30 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bendungan Tamblang Mulus Tanpa Protes: Sejak Rencana Hingga Diresmikan Presiden Jokowi

Jaswanto by Jaswanto
February 2, 2023
in Khas, Pilihan Editor
Bendungan Tamblang Mulus Tanpa Protes: Sejak Rencana Hingga Diresmikan Presiden Jokowi

Presiden Jokowi saat meresmikan Bendungan Tamblang di Buleleng, Bali, Kamis 2 Februari 2023 | Foto: tatkala.co

PRESIDEN JOKO WIDODO meresmikan Bendungan Tamblang di wilayah Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Bali, pada Kamis 2 Februari 2023. Presiden menekan sirine, dan bendungan secara resmi dimanfaatkan sesuai rencana.

Acara peresmian berjalan mulus dipenuhi sambutan-sambutan gembira dari warga di sekitar proyek. Presiden Jokowi disambut tari-tarian, naik podium dan berpidato singkat. Yang tak ketinggalan kemudian, tentu saja, dialog bersama masyarakat. Presiden bertanya, siswa menjawab. Hadiahnya sepeda.

Acara peresmian yang berlangsung lancar itu seakan menjadi cerminan dari proyek Bendungan Tamblang yang juga berjalan mulus, tanpa protes. Sejumlah proyek nasional dengan dana besar di Bali, misalnya proyek pembangunan jalan tol, shortcut Singaraja-Denpasar, dan penataan kawasan Besakih, tak luput dari suara-suara protes, baik dalam skala medsos maupun skala analisis serius.

Namun Bendungan Tamblang seperti berjalan diam-diam, tanpa riak yang berarti, sampai akhirnya diresmikan Presiden Jokowi pada hari yang cerah dalam suasana yang gembira.

Mulus Sejak Rencana

Seperti apa sebenarnya riwayat proyek Bendungan Tamblang itu? Mari kita susuri.

Pada 2018, jauh sebelum Pandemi Covid-19, rencana proyek pembangunan Bendungan Tamblang sudah sayup-sayup terdengar. Pada saat itu, Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida telah mempersiapkan semuanya, termasuk mendata kebutuhan lahan yang akan dibebaskan melalui tim independen.

Hingga sekian tahun, tepatnya pada tahun 2020, Bendungan Tamblang resmi mulai dibangun.

Bendungan yang berada di Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, ini merupakan salah satu dari 65 bendungan yang menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN) yang menjadi bagian dari Program Nawa Cita Presiden Joko Widodo.

>>>

Tampaknya Presiden Jokowi memang suka membangun bendungan. Pada 2021, saat meresmikan Bendungan Tukul di Pacitan, Jawa Timur, ia mengatakan, terdapat 65 bendungan yang sudah dibangun di seluruh Indonesia sejak enam tahun lalu.

Pada 2020-2024, bersama Kementerian PUPR, Presiden Jokowi berencana membangun 61 bendungan baru─yang di antaranya telah diresmikannya pada tahun 2021, seperti Bendungan Tukul, Tapin, Napun Gete, Sindangheula, Kuningan, Way Sekampung, Bendo, Paselloreng, Karalloe, Tugu, Gongseng, Ladongi, Pidekso; dan Randugunting serta Bintang Bano yang diresmikan pada tahun 2022. Selanjutnya, pada 2022, ada 9 bendungan yang ditargetkan selesai, yaitu Bendungan Margatiga, Ciawi, Sukamahi, Sadawarna, Semantok, Lolak, Kuwil Kawangkoan, Tamblang, dan Beringin Sila.

Dibangun Tanpa Protes

Jika melihat kebiasaan yang sudah-sudah, proyek pembangunan nasional biasanya selalu diwarnai dengan riak-riak protes─atau paling tidak menuai kritik. Entah protes dari masyarakat setempat, LSM, atau lawan politik.

Tetapi proyek BendunganTamblang memang agak lain. Sejak tahap perencanaan, proses pembebasan lahan, hingga selesai dikerjakan─dan akan diresmikan oleh Presiden Jokowi sendiri─jalannya mulus-mulus saja; damai-damai saja; cincai-cincai saja, nyaris tanpa protes (setidaknya sejauh ini tak ada media yang mengabarkan tentang protes terhadap proyek ini).

“Astungkara dari hasil pemantauan telah berjalan dengan lancar,” kata Wayan Koster, Gubernur Bali dikutip dari balipost.com.

Pada tahun 2018, saat Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida mulai mempersiapkan semuanya, prosesnya berjalan tanpa hambatan yang berarti, tak seperti proses pembangunan Bendungan Titab, misal, yang dibangun jauh sebelum Bendungan Tamblang diwacanakan.

Sekadar informasi, dilansir dari balipost.com, Bendungan Tamblang memerlukan lahan seluas 58,10 hektare. Sedangkan menurut press rilis PT PP (Persero) Tbk─ perusahaan konstruksi yang dipercaya mengeksekusi proyek bersama PT Adi Jaya yang dituangkan dalam bentuk Kerja Sama Operasi (“KSO”)─memerlukan 59,79 hektare.

>>>

Bendungan Tamblang adalah bendungan tipe urugan yang sumber airnya berasal dari Tukad Daya. Bendungan juga dilengkapi terowongan pengelak tipe tunnel tapal kuda dengan diameter 4,50 meter yang berfungsi untuk pengelakan air saat pengerjaan Bendungan Utama.

