26 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Siwaratri Dalam Pergulatan Kaum Milenial

DN Sarjana by DN Sarjana
January 21, 2023
in Esai
Siwaratri Dalam Pergulatan Kaum Milenial

Ilustrasi tatkala.co | Wiradinata

SIWARATRI BERASAL dari dua suku kata yaitu Siwa dan Ratri. Siwa adalah nama kehormatan manifestasi Tuhan sebagai Dewa Pelebur.

Dalam Bahasa Sansekerta Siwa juga berarti baik hati, dan suka memaafkan. Ratri berarti jagra atau tidak tidur. Jadi malam Tilem Kapitu diyakini Batara Siwa sedang melaksanakan tapa, yoga, semadi.

Siwaratri sebagai salah satu hari suci umat beragama Hindu, khususnya di Bali, yang jatuh setiap tahun menurut kalender Isaka yaitu pada Purwaning Tilem Kapitu. Esensinya bagaimana umat Hindu melepaskan diri atau paling tidak mengurangi kepapaan, kemabukan dan nafsu-nafsu peteng pitu yang sering dikenal dengan sebutan Sapta Timira: Surupa (rupa cantik atau ganteng), Dhana (kekayaan), Yowana (keremajaan), Kulina (keturunan), Guna (kepandaian), Sura (minuman keras), Kasuran (kemegahan).

Perayaan hari suci ini, tidak terlepas dari karya Mpu Tanakung yang menceritakan perjalanan Lubdaka berburu ke hutan. Walau Lubdaka sangat berdosa karena banyak membunuh binatang, namun karena dia jagra dan terus menerus mohon ampun kepada Dewa Siwa saat ia melaksanakan Yoga Semadi maka kesalahannya diampuni.

Menyimak cerita tentang Lubdaka, tentu akan memberi kesadaran kepada kita, bagaimana orang suci sekelas Mpu Tanakung begitu jeli menangkap getar-getar kehidupan di masa itu, walau aktivitas kehidupan masyarakat masih sangat terbatas.

Tanakung dapat merasakan bahwa ada perilaku hidup yang tidak sesuai dengan ajaran sastra yang berkembang di masanya. Kita sangat yakin karya-karya sastra yang lahir saat itu berdasarkan perenungan yang mendalam, atas dasar-dasar nilai filsafat. Terbukti karya tersebut masih relevan dengan kondisi sekarang.

Berbicara soal Siwaratri, dalam perspektif tatwa kiranya salah satu cara untuk menggambarkan, bagaimana kegelapan di alam semesta bhuana agung, ada dalam diri manusia yaitu bhuana alit. Semisal kondisi kekayaan, panas, sejuk di alam, itu ada dalam tubuh manusia dan perlu dikendalikan dengan perilaku yang baik.

Dari sinilah intuisi pujangga sekelas Mpu Tanakung pada masa cerita ini dibuat. Ia telah menangkap gejala-gejala bahwa di masanya nanti, orang-orang sangat sulit untuk diajak berpikir lewat ajaran-ajaran suci agama yang banyak mengandung filsafat.

Mungkin juga Mpu Tanakung sudah merasakan getaran batin bahwa kedepan manusia makin sulit diatur, sehingga gesekan-gesekan mulai mengarah pada bentuk pelaggaran terkait dengan hal-hal yang tidak dibenarkan menurut ajaran agama. Agar lebih mudah membangun kesadaran, pemahaman terhadap nilai yang terkandung dalam ajaran agama, dibuatlah cerita agar rakyat memahami, menangkap, dan sekaligus melakukan perlawanan terhadap kegelapan yang menyelimuti dirinya. Jadi lahirnya cerita lubdaka, sangat diterima oleh generasi jaman itu.

Bagaimana dengan generasi masa kini?

Perspektif Hari Suci Siwalatri pada jaman sekarang apalagi untuk kaum milenial harus dibangun dalam kehidupan kekinian, dalam kehidupan konstektual. Pakem pelaksanaan Siwaratri di masa lalu yang mengutamakan tapa, yoga, semadhi, pastilah sangat sulit diterapkan di kalangan generasi muda. Bukan berarti mereka tidak mau atau tidak mampu, tapi kondisi kekinian yang menyebabkan mereka tidak mampu.

