23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ni Kadek Thaly Titi Kasih, Setelah Piala Citra, Kini Juara Vokal Solo Nasional

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
September 24, 2022
in Persona, Pilihan Editor
Ni Kadek Thaly Titi Kasih, Setelah Piala Citra, Kini Juara Vokal Solo Nasional

Thaly Titi Kasih

Bali tentu bangga pada Ni Kadek Thaly Titi Kasih. Gadis manis ini baru saja duduk di bangku SMA, tapi pencapaian-pencapaian yang diukir dalam bidang seni sangatlah melimpah.

Ia dikenal sebagai penari, juga sebaai pemain teater, yang kerap naik panggung bersama Yayasan Bumi Bajra Sandhi asuhan seniman Ida Ayu Wayan Arya Satyani alias Dayu Ani. Bersama gank-nya di Bajra Sandhi ia beberapa kali melawat ke luar negeri.

Dalam dunia seni peran, ia juga pemain film berbakat bahkan sejak usianya masih muda belia. Ia bermain dalam film Sekala Niskala (The Seen and Unseen) arahan sutradara Kamila Andini.

Dari film itu ia mendapat Piala Citra untuk pemeran anak-anak terbaik Festival Film Indonesia (FFI) tahun 2018.  Pada tahun itu juga, ia meraih penghargaan sebagai pemeran anak-anak terbaik dalam IMAA (Indonesia Movie Actor’s Award).

Ternyata Thaly Titi Kasih juga lihai dalam seni tarik suara. Buktinya, tahun 2022 ini, ia meraih medali emas alias terbaik dalam ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) di bidang lomba vokal solo katagori putri SMA.

Ni Kadek Thaly Titi Kasih saat tampil

Atas presasi itu, teman-temannya di SMAN 1 Sukawati bergembira, dan Bali pun berbangga. Tentu karena Thaly mewakili Provinsi Bali dalam ajang bergengsi untuk seniman-seniman pelajar itu.

Membawakan Lagu “Bali Dwipa”

Ni Kadek Thaly Titi Kasih adalah gadis dari sebuah desa di Gianyar, tepatnya di  Banjar Sema Bonbiyu, Saba, Kecamatan Blahbatuh. Ia lahir 11 Desember 2005 dan kini usianya baru 16 tahun, baru kelas XI di SMAN 1 Sukawati, Gianyar. Ia adalah kebanggan besar dari dua orang tuanya; I Wayan Sutrawan dan Ni Ketut Nilai Kembar.  

Bagaimana awalnya Thaly bisa ikut lomba vokal solo di ajang FLS2N?

Awalnya ia mendapat informasi lomba FLS2N ini dari salah satu guru di sekolahnya. Guru itu Bapak Bangun Yeremia. Ia guru antropolgi di kelas, tapi sangat menyukai seni terutama seni musik.

“Saya memutuskan untuk ikut lomba ini,” kata Thaly Kasih.

Ia bersama guru Pembina kemudian melakukan latihan, lalu rekaman video menyanyi pada 29 Juli 2022.  Ia membawakan satu lagu daerah berjudul ”Bali Dwipa”. Ia kirim video rekaman itu karena lomba FLS2N tahun ini memang dilakukan secara daring.

“Berselang beberapa minggu, tepatnya 4 September, saya mendapatkan informasi bahwa saya lolos ke tingkat nasional untuk mewakili Provinsi Bali,” katanya.

Ni Kadek Thaly Titi Kasih dalam proses rekaman bersama tim

Tentu ini hal yang sangat spesial bagi gadis yang memang sehari-hari tak pernah lepas dari kegiatan kesenian ini. Sebelumnya ia sudah dua kali pernah mengikuti lomba FLS2N ini, dan kali ketiga ini ia bisa lolos ke tingkat nasional.

“Saya membawa nama Bali ke tingkat nasional dan saya tentu ingin mempersembahkan sesuatu yang sangat berharga untuk pulau tercinta ini,” ujarnya.

Segala persiapan kemudian ia lakukan dengan sebaik-baiknya, mulai dari mempersiapkan lagu yang akan dibawakan, minus one lagu, latihan untuk memantapkan penampilan, dan banyak hal teknis lain yang perlu ia siapkan.

“Setelah itu saya melakukan rekaman lagi tanggal 11 September di Geoks Singapadu,” katanya.

Thaly Kasih menceritakan, sebelumnya para peserta FLS2N bidang vokal solo ini dibuatkan satu grup oleh panitia. Di grup ini ia mengenal banyak teman baru dari seluruh provinsi di Indonesia. Dan dengan ini ia jadi punya lebih banyak relasi khususnya di bidang musik dan tarik suara.

Setelah rekaman,para peserta diarahkan untuk mengikuti rangkaian acara FLS2N ini mulai dari tanggal 12 September, yakni opening ceremony. Kemudian pada tanggal 13 dan 14 September adalah hari penjurian di mana para peserta menonton seluruh karya yang sudah diunggah masing masing provinsi di Website Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).

Pada 15 September dialkukan rekapitulasi nilai dan penentuan juara. Dan terakhir, tanggal 16 September closing ceremony sekaligus pengumuman para pemenang FLS2N tahun 2022. Semua rangkaian acara ini dilakukan secara daring.

Pemenangnya Baju Merah

Sampai di saat pengumuman, Thaly Kasih mengaku awalnya ia merasa tidak memiliki harapan untuk menang, karena penampilan peserta lain dari seluruh provinsi sangatlah bagus.

“Tapi saya tetap berdoa dan menyerahkan semua kepada Tuhan karena bagi saya yang penting adalah tampil maksimal,” katanya.

Pengumuman peraih medali perunggu dan perak sudah diumumkan dan nama Thaly Kasih sampai saat itu belum disebutkan. Semakin kecil lagi harapannya. Medali perunggu dan perak tak dapat, apalagi medali emas.

Tapi tunggu. saat pengumuman peraih medali emas atau juara terbaik, para peserta diberi sedikit clue oleh narahubung di grup peserta bahwa mereka akan mengontak pemenang lewat WhatsApp.

Dan saat itu Thaly Kaish sama sekali tidak menyadari bahwa mereka sudah mengontaknya lewat WhatsApp. “Karena saking gugup dan fokusnya saya dengan zoom yang saya ikuti,” kata Thaly Kasih.

Kemudian ada klu yang diberikan saat itu bahwa pemenangnya memakai baju berwarna merah dan hijau. Di sana ia  berpikir, “Aku kan pakai baju merah pas rekaman, ahh tapi mungkin saja putranya baju merah terus putri baju hijau”.

Tapi beberapa detik kemudian ia berpikir lagi, “Mungkin gak ya, yang dimaksud itu saya?

Dan ternyata memang benar. Nama dan video Thaly Kasih terpampang nyata di layar handphone-nya. “Disitu saya tidak bisa berkata apa-apa dan sontak menangis haru karena tidak menyangka bisa mendapatkan peringkat paling atas di antara teman teman yang penampilannya keren-keren dan saya bisa meraih medali emas,” ujarnya.

Terima Kasih dari Thaly Kasih

Ini merupakan prestasi nasional ketiga yang diraih Thaly Kasih setelah sebelumnya ia meraih Piala Citra untuk Pemeran Anak-Anak terbaik di Festival Film Indonesia tahun 2018 dan meraih penghargaan sebagai pemeran anak-anak terbaik dalam IMAA (Indonesia Movie Actor’s Award) tahun 2018.

“Dengan tangan yang gemetar dan berlinang air mata, saya membalas semua ucapan selamat yang dikirimkan teman-teman saat itu. Kata terimakasih tak henti-hentinya terucap dari bibir saya. Asung kerta wara nugraha Ida Sang Hyang Widhi Wasa, saya bisa meraih prestasi yang sangat membanggakan ini,” katanya.

Ni Kadek Thaly Titi Kasih bersama tim

Thaly kasih tak lupa menyampaikan terima kasih kepada orang-orang yang berperan penting, terutama orang tua dan kakaknya, karena berkat doa dan support penuh dari mereka ia bisa mencapai prestasi ini.

Ia menyampaikan terima kasih kepada keluarga besar SMAN 1 Sukawati, terutama Kepala SMAN 1 Sukawati, guru-guru khususnya Bapak Bangun Yeremia dan Bapak Wahyu Ardi Putra.

“Selain itu saya menyampaikan terima kasih kepada Jurnalistik SUKSMA, dan semua teman-teman saya yang ada di Bali maupun di luar Bali. Tanpa mereka, mungkin saya tidak bisa sampai di titik ini,” ujar Thaly Kasih. [T]

Tari Panji Masutasoma: Memaknai Kemerdekaan, Memerdekakan Makna-makna
Tags: festivalGianyarSMAN 1 SukawatiThaly Titi Kasih
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mari Membaca Bali Secara Berbeda dalam Buku “Suara Berbeda dari Pulau Dewata”

Next Post

Gerakan Tanam Jagung di Desa Gadungan: 2 Kali Jagung, 1 Kali Padi

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Rumah Kata di Jalan Nangka

by Angga Wijaya
July 9, 2026
0
Rumah Kata di Jalan Nangka

SIANG itu, rolling door Pustaka Bali Seni di Jalan Nangka No. 103,  Denpasar, Bali, terbuka lebar. Dari luar, tempat itu...

Read moreDetails

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

by Jaswanto
June 24, 2026
0
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

Read moreDetails

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

Read moreDetails

Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

Read moreDetails

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

by I Gede Made Surya Darma
May 22, 2026
0
Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

Read moreDetails

Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
0
Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

Read moreDetails

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

Read moreDetails

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026
0
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

Read moreDetails

I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

by Made Susanta Dwitanaya
March 26, 2026
0
I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

NYALUK Sandi Kala (memasuki peralihan dari siang ke malam) di hari Pangrupukan di Desa  Tampaksiring, yang semakin tahun  semakin dikenal...

Read moreDetails
Next Post
Gerakan Tanam Jagung di Desa Gadungan: 2 Kali Jagung, 1 Kali Padi

Gerakan Tanam Jagung di Desa Gadungan: 2 Kali Jagung, 1 Kali Padi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers
Pendidikan

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers

SEBANYAK 102 anggota dan calon anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali mengikuti Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) di Gedung PWI...

by Dede Putra Wiguna
August 23, 2026
Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   
Opini

Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

IRONI yang sulit diterima ketika seseorang yang berdiri di puncak lembaga pendidikan justru berhadapan dengan hukum karena dugaan praktik yang...

by I Ketut Suar Adnyana
August 23, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Wajah Indonesia Bopeng

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas
Kritik Sastra

Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas

ADA satu kesalahpahaman yang terlalu lama mengiringi cara kita memandang Tuli: seolah-olah Tuli hanya dapat dibicarakan dari apa yang tidak...

by Bagja Wiranandhika Prawira
August 23, 2026
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud
Panggung

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co