6 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Siwaratri Dalam Pergulatan Kaum Milenial

DN Sarjana by DN Sarjana
January 21, 2023
in Esai
Siwaratri Dalam Pergulatan Kaum Milenial

Ilustrasi tatkala.co | Wiradinata

SIWARATRI BERASAL dari dua suku kata yaitu Siwa dan Ratri. Siwa adalah nama kehormatan manifestasi Tuhan sebagai Dewa Pelebur.

Dalam Bahasa Sansekerta Siwa juga berarti baik hati, dan suka memaafkan. Ratri berarti jagra atau tidak tidur. Jadi malam Tilem Kapitu diyakini Batara Siwa sedang melaksanakan tapa, yoga, semadi.

Siwaratri sebagai salah satu hari suci umat beragama Hindu, khususnya di Bali, yang jatuh setiap tahun menurut kalender Isaka yaitu pada Purwaning Tilem Kapitu. Esensinya bagaimana umat Hindu melepaskan diri atau paling tidak mengurangi kepapaan, kemabukan dan nafsu-nafsu peteng pitu yang sering dikenal dengan sebutan Sapta Timira: Surupa (rupa cantik atau ganteng), Dhana (kekayaan), Yowana (keremajaan), Kulina (keturunan), Guna (kepandaian), Sura (minuman keras), Kasuran (kemegahan).

Perayaan hari suci ini, tidak terlepas dari karya Mpu Tanakung yang menceritakan perjalanan Lubdaka berburu ke hutan. Walau Lubdaka sangat berdosa karena banyak membunuh binatang, namun karena dia jagra dan terus menerus mohon ampun kepada Dewa Siwa saat ia melaksanakan Yoga Semadi maka kesalahannya diampuni.

Menyimak cerita tentang Lubdaka, tentu akan memberi kesadaran kepada kita, bagaimana orang suci sekelas Mpu Tanakung begitu jeli menangkap getar-getar kehidupan di masa itu, walau aktivitas kehidupan masyarakat masih sangat terbatas.

Tanakung dapat merasakan bahwa ada perilaku hidup yang tidak sesuai dengan ajaran sastra yang berkembang di masanya. Kita sangat yakin karya-karya sastra yang lahir saat itu berdasarkan perenungan yang mendalam, atas dasar-dasar nilai filsafat. Terbukti karya tersebut masih relevan dengan kondisi sekarang.

Berbicara soal Siwaratri, dalam perspektif tatwa kiranya salah satu cara untuk menggambarkan, bagaimana kegelapan di alam semesta bhuana agung, ada dalam diri manusia yaitu bhuana alit. Semisal kondisi kekayaan, panas, sejuk di alam, itu ada dalam tubuh manusia dan perlu dikendalikan dengan perilaku yang baik.

Dari sinilah intuisi pujangga sekelas Mpu Tanakung pada masa cerita ini dibuat. Ia telah menangkap gejala-gejala bahwa di masanya nanti, orang-orang sangat sulit untuk diajak berpikir lewat ajaran-ajaran suci agama yang banyak mengandung filsafat.

Mungkin juga Mpu Tanakung sudah merasakan getaran batin bahwa kedepan manusia makin sulit diatur, sehingga gesekan-gesekan mulai mengarah pada bentuk pelaggaran terkait dengan hal-hal yang tidak dibenarkan menurut ajaran agama. Agar lebih mudah membangun kesadaran, pemahaman terhadap nilai yang terkandung dalam ajaran agama, dibuatlah cerita agar rakyat memahami, menangkap, dan sekaligus melakukan perlawanan terhadap kegelapan yang menyelimuti dirinya. Jadi lahirnya cerita lubdaka, sangat diterima oleh generasi jaman itu.

Bagaimana dengan generasi masa kini?

Perspektif Hari Suci Siwalatri pada jaman sekarang apalagi untuk kaum milenial harus dibangun dalam kehidupan kekinian, dalam kehidupan konstektual. Pakem pelaksanaan Siwaratri di masa lalu yang mengutamakan tapa, yoga, semadhi, pastilah sangat sulit diterapkan di kalangan generasi muda. Bukan berarti mereka tidak mau atau tidak mampu, tapi kondisi kekinian yang menyebabkan mereka tidak mampu.

Semisal bagaimana mereka disuruh yoga semadi, kalau mereka harus bekerja menjadi pegawai atau buruh yang sangat terikat dengan waktu. Termasuk dalam hal upawasa. Belum lagi kesempatan untuk mengajari mereka tentang tutur Lubdaka jarang bisa dilakukan.

Berbicara kaum milenial adalah berbicara tentang generasi yang hidup dalam pergulatan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Mereka dikurung oleh model hidup yang hedonis, serba instan. Belum lagi hasil rekayasa artificial intelegency membuat mereka berpikir serba praktis.

Generasi milenial mungkin menjadikan filsafat itu semacam mimpi. Sesuatu yang tidak nampak. Mereka kecendrukan menerima sesuatu itu berdasarkan logika, berdasarkan fakta. Sesuatu itu ada akibat pasti karena ada sebab. Untuk itu mari jadikan cerita Lubdaka, hari suci Siwaratri, sebagai penyeimbang buat generasi milenial.

Mari kita kemas dalam paduan harmoni antara cerita yang sarat dengan nilai filsafat, nilai kebenaran hakiki, dengan masa kekinian. Kalangan muda meyakini sesuatu itu berdasarkan faktual.

Generasi tua, para tokoh, pemimpin akan menjadi panutan mereka apa sudah mampu menjadi contoh dalam mengendalikan Sapta Timira. Dengan harmoni, semoga mereka tidak tercerabut dari kehidupan nilai-nilai agama, sehingga cara berpikir, berkata dan berbuat generasi milenial menjadi berimbang. Sekian. [T]

Gagasan Terpinggir Siwaratrikalpa
Siwaratri: Puncak Kesadaran “Pemburu Pengetahuan” terhadap Intisari Pengetahuan
Siwalatri: Bukan Penebusan Dosa, tapi Merenungkan Dosa Pikiran, Kata dan Perbuatan
Tags: balihinduHindu BalimilenialSiwaratri
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Jurus Jitu Gaet Suara Desa Jelang Pemilu 2024

Next Post

Tionghoa dan Politik Identitas di Indonesia dari Masa ke Masa

DN Sarjana

DN Sarjana

Guru. Ketua PGRI Tabanan

Related Posts

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

by Putu Eka Guna Yasa
October 5, 2026
0
Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

malih kawruhakna uṅgwanira saṅ hyaṅ sūrya śaśaṅka, mwaṅ haranya, yan riṅ bhuwana aguṅ saṅ hyaṅ wulan riṅ lwaṅiṅ bukit batūr,...

Read moreDetails

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
0
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

Read moreDetails

Penyair Kelas Teri

by Arief Rahzen
October 4, 2026
0
Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

Read moreDetails

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails
Next Post
Tionghoa dan Politik Identitas di Indonesia dari Masa ke Masa

Tionghoa dan Politik Identitas di Indonesia dari Masa ke Masa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra
Esai

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

malih kawruhakna uṅgwanira saṅ hyaṅ sūrya śaśaṅka, mwaṅ haranya, yan riṅ bhuwana aguṅ saṅ hyaṅ wulan riṅ lwaṅiṅ bukit batūr,...

by Putu Eka Guna Yasa
October 5, 2026
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop
Panggung

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik
Ulas Musik

”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik

DALAM khazanah progresif rock 1970-an, “Questions” dari Manfred Mann's Earth Band menempati ruang reflektif yang khas: ia bukan sekadar komposisi...

by Ahmad Sihabudin
October 5, 2026
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co