Semisal bagaimana mereka disuruh yoga semadi, kalau mereka harus bekerja menjadi pegawai atau buruh yang sangat terikat dengan waktu. Termasuk dalam hal upawasa. Belum lagi kesempatan untuk mengajari mereka tentang tutur Lubdaka jarang bisa dilakukan.

Berbicara kaum milenial adalah berbicara tentang generasi yang hidup dalam pergulatan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Mereka dikurung oleh model hidup yang hedonis, serba instan. Belum lagi hasil rekayasa artificial intelegency membuat mereka berpikir serba praktis.

Generasi milenial mungkin menjadikan filsafat itu semacam mimpi. Sesuatu yang tidak nampak. Mereka kecendrukan menerima sesuatu itu berdasarkan logika, berdasarkan fakta. Sesuatu itu ada akibat pasti karena ada sebab. Untuk itu mari jadikan cerita Lubdaka, hari suci Siwaratri, sebagai penyeimbang buat generasi milenial.

Mari kita kemas dalam paduan harmoni antara cerita yang sarat dengan nilai filsafat, nilai kebenaran hakiki, dengan masa kekinian. Kalangan muda meyakini sesuatu itu berdasarkan faktual.

Generasi tua, para tokoh, pemimpin akan menjadi panutan mereka apa sudah mampu menjadi contoh dalam mengendalikan Sapta Timira. Dengan harmoni, semoga mereka tidak tercerabut dari kehidupan nilai-nilai agama, sehingga cara berpikir, berkata dan berbuat generasi milenial menjadi berimbang. Sekian. [T]

Gagasan Terpinggir Siwaratrikalpa
Siwaratri: Puncak Kesadaran “Pemburu Pengetahuan” terhadap Intisari Pengetahuan
Siwalatri: Bukan Penebusan Dosa, tapi Merenungkan Dosa Pikiran, Kata dan Perbuatan
Tags: balihinduHindu BalimilenialSiwaratri
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Jurus Jitu Gaet Suara Desa Jelang Pemilu 2024

Next Post

Tionghoa dan Politik Identitas di Indonesia dari Masa ke Masa

DN Sarjana

DN Sarjana

Guru. Ketua PGRI Tabanan

Related Posts

Ketakutan terhadap Seniman Eksperimental dan Tekanan Perubahan Zaman

by Ahmad Prasetya Hady
October 26, 2026
0
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan

KETAKUTAN terhadap perubahan dalam dunia seni tidak hanya muncul dari kekhawatiran meninggalkan tradisi, tetapi juga dari kehadiran bentuk-bentuk seni eksperimental...

Read moreDetails

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

Read moreDetails

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
0
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

Read moreDetails

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails
Next Post
Tionghoa dan Politik Identitas di Indonesia dari Masa ke Masa

Tionghoa dan Politik Identitas di Indonesia dari Masa ke Masa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital
Liputan Khusus

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital

TELEPON belum lama ditutup ketika Luh Sukerti kembali sibuk di depan tungku. Puluhan tusuk sate dibolak-balik di atas bara, dilumuri...

by Jaswanto
October 26, 2026
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan
Esai

Ketakutan terhadap Seniman Eksperimental dan Tekanan Perubahan Zaman

KETAKUTAN terhadap perubahan dalam dunia seni tidak hanya muncul dari kekhawatiran meninggalkan tradisi, tetapi juga dari kehadiran bentuk-bentuk seni eksperimental...

by Ahmad Prasetya Hady
October 26, 2026
Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”
Bahasa

Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”

ADA seorang guru sekaligus penulis senior asal Bali yang bernama Nyoman Tingkat. Suatu ketika, dengan permainan kata yang cerdas dan menggelitik, melalui unggahan...

by I Made Sudiana
October 26, 2026
Belajar dari Senat, Menyapa Semeru
Tualang

Belajar dari Senat, Menyapa Semeru

ADA perjalanan yang kita tempuh karena tugas. Ada perjalanan yang kita jalani karena kewajiban. Namun, sering kali justru di balik...

by Ahmad Sihabudin
October 26, 2026
Mungkinkah Korut Serang AS?
Esai

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026
Olahraga

Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026

SUASANA siang di kawasan dekat Pantai Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, mendadak bergemuruh pada Minggu 25 Oktober 2026....

by Nyoman Budarsana
October 26, 2026
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan
Esai

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026
Khas

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co