23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Exposition: Melihat Karya-Karya Terkini Mahasiswa Seni Rupa Undiksha

Vincent Chandra by Vincent Chandra
January 10, 2023
in Ulas Rupa
Exposition: Melihat Karya-Karya Terkini Mahasiswa Seni Rupa Undiksha

Karya-karya Made Astangga Wahyu pada pameran Tugas Akhir mahasiswa Seni Rupa Undiksha Singaraja, 2023

PAMERAN ADALAH satu bentuk cara seorang perupa mengartikulasikan kreativitas beserta gagasan-gagasannya kepada publik. Di dalamnya terdapat berbagai aksi atau kerja kreasi kompleks seperti merencanakan, menata, mengatur, merekayasa, mengelola serta menyusun bermacam elemen atas pertimbangan dan kepentingan tertentu untuk mewujudkan pameran itu sendiri.

Maka peristiwa pameran seni rupa sesungguhnya bukan hanya persoalan apa-apa saja materi karya yang tampil melainkan juga bagaimana mereka disajikan sebagai representasi atas suatu pemikiran atau nilai-nilai dalam suatu ruang yang telah dikondisikan penuh untuk diamati.

Lalu bagaimana dengan pameran TA (Tugas Akhir) yang sifatnya ‘wajib’ dilalui oleh mahasiswa seni tingkat akhir, dalam konteks ini adalah pameran yang dihadirkan para mahasiswa-mahasiswi dari program studi Pendidikan Seni Rupa angkatan 2019, Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja, Bali. Pameran berlangsung 9-30 Januari 2023.

Pameranyang mengambil areal Galeri Kampus Bawah FBS sebagai ruang pameran ini merupakan luaran dari gabungan mata kuliah yang diambil oleh para mahasiswa tingkat akhir yakni konsentrasi TA (Tugas Akhir) Penciptaan serta Manajemen Pameran. Sehingga jelas materi karya yang tampil dalam pameran ini merupakan karya-karya hasil eksperimen dan eksplorasi terbimbing para mahasiswa/i bersama dosen pengampu dalam kurun waktu 1 semester.

Pameran ini pun selain bertujuan sebagai alat sajian pertanggungjawaban para mahasiswa atas kerja kreatifnya kepada khalayak juga sebagai pemenuhan kewajiban akademik mereka kepada para dosen pengampu matkul yang sekaligus merangkap bertindak sebagai kritikus atau evaluator.

Soal seberapa perlu adanya pameran TA semacam ini, kurator Hardiman pernah menyampaikan alasannya secara singkat dalam salah satu esai kuratorialnya. Menurutnya sebagai lembaga Pendidikan, Undiksha berkewajiban memproduksi calon pendidik seni yang juga adalah pelaku seni. Karenanya para mahasiswa prodi Pendidikan Seni Rupa Undiksha harus mengenali dunia seni dan aktivitas-aktivitas yang berlaku di sekelilingnya, berpameran dan mempersiapkan pameran adalah dua dari banyak hal mendasar lainnya yang perlu dikuasai.

>>>

Pada proses selanjutnya, para mahasiswa diminta untuk menjalankan sejumlah prosedur sebagaimana sebuah pameran biasanya dipersiapkan. Mulai dari menentukan sistem kurasi, mengatur lokasi pameran, memikirkan komunikasi publik, hingga memikirkan kerja manajemennya.

Maka oleh para mahasiswa yang berjumlah 20 orang ini dibentuklah kelompok yang mereka beri nama “Artmostfier” atas dasar ikatan “satu angkatan” sebagai wadah mempermudah komunikasi, koordinasi serta menyiapkan pameran.

Para mahasiswa tersebut alias peserta pameran ini adalah Ariyanti Okta Viana, I Putu Angga Tangkas Pratama, I Gede Suardika, I Putu Susila Adnyana, Ifan Setiawan, Yuliana Khairi Putri, Desi Nurul Komala Sari, Nova Erlina, Romi Hartono, Gede Sukradana, I Gusti Ngurah Alit Sudiarsana, Putu Tri Janu Budi Utama, Udis Suandi, Gede Wahyu Putra Pasek, Ahmad Nur Faizin, Weka Arum Salsadilla, Made Astangga Wahyu, Bilqis Dini Adzkiya Nisa, Kadek Rizky Setiawan, dan I Gusti Surya Wiwekananda.

Tema pameran ini mengambil istilah Exposition, berangkat dari bahasa latin “exponere” yang berarti memamerkan (to show) atau menjelaskan (to expose). Dalam dunia sastra istilah exposition (eksposisi) merujuk pada metode untuk memberi gambaran atau informasi terkait latar belakang suatu cerita untuk memudahkan pembaca memahami konteks cerita tersebut.

Sedangkan dalam dunia seni rupa, kurator Mikke Susanto menyebutkan bahwa kata ‘eksposisi’ merupakan salah satu bentuk peringai dari kata exhibition yang kemudian disepakati menjadi ‘pameran’.

Istilah Exposition ini lalu dipinjam oleh para peserta pameran dengan maksud membingkai keseluruhan karya-karya yang ditampilkan. Sebagaimana ‘membingkai’, adapun tema yang ditetapkan tidak bersifat untuk membatasi kemungkinan-kemungkinan pembacaan yang ada, sebaliknya tema ini dipilih untuk memberi semacam stimulus awal pada audiens untuk mengamati karya-karya yang dieksposisikan para mahasiswa dalam pameran ini.

Apa yang dieksposisikan dalam pameran ini hadir secara beragam, bukan hanya karena pilihan konsentrasi penciptaan yang ditawarkan oleh kampus yang variatif dan tidak terbatas pada karya-karya 2 dimensi (seni lukis, grafis, prasi) tetapi juga 3 dimensi (seni kriya, seni patung) hingga disiplin Intermedia.

>>>

Tetapi juga karena pilihan pokok persoalan dari masing-masing peserta pameran yang juga berbeda-beda, mulai dari menyoal isu sosio-kultural, aspek historiografi, aspek material seni, kritik terhadap kerusakan alam, hingga persoalan identitas. Hal ini wajar saja mengingat Undiksha khususnya dalam prodi Pendidikan Seni Rupa-nya memang sejak lama telah diwarnai dengan kehadiran beragam identitas mahasiswa yang multikultur.

Pokok persoalan yang berbeda-beda itu, adalah muatan karya yang secara sadar coba digali oleh mereka untuk kemudian diuji dan diamati temuan-temuannya. Sebagaimana seorang ilmuwan berkerja, para mahasiswa yang juga (calon) seniman akademik dan pendidik seni ini lalu diharapkan dapat mempertanggungjawabkan hasil eksperimen dan eksplorasi mereka dalam bentuk statement yang argumentatif dan ilmiah.

Inilah yang disebut oleh Hardiman sebagai Jalan Laboratorium, yakni “satu proses pengasahan potensi yang bisa ditempuh pendidikan formal dengan melonggarkan praktik eksperimen dan eksplorasi sebagai nafas utamanya melalui prosedur ilmiah yang menempatkan dunia cipta seni sejalan dengan dunia ilmiah.. Melalui proses demikianlah para mahasiswa seni dapat memperoleh sejumlah penemuan ide, konsep, wacana, dan kualitas estetis.”

Maka sekali lagi pameran ini selain untuk menjadi panggung dalam mempertontonkan kreativitas mereka, lebih dari itu pameran ini juga ada untuk menunjukkan mereka yang telah berproses dengan sungguh-sungguh dan menghayati apa yang telah mereka kerjakan. Selamat bereksposisi para mahasiswa seni rupa Undiksha angkatan 2019! Semoga lulus! [T]

Batubulan 2023

Problematika Material #Pengantar Pameran Studi Khusus Mahasiswa Pendidikan Seni Rupa, FBS, Undiksha
Lihatlah, Nikmatilah, Itu Saja! – Catatan Pameran Seni Rupa Dosen Undiksha Singaraja
Cara Dosen Merespons Kondisi Kekinian – Catatan Pameran Seni Rupa Dosen Undiksha
Tags: Pameran Seni RupaSeni RupaUndiksha
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menikmati Alam Gatep Lawas dan Wahana River Tubing Asyik di Buleleng

Next Post

Gede Adi Indrawan, Guru SD yang Sukses Jadi Youtuber dan DJ

Vincent Chandra

Vincent Chandra

lahir dan besar di Medan, menempuh pendidikan S1 di Undiksha, Singaraja. Senang menggambar, melukis, menulis, dan terus ingin belajar hal-hal baru.

Related Posts

Membaca Jejak, Merawat Ingatan: Jelajah Tiga Pulau dalam Foto dan Puisi di Museum Bahari Jakarta

by Emi Suy
October 19, 2026
0
Membaca Jejak, Merawat Ingatan: Jelajah Tiga Pulau dalam Foto dan Puisi di Museum Bahari Jakarta

DI Museum Bahari Jakarta, foto dan puisi mempertemukan kita dengan jejak sejarah Pulau Onrust, Cipir, dan Kelor. Melalui Pameran Foto...

Read moreDetails

Tubuh, Lanskap, dan yang Tak Terucapkan

by Wayan Jengki Sunarta
October 18, 2026
0
Tubuh, Lanskap, dan yang Tak Terucapkan

DALAM karya-karya I Nyoman Darmawan, akrab disapa Kuek, tubuh manusia tidak selalu hadir sebagai sosok utuh dengan batas-batas jelas. Tubuh...

Read moreDetails

Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?

by Made Chandra
October 10, 2026
0
Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?

KITA yang terlampau serius atau memang ongkos sebuah industri adalah kekakuan kreatifitas. Barangkali unek-unek semacam ini yang berputar-putar di kepalaku...

Read moreDetails

Mengurai Gnosis Perupa Payangan

by I Wayan Westa
September 27, 2026
0
Mengurai Gnosis Perupa Payangan

Dr. Jean Couteau, budayawan asal Prancis pernah berseloroh soal kondisi terkini psiko-budaya generasi Bali. Dalam sejumlah pernyataan lisan maupun tertulis,...

Read moreDetails

Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono

by Jaswanto
September 26, 2026
0
Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono

PADA siang yang membakar, saya berebut jalanan Surabaya menuju Voza Tower di Jalan Mayjen HR. Muhammad, Putat Gede, Sukomanunggal. Di...

Read moreDetails

Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif

by Emi Suy
September 23, 2026
0
Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif

Datang Setelah Riuh Saya datang ketika riuh telah selesai. Pameran telah usai dibuka, sebagian pengunjung mulai beranjak, percakapan telah menemukan...

Read moreDetails

Guci Nasib di Titik Nol Kota

by I Wayan Westa
September 22, 2026
0
Guci Nasib di Titik Nol Kota

”….dalam labirin, aku mencari guci nasibku, yang tersimpan dalam kabut kebuntuan, membentur dalam setiap sudut dinding, tak tahu jalan pulang,...

Read moreDetails

Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma

Menelisik foto karya yang tampak pada pameran, bidang kanvas dipenuhi figur-figur wayang, makhluk mitologis, ornamen, tetumbuhan, dan jaringan garis yang...

Read moreDetails

Membaca Naga Agus Kama Loedin

by I Wayan Westa
September 16, 2026
0
Membaca Naga Agus Kama Loedin

---Venue Art, Batu & Studio, Batubulan, Gianyar, Bali | 12 September 2026 * Pameran "Jaga Raga Bara Jiwa" dibuka  Rektor...

Read moreDetails

Pohon Hayat dan Enam Puluh Kuda yang Menjaga Ingatan

by Angga Wijaya
September 16, 2026
0
Pohon Hayat dan Enam Puluh Kuda yang Menjaga Ingatan

Di Agung Rai Museum of Art atau ARMA, Ubud, Bali, pada Juli 2026, sebuah pohon penuh kuda hadir di antara...

Read moreDetails
Next Post
Gede Adi Indrawan, Guru SD yang Sukses Jadi Youtuber dan DJ

Gede Adi Indrawan, Guru SD yang Sukses Jadi Youtuber dan DJ

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co