24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bentuk Seni Pertunjukan Baru Itu Bernama “Sandhya Gita”

tatkala by tatkala
February 5, 2023
in Panggung
Bentuk Seni Pertunjukan Baru Itu Bernama “Sandhya Gita”

Sesolahan (Pergelaran) Sandhya Gita “Nawa Ruci” Sanggar Seni Kokar Bali, SMK 3 Sukawati, saat Pembukaan Bulan Bahasa Bali ke-5, Rabu 1 Februari 2023.

SEBAGAI BENTUK seni olah vokal ala Bali, sandhya gita sudah dikenal sejak tahun 1980-an. Saat itu, sandhya gita masih mirip seperti paduan suara yang diiringi musik gamelan Bali, secara umum gamelan gong kebyar.

Lambat laun, sandhya gita berkembang menjadi salah satu jenis seni pertunjukan. Para penyanyi—terdiri dari sederet penyanyi perempuan dan sederet lagi penyanyi laki-laki—naik panggung dengan performa yang lebih lengkap. Di atas panggung mereka tidak sekadar memperdengarkan suara merdu, namun juga mempertunjukkan seni gerak dengan segala komposisinya.

Sandhya Gita kini bukan pasif, hanya bernyanyi dengan gerak tangan seadanya. Sandhya Gita kini adalah bentuk seni pertunjukan baru, di dalamnya terdapat berbagai paduan seni, semisal musik, olah vokal, tari, dan teater.    

Setidaknya hal itu terlihat pada Sesolahan (Pergelaran) Sandhya Gita “Nawa Ruci” Sanggar Seni Kokar Bali, SMK 3 Sukawati, saat Pembukaan Bulan Bahasa Bali ke-5, Rabu 1 Februari 2023.

Unsur dasar, yakni vokal (lagu) dan karawitan, pada sandhya gita ini tetap menonjol, secara peforma para penyanyinya juga menari, bermain drama, sekaligus punya upaya untuk menampilkan cerita dan pesan-pesan. Semua itu tak sekadar saling menempel, melainkan terpadu hingga lebur jadi satu bentuk seni pertunjukan baru. Bahkan pada garapan itu diisi juga unsur digital, meski unsur yang satu ini masih terkesan sebagai pelengkap saja.

“Kita memadukan suasana kini dan nanti. Artinya, dari tradisi, ke inovatif bahkan modern atau digital karena ada unsur teknologi juga,” kata penggarap tabuh dalam garapan sandhya gita itu, I Made Subandi.

Garapan berjudul “Nawa Ruci” ini mengangkat kisah perjalanan Bima mencari Tirta Ameta ke tengah laut.  Sesunguhnya Bima dibohongi, namun karena setia pada Sang Guru Drona, ia melakukan tugas itu. Padahal, Kunti, ibunya, tak mengizinkan, karena merasakan firasat yang tidak baik. Karena ketulusan Bima, tirta amerta yang sesungguhnya tidak ada, akhirnya dianugerahkan juga oleh Dewa Siwa kepada Bima.

Garapan ini diawali dengan tembang yang selama ini seakan menjadi uger-uger dari sandhya gita, yakni menggunakan tembang sekar alit, sekar madya dan sekar agung.

Sambil matembang, para penyanyi melakukan olah gerak tradisi yang didominasi dengan gerak tangan. Setiap pergantian komposisi dibarengi dengan sajian gerak yang berbeda.

Pada satu adegan, komposisi garapan seperti paduan suara, dan pada adegan yang lain tampil seperti dramatari arja, menari sambil matembang.

Di bagian berikutnya, tiba-tiba muncul nuansa lagu-lagu pop Bali, seperti yang disajikan para artis Bali di atas panggung. Pemain membawakan tembang-tembang penuh suka cita diiringi karawitan Bali dengan model musik modern. Liriknya, mengajak generasi muda dan semua orang untuk menyayangi dan menjaga laut.

Ketika memasuki babak inti, babak yang membeber kisah, suasana pun berubah menjadi sajian sendratari. Tokoh Bima, Kunti, rakyat (nelayan) dan Dewa Siwa mengekspresikan kisah melalui gerak tari. Adegan-adegan itu dibarengi dengan tampilan video melalui layar di atas panggung.  

Ketika para nelayan mengisahkan mencari ikan di laut, penari itu keluar stage lalu mucul di layar dengan suasana laut. Demikian, pula ketika Bima mencari tirta amerti di dasar laut, Bima masuk ke dasar laut yang penuh dengan beraneka ikan. Demikian pula, ketika Dewa Siwa menghidupan Bima kembali dari layar, yang langsung kontak dengan Bima diatas stage.

Made Subandi menegaskan, walau ada unsur teknologi, tetapi garapan ini tetap mengacu pada seni tradisi seperti, menyajikan sekar alit, sekar madia dan sekar agung. Tradisi sebagai acuan, namun dalam penyajiannya beberapa unsur sudah diolah dengan rasa kekinian.

Tradisi dan inovasi sebagai gambaran kini dan nanti, sebagai bukti seni tradisi itu tidak alergi dengan dunia sekarang. “Artinya, dari segi penyajian garapan ini tetap kuat dengan tradisi, namun bisa diterima di jaman sekarang, dan disaksikan oleh siapa saja,” kata Subandi.

Secara umum garapan sandhya gita tidaklah bisa disebut sebagai seni vokal saja. Keseimbangan semua unsur seni diperhitungkan secara ketat. Misalnya vokal tidak ditutupi oleh musik atau usur, musik juga bukan hanya berlaku sebagai pengiring vokal.  

Vocal juga tidak sebagi objek penderita, karena itu musik kelihatan juga. Dalam garapan ini, juga tidak ada yang memonopoli, masing-masing instrument, individdu menunjukan skill dan indentitas dalam garapan itu. Semua instrumen itu padu, dan masing-masing instrumen itu digarap secara apik.

“Seperti membuat candi. Bahannya dari batu padas dan bata, tetapi bagaiman cara menyusunnya, sehingga menjadi baik dan indah. Artinya, format lagu itu yang penting,” lanjut Subandi.

Penggarap tari, I Gusti Ngurah Agung Giri Putra menambahkan, garapan sandhya gita ini memang padu dengan sendratari, namun dalam pengemasannya tetap menonjolkan sandhya gita.

Dalam garapan sandhya gita ini, jelas Agung Giri Putra, porsi gerak tari tetap lebih sedikit karena harus menonjolkan suara, sehingga kekhasan dari sandhya gita tidak ilang.

“Kami sedikit keluar dari pakem Sandhya Gita sebelumnya, terutama dalam penampilan yang seperti paduan suara itu. Kami mengembangkan sedikit dengan pola gerak, khususnya dalam posisi diam, sehingga tidak membosankan,” kata Agung Giri.

Gerak pemain, mengacu pada gerak tari dari tradisi yang lebih disederhanakan. Hal itu dilakukan, karena tempo lagu yang dinyanyikan sambil bergerak. Untuk memberikan penekanan suasana, garapan ini menggunakan property kober, tedung, gebogan untuk adegan melasti, naga dan kipas untuk adegan saat Bima mati di dasar laut.

“Untuk seniman yang tampil dalam sandhy gita, ini kami awali dengan menyeleksi para siswa, sehingga bisa mendapatkan seniman yang bisa matembang dan menari,” ujar Agung Giri. [T][Pan]

Kecak Perkusi Sebagai Seni Pertunjukan Bali dalam Kemasan Pariwisata
Seniman Bali Mesti Berani Garap Sastra Modern jadi Seni Pertunjukan
Tubuh Tradisi dalam Pertunjukan Teater Mini
Tags: Bulan Bahasa Balikesenian baliKokar Baliseni pertunjukanSMKN 3 Sukawati
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Anak-anak Hindu dan Muslim Berbaur dalam Lomba Menggambar “Satua Bali”

Next Post

Yowana Desa Adat Padangtegal Gagas Pawai Ogoh-Ogoh dengan Tema “Bhuta Rupa”

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
0
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

Read moreDetails

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
0
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

Read moreDetails

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
0
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

Read moreDetails

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
0
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

Read moreDetails

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
0
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

Read moreDetails

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails
Next Post
Yowana Desa Adat Padangtegal Gagas Pawai Ogoh-Ogoh dengan Tema “Bhuta Rupa”

Yowana Desa Adat Padangtegal Gagas Pawai Ogoh-Ogoh dengan Tema “Bhuta Rupa”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co