Namun, sekali lagi, proyek yang menelan biaya APBN mencapai 1 triliun 40 miliar dengan rincian Rp. 793 miliar untuk pembanguan fisik dan  249 miliar untuk pebebasan lahan ini, benar-benar dibangun tanpa protes. Alasannya mungkin karena narasi  pemerintah tentang pembangunan bendungan mengandung unsur-unsur harapan seperti menghindari krisis air dan pangan di masa depan, memenuhi kebutuhan irigasi seluas 588 hektare dan dapat menjadi pengendali banjir dengan retensi 0,4%-0,5% terhadap puncak banjir─bonusnya bisa dikembangkan sebagai destinasi wisata. Atau karena memang masyarakat Bali terlalu “pasrah” dan lawan politik (oposisi) terlalu keder, loyo, sehingga tak ada protes sama sekali.

Bahkan, pada saat ditemukannya peninggalan sejarah berupa terowongan─yang diperkirakan Kepala Balar Denpasar, I Gusti Suarbhawa, berusia 9 abad dan berfungsi sebagai saluran irigasi─ di lokasi areal pembangunan Bendungan Tablang pun, tak kunjung ada protes saat pihak pelaksana proyek memutuskan untuk menyumbatnya dengan alasan agar tak membahayakan struktur bangunan.

“Harus disumbat karena akan menimbulkan kebocoran pada waduk. Kalau dirobohkan, agak susah, dan tidak mungkin untuk merubah desain galiannya,” tutur Heri  suwondo, Tenaga Ahli Geologi Pembangunan Bendungan Tamblang dikutip dari radarbali.id.

Narasi Manfaat Pembangunan Bendungan

Pembangun bendungan itu demi rakyat; demi ketersediaan air dan pangan di masa depan─ karena kunci dari ketahanan pangan adalah ketersediaan air yang berkelanjutan. Masuk akal. Menurut Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, kehadiran 231 bendungan yang telah dibangun pemerintah, berhasil meningkatkan indeks pertanaman, dengan rerata nasional 147 persen. Badan Pusat Statistik pada tahun 2022 mencatat, hasil produksi beras secara nasional mencapai 31 juta ton, melebihi kebutuhan konsumsi nasional sebesar 28 juta ton.

Oleh karena itu, kehadiran sejumlah bendungan yang masih dalam proyek pembangunan, termasuk Bendungan Tamblang, diharapkan dapat meningkatkan indeks pertanaman, sehingga produksi beras nasional diperkirakan bisa sampai 200 persen menjadi 40 juta ton. “Indonesia akan mengalami surplus produksi beras sebesar 10 juta ton pada 2024,” tulis Nirwono Joga, Direktur Eksekutif Pusat Studi Perkotaan di Kompas.

Sedangkan Bendungan Tamblang sendiri dinarasikan mempunyai manfaat, antara lain: memenuhi kebutuhan irigasi seluas 588 hektare dan dapat menjadi pengendali banjir dengan retensi 0,4%-0,5% terhadap puncak banjir. Manfaat lainnya dari kehadiran bendungan tersebut, yaitu menjadi penyedia air baku sebesar 510 liter per detik untuk kebutuhan Kecamatan Kubutambahan dan Kecamatan Sawan.

>>>

Selain itu, dengan dibangunnya Bendungan Tamblang dapat bermanfaat menjadi kawasan wisata air yang dapat dinikmati oleh masyarakat sekitar bendungan. Proyek bendungan ini rampung pada tahun 2022 dan dapat digunakan untuk kebutuhan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hydro (PLTMH) sebesar 0,538 MW (2×269 kwh).

“Bendungan Tamblang didesain memiliki kapasitas tampungan sekitar 7,6 juta meter kubik dengan tinggi bendungan dari dasar sungai mencapai 68 meter,” ujar Novel Arsyad Direktur Utama Perseroan PT PP (Persero) Tbk dikutip dari press rilis PT.PP.

Gubernur Provinsi Bali Wayan Koster mengatakan, secara fundamental dan komprehensif sesuai dengan visinya yaitu Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Pembangunan bendungan merupakan penunjang 5 Bidang Prioritas Pembangunan di Provinsi Bali.

“Kedepanya akan terus dibutuhkan di Provinsi Bali mengingat kebutuhan akan air terus meningkat dari tahun ke tahun baik untuk irigasi, penyediaan air baku, serta menunjang pengembangan kawasa-kawasan strategis seperti kawasan pariwisata yang ada di Bali,” ujarnya saat melakukan ground breaking pembangunan Bendungan Tamblang di Kabupaten Buleleng dikutip dari pu.go.id. [T]

Penulis: Jaswanto | Editor: Made Adnyana

Covid-19 dan Pesan Jitu Presiden Jokowi
SBY Beli Inalum, Jokowi Beli Freeport, Indonesia Kembali Bermartabat dan Kaya
Tags: Bendungan TamblangbulelengJoko WidodoJokowiPresiden Jokowi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Orang Mau Bayar Mahal Untuk Memalsukan Diri

Next Post

ITS Surabaya Akan Buka Fakultas Kedokteran

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
0
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

Read moreDetails
Next Post
ITS Surabaya Akan Buka Fakultas Kedokteran

ITS Surabaya Akan Buka Fakultas Kedokteran

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas
Khas

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi
Ulas Buku

Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

LASMI, perempuan muda yang cukup populer di kampungnya. Penampilannya sederhana, ia tidak mengenakan aksesoris apapun, kecuali jam tangan dengan tali...

by Abdul Karim Abraham
September 29, 2026
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?
Esai

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra
Esai

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

by Emi Suy
September 29, 2026
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival
Tualang

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

by I Putu Ardiyasa
September 30, 2026
Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938
Kuliner

Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

CUKUP dengan uang tiga ribu rupiah saja, segelas penuh minuman es santan yang creamy dan menyegarkan sudah bisa mengalir di...

by Wahyu Mahaputra
September 28, 2026
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe
Tualang

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co