11 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bendungan Tamblang Mulus Tanpa Protes: Sejak Rencana Hingga Diresmikan Presiden Jokowi

Jaswanto by Jaswanto
February 2, 2023
in Khas, Pilihan Editor
Bendungan Tamblang Mulus Tanpa Protes: Sejak Rencana Hingga Diresmikan Presiden Jokowi

Presiden Jokowi saat meresmikan Bendungan Tamblang di Buleleng, Bali, Kamis 2 Februari 2023 | Foto: tatkala.co

PRESIDEN JOKO WIDODO meresmikan Bendungan Tamblang di wilayah Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Bali, pada Kamis 2 Februari 2023. Presiden menekan sirine, dan bendungan secara resmi dimanfaatkan sesuai rencana.

Acara peresmian berjalan mulus dipenuhi sambutan-sambutan gembira dari warga di sekitar proyek. Presiden Jokowi disambut tari-tarian, naik podium dan berpidato singkat. Yang tak ketinggalan kemudian, tentu saja, dialog bersama masyarakat. Presiden bertanya, siswa menjawab. Hadiahnya sepeda.

Acara peresmian yang berlangsung lancar itu seakan menjadi cerminan dari proyek Bendungan Tamblang yang juga berjalan mulus, tanpa protes. Sejumlah proyek nasional dengan dana besar di Bali, misalnya proyek pembangunan jalan tol, shortcut Singaraja-Denpasar, dan penataan kawasan Besakih, tak luput dari suara-suara protes, baik dalam skala medsos maupun skala analisis serius.

Namun Bendungan Tamblang seperti berjalan diam-diam, tanpa riak yang berarti, sampai akhirnya diresmikan Presiden Jokowi pada hari yang cerah dalam suasana yang gembira.

Mulus Sejak Rencana

Seperti apa sebenarnya riwayat proyek Bendungan Tamblang itu? Mari kita susuri.

Pada 2018, jauh sebelum Pandemi Covid-19, rencana proyek pembangunan Bendungan Tamblang sudah sayup-sayup terdengar. Pada saat itu, Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida telah mempersiapkan semuanya, termasuk mendata kebutuhan lahan yang akan dibebaskan melalui tim independen.

Hingga sekian tahun, tepatnya pada tahun 2020, Bendungan Tamblang resmi mulai dibangun.

Bendungan yang berada di Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, ini merupakan salah satu dari 65 bendungan yang menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN) yang menjadi bagian dari Program Nawa Cita Presiden Joko Widodo.

>>>

Tampaknya Presiden Jokowi memang suka membangun bendungan. Pada 2021, saat meresmikan Bendungan Tukul di Pacitan, Jawa Timur, ia mengatakan, terdapat 65 bendungan yang sudah dibangun di seluruh Indonesia sejak enam tahun lalu.

Pada 2020-2024, bersama Kementerian PUPR, Presiden Jokowi berencana membangun 61 bendungan baru─yang di antaranya telah diresmikannya pada tahun 2021, seperti Bendungan Tukul, Tapin, Napun Gete, Sindangheula, Kuningan, Way Sekampung, Bendo, Paselloreng, Karalloe, Tugu, Gongseng, Ladongi, Pidekso; dan Randugunting serta Bintang Bano yang diresmikan pada tahun 2022. Selanjutnya, pada 2022, ada 9 bendungan yang ditargetkan selesai, yaitu Bendungan Margatiga, Ciawi, Sukamahi, Sadawarna, Semantok, Lolak, Kuwil Kawangkoan, Tamblang, dan Beringin Sila.

Dibangun Tanpa Protes

Jika melihat kebiasaan yang sudah-sudah, proyek pembangunan nasional biasanya selalu diwarnai dengan riak-riak protes─atau paling tidak menuai kritik. Entah protes dari masyarakat setempat, LSM, atau lawan politik.

Tetapi proyek BendunganTamblang memang agak lain. Sejak tahap perencanaan, proses pembebasan lahan, hingga selesai dikerjakan─dan akan diresmikan oleh Presiden Jokowi sendiri─jalannya mulus-mulus saja; damai-damai saja; cincai-cincai saja, nyaris tanpa protes (setidaknya sejauh ini tak ada media yang mengabarkan tentang protes terhadap proyek ini).

“Astungkara dari hasil pemantauan telah berjalan dengan lancar,” kata Wayan Koster, Gubernur Bali dikutip dari balipost.com.

Pada tahun 2018, saat Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida mulai mempersiapkan semuanya, prosesnya berjalan tanpa hambatan yang berarti, tak seperti proses pembangunan Bendungan Titab, misal, yang dibangun jauh sebelum Bendungan Tamblang diwacanakan.

Sekadar informasi, dilansir dari balipost.com, Bendungan Tamblang memerlukan lahan seluas 58,10 hektare. Sedangkan menurut press rilis PT PP (Persero) Tbk─ perusahaan konstruksi yang dipercaya mengeksekusi proyek bersama PT Adi Jaya yang dituangkan dalam bentuk Kerja Sama Operasi (“KSO”)─memerlukan 59,79 hektare.

>>>

Bendungan Tamblang adalah bendungan tipe urugan yang sumber airnya berasal dari Tukad Daya. Bendungan juga dilengkapi terowongan pengelak tipe tunnel tapal kuda dengan diameter 4,50 meter yang berfungsi untuk pengelakan air saat pengerjaan Bendungan Utama.

Namun, sekali lagi, proyek yang menelan biaya APBN mencapai 1 triliun 40 miliar dengan rincian Rp. 793 miliar untuk pembanguan fisik dan  249 miliar untuk pebebasan lahan ini, benar-benar dibangun tanpa protes. Alasannya mungkin karena narasi  pemerintah tentang pembangunan bendungan mengandung unsur-unsur harapan seperti menghindari krisis air dan pangan di masa depan, memenuhi kebutuhan irigasi seluas 588 hektare dan dapat menjadi pengendali banjir dengan retensi 0,4%-0,5% terhadap puncak banjir─bonusnya bisa dikembangkan sebagai destinasi wisata. Atau karena memang masyarakat Bali terlalu “pasrah” dan lawan politik (oposisi) terlalu keder, loyo, sehingga tak ada protes sama sekali.

Bahkan, pada saat ditemukannya peninggalan sejarah berupa terowongan─yang diperkirakan Kepala Balar Denpasar, I Gusti Suarbhawa, berusia 9 abad dan berfungsi sebagai saluran irigasi─ di lokasi areal pembangunan Bendungan Tablang pun, tak kunjung ada protes saat pihak pelaksana proyek memutuskan untuk menyumbatnya dengan alasan agar tak membahayakan struktur bangunan.

“Harus disumbat karena akan menimbulkan kebocoran pada waduk. Kalau dirobohkan, agak susah, dan tidak mungkin untuk merubah desain galiannya,” tutur Heri  suwondo, Tenaga Ahli Geologi Pembangunan Bendungan Tamblang dikutip dari radarbali.id.

Narasi Manfaat Pembangunan Bendungan

Pembangun bendungan itu demi rakyat; demi ketersediaan air dan pangan di masa depan─ karena kunci dari ketahanan pangan adalah ketersediaan air yang berkelanjutan. Masuk akal. Menurut Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, kehadiran 231 bendungan yang telah dibangun pemerintah, berhasil meningkatkan indeks pertanaman, dengan rerata nasional 147 persen. Badan Pusat Statistik pada tahun 2022 mencatat, hasil produksi beras secara nasional mencapai 31 juta ton, melebihi kebutuhan konsumsi nasional sebesar 28 juta ton.

Oleh karena itu, kehadiran sejumlah bendungan yang masih dalam proyek pembangunan, termasuk Bendungan Tamblang, diharapkan dapat meningkatkan indeks pertanaman, sehingga produksi beras nasional diperkirakan bisa sampai 200 persen menjadi 40 juta ton. “Indonesia akan mengalami surplus produksi beras sebesar 10 juta ton pada 2024,” tulis Nirwono Joga, Direktur Eksekutif Pusat Studi Perkotaan di Kompas.

Sedangkan Bendungan Tamblang sendiri dinarasikan mempunyai manfaat, antara lain: memenuhi kebutuhan irigasi seluas 588 hektare dan dapat menjadi pengendali banjir dengan retensi 0,4%-0,5% terhadap puncak banjir. Manfaat lainnya dari kehadiran bendungan tersebut, yaitu menjadi penyedia air baku sebesar 510 liter per detik untuk kebutuhan Kecamatan Kubutambahan dan Kecamatan Sawan.

>>>

Selain itu, dengan dibangunnya Bendungan Tamblang dapat bermanfaat menjadi kawasan wisata air yang dapat dinikmati oleh masyarakat sekitar bendungan. Proyek bendungan ini rampung pada tahun 2022 dan dapat digunakan untuk kebutuhan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hydro (PLTMH) sebesar 0,538 MW (2×269 kwh).

“Bendungan Tamblang didesain memiliki kapasitas tampungan sekitar 7,6 juta meter kubik dengan tinggi bendungan dari dasar sungai mencapai 68 meter,” ujar Novel Arsyad Direktur Utama Perseroan PT PP (Persero) Tbk dikutip dari press rilis PT.PP.

Gubernur Provinsi Bali Wayan Koster mengatakan, secara fundamental dan komprehensif sesuai dengan visinya yaitu Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Pembangunan bendungan merupakan penunjang 5 Bidang Prioritas Pembangunan di Provinsi Bali.

“Kedepanya akan terus dibutuhkan di Provinsi Bali mengingat kebutuhan akan air terus meningkat dari tahun ke tahun baik untuk irigasi, penyediaan air baku, serta menunjang pengembangan kawasa-kawasan strategis seperti kawasan pariwisata yang ada di Bali,” ujarnya saat melakukan ground breaking pembangunan Bendungan Tamblang di Kabupaten Buleleng dikutip dari pu.go.id. [T]

Penulis: Jaswanto | Editor: Made Adnyana

Covid-19 dan Pesan Jitu Presiden Jokowi
SBY Beli Inalum, Jokowi Beli Freeport, Indonesia Kembali Bermartabat dan Kaya
Tags: Bendungan TamblangbulelengJoko WidodoJokowiPresiden Jokowi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Orang Mau Bayar Mahal Untuk Memalsukan Diri

Next Post

ITS Surabaya Akan Buka Fakultas Kedokteran

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

FESTIVAL Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 dipastikan hadir lebih semarak. Festival yang menjadi ruang apresiasi seni modern, kontemporer,...

Read moreDetails

Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

PAGI itu, suasana Pantai Cemara, Sanur, mulai dipenuhi antusiasme. Meski sinar matahari sudah terasa menyengat, puluhan orang tetap bersemangat mengikuti...

Read moreDetails

Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

by Rohmah Nia Chandra Sari
July 9, 2026
0
Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

RANGKAIAN ajang bergengsi Pekan Seni Mahasiswa FISIP (PEKSIMASIF) 2026 yang berlangsung selama tiga hari, sejak 28 hingga 30 April 2026,...

Read moreDetails

Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

by Chandra Manikan
July 9, 2026
0
Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

SAMPAI HARI INI, pupuh itu mengendap lebih lama di pikiranku. Buku “Bali, Pandemi, Refleksi: Dinamika Politik Kebijakan dan Kritisme Komunitas”,...

Read moreDetails

Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 8, 2026
0
Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

“SETIAP penyair kalau ia menyuarakan lukanya, ia sebenarnya menyuarakan luka manusia.” Kalimat itu meluncur dari Yahya Umar, Sabtu, 4 Juli...

Read moreDetails

Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 7, 2026
0
Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

AROMA kopi yang baru diseduh bercampur dengan wangi siobak dan tipat santok menyambut setiap langkah pengunjung di belakang panggung utama...

Read moreDetails

Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar

by Agung Sudarsa
July 7, 2026
0
Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar

MINGGU, 21 Juni 2026, di Griya Yangloni milik Dokter Ida Bagus Kesnawa, MM, di Banjar Buruan, Gianyar, sebuah pengalaman sederhana...

Read moreDetails

Bagai Pasukan Perang, Tim Volunteer AVIRAMA “Kejar Sampah” di Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 6, 2026
0
Bagai Pasukan Perang, Tim Volunteer AVIRAMA “Kejar Sampah” di Singaraja Literary Festival 2026

BAGAI pasukan di medan perang, petugas kebersihan dalam ajang Singaraja Literary Festival (SLF) 2026 tak membiarkan sepotong sampah pun tertinggal....

Read moreDetails

Fingerboard, Lebih dari Sekadar Mainan Anak-Anak

by Jaswanto
July 6, 2026
0
Fingerboard, Lebih dari Sekadar Mainan Anak-Anak

UJUNG telunjuk dan jari tengah itu bergerak lincah di atas papan beroda sepanjang tak lebih dari sepuluh sentimeter. Sesaat papan...

Read moreDetails

Singaraja Literary Festival 2026, Mengaktivasi Warisan Lontar Melalui Stri Sasana

by Komang Puja Savitri
July 4, 2026
0
Singaraja Literary Festival 2026, Mengaktivasi Warisan Lontar Melalui Stri Sasana

SOSOK-SOSOK perempuan bergerak perlahan menari di atas panggung, mengenakan caping petani dan membawa slepan (daun kelapa yang sudah tua) sebagai...

Read moreDetails
Next Post
ITS Surabaya Akan Buka Fakultas Kedokteran

ITS Surabaya Akan Buka Fakultas Kedokteran

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual
Pameran

Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual

PERUPA Bali Made Wiradana kembali menegaskan perjalanan artistiknya melalui pameran tunggal bertajuk Kacatri yang digelar di Santrian Art Gallery, Sanur....

by I Gede Made Surya Darma
July 11, 2026
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana
Esai

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka
Esai

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
‘Sanè Kantun Ring Manah’: Ketika Marlowe Bandem Menghidupkan Ingatan Budaya di Singaraja Literary Festival 2026
Panggung

‘Sanè Kantun Ring Manah’: Ketika Marlowe Bandem Menghidupkan Ingatan Budaya di Singaraja Literary Festival 2026

MALAM itu nyaris tak terdengar suara selain desir angin dan dialog yang mengalun dari layar. Puluhan pasang mata tertuju ke...

by Dede Putra Wiguna
July 10, 2026
Mahindu, Si Perempuan Tembikar
Ulas Buku

Mahindu, Si Perempuan Tembikar

Risalah Perempuan-Perempuan Tembikar yang dipakai sebagai judul kumpulan puisi ini mengisyaratkan pilihan, penilaian dan sudut pandang penyair dalam membahas masalah...

by Mas Ruscitadewi
July 10, 2026
Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali
Khas

Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

FESTIVAL Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 dipastikan hadir lebih semarak. Festival yang menjadi ruang apresiasi seni modern, kontemporer,...

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan
Khas

Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

PAGI itu, suasana Pantai Cemara, Sanur, mulai dipenuhi antusiasme. Meski sinar matahari sudah terasa menyengat, puluhan orang tetap bersemangat mengikuti...

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
Bonangan Saluang, Barungan Gamelan Baru di Pesta Kesenian Bali 2026 yang Memperkaya Khazanah Karawitan Bali
Panggung

Bonangan Saluang, Barungan Gamelan Baru di Pesta Kesenian Bali 2026 yang Memperkaya Khazanah Karawitan Bali

SORE itu, suasana sakral menyelimuti Kalangan Ratna Kanda, Taman Budaya Provinsi Bali, Kamis (9/7/2026). Nada-nada yang terdengar sederhana, tetapi kokoh...

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

by Chusmeru
July 10, 2026
Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed
Khas

Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

RANGKAIAN ajang bergengsi Pekan Seni Mahasiswa FISIP (PEKSIMASIF) 2026 yang berlangsung selama tiga hari, sejak 28 hingga 30 April 2026,...

by Rohmah Nia Chandra Sari
July 9, 2026
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK
Esai

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
Ketika Kesenian Bali dan Korea Bersua dalam Harmoni Dramatari “I Godogan” di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Kesenian Bali dan Korea Bersua dalam Harmoni Dramatari “I Godogan” di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA lampu panggung perlahan menyala, alunan suling tradisional Korea dengan ujung tiup pipih terdengar lirih. Di atas panggung, para penari...

by Nyoman Budarsana
July 9, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co