persiapan sudah dilakukan jauh-jauh hari. Belum lagi Bali dikenal dengan surganya turis—tanpa memandang latar belakangnya untuk plesiran di Bali.

Saya coba menduga, sikap ini tidak terlepas dari sikap partai yang menaungi I Wayan Koster. Ramai di media, PDI Perjuangan juga menjadi salah satu pihak yang menolak kehadiran Israel di Indonesia sebagai peserta Piala Dunia U-20. Alasannya serupa dengan apa yang dijelaskan Gubernur Bali dalam surat yang dilayangkan kepada Menpora RI.

Apakah ini menjadi manuver politik untuk menggaet simpati pemilih jelang Pilkada 2024 mendatang? Semoga saya salah menduga.

Sebagai Tuan Rumah, Indonesia Tidak Siap

Bagi saya, pelbagai penolakan yang terjadi hari ini, termasuk yang datangnya dari Bali itu sendiri adalah sebuah bentuk ketidaksiapan Indonesia umumnya, dan Bali pada khususnya.

Sebagai negara yang telah ditunjuk sebagai tuan rumah, semestinya seluruh komponen di Indonesia menyiapkan diri dengan pelbagai kemungkinan. Piala Dunia adalah ajang untuk seluruh negara anggota FIFA, dan seperti yang diketahui bersama, dalam statuta FIFA tidak mengizinkan adanya intervensi pemerintah. Dan kita harus hormati itu, jika tidak, kita harus siap dengan konsekuensinya.

Rata-rata, penolakan yang datang berangkat dari kebijakan politik Israel terhadap Palestina. Sampai detik ini, Israel masih terus menggempur Palestina. Jalur Gaza menjadi medan perang yang mendunia hingga hari ini.

Tentu sebagai bagian dari Indonesia yang percaya bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, saya tidak membenarkan kebijakan politik yang dilakukan oleh Israel, merenggut ribuan nyawa tak berdosa adalah hal yang mesti kita kecam bersama-sama.

Sebagai orang yang awam dalam dunia hubungan internasional saya berpikir, apabila menggunakan logika yang sama, seharusnya pada saat Indonesia berperan sebagai pemegang Presidensi G20, kehadiran Rusia semestinya mendapatkan penolakan yang serupa—terlepas dari apakah Indonesia memiliki hubungan diplomatik atau tidak. Hal ini disebabkan karena pada saat itu, di bawah intruksi Vladimir Putin, Rusia melakukan invansi ke negara Ukraina yang kemudian menyebabkan gejolak di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Sanksi FIFA di Depan Mata

Meski politik menjadi sarana untuk menentukan segala aspek kehidupan manusia, tapi alangkah baiknya olahraga menjadi sebuah pengecualian. Olahraga, khususnya Indonesia adalah hiburan dan pemersatu rakyat Indonesia. Hal itu tak terbantahkan.

Hadirnya politik dalam sepak bola, khususnya di Indonesia telah berkali-kali menjadikan rakyat sebagai korbannya. Mulai dari dualisme liga, sampai pemberian sanksi oleh FIFA. Semua tak lepas dari andil campur tangan politik.

Bayang-bayang sanksi dari FIFA pun kini digadang-gadang bakal kembali diterima oleh Indonesia. Polemik Israel menjadi ihwal utama. Alih-alih menyambut gelaran Piala Dunia U-20, FIFA justru berencana menunda drawing Piala Dunia U-20 yang rencananya akan diselenggarakan di Bali pada 31 Maret 2023.

Jika benar, tentu ini menjadi berita buruk bagi Indonesia selaku tuan rumah. Polemik yang terjadi saat ini tentu menggiring FIFA untuk mempertanyakan komitmen Indonesia sebagai tuan rumah. Sebagai tuan rumah, Indonesia harus menjamin keamanan bagi seluruh peserta yang akan bertanding, termasuk Israel di dalamnya.

Begitulah sepak bola, meski telah memberi luka berkali-kali, tetapi saya dan anda selalu cinta mati terhadap olahraga ini.

Akankah tahun ini rakyat Indonesia berhasil menumpahkan kerinduannya terhadap timnas yang berlaga di Piala Dunia U-20, atau justru rakyat Indonesia kembali gigit jari sembari menyimpan jersey kesayangan kembali ke dalam lemari? [T]

BACA artikel lain dari penulis TEDDY CHRISPRIMANATA PUTRA

Golf Hanya Untuk Orang Kaya dan Orang yang Ngebet Kaya
Mengenal Politisi Berbaju Relawan di Indonesia
Politik Catur Ala Erick Thohir
Tags: baliPiala DuniaPiala Dunia U 20sepakbola
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Intoleransi Saat Nyepi, Mengapa Terjadi ?

Next Post

Kisah Roy dan Dunia Skizofrenianya

Teddy Chrisprimanata Putra

Teddy Chrisprimanata Putra

Penulis adalah Dosen Ilmu Politik di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Kisah Roy dan Dunia Skizofrenianya

Kisah Roy dan Dunia Skizofrenianya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co