23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bali, Indonesia, dan Piala Dunia

Teddy Chrisprimanata Putra by Teddy Chrisprimanata Putra
March 27, 2023
in Esai
Bali, Indonesia, dan Piala Dunia

Ilustrasi tatkala.co

BAGI PECINTA SEPAK BOLA, Piala Dunia adalah pesta akbar. Seluruh energi akan tercurahkan untuk menyaksikan tiap gocekan bola si kaki emas. Terkadang fanatisme juga hadir di tengahnya, mengibarkan bendera negara jagoan di halaman rumah. Tak peduli negara jagoan tak mampu lolos dari fase grup.

Tidak sedikit pula orang yang memanfaatkan ini untuk mengais keuntungan. Ada yang jual jersey, bendera negara, hingga adakan nonton bareng dengan sedikit prediksi ala-ala (baca: taruhan). Semua demi semarakan pesta akbar bagi si pecinta bola.

Sebagai salah satu negara dengan basis pecinta bola terbesar di dunia, Indonesia sangat merindukan timnasnya tampil di panggung termegah sepak bola dunia. Meski sempat tampil sebagai kontestan pertama Asia di ajang empat tahunan, kala itu Indonesia masih bernama Hindia Belanda, tepatnya pada tahun 1938 di Prancis.

Namun setelah merdeka, tak sekalipun Indonesia mampu menjejakkan kakinya di ajang prestisius itu lagi. Momen mengibarkan bendera Indonesia di halaman rumah tatkala piala dunia tentu menjadi hal yang ditunggu seluruh rakyatnya.

Kini rindu akan bertemu dengan yang didamba. Indonesia pada akhirnya berhasil menjadi salah satu peserta piala dunia. Meski bukan diperuntukkan untuk timnas senior, setidaknya Piala Dunia U-20 sedikit banyak dapat mengobati dahaga kompetisi internasional bagi negara yang merdeka hampir 78 tahun ini.

Indonesia pada akhirnya ditetapkan sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 berdasar keputusan Dewan Rapat FIFA pada 24 Oktober 2019 di Shanghai, China. Gelaran ini akan diikuti 24 peserta yang rencananya akan mulai berkompetisi di bulan Mei 2023 mendatang.

Ada enam stadion yang telah disiapkan oleh Indonesia untuk menyambut gelaran ini, yaitu Stadion Gelora Bung Karno (Jakarta), Si Jalak Harupat (Bandung), Manahan (Solo), Gelora Bung Tomo (Surabaya), I Wayan Dipta (Bali), dan Gelora Sriwijaya (Palembang).

Sebelum perhelatan Piala Dunia U-20 dimulai, sudah dipastikan bahwa enam stadion tersebut telah memenuhi standar FIFA. Kabar yang menggembirakan tentunya, Indonesia akan memiliki lebih banyak stadion dengan standar internasional.

Politik Coba Menggelitik

Orang bijak pernah berkata, buta yang paling berbahaya adalah buta politik. Hal ini dikarenakan setiap aspek kehidupan manusia ditentukan oleh jalannya politik, termasuk juga di bidang olahraga.

Bahkan bisa dikatakan, terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah pun juga andil dari politik. Kemudian, persoalan politik apa yang coba menggelitik jelang perhelatan Piala Dunia U-20?

Belakangan, ramai perbincangan soal penolakan pelbagai pihak dengan kehadiran Israel di Indonesia sebagai salah satu peserta Piala Dunia U-20. Tentu banyak hal yang menyertai, dan semua tersebar di lini massa mesin pencari.

Belakangan, penolakan juga datang dari Gubernur Bali, I Wayan Koster. Sebagai orang nomor satu di Bali, ia melayangkan surat kepada Menpora RI ihwal keberatannya atas hadirnya Israel di Bali.

Dalam surat tersebut, disampaikan bahwa latar belakang penolakan tersebut disebabkan oleh kebijakan politik Israel terhadap Palestina yang tidak sesuai dengan kebijakan politik Indonesia, dan hari ini masih menjadi persoalan serius.

Tidak adanya hubungan diplomatik antara Indonesia dan Israel juga jadi argument tambahan dalam surat itu. Berangkat dari hal tersebut, Bali melalui surat Gubernur tersebut menyatakan penolakan Israel untuk bertanding di Bali.

Adalah hal yang sah ketika sebuah otoritas daerah menyampaikan pandangannya terhadap sebuah fenomena. Tapi dalam konteks ini, saya sangatlah menyangkan keputusan yang diambil Gubernur Bali.

Sebagai salah satu tuan rumah, Bali semestinya sudah siap dengan segala konsekuensi yang ditimbulkan. Apalagi persiapan sudah dilakukan jauh-jauh hari. Belum lagi Bali dikenal dengan surganya turis—tanpa memandang latar belakangnya untuk plesiran di Bali.

Saya coba menduga, sikap ini tidak terlepas dari sikap partai yang menaungi I Wayan Koster. Ramai di media, PDI Perjuangan juga menjadi salah satu pihak yang menolak kehadiran Israel di Indonesia sebagai peserta Piala Dunia U-20. Alasannya serupa dengan apa yang dijelaskan Gubernur Bali dalam surat yang dilayangkan kepada Menpora RI.

Apakah ini menjadi manuver politik untuk menggaet simpati pemilih jelang Pilkada 2024 mendatang? Semoga saya salah menduga.

Sebagai Tuan Rumah, Indonesia Tidak Siap

Bagi saya, pelbagai penolakan yang terjadi hari ini, termasuk yang datangnya dari Bali itu sendiri adalah sebuah bentuk ketidaksiapan Indonesia umumnya, dan Bali pada khususnya.

Sebagai negara yang telah ditunjuk sebagai tuan rumah, semestinya seluruh komponen di Indonesia menyiapkan diri dengan pelbagai kemungkinan. Piala Dunia adalah ajang untuk seluruh negara anggota FIFA, dan seperti yang diketahui bersama, dalam statuta FIFA tidak mengizinkan adanya intervensi pemerintah. Dan kita harus hormati itu, jika tidak, kita harus siap dengan konsekuensinya.

Rata-rata, penolakan yang datang berangkat dari kebijakan politik Israel terhadap Palestina. Sampai detik ini, Israel masih terus menggempur Palestina. Jalur Gaza menjadi medan perang yang mendunia hingga hari ini.

Tentu sebagai bagian dari Indonesia yang percaya bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, saya tidak membenarkan kebijakan politik yang dilakukan oleh Israel, merenggut ribuan nyawa tak berdosa adalah hal yang mesti kita kecam bersama-sama.

Sebagai orang yang awam dalam dunia hubungan internasional saya berpikir, apabila menggunakan logika yang sama, seharusnya pada saat Indonesia berperan sebagai pemegang Presidensi G20, kehadiran Rusia semestinya mendapatkan penolakan yang serupa—terlepas dari apakah Indonesia memiliki hubungan diplomatik atau tidak. Hal ini disebabkan karena pada saat itu, di bawah intruksi Vladimir Putin, Rusia melakukan invansi ke negara Ukraina yang kemudian menyebabkan gejolak di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Sanksi FIFA di Depan Mata

Meski politik menjadi sarana untuk menentukan segala aspek kehidupan manusia, tapi alangkah baiknya olahraga menjadi sebuah pengecualian. Olahraga, khususnya Indonesia adalah hiburan dan pemersatu rakyat Indonesia. Hal itu tak terbantahkan.

Hadirnya politik dalam sepak bola, khususnya di Indonesia telah berkali-kali menjadikan rakyat sebagai korbannya. Mulai dari dualisme liga, sampai pemberian sanksi oleh FIFA. Semua tak lepas dari andil campur tangan politik.

Bayang-bayang sanksi dari FIFA pun kini digadang-gadang bakal kembali diterima oleh Indonesia. Polemik Israel menjadi ihwal utama. Alih-alih menyambut gelaran Piala Dunia U-20, FIFA justru berencana menunda drawing Piala Dunia U-20 yang rencananya akan diselenggarakan di Bali pada 31 Maret 2023.

Jika benar, tentu ini menjadi berita buruk bagi Indonesia selaku tuan rumah. Polemik yang terjadi saat ini tentu menggiring FIFA untuk mempertanyakan komitmen Indonesia sebagai tuan rumah. Sebagai tuan rumah, Indonesia harus menjamin keamanan bagi seluruh peserta yang akan bertanding, termasuk Israel di dalamnya.

Begitulah sepak bola, meski telah memberi luka berkali-kali, tetapi saya dan anda selalu cinta mati terhadap olahraga ini.

Akankah tahun ini rakyat Indonesia berhasil menumpahkan kerinduannya terhadap timnas yang berlaga di Piala Dunia U-20, atau justru rakyat Indonesia kembali gigit jari sembari menyimpan jersey kesayangan kembali ke dalam lemari? [T]

BACA artikel lain dari penulis TEDDY CHRISPRIMANATA PUTRA

Golf Hanya Untuk Orang Kaya dan Orang yang Ngebet Kaya
Mengenal Politisi Berbaju Relawan di Indonesia
Politik Catur Ala Erick Thohir
Tags: baliPiala DuniaPiala Dunia U 20sepakbola
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Intoleransi Saat Nyepi, Mengapa Terjadi ?

Next Post

Kisah Roy dan Dunia Skizofrenianya

Teddy Chrisprimanata Putra

Teddy Chrisprimanata Putra

Penulis adalah Dosen Ilmu Politik di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Related Posts

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails

Lampu Merah dan Mental Menerabas

by Angga Wijaya
August 20, 2026
0
Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

Read moreDetails

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

Read moreDetails

Merawat Warisan Budaya Kolonial…

by Pande Susan
August 19, 2026
0
Merawat Warisan Budaya Kolonial…

“Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

Read moreDetails

Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

by Dede Putra Wiguna
August 18, 2026
0
Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

SETIAP kali upacara bendera dimulai, ada orang-orang yang berdiri di bawah matahari dan ada pula yang di bawah tenda. Yang...

Read moreDetails
Next Post
Kisah Roy dan Dunia Skizofrenianya

Kisah Roy dan Dunia Skizofrenianya